Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 44. Kebersamaan Dengan Windi


__ADS_3

Malam itu, Andre dan Windi menikmati udara dingin dan segar dengan mengendarai sepeda motor miliknya.


Windi duduk di belakang sambil memeluk tubuh pria di depannya tanpa ada perasaan yang malu.


Karena memang perasaan yang ada di dalam dirinya adalah perasaan rindu yang sangat besar.


Kegundahan selama beberapa bulan saat berpisah dengan Andre kini mulai terobati.


Namun masih ada suatu rasa yang menggelora di dalam dirinya.


Rasa itu seakan - akan ingin meledak keluar dari dalam diri gadis tersebut, tetapi dirinya masih bisa melampiaskan dengan memeluk erat tubuh Andre sambil mencium tengkuk pria muda itu.


Merasakan apa yang Windi lakukan terhadapnya, Andre mulai merasa terangsang dengan hal itu.


Pemuda itu memang dalam keadaan yang letih karena telah melakukan pertarungan yang besar tadi siang bersama Cindy.


Namun hasrat mudanya yang masih menggebu - gebu itu tidak membuat pria itu menolak untuk kembali melakukannya bersama dengan gadis yang dia bonceng tersebut.


Andre pun mulai menggoda gadis di belakangnya itu. "Kenapa kamu melakukan hal itu? Apakah kamu sudah tidak tahan lagi untuk melakukannya?". Tanya Andre sambil tersenyum mesum.


"MaksudMu? Melakukan hal apa?". Tanya Windi yang tidak mengerti dengan perkataan Andre.


"Itu, yang rasanya tidak bisa di jelaskan dengan kata - kata". Ucap Andre yang masih mempertahankan senyum mesumnya.


Windi pun langsung mengerti arah pembicaraan dari pria di depannya itu.


Gadis itu pun langsung tersenyum centil untuk mengerjai Andre.


Tangan gadis itu yang berada di bagian perut pemuda itu, kini mulai bergerilya di wilayah terlarang milik Andre.


Wilayah peluncuran rudal darat tersebut kini mulai di obok - obok oleh jari - jari milik Windi.


Gadis itu mulai menguasai dan menggenggam rudal penghacur milik Andre yang kini sudah mulai aktiv karena sudah dijamah oleh seseorang yang ingin area terlarangnya di gempur oleh rudal darat tersebut.


"Sepertinya kamu mulai berani untuk menyatakan perang denganKu. Aku akan membuatMu merasakan bagaimana arti dari sebuah kekalahan". Gumam Andre di dalam hatinya.


"Bagaimana kalau kita menuju ke sebuah penginapan saja untuk melakukan hal itu?". Tanya Andre kepada gadis di belakangnya.


Windi langsung menjawab pertanyaan dari pria di depannya tanpa rasa ragu sedikit pun "terserah kamu saja". Kata - kata yang keluar dari mulut gadis itu.


"Baiklah!". Ujar Andre sambil menambah kecepatan lari sepeda motornya untuk menuju ke suatu penginapan sederhana yang terletak di ujung kampung yang bersebelahan dengan kampung keduanya.


Saat tiba di depan area penginapan tersebut, Andre langsung melihat keberadaan sosok beberapa pria yang mengenal keduanya.

__ADS_1


Pria itu langsung membanting setang sepeda motor miliknya dan memutar balik untuk kembali ke kampungnya.


"Kenapa kita tidak memasuki penginapan tersebut?". Tanya Windi penasaran.


"Disana ada beberapa orang yang mengenali kita berdua, apakah kamu ingin mereka melihat kita memasuki penginapan itu?". Ujar Andre sambil balik bertanya kepada Windi.


"Oh, jadi begitu yah!? Terus sekarang ini kita akan pergi kemana lagi?". Tanya Windi.


"Lebih baik kita pergi saja ke pondok yang berada di kebunKu! Bagaimana? Apa kamu setuju!?". Andre mengusulkan dan bertanya kepada Windi untuk mendapatkan persetujuan dari gadis itu.


"Kalau hanya di tempat itu yang aman untuk kita melakukannya, kenapa tidak!?". Jawab gadis tersebut yang menyetujui usulan dari Andre.


Kedua muda - mudi itu langsung melaju dengan sepeda motor milik Andre untuk menuju ke tempat yang keduanya sepakati.


Tangan gadis itu masih tetap pada posisinya yang menguasai rudal darat milik Andre.


Andre mulai menurunkan kecepatan sepeda motornya agar suara knalpot kendaraan roda dua itu tidak terlalu menarik perhatian banyak orang.


Akhirnya mereka berdua tiba di pondok yang Andre maksudkan.


Windi langsung turun dari sepeda motor itu.


Sedangkan Andre langsung memarkirkan sepeda motornya dan langsung berjalan mendekati gadis tersebut.


Andre langsung mencari korek api yang tersedia di pondok itu yang biasa dia gunakan untuk membuat api di pondok tersebut.


Keduanya langsung memasuki kamar pondok itu dan mulai melepaskan satu persatu kain yang menutupi tubuh keduanya.


Setelah tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh keduanya, Andre langsung mendekati gadis itu dan langsung mencium bibirnya.


Gadis itu pun miulai membalas apa yang Andre lakukan.


Keduanya langsung beradu keahlian di dalam melakukan French Kiss.


Tangan Andre pun mulai bergerilya di setiap lekuk tubuh gadis tersebut.


Keduanya langsung melakukan apa yang ingin di lakukan malam itu.


Setelah beberapa saat melakukan penetrasi ke wilayah terlarang Windi, akhirnya pertahan gadis itu pun jebol untuk pertama kalinya.


Andre tidak membiarkan gadis itu kembali memulihkan staminanya.


Pria itu tetap melanjutkan aksinya untuk membuat gadis tersebut pertahanannya jembol kembali untuk yang kedua kalinya dalam tempo yang saling berdekatan.

__ADS_1


Dan apa yang di pikirkan oleh Andre pun langsung terjadi.


Hanya berjarak lima menit saja, pertahanan gadis itu jebol untuk kedua kalinya.


Tubuh gadis itu pun mulai terasa lemas karena pertahanannya sudah di hancurkan untuk kedua kalinya.


Andre yang masih menyimpan ledakan energi dari rudal daratnya masih tetap terus menggempur wilayah terlarang dari lawannya itu.


Hingga beberapa saat kemudian, akhirnya mereka berdua mencapai ******* secara bersamaan.


Windi untuk yang ketiga kalinya, sedangkan Andre untuk pertama kalinya.


Keduanya kini langsung terkulai lemas di atas ranjang di kamar pondok tersebut dengan tubuh keduanya yang kini bermandikan peluh kenikmatan.


"Bagaimana!? Apakah kamu masih mau lagi?". Tanya Andre sambil berbisik menggoda gadis yang saat ini terbaring lemas di sampingnya.


"Ndre! Aku merasa sepertinya diriMu sudah tidak seperti saat terakhir kita melakukannya". Kata - kata yang keluar dari mulut Windi.


"MaksudMu? Diriku sudah berubah dan tidak sama lagi seperti yang dulu? Begitu?". Tanya Andre yang pura - pura mengalihkan maksud dari pertanyaan Windi kepadanya.


"Bukan itu maksudku!". Ucap Windi membatah pernyataan Andre.


"Terus, apa maksud dari kata - kataMu barusan?". Tanya Andre.


"Sepertinya permainanMu sudah lebih mahir dan sudah seperti seseorang yang sering melakukan hal ini". Jawab Windi.


"Jadi menurutMu, aku tetap kaku seperti yang lalu? Itu tidak akan mungkin, sebab pikiran serta perasaanKu yang lalu dengan saat ini sudah berbeda".


"Kalau saat ini aku merasa lebih percaya diri, itulah yang membuat diriMu merasa aku berbeda saat ini". Ucap Andre menjelaskan kepada Windi.


Mendengar penjelasan Andre, gadis itu terdiam sejenak dan memikirkan apa yang telah Andre katakan.


Di dalam hatinya berkata bahwa Andre telah melakukan hal itu dengan seseorang yang lebih berpengalaman darinya, sehingga secara otomatis, pengalaman Andre juga akan bertambah.


Melihat reaksi dari gadis tersebut, Andre kembali mengeluarkan kata - kata untuk mencairkan suasana yang sudah mulai terasa canggung tersebut.


"Sayang! Apakah kamu meragukan kesetiaanKu!?". Ucap Andre menggoda gadis di sampingnya sambil mengecup lembut bibir gadis tersebut.


Windi masih tetap tidak menjawab pertanyaan dari Andre.


"Sayang! Apakah kamu tidak mempercayai perkataanKu itu?". Tanya Andre lagi yang kini dengan nada suara yang serius.


Akhirnya Windi menanggapi pertanyaan dari Andre dan menjawabnya.

__ADS_1


"Sebenarnya aku masih ragu dengan ucapanMu itu, tetapi aku masih percaya dengan hubungan kita ini". Ucap Windi yang langsung memeluk tubuh pria itu.


~Bersambung~


__ADS_2