
Setelah terdiam sejenak, pikiran ibu muda itu menjadi kacau.
Pria muda didepannya itu adalah anak dari sepupuhnya yang berarti adalah ponakannya juga.
Ibu muda itu kemudian memberanikan diri untuk berjalan masuk kedalam kamar Andre.
Setelah dirinya sudah dekat dengan tubuh remaja itu. Jantungnya makin berdetak lebih kencang lagi. Karena matanya makin jelas lagi melihat bentuk ukuran milik Andre.
Akhirnya muncul di pikiran ibu muda itu untuk membangunkan Andre walau dengan keadaan yang seperti itu.
Perempuan itu menyentuh tubuh remaja itu sambil menggerak - gerakkan tangannya agar remaja pria itu akan terbangun.
" Andre! Ndre! Ndre! Ayo bangun, saatnya untuk makan siang." Ucap ibu muda itu.
Merasakan ada seseorang yang membangunkannya, Andre pun terbangun dan membuka matanya.
Remaja pria itu melihat seorang wanita cantik berada di samping tempat tidurnya.
Tanpa dia sadari dengan keadaan tubuhnya, pria muda itu langsung bangkit dari tempat tidurnya.
Setelah jiwanya benar - benar sudah seutuhnya menguasai kembali tubuhnya.
Akhirnya remaja pria itu tersadar bahwa saat itu dirinya hanya menggunakan ****** *****.
" Hah, mengapa tante Ria masuk dan membangunkan aku dalam keadaan seperti ini." Gumam Andre dalam hatinya berbarengan dengan air mukanya yang sudah berubah drastis karena merasa malu.
Pikiran remaja pria itu menjadi berkecamuk karena situasi yang terjadi saat itu.
Setelah terdiam beberapa saat akhirnya ibu muda itu bersuara lagi.
" Ndre! Ayo kita makan siang dulu." Ucap tante Ria sambil tangannya menyentuh punggung Andre.
" I...iya." Jawab Andre dengan tergagap.
" Tante tunggu yah?." Ucap nya lagi.
Ibu muda itu langsung berjalan keluar dari kamar Andre dan menuju ke meja makan.
Andre langsung mengambil dan memakai baju rumah yang dia miliki dan lansung menyusul tante Ria yang sudah berada di meja makan.
Setelah tiba di meja makan, Andre langsung duduk berhadapan dengan ibu muda tersebut, namun matanya tetap tidak bisa menatap kearah perempuan itu.
" Ayo kita makan." Ajak tante Ria sambil mengambil makanan untuknya.
Andre pun melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh tante Ria.
Keadaan itu sangat terasa begitu canggung buat Andre, hanya sesekali suara bunyi benturan antara sendok dan piring terdengar dari arahnya.
" Kenapa Ndre! Apakah kamu sedang tidak enak badan?." Ucap tante Ria sambil tersenyum.
" Ti...Tidak tante, saya tidak apa - apa kok." Jawab Andre.
" Sialan! Dirinya sendiri yang melakukan hal itu kepadaku, tetapi dia seakan tidak tau dengan apa yang ku rasakan." Gumam Andre lagi.
" Tetapi kenapa tingkah laku Mu tidak seperti biasanya?." Tanya tante Ria lagi.
__ADS_1
" Saya tidak apa - apa kok." Ucap Andre lagi.
" Oh, berarti Andre sudah punya pacar yah?." Tanya tante Ria lagi.
" Ehemm...i...iya tante!." Jawab Andre.
" Berarti kamu merasa malu atas kejadian barusan yah!?." Ucap tante Ria lagi.
Muka Andre sudah lebih memerah lagi saat mendengar kata - kata dari tante Ria.
Ibu muda itu menebarkan senyuman manis dan menggodanya menatap ke arah Andre.
" Ndre! Tante mengerti kok apa yang kamu rasakan saat ini, tetapi anggap saja itu hal yang biasa, memang kalau di kampung itu adalah hal yang luar biasa." Ucap tante Ria.
Mendengar hal itu, pikiran Andre langsung sedikit merasa lega, karena jika memang hal itu biasa buat tante Ria, kenapa menjadi masalah untuk dirinya.
Akhirnya Andre pamit untuk masuk kembali kekamarnya.
Tante Ria hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi remaja tersebut.
Saat hari sudah menjelang malam, Andre sudah selesai mandi dan mengganti pakaiannya, langsung keluar dari dalam kamarnya untuk menuju kemeja makan.
" Ndre! Ayo kita jalan - jalan dan makan di luar dulu untuk malam ini." Ucap tante Ria.
Mendengar hal itu, Andre pun menganggukan kepalanya.
Mereka bertiga akhirnya berjalan keluar dan meluncur cepat dengan mobil pribadi milik tante Ria.
Setelah tiba di depan suatu mall, mobil tante Ria langsung memasuki mall tersebut.
Setelah memarkirkan mobilnya, Andre langsung turun sambil memeluk anak dari tante Ria.
Sedangkan tante Ria juga langsung turun juga dari mobilnya.
Tante Ria langsung berjalan menuju ke lobi mall yang di ikuti oleh Andre di sampingnya sambil memeluk anak tante Ria.
Setelah memasuki lobi mall, mata Andre langsung di suguhkan dengan pemandangan yang sangat menghibur.
Banyak gadis - gadis cantik yang sedang duduk di kafe - kafe yang ada di dalam mall itu.
Akhirnya tante Ria memasuki sebuah kafe untuk mereka makan.
Andre hanya mengikuti perempuan tersebut sambil memeluk putri perempuan itu.
" Ayo Andre, kita makan disini saja." Ucap tante Ria.
" Mari, biar tante saja yang memeluk Anggi." Ucap tante Ria lagi sambil menyambut putrinya.
Setelah mereka duduk di tempat itu, datang seorang pelayan mendekati mereka.
" Permisi Ibu! Jika ingin memesan, ini adalah menu yang tersedia di tempat kami ini." Ucap pelayan sambil memberikan daftar menu yang ada.
" Terima kasih yah!?." Ucap tante Ria.
" Ndre! Kamu ingin memesan apa?."
__ADS_1
" Terserah tante Ria saja!."
Akhirnya tante Ria mulai menulis setiap item yang akan di pesannya dan langsung menyerahkannya kepada pelayan yang ada.
Beberapa saat kemudian, pesanan yang di pesan tante Ria pun datang. Mereka berdua langsung menikmati makanan tersebut, sambil Ria menyuapi anaknya yang duduk di sampingnya.
Akhirnya mereka telah selesai menikmati makanan yang ada di depan mereka masing - masing.
Mereka langsung melanjutkan waktu santai mereka dengan berjalan untuk melihat - lihat setiap apa yang tersedia di mall tersebut.
Setelah waktu sudah menunjukkan pukul 21:00, akhirnya mereka berniat untuk kembali pulang.
Ria berjalan sambil memeluk anaknya, sedangkan Andre di sibukkan dengan barang - barang yang di beli oleh Ria.
Andre sangat menikmati suasana santai sambil berbelanja tersebut, karena itu adalah hal yang baru baginya.
Setengah jam kemudian, mereka telah tiba di depan pintu pagar rumah Ria.
Andre langsung turun dan mendudukkan Anggi di jok mobil dan langsung membuka pintu pagar.
Mobil Ria pun masuk dan di parkirkan di garasi rumahnya.
Ria langsung meraih dan memeluk Anggi, sedangkan Andre seperti biasanya mengambil semua belanjaan yang ada.
Mereka pun langsung memasuki rumah Ria.
" Ndre! Belanjaan untuk kebutuhan dapur, langsung di letakkan di dapur saja, sedangkan belanjaan yang lain, kamu taruh saja di kamar tante."
" Baik tante!."
Ria langsung berjalan menuju ke kamarnya. Sedangkan Andre langsung pergi menuju ke dapur.
Setelah selesai meletakkan setiap belanjaan untuk kebutuhan dapur serta merapihkannya, Andre langsung kembali mengambil belanjaan yang lain dan mengantarkannya ke kamar Ria.
Andre langsung menerobos masuk kekamar Ria, hal itu di sebabkan pintu kamar Ria yang dalam keadaan tidak benar - benar tertutup rapat.
Saat sudah masuk dan berada di dalam kamar Ria, tubuh Andre langsung terpaku saat matanya melihat ke arah tubuh Ria.
Keadaan tubuh Ria sudah dalam keadaan tidak menggunakan pakaian, dirinya kini hanya menggunakan dalaman saja.
Ria langsung menatap ke arah Andre sambil tersenyum.
" Ndre! Letakkan saja semuanya itu di atas kasur."
Andre langsung tersentak mendengar suara Ria, dirinya langsung merasa grogi dengan situasi yang ada saat itu.
" Ndre! Ada apa? Apakah ada sesuatu yang mengganjal?."
Andre tetap hanya diam dan tidak bisa lagi berkata - kata.
Remaja pria itu langsung melangkah maju dan meletakkan belanjaan yang ada di tangannya di atas kasur.
Setelah itu Andre langsung bergegas untuk keluar dari kamar tersebut, tetapi Ria mencegahnya.
~Bersambung~
__ADS_1