Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 25. Mobil Ria Di Buntuti


__ADS_3

Victor mulai merasa tidak senang dengan apa Andre lakukan.


Pemuda itu kini sudah tidak fokus lagi dengan ceritanya sendiri. Karena Ria sendiri masih terfokus dengan Anggi putrinya dan juga tingkah Andre yang tidak seperti biasanya.


"Ada apa dengan anak ini? Mengapa tingkahnya berubah seperti itu? Apakah ada hal yang salah?." Gumam Ria dalam hatinya.


"Tante! Kita harus cepat pulang, karena hari sudah gelap dan mungkin keadaan di rumah sangat gelap karena belum memasang lampu." Ucap Andre.


Mendengar apa yang Andre katakan, Ria langsung menyadari akan hal itu.


Ria langsung menyelesaikan makanan di depannya serta langsung memanggil pelayan di tempat itu untuk membayar makanan yang di pesannya.


"Vic! Maaf yah, karena tidak bisa berlama - lama untuk menemani diri Mu! Kami duluan yah!?." Ucap Ria seraya berdiri dari tempat duduknya.


"Apakah kamu memiliki nomor telpon?." Tanya Victor kepada Ria.


"Tante! Ayo kita pergi!." Ucap Andre.


"Iya! Iya!...Vic! Aku pergi dulu yah!?". Ucap Ria sambil berjalan meninggalkan pemua itu.


"Brengsek! Anak itu selalu membuat rencanaKu menjadi gagal total. Sepertinya aku harus mengikuti mereka agar bisa mengetahui dimana rumah Ria." Gumam pemuda itu sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar meninggalkan rumah makan tersebut.


Pemuda itu menatap arah perginya mobil dari Ria dan langsung memasuki mobilnya serta langsung menyusul untuk membuntuti mobil dari Ria.


Andre sudah menduga hal itu, sehingga matanya menatap ke arah belakang untuk memastikan apakah pemuda itu akan menyusul mereka.


Andre kemudian dapat melihat ada sebuah mobil yang juga telah keluar dari parkiran rumah makan yang baru saja mereka tinggalkan.


"Apakah mobil itu, mobil milik pria tadi? Aku akan tetap mengawasinya." Gumam Andre di dalam hatinya.


Andre selalu melihat kebelakang untuk memastikan apakah mobil itu masih mengikuti mobil mereka atau tidak.


Dan benar saja, apa yang Andre pikirkan itu memang terjadi. Mobil itu tetap membuntuti mobil mereka.


"Tante! Apakah kita boleh berhenti sebentar?." Ucap Andre.


"Kenapa kita harus berhenti? Apakah ada hal yang akan kamu lakukan?." Tanya Ria.


"Iya! Aku ingin memastikan sesuatu!." Ucap Andre.


"Apa yang ingin kamu pastikan?." Tanya Ria.


"Nanti saja setelah hal itu bisa untuk di buktikan. Barulah aku akan memberitahukannya kepada tante." Ucap Andre.


Ria pun langsung menuruti apa yang Andre minta.


Mobil mereka langsung menepi dari berhenti di pinggir jalan.


Melihat mobil Ria yang menepi dan langsung berhenti. Victor langsung melewati mobil Ria dan ingin menepi juga dan menghentikan mobilnya.

__ADS_1


Tetapi Victor tetap ingin menjaga jaraknya dari mobil Ria.


Setelah berjarak sekitar 100 meter melewati mobil Ria. Akhirnya Victor menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.


"Tante! Apakah ada jalan lain yang bisa kita lalui untuk menuju kerumah tante?." Tanya Andre.


"Kenapa harus melalui jalan yang lain? Jalan ini yang harus kita lalui agar bisa dengan cepat untuk bisa sampai ke rumah." Ucap Ria.


"Tante! Mobil kita sedang di buntuti oleh seseorang!." Ucap Andre.


"Siapa yang membuntuti mobil kita?." Tanya Ria.


Nada suara Ria langsung meninggi karena merasa kaget dengan apa yang Andre katakan.


"Coba tante lihat mobil yang berhenti di depan sana itu." Ucap Andre.


"Iya! Saya melihatnya! Kenapa dengan mobil itu?." Tanya Ria.


"Mobil itulah yang sedang membuntuti mobil kita." Ucap Andre.


"Bagaimana bisa kamu berpikir mobil itu sedang membuntuti kita?." Tanya Ria.


"Aku telah memperhatikannya saat kita berjalan tadi. Mobil itu selalu berada di belakang mobil kita dan terus mengikuti kemana pun kita berjalan. Itulah mengapa aku menyuruh tante untuk menghentikan mobil agar bisa memastikan apakah benar mobil itu sedang membuntuti kita atau tidak. Ternyata mobil itu juga berhenti. Itulah yang membuatKu yakin bahwa mobil itu sedang membuntuti kita." Andre menjelaskan apa yang dia pikirkan kepada Ria.


"Oh, jadi seperti itu yah!?." Ucap Ria sambil menganggukan kepalanya.


"Kalau jalan lain untuk menuju ke rumah, itu sangatlah banyak, hanya waktunya saja yang berbeda untuk bisa sampai ke rumah." Ucap Ria.


"Baiklah!." Jawab Ria.


Mereka melihat situasi lalu lintas dan mobil Ria langsung bergerak dan berbalik arah.


Victor yang melihat mobil Ria sudah bergerak dan berbalik arah. Langsung menjalankan juga mobilnya dan ingin juga berbalik arah untuk mengikuti mobil Ria.


Namun mobilnya tidak bisa langsung berjalan berbalik arah, karena ada sebuah kendaraan yang bergerak untuk melewatinya.


Pandangan Victor tetap menatap mobil Ria agar dia tetap bisa mengetahui kemana arah perginya mobil Ria.


Setelah sudah bisa berbalik arah, jarak antara mobilnya dengan mobil Ria sudah sekitar 200 meter. Sehingga pandangan matanya mulai terhalang dengan beberapa mobil di depannya.


Victor memacu mobilnya untuk mendahului mobil yang berada di depannya. Tetapi hal itu tidak bisa di lakukan, karena kendaraan yang berlawanan arah dengannya sangat maramai juga.


Andre tetap memperhatikan mobil Victor. Setelah sudah tidak terlihat karena jalannya sedikit menikung. Andre pun langsung menyuruh Ria untuk berbelok ke kiri jika ada jalan di depan mereka.


Dan benar saja. Di depan mereka terlihat ada jalan yang mengarah kekiri. Ria langsung mengarahkan mobilnya kekiri.


Setelah maju sekitar 100 meter, terlihat juga ada lorong di sebelah kiri, Andre langsung menyuruh Ria untuk kembali berbelok ke kiri.


Ria pun mengikuti apa yang Andre katakan.

__ADS_1


Victor menatap jauh kedepan. Namun pemuda itu tidak menemukan keberadaan dari mobil Ria.


Pemuda itu langsung memperhatikan setiap jalan yang berada di sebelah kirinya saat di lewati, agar bisa melihat mobil Ria jika melalui jalan tersebut.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Victor merasa dirinya benar - benar sudah kehilangan jejak dari mobil Ria.


Pemuda itu langsung menghentikan mobilnya dan berpikir untuk merubah arah tujuannya saat itu.


Sedangkan mobil Ria terus meluncur menuju ke arah rumahnya.


"Bagaimana? Apakah kita sudah terlepas dari mobil yang membuntuti kita?." Tanya Ria.


"Sudah tante, kita sudah lolos dari mobil tersebut." Ucap Andre.


Akhirnya Ria kembali menurunkan laju mobil tersebut.


"MenurutMu, siapa orang yang membuntuti mobil kita?." Tanya Ria.


"Menurut Andre, mobil yang membuntuti kita itu adalah mobil dari Victor tante!." Ucap Andre.


"Apa! Mobil Victor? Mengapa dia mengikuti kita?." Tanya Ria.


"Mungkin dia ingin mengetahui letak rumah tante!." Ucap Andre.


"Oh, kalau hanya seperti itu, kenapa kita harus menghindarinya? Biarkan saja Victor mengetahui letak rumah tante." Ucap Ria.


"Jadi tante tidak keberatan jika Victor mengetahui alamat rumah tante?." Tanya Andre.


"Iya! Tidak ada ruginya juga bila dia mengetahui alamat rumahKu." Ucap Ria.


"Bagaimana jika sudah mengetahui letak rumah tante dan dia sering datang bertamu? Apakah hal itu tidak mengapa?." Tanya Andre.


Mendengar apa yang di katakan Andre, membuat ibu muda itu terdiam dan memikirkan perkataan tersebut.


"Mana mungkin akan seperti itu? Kamu itu sudah berpikir terlalu jauh. Tidak mungkin akan terjadi seperti itu." Ucap Ria.


"Kalau tidak akan terjadi seperti itu, terus kenapa dia ingin mengetahui letak rumah tante?." Ucap Andre menyanggah perkataan Ria.


Ria pun kembali terdiam dan kembali memikirkan perkataan Andre.


"Benar juga perkataan Andre! Anak ini walau pun masih muda, namun pemikirannya sudah seperti orang dewasa." Guma Ria dalam hatinya.


"Sudalah! Yang terpenting saat ini dia sudah tidak lagi mengikuti kita." Ucap Ria.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sudah tiba di depan pintu masuk ke rumah Ria.


Andre langsung turun dari mobil dan membuka pintu pagar dari rumah Ria.


Mobil Ria pun langsung memasuki pekarangan rumahnya dan menuju ke garasi mobilnya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2