
Kini Andre sudah mengunci pagar dan juga telah menutup pintu depan rumah Ria.
Andre langsung masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan kaos oblong dan juga celana pendek.
Setelah selesai, Andre langsung kembali ke ruang tamu dan langsung duduk di sofa yang ada di situ sambil memengang remote TV dan langsung menyalakannya.
"Ndre! Kamu tidak langsung beristirahat saja? Apakah kamu tidak merasa capek?". Ucap Ria.
"Andre belum mengantuk tante!".
"Apakah kamu masih memikirkan tentang kebersamaanMu dengan teman sekelasMu itu?". Tanya Ria sambil tersenyum.
"Ah! Tante ada - ada saja....tidak kok!".
"Jadi ini memang murni belum mengantuk yah!?". Tanya Ria lagi.
"Iya tante!".
Ria pun langsung kembali masuk ke kamarnya dan menjaga Anggi hingga terlelap.
Mata Ibu muda itu tidak bisa tertutup, keingintahuannya dengan apa yang Andre lakukan dengan teman sekelasnya membuat wanita itu menjadi penasaran.
Wajar saja, Ria juga masih muda serta dirinya juga ingin mengisi ke kosongan hidupnya yang kini hanya di isi oleh gadis kecilnya, yaitu Anggi putrinya.
Sehingga ibu muda itu ingin juga merasakan warna baru di dalam hidupnya dalam romansa masa muda yang Andre alami.
Dan hal itu juga sekalian untuk mengenang kembali masa remajanya yang pernah di rasakannya.
Setelah beberapa saat kemudian Ria masih tetap juga tidak bisa untuk tertidur, akhirnya wanita itu pun keluar dan menuju ruang tamu untuk menemani Andre yang sedang menonton TV.
Andre kini sedang matanya fokus tertuju di layar TV.
Saat itu Andre sedang menonton sinetron di salah satu stasiun TV swasta yang sering menyuguhkan hal itu.
Melihat apa yang di tonton oleh Andre, akhirnya Ria langsung duduk di sofa panjang yang juga di duduki oleh Andre.
"Apakah seru ceritanya?". Tanya Ria memecah keterdiaman Andre.
"Ceritanya menarik tante!".
"Apa yang membuat ceritanya menarik?". Tanya Ria sambil tersenyum kecil.
"Pemeran pria dan wanitanya sangat mendalami peran mereka". Jawab Andre sekenanya saja.
"Huuu...kamu ini seperti seorang sutradara saja. Bilang saja kalau kisah cintanya yang menarik!". Ucap Ria dengan senyum sambil tangan kanannya mendorong pelan bahu sebelah kiri Andre.
Pandangan Andre langsung mengarah ke posisi Ria.
Andre pun langsung terdiam dan matanya tidak berkedip sedikit pun saat melihat ke arah Ria.
Memang pria mana yang bisa memalingkan pandangannya saat melihat seorang wanita cantik yang sedang duduk di sebelahnya dan hanya menggunakan Lingerie Camisole yang berbahan rayon dan berwarna cream.
Tatapan Andre membuat jantung Ria berdebar - debar, karena mata Andre tidak berkedip satu kali pun saat menatap kearah belahan dada milik Ria.
__ADS_1
"Kenapa Ndre? Kenapa tatapanMu seperti itu?". Ucap Ria.
"Ehh...eemmm...ti...tidak tante! Tidak ada apa - apa". Jawab Andre dengan tergagap.
Andre langsung memalingkan pandangannya dan langsung menatap lagi kearah layar TV.
Ria sudah mengerti dengan apa yang baru saja terjadi.
Ibu muda itu langsung melirik kearah Andre seakan mencermati diri pemuda yang berada di sampingnya itu.
Tatapan mata Ria langsung mengarah ke bagian tubuh yang menjadi identitas bagi seorang pria.
Wanita itu tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum lebar dan sedikit mengeluarkan suaranya.
Andre pun sontak langsung menatap ke arah Ria. Pemuda itu merasa aneh dengan apa yang Ria pikirkan, sebab siaran di TV saat ini sedang iklan.
"Ada apa tante? Apakah ada yang lucu dengan iklan di TV?". Ucap Andre dengan mimik muka yang penasaran.
"Tidak...tidak ada yang lucu dengan iklan di TV!". Jawab Ria dengan masih menahan dirinya untuk tertawa.
Wanita itu sedang berpikir tentang Andre yang langsung terpicu kejantanannya saat melihat dirinya yang hanya menggunakan pakaian tidurnya yang sexy itu.
"Terus! Apa yang membuat tante seperti itu?". Tanya Andre lagi.
"Aku hanya merasa lucu dengan diriMu Ndre!".
"Kenapa dengan aku?". Tanya Andre.
"Aku rasa saat ini kamu sedang merasa tersiksa dengan keberadaan tante di sampingMu". Ucap Ria sambil tertawa karena sudah tidak bisa lagi membendung apa yang di pikirkannya tentang keadaan batin Andre yang sangat tersiksa.
Pikiran Andre langsung melayang jauh seakan ingin mencari sesuatu untuk kembali mengumpulkan kemampuannya agar bisa menghadapi situasi saat itu.
Setelah beberapa saat kemudian, Andre langsung memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang di pikirkannya.
"Jika pria itu normal, siapa juga yang tidak tergoda dengan kecantikan tante, apa lagi dengan memakai pakaian seperti itu". Ucap Andre dengan nada suara yang santai.
"Jadi menurutMu, tante ini cantik?". Tanya Ria dengan senyuman manisnya menatap kearah Andre.
"Yah iyalah! Victor saja sampai membuntuti kita karena ingin mengetahui tempat tinggal tante".
"Apa hubungannya Victor ingin mengetahui tempat tinggal aku dengan kecantikan aku?". Tanya Ria seakan tidak mengerti dengan perkataan Andre.
"Hubungannya ada tante! Jika tante tidak cantik dan seksi, mana mungkin Victor itu bela-belain ingin mengetahui tempat tinggal tante!?".
Mendengar apa yang di katakan oleh Andre, Ria pura - pura tidak tertarik dengan hal itu dan langsung mengalihkan topik pembicaraan.
"Ndre! MenurutMu apakah Meylan memang lebih cantik dari tante?". Dengan nada suara yang datar.
Mendengar Ria kembali membahas tentang hal itu, Andre langsung terpaku dan pikirannya langsung melayang.
"Kenapa tante Ria kembali membahas tentang hal itu!? Ini akan membuatKu semakin gila saja, apa lagi dengan situasi berpakaian tante Ria yang seperti itu". Gumam Andre di dalam hatinya.
"Ndre! Kenapa kamu tidak menjawabnya!?". Tanya tante Ria membuyarkan lamunan Andre.
__ADS_1
"Ti...tidak tante! Bukan aku tidak ingin menjawabnya".
"Terus, kenapa kamu hanya diam saja!?".
"Boleh Andre berkata jujur tante!?". Ucap Andre dengan penuh keberanian dan serius.
"Kenapa tidak! Itu yang tante selalu harapkan dari setiap orang, karena kejujuran itu adalah hal yang sangat di inginkan orang lain terhadap diri kita, dan begitu juga sebaliknya". Ucap Ria meyakinkan Andre.
"Menurut Andre, malam ini tantelah wanita yang paling tercantik dan terseksi".
Mendengar perkataan Andre, wajah Ria langsung merah merona karena merasa ada seorang pria yang memujinya walau pun pria itu masih tergolong kerabatnya sendiri.
"Apa benar yang kamu katakan itu?". Tanya Ria lagi mengidamkan pujian dari seorang pria yang selama ini sangat jarang untuk di dengarnya.
"Iya tante! Apa yang Andre katakan itu adalah memang fakta yang sebenarnya". Jawab Andre meyakinkan Ria.
"Berarti kamu merasa tertarik juga!?". Tanya tante Ria menggoda Andre.
"Setiap pria yang melihat tante Ria saat ini, pasti akan merasa tertarik dengan diri tante Ria dan pasti juga akan merasa untuk ingin memiliki tante Ria". Terang Andre.
"Seperti itukah yang pria pikirkan!?". Ucap Ria dengan nada suara dan senyuman yang menggoda menatap ke arah Andre.
"Oh iya! Aku hampir lupa, kamu juga sudah pernah melakukan hal itu, jadi pasti sudah mengerti dan bisa memberikan tanggapan mewakili banyak pria di luar sana". Ucap Ria sambil tertawa.
Melihat tingkah wanita cantik yang duduk di sebelahnya, pikiran serta perasaan Andre langsung menjadi gusar. Saat ini Andre sedang bertarung dengan dirinya sendiri untuk melawan keinginan hawah napsunya.
Detak jantung pria muda itu kini sudah mulai tidak seperti biasanya. Hal itu di sebabkan pemandangan di depan matanya yang sangat tidak biasa di dalam hidupnya.
Itu di sebabkan karena Lingerie yang di gunakan Ria panjangnya hanya sebatas sekitar hampir se jengkal di atas lututnya dan karena tingkah Ria, Lingerie bagian bawahnya mulai tertarik ke atas dan mempertontonkan kepada Andre pahanya yang putih dan bersih, sehingga membuat libido Andre memuncak.
"Tante! A...aku....
Andre tidak bisa melanjutkan kata - katanya.
"Kenapa Ndre!?". Tanya Ria.
"A...aku...aku tidak bisa mengatakannya". Ucap Andre yang langsung memalingkan wajahnya dan kembali menatap TV dengan tatapan yang kosong.
"Apa yang ingin kamu katakan Ndre!?".
"Katakan saja, tante akan mendengarkannya".
Andre kini sedang mengumpulkan keberaniannya untuk mengeluarkan segala isi pikirinnya saat itu.
"Kenapa kamu tetap diam!? Katakan saja, aku juga tidak akan memakanMu jika kamu mengatakan sesuatu yang negative". Ucap Ria dengan nada suara bercanda sambil tertawa kecil.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Andre memberanikan diri untuk mengatakan apa yang menjadi beban di dalam pikirannya.
~Bersambung~
Mohon like dan komentarnya serta dukungan yang lainnya.
dan mohon maaf karena tidak sering up, itu karena Autor juga memiliki aktivitas yang lain.
__ADS_1
Autor menulis karya ini dengan maksud untuk memberikan hiburan kepada para pembaca.
Semoga bisa terhibur 🙏🙏🙏