
Setelah Andre mengecup bibir Enjel, gadis tersebut hanya diam dan membiarkan pria itu terus melakukan tindakannya tersebut.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Enjel mulai terpengaruh dengan apa yang sedang Andre lakukan.
Tanpa mendapatkan aba - aba dari Andre, Enjel langsung mulai memberikan perlawanan terhadap apa yang Andre lakukan terhadap bibirnya.
Gadis itu pun mulai melakukan hal yang sama dengan apa yang Andre lakukan.
Keduanya mulai bergumul dengan kenikmatan yang mereka berdua rasakan saat itu.
Kini tangan Andre mulai berani bergerilya di bagian sensitif milik Enjel.
Gadis itu langsung menggeliat dan tubuhnya terasa seperti di setrum oleh suatu rasa yang sulit untuk di jelaskan dengan kata - kata.
Beberapa saat kemudian, tubuh Enjel kini dalam keadaan sedikit terbuka akibat perbuatan Andre.
Lelaki muda itu kembali merayu gadis tersebut untuk memberikan apa yang dia inginkan saat itu.
Namun Enjel tetap bersih kukuh untuk tidak menyerahkan kepada Andre apa yang ingin dia lakukan saat itu.
Karena sudah memakan waktu yang lama Andre merayu Enjel, tetapi gadis itu tetap bertahan dengan tidak memberikan apa yang Andre inginkan, sehingga lelaki muda itu langsung memutuskan untuk mengantarkan Enjel kembali ke tempat tinggalnya.
Keduanya pun langsung kembali merapikan pakaian mereka masing - masing dan langsung keluar dari kamar kost milik Andre.
Tidak lupa Andre mengunci pintu kamar kostnya tersebut dan langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor miliknya.
Keduanya saling diam dan tidak ada sepata kata pun yang keluar dari mulut mereka.
Hingga beberapa saat kemudian Andre langsung bertanya kepada Enjel untuk memecah keterdiaman mereka berdua.
"Njel! Kemana arah untuk menuju ke tempat tinggalMu!?." Tanya Andre.
Mendengar pertanyaan Andre, Enjel pun langsung menjadi navigator buat lelaki muda tersebut.
Namun kini sudah tidak ada kata - kata lain selain terus mengarahkan kepada Andre untuk bisa tiba di tempat tinggalnya.
Saat sudah dekat dengan tempat tujuan, Enjel pun melontarkan kata - kata untuk mencairkan situasi yang canggung itu.
"Ndre! Apakah kamu marah kepadaKu?."
"Tidak! Aku tidak marah kepadaMu!." Jawab Andre dingin.
"Tetapi kenapa kamu terus diam dan tidak ingin mengeluarkan sepatah kata pun kepadaKu!?." Tanya Enjel lagi.
"Njel! Kita sudah sampai! Sebaiknya kamu cepat masuk dan bergegas untuk membersihkan diriMu!." Tutur Andre dengan sikap yang biasa, seperti tidak pernah terjadi sesuatu yang luar biasa diantara keduanya.
Enjel tidak mau turun dari sepeda motor Andre, dirinya ingin Andre menjawab setiap pertanyaan - pertanyaannya.
"Ndre! Tolong jawab aku! Apakah kamu marah kepadaKu?." Enjel kembali bertanya.
"Tidak! Aku tidak marah kepadaMu!." Jawab Andre lagi dengan jawaban yang sama.
"Terus, kenapa sikapMu seperti ini terhadapKu!?." Tanya Enjel dengan nada suara yang sedih.
__ADS_1
"Njel! Sebaiknya kita berdua sama - sama memikirkan kembali apa yang baru saja terjadi itu serta apa yang tidak terjadi itu!."
"Kenapa harus seperti itu? Aku ingin kamu bisa mengatakan langsung kepadaKu saat ini!." Ujar Enjel mendesak Andre.
"Njel! Sebaiknya kamu, secepatnya turun! Sebab sikapMu ini bisa menarik perhatian orang banyak!." Tutur Andre mengingatkan kepada Enjel.
Mendengar perkataan Andre, akhirnya gadis itu pun segera turun dari sepeda motor tersebut.
Saat sudah turun, Andre pun segera memutar sepeda motornya dan segera meninggalkan Enjel.
Melihat sikap Andre, Enjel pun merasa sangat sedih dengan sikap yang di tunjukkan oleh pemuda itu.
Gadis itu pun kini melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk memasuki rumah tempat dia tinggal.
Orang - orang yang menyambut kedatangannya itu hanya dibalas dingin oleh Enjel yang segera memasuki kamarnya.
Gadis itu pun segera merebahkan tubuhnya diatas kasur dan mulai memikirkan hal - hal yang baru saja dia lakukan bersama dengan Andre.
Setelah itu Enjel mulai berpikir tentang perubahan sikap yang Andre tunjukkan kepadanya setelah apa yang mereka berdua lakukan.
"Sepertinya sikap Andre mulai berubah setelah aku tidak menuruti keinginannya itu!."
"Bagaimana ini? Apakah seterusnya dia akan membenci diriKu?."
"Jika seperti itu, aku harus menyelesaikan masalah itu malam ini! Agar dia tidak akan membenci diriKu selamanya!."
Hati, pikiran serta perasaan Enjel kini mulai berkecamuk dengan apa yang baru saja dia hadapi itu.
Gadis itu pun segera bangun dan membersihkan tubuhnya untuk bersiap kembali menuju tempat dimana Andre berada agar bisa menyelesaikan permasalahan yang mengganjal dihatinya.
Sedangkan Andre sendiri kini sudah tiba lagi di tempat kostnya.
Dia pun melakukan hal yang sama dengan apa yang Enjel lakukan, yaitu membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.
Saat selesai, kini Andre melanjutkan aktivitasnya dengan membaca buku pelajaran miliknya.
Hal itu dia lakukan karena keesokan harinya dia akan kembali beraktivitas yaitu masuk sekolah seperti biasanya.
Saat Andre sedang membaca buku cetak untuk mata pelajaran yang besok akan diajarkan oleh gurunya disekolah, tanpa dia sadari seorang gadis cantik yang baru saja dia antarkan itu kini sedang kembali menuju ke tempat kostnya.
Setelah dua jam kemudian, seseorang kini mengetuk pintu kamar milik Andre.
"Siapa itu?." Tanya Andre penasaran.
Namun tidak ada jawaban dari orang yang mengetuk pintu tersebut.
Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Andre pun segera pergi membuka pintu kamarnya untuk memastikan siapa yang telah mengetuk pintu kamarnya tersebut.
Saat Andre membuka pintu kamarnya, sontak saja dirinya merasa terkejut dengan kehadiran sosok gadis yang baru saja dia antarkan tersebut.
"Enjel!?." Hanya kata itu yang keluar dari mulut pria muda itu.
Namun sang gadis tidak membalas perkataan tersebut, melainkan dirinya segera menerobos masuk kedalam kamar milik Andre.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?."
"Mengapa kamu kembali lagi kesini?."
Pertanyaan yang keluar dari mulut Andre setelah tidak mendapatkan tanggapan dari sang gadis.
Pria muda itu pun segera menutup kembali pintu kamarnya dan lansung berbalik menuju ke arah Enjel yang saat itu sudah duduk di salah satu kursi yang tersedia di kamar tersebut.
"Njel! Kenapa kamu hanya diam saja?."
"Apakah ada hal yang ingin kamu sampaikan kepadaKu?."
Andre terus melontarkan pertanyaan - pertanyaan kepada Enjel.
Namun Enjel masih belum juga menjawab satu pun pertanyaannya.
Karena merasa tidak memahami dengan apa yang saat ini sedang gadis itu pikirkan, akhirnya Andre pun hanya bisa diam dan membiarkan Enjel yang memulai percakapan diantara keduanya.
Beberapa saat setelah keduanya saling diam, Enjel pun segera mengambil inisiatif untuk memulai percakapan.
"Apakah kamu masih marah kepadaKu?." Tanya Enjel.
"Kenapa aku harus marah?." Balas Andre.
"Ndre! Dari sikap yang kamu tunjukkan tadi saat kita berangkat dari kost ini, itu menunjukkan bahwa diriMu marah kepadaKu!." Enjel mencoba menjelaskan tentang sikap Andre menurut yang dinilainya.
"Tidak kok! Itu hanya pemikiranMu saja!." Balas Andre seadanya.
"Ndre! Jangan membuatKu bingung seperti ini! Karena aku juga tidak ingin kamu bertingkah seperti itu kepadaKu!." Keluh Enjel agar Andre bisa mengerti dengan situasi hati, pikiran serta perasaan yang saat itu di rasakan olehnya.
"Njel! Aku sangat memahami apa kamu rasakan itu! Tetapi aku juga tidak bisa memaksakan keinginanKu agar bisa merasa senang! Sebab hal itu juga tidak nungkin kamu bisa mengabulkannya!." Tutur Andre yang mencoba tidak terbuka dengan rencananya yang telah gagal tersebut.
"Ndre! Apakah hanya dengan cara itu untuk bisa membuatMu senang!?." Tanya Enjel.
"Aku tidak bisa menjawabnya! Sebab menurutKu itu akan terdengar egois jika aku hanya mementingkan diriKu sendiri dan tidak memikirkan diriMu!." Balas Andre yang sok pengertian.
"Aku bisa melakukan apa pun jika itu bisa membuatMu senang!." Tutur Enjel dengan pasti.
"MaksudMu?." Tanya Andre yang berpura - pura tidak mengerti.
"MaksudKu, apa pun yang kamu inginkan, aku akan menyanggupinya!." Enjel kembali menjelaskan untuk meyakinkan Andre.
"Jadi, kamu juga siap untuk melakukan hal yang aku inginkan tadi itu?." Tanya Andre seakan merasa terkejut dan tidak menduga atas kata - kata yang akan keluar dari mulut gadis itu.
Namun di dalam hatinya, dia merasa telah memenangkan apa yang ingin dia capai.
"Ternyata trik yang aku pakai sangat efektif juga!." Pikir Andre yang sangat senang.
Pria muda itu pun langsung mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang bisa masuk tanpa seijinnya.
Kemudian dirinya kembali mendekati tubuh gadis itu untuk melanjutkan apa yang sebelumnya tertunda.
~Bersambung~
__ADS_1