
Cindy sudah tiba di depan rumah Andre dengan mengendarai sepeda motor miliknya.
Gadis itu terlihat cantik dan sexy karena pakaian atasannya menggunakan blus model Sabrina dengan bahu yang terbuka dan celana pendek model Clara Skort yang modelnya seperti celana rok.
Titttt
Bunyi klakson motor milik Cindy.
Andre pun langsung keluar dari dalam rumahnya dan menuju ke arah sepeda motor milik Cindy.
" Ayo naiklah." Ucap Cindy.
" Mari, biar aku yang mengemudikan sepeda motornya." Ucap Andre kepada Cindy.
" Kamu bisa mengemudi sepeda motor...???." Tanya Cindy.
" Ya, iyalah...masa begitu saja aku tidak bisa...!!!???."
" Baiklah kalau begitu." Balas Cindy yang langsung memundurkan pantatnya di jok motor miliknya itu.
Melihat hal itu, Andre langsung menggantikan posisi Cindy dan langsung menjalankan sepeda motor itu.
Kedua remaja itu pun mulai meluncur dengan cepat menuju ke tempat tujuan mereka.
Cindy tanpa malu - malu lagi langsung memeluk tubuh Andre dari belakang.
Andre pun menikmati sandaran gunung kembar Cindy.
Akhirnya mereka berdua tiba di tempat yang di maksudkan oleh Cindy.
" Cin...apakah ini tempatnya...???." Tanya Andre.
" Iya, memang ini tempatnya." Jawab Cindy.
" Tetapi kayaknya di sebelah sana itu yang terlihat ramai." Ucap Andre sambil menunjuk ke suatu arah dengan jarinya.
Hal itu di lakukannya untuk menguji Cindy, apakah gadis itu sengaja memilih tempat yang sunyi, atau dia tidak sengaja memilih tempat itu.
" Disini saja, kalau disana itu terlalu ramai." Ucap Cindy.
" Memangnya kenapa kalau ramai...???." Tanya Andre sambil tersenyum licik.
Mendengar pertanyaan dari Andre, gadis itu langsung tersenyum malu serta pipihnya mulai memerah.
Karena Cindy tidak menjawab pertanyaannya, akhirnya Andre memarkir sepeda motor tersebut agak tersembunyi, agar orang tidak mudah untuk melihatnya.
Dan mereka berdua pun langsung turun menuju ke arah pantai.
Setelah melihat - lihat dan memilih tempat yang tepat dan nyaman, akhirnya kedua remaja itu pun duduk di tempat itu sambil menatap kearah laut.
Angin laut yang bertiup membuat tubuh Cindy merasa dingin karena menggunakan blus dengan bahu yang terbuka.
__ADS_1
Andre yang melihat hal itu, langsung berdiri dan kembali duduk di belakang tubuh Cindy sambil mendekap tubuh gadis itu.
Cindy hanya membiarkan tubuhnya bersandar di dada milik Andre.
Setelah beberapa detik kemudian, Andre membisikan sesuatu ke telinga Cindy.
Mendengar apa yang di bisikkan oleh Andre, gadis itu pun langsung memalingkan wajahnya ke arah belakang untuk menatap ke arah wajah Andre.
Melihat apa yang di lakukan gadis itu, Andre langsung menyambutnya dengan mengecup bibir gadis tersebut.
Gadis tersebut hanya membiarkan apa yang di lakukan oleh Andre.
Yang pada akhirnya, gadis itu pun mulai membalas serangan yang di lancarkan oleh Andre.
Kedua remaja itu sudah terbuai dan tenggelam terlalu dalam dengan apa yang mereka perbuat.
Hingga akhirnya tangan Andre mulai ikut bergerilya juga di setiap lekuk tubuh gadis tersebut.
Cindy hanya bisa menikmati apa yang tangan Andre lakukan, malahan hal itu juga yang membuat gadis itu makin berani dan seakan menantang dengan apa yang akan Andre lakukan selanjutnya.
Tanpa di sadari, bawahan yang di pakai gadis itu pun sudah terlepas dari tubuhnya.
Hal yang sangat tabu untuk di lakukan oleh kedua remaja itu pun mulai di lakukan oleh mereka berdua, walau pun melakukannya hanya sebatas Petting.
Hal itu di lakukan Andre karena Cindy merasakan sakit saat mencoba untuk mendorongnya untuk masuk lebih kedalam lagi.
Akhirnya aktivitas kedua remaja itu cepat di selesaikan oleh Andre sambil kembali merapikan pakaian mereka.
Mereka berdua kembali duduk dengan posisi seperti sebelumnya.
Sesekali Andre mengecup pipinya Cindy dan juga melakukan French Kiss.
Kedua remaja itu menghabiskan waktu mereka berdua di tepi pantai itu dengan saling bercumbu rayu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Andre langsung mengajak gadis itu untuk kembali pulang, namun gadis itu seakan belum ingin menyudahi kebersamaan mereka berdua di tepi pantai tersebut.
" Cin...ayo kita pulang...sedikit lagi hari akan gelap...takutnya kita bisa di marahi oleh orang tua kita." Ucap Andre mengingatkan Andre.
Tetapi gadis itu tidak ingin menanggapi perkataan dari Andre, gadis itu tetap menyandarkan tubuhnya di dada Andre.
Memang sifat Cindy sangat keras, jika apa yang dirinya inginkan, hal itu akan di lakukannya serta tidak akan mendengarkan perkataan orang lain.
" Aku tidak akan di marahi oleh kedua orang tua Ku, mungkin kak Andre saja yang akan di marahi oleh ibu kak Andre." Ucap Cindy sambil tersenyum mengejek ke arah Andre.
" Baiklah kalau begitu, tetapi jika di marahi oleh kedua orang tua Mu, jangan sebut - sebut nama Ku yah...???." Ucap Andre menanggapi perkataan gadis yang di dalam pelukannya.
" Iya, siapa juga yang mau menyebutkan nama kak Andre, jika begitu, nantinya aku juga yang akan tambah di marahi oleh orang tua Ku." Ucap Cindy menanggapi perkataan Andre.
" Baiklah kalau begitu, aku akan mengikuti kemauan Mu kali ini." Ucap Andre dengan senyum kemenangannya.
__ADS_1
Setelah matahari sudah terbenam dan hari sudah mulai gelap, Cindy langsung membisikkan sesuatu ketelinganya Andre.
Andre pun langsung tersentak kaget mendengar hal itu.
" Apa...??? Gadis ini terlalu berani, bukannya aku yang mengajukan hal itu kepadanya, tetapi malah sebaliknya dia yang lebih dahulu mengajukan hal itu kepada Ku." Gumam Andre dalam hatinya dengan perasaan heran kepada gadis tersebut.
Andre pun langsung mengiyahkan apa yang di inginkan oleh gadis itu.
Mereka berdua kemudian melakukan kembali French Kiss, sambil tangan Andre menjelajahi seluruh permukaan tubuh gadis itu.
Setelah nafas kedua remaja itu mulai memburuh, akhirnya mereka mulai lagi melakukan Petting.
Setelah beberapa saat melakukan hal itu, Andre pun mulai mencoba untuk kembali menerobos lebih jauh lagi.
Sambil membisikan kata - kata untuk memohon ijin kepada Cindy yang di jawab oleh gadis itu hanya dengan anggukan kepala yang mengiyahkan apa yang akan Andre lakukan.
Setelah mendapatkan persetujuan dari gadis tersebut, akhirnya Andre melancarkan aksinya.
Remaja itu kemudian mengatur posisi yang pas dan kemudian mendorongkan panggulnya ke arah tubuh gadis itu.
Gadis itu pun sedikit menjerit karena merasakan sakit yang di akibatkan dorongan tubuh dari Andre ke tubuhnya.
Andre pun lalu menghentikan sejenak aktivitasnya itu.
Setelah beberapa saat kemudian, di saat sudah merasakan sesuatu rasa yang sudah tidak asing lagi buat Andre, dengan cepat tubuhnya menjauh dari tubuh gadis itu.
Setelah melakukan hal itu, kedua remaja itu beristirahat sejenak.
Di saat Cindy sudah merasa baikkan, akhirnya mereka berdua langsung beranjak dari tempat itu dan berjalan menuju tempat sepeda motor Cindy yang di parkir.
Andre langsung meraih kunci kontak sepeda motor tersebut dan langsung menghidupkannya.
Setelah selesai di panaskan, akhirnya Andre dan Cindy naik dan langsung melesat untuk kembali pulang ke rumah.
Cindy hanya memeluk dengan erat tubuh Andre seakan sudah tidak ingin lagi untuk melepaskannya.
Segala hal yang telah keduanya lakukan, kembali terbayang dalam pikiran dari gadis tersebut.
" Ternyata hal - hal itu yang telah di lakukan oleh kak Andre dan Tresya." Gumam Cindy di dalam hatinya sambil tersenyum puas, bahwa dia juga sudah pernah merasakannya.
Akhirnya sepeda motor yang mereka tunggangi memasuki area pekarangan rumah dari Andre dan berhenti tepat di depan rumahnya.
Andre pun turun dari sepeda motor tersebut dan Cindy kembali mengganti posisi Andre sebelumnya.
" Kak Andre...Cindy pamit dulu yah...daaaggg...!!!." Ucap Cindy mohon pamit kepada Andre.
" Iya...hati - hati di jalan...daaaggg...!!!." Balas Andre.
Andre pun langsung memasuki rumahnya.
~Bersambung~
__ADS_1