
Karena saat itu Enjel telah mengijinkan Andre untuk melakukan apa yang dia inginkan, sehingga dirinya tanpa ragu mulai melepaskan setiap kain yang menutupi tubuh gadis itu.
Enjel hanya tetap diam dan sesekali menggerakkan tubuhnya agar bisa memudahkan Andre untuk menanggalkan pakaiannya.
Setelah selesai dengan apa yang dia lakukan, Andre tidak segera mendekati tubuh indah didepannya.
Melainkan yang dia lakukan adalah terus menatap setiap jengkalnya lekukan tubuh indah milik Enjel.
Tingkah Andre itu membuat Enjel merasa risih dan malu, sehingga gadis itu pun hanya bisa menutup sebagian tubuhnya dengan kedua tangannya.
Andre bisa mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Enjel, sehingga dirinya segera mendekati dan langsung mengecup bibir gadis itu.
Enjel yang sebelumnya telah melakukan hal itu dengan Andre segera membalas ciuman tersebut dan bibir keduanya pun mulai saling beradu.
Kini terdengar suara napas Enjel mulai memburu, hal itu diakibatkan karena tangan Andre mulai menggerayangi gunung kembar milik Enjel.
Andre pun mendorong tubuh Enjel dengan perlahan hingga kini sudah berada dalam posisi terbaring di kasur.
Andre pun mulai mengecup pipi dan mulai bergerak turun ke leher, turun sedikit dan kembali menetap di tempat dimana gunung kembar milik Enjel berada.
Lidah Andre pun segera bekerja dengan terampilnya dan mulai menjilati setiap permukaan gujung kembar tersebut dengan sesekali memainkan lidah dan bibirnya di puncak gunung kembar tersebut.
Tubuh Enjel pun mulai menggelinjang akibat perbuatan Andre.
Tidak hanya lidah dan bibirnya saja yang bekerja, melainkan kedua tangannya pun terus bergerilya untuk menyentuh setiap lekukan tubuh Enjel.
Kini Enjel mulai merasakan jika dirinya sedang berada didalam surga kenikmatan duniawi yang sangat sulit untuk bisa dijelaskan dengan kata - kata.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Enjel pun mencapai puncak klimaksnya.
Tubuh gadis itu kini menggelinjang hebat karena terjadi orgasme untuk pertama kali dalam hidupnya.
Kenikmatan yang dia rasakan saat itu, membuat dirinya lupa dengan tindakan terlarang diluar nikah yang dia lakukan saat itu.
Rambut Andre dicengkram dengan erat oleh kedua tangan Enjel saat dirinya mencapai *******.
"Ndre...Andre!". Kata - kata yang terucap dari bibir Enjel dan diikuti dengan ******* kenikmatan.
Setelah selesai mengantarkan Enjel untuk bisa merasakan kenikmatan duniawi, Andre segera menanggalkan pakaian ditubuhnya.
Pria itu pun segera mendekati tubuh Enjel yang saat ini masih dalam keadaan terbaring di tempat tidur miliknya.
Andre pun secara perlahan mulai melancarkan serangannya untuk membobol kesucian gadis didepannya itu.
Tindakan Andre membuat gadis itu mulai mengeluarkan rintihan - rintihan kecil menahan rasa perih yang dia rasakan saat suatu benda tumpul mulai memasuki bagian tubuh sensitif miliknya.
Agar rintihan gadis itu tidak terdengar oleh tetangga disebelah kamar kost yang disewanya, Andre segera mengecup bibir Enjel dan keduanya mulai melakukan french kiss.
Hal itu membuat rasa perih yang Enjel rasakan mulai berkurang.
__ADS_1
Disaat Andre merasa bahwa momentumnya sudah tepat, dia segera mendorong tubuhnya untuk masuk lebih dalam lagi ke tubuh Enjel.
Perbuatan Andre itu tidak diduga oleh Enjel, sehingga rasa perih yang hebat itu tidak sempat membuat dirinya merintih dengan nada suara yang tinggi.
Setelah melakukan dorongan yang keras, Andre segera menghentikan pergerakan tubuh bagian bawah, namun tetap melanjutkan aktifitas french kiss, agar bisa menghilangkan rasa perih yang Enjel rasakan.
Disaat Enjel terlihat sudah tidak lagi merasa perih, Andre kembali melanjutkan pergerakan tubuh bagian bawah secara perlahan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Enjel untuk membiasakan dirinya menerima apa yang Andre lakukan.
Kini Enjel sendiri mulai menikmati permainan yang Andre lakukan, sehingga dirinya kembali mencapai orgasme untuk yang kedua kalinya.
Sedangkan Andre sendiri, belum sekali pun mencapai ******* dari apa yang dia lakukan.
Setelah Andre mencapai apa yang dia inginkan, akhirnya mereka berdua pun segera menghentikan perbuatan itu dan beristirahat.
Keringat pun kini telah membasahi tubuh kedua insan yang sedang dimabuk cinta tersebut.
Beberapa saat kemudian, Andre mengingatkan Enjel untuk segera membersihkan tubuhnya namun tidak membuat rambutnya basah.
Karena jika rambutnya basah, itu akan membuat orang dirumah tempat Enjel tinggal bisa mencurigainya.
Enjel pun segera melakukan apa yang Andre perintahkan.
Awalnya Andre masih duduk diam di samping ranjangnya untuk menunggu Enjel selesai membersihkan tubuhnya.
Namun karena hasratnya kembali bergejolak, sehingga dia segera beranjak dari tempatnya dan melangkah ke arah kamar mandi dimana Enjel masih berada didalamnya.
Dia segera membalikkan tubuhnya dan menatap kearah sosok yang memeluknya.
"Ndre....". Hanya satu kata saja yang keluar dari mulut Enjel karena bibirnya kini sudah dibungkam oleh bibir Andre.
Tidak hanya melakukan french kiss saja, melainkan jemari Andre makin liar dan mulai menjelajahi setiap permukaan kulit Enjel.
Gadis itu hanya bisa menggeliat karena mulai menikmati permainan yang dimainkan oleh pria yang dicintainya itu.
Andre pun kembali menghujamkan senjata miliknya ketempat yang dia inginkan.
Enjel pun hanya bisa mengikuti setiap permainan yang dilakukan oleh Andre.
Setelah berjuang beberapa saat, akhirnya hasrat yang Andre miliki kini kembali lagi tersalur.
Keduanya pun menghentikan tindakan tersebut dan segera membersihkan diri mereka.
Keduanya saling membersihkan tubuh mereka satu sama lain.
Setelah selesai, keduanya kini kembali memakai pakaian mereka masing - masing.
"Njel, terima kasih untuk malam ini". Ucap Andre sambil berbisik di telinga Enjel dan selanjutnya mengecup kening gadis itu.
__ADS_1
Perkataan Andre membuat pikiran Enjel menjadi bingung dengan maksud dari perkataan pria tersebut.
Enjel hanya berdiri diam dan tidak bereaksi setelah mendengar apa yang Andre bisikkan kepadanya.
Melihat perubahan sikap Enjel, Andre pun kembali berkata.
"Kenapa kamu hanya diam? Apa yang sedang kamu pikirkan?". Tanya Andre penasaran.
"Apa maksud dari perkataanmu barusan?". Tanya Enjel dengan nada datar.
"Perkataanku yang mana?". Andre balik bertanya dengan wajah bingung.
Melihat perubahan raut wajah serius Andre, membuat Enjel merasa sedikit bersalah dengan apa yang dia pikirkan saat itu.
"Sudahlah, tidak usah dipikirkan lagi, ayo antarkan aku pulang". Ujar Enjel.
"Apakah ada yang salah dengan perkataanku barusan?". Tanya Andre bingung.
"Tidak...tidak ada yang salah". Jawab Enjel.
"Tetapi mengapa sikapmu berubah drastis seperti itu?". Andre kembali bertanya.
"Berubah bagaimana? Aku merasa seperti biasa!". Enjel memungkiri apa yang Andre katakan.
"Oh, okelah! Mungkin itu cuma perasaanku saja". Tutup Andre dengan santai.
"Kalau begitu, ayo kita pergi! Aku akan mengantarmu pulang". Lanjut Andre lagi setelah beberapa saat keduanya saling diam.
"Ndre, bagaimana jika aku malam ini tidur disini saja?". Tanya Enjel sambil menatap penuh harap.
"Njel, tidak bisa begitu, jika kamu tidak pulang malam ini, itu akan membuat semua orang dirumah merasa cemas!". Ujar Andre menasihati Enjel.
"Apakah kamu tidak mencintaiku?". Tanya Enjel dengan nada penekanan.
"Bukannya aku tidak mencintaimu, tetapi kamu tidak boleh juga membuat orang lain merasa cemas, besok sampai seterusnya, kita masih bisa bersama lagi". Tutur Andre lagi menasihati Enjel.
Gadis itu pun langsung tertunduk diam setelah dinasihati oleh Andre.
Sesaat kemudian, Enjel pun kembali melontarkan pertanyaan.
"Ndre, bagaimana kalau kita berdua mengganti panggilan satu sama lain dengan kata 'Sayang'?".
"Menurutku, panggilan itu tidak penting, yang terpenting itu adalah kekuatan cinta kita berdua yang bisa membuat kita berdua bahagia". Tutup Andre.
Enjel hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan perlahan tanda menyetujui apa yang Andre katakan.
"Bagaimana, apakah kita sudah bisa berangkat?". Tanya Andre lagi.
Enjel tidak menyahut, namun hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Andre.
__ADS_1
Keduanya pun langsung pergi meninggalkan kamar kost Andre.
~Bersambung~