Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 7. Awal Kehancuran


__ADS_3

Windi berjalan di samping Andre sambil tangannya di genggam oleh tangan Andre.


Kedua remaja itu lalu berjalan menuju ke arah tempat tinggal Windi.


Memang jalan untuk menuju ke tempat tinggal Windi, tidak searah dengan jalan untuk menuju ke tempat tinggal Andre.


Sebab Windi tinggal di ujung kampung bagian timur, sedangkan Andre tinggal di ujung kampung bagian barat.


Sebut saja Kampung Sejuk.


Kehidupan masyarakat di perkampungan itu sebagian besar adalah petani dan juga sebagai penambang baik di perusahaan yang ada tidak jauh dari wilayah perkampungan itu atau pun di setiap pertambangan rakyat yang juga bisa di kategorikan sebagai tambang liar karena tidak memiliki ijin dari pihak pemerintah.


Ayah Andre pun demikian.


Jika ayahnya pulang ke kampung dari aktivitasnya bertambang di daerah lain, ayah Andre selalu pergi ke kebun untuk merawat kebun kelapa, cekih dan pala miliknya.


Oleh karena itu, ayah Andre terkadang tidak bersama - sama dengan keluarganya selama berbulan - bulan hingga sampai bertahun - tahun lamanya.


Setelah sudah dekat dengan kediaman Windi, akhirnya Andre berhenti dan bersuara kepada Windi.


" Win...aku hanya bisa mengantarMu sampai disini yah.!!!???." Ucap Andre.


" Iya, terima kasih yah, sudah mengantarkan aku hingga sampai disini." Ucap Windi menanggapi perkataan Andre.


" Win...maafkan segala perkataanku tadi yang mungkin membuat hatiMu sakit." Ucap Andre lagi.


Windi hanya menatap dengan tersenyum ke arah Andre dan langsung menganggukkan kepalanya.


" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu yah...!!!???." Ucap Andre.


" Iya, hati - hati di jalan." Ucap Windi.


" Dag." Ucap Andre sambil melambaikan tangannya seraya membalikkan tubuhnya dan langsung berjalan meninggalkan Windi.


" Dag." Windi membalas kata yang Andre ucapkan dan juga melambaikan tangannya.


Setibanya Andre dirumahnya, dirinya langsung di sambut oleh ibunya.


" Ndre...!!! Kenapa kamu baru pulang...???." Ucap ibunya.


" Aku tadi melakukan tugas kebersihan di sekolah bu...!!!." Jawab Andre.


" Oh begitu yah...!!! Ucap ibunya menanggapi perkataan Andre.


" Terus mengapa ada surat panggilan dari sekolah-Mu...???." Tanya ibunya lagi dengan penuh selidik.


" Itu bu...Andre tadi berkelahi dengan teman Andre." Jawab Andre.


" Kenapa sampai kamu berkelahi dengan temanMu...???." Selidik ibunya lagi dengan wajah yang sudah tidak bersahabat lagi.


" Itu karena dia mengajakKu berkelahi." Ucap Andre menjawab kepada ibunya.


" Kamu tau, ibu menyekolahkanMu bukan untuk berkelahi di sekolah, tetapi untuk menuntut ilmu." Ucap ibunya.


Andre hanya diam sambil berdiri tidak ingin menanggapi apa yang di ucapkan oleh ibunya yang sedang marah menatapnya.


" Cepat ganti pakaianMu dan pergi makan." Perintah ibunya.


Andre langsung berjalan memasuki kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian suara seorang wanita kembali terdengar dari ruang tamu di kediaman Andre.


" Andre...kamu belum selesai juga mengganti pakaianMu...???." Ucap suara itu membuyarkan lamunan Andre.


" Iya ibu, aku akan segera keluar." Jawab Andre.


Andre langsung mengganti pakaiannya dan keluar dari kamarnya.


" Cepat kamu makan dulu, setelah itu kamu harus pergi untuk membersihkan kebun." Ucap ibunya lagi.


" Baik ibu." Jawab Andre.


Akhirnya hari itu berlalu seperti biasa, tetapi hati dan pikiran Andre sangat berkecamuk dengan apa yang baru dia lakukan di sekolahnya.


" Bagaimana hasil dari pertemuan orang tuanya dan juga orang tua dari Sandi." Gumam Andre di dalam hatinya.


Kampung tempat tinggal Sandi berbeda dengan kampungnya Andre.


Di sekolah mereka itu adalah sekolah menengah tingkat pertama satu - satunya di kecamatan tempat kampungnya berada, jadi seluruh anak - anak yang berusia sekolah menengah pertama di wilayah kecamatan itu, sekolah di tempat yang sama.


Setelah keesokan harinya, Andre seperti biasa berangkat ke sekolah dengan penuh penyesalan karena telah melakukan kesalahan yang fatal.


Hanya karena keadaan hatinya serta pergaulan yang baru di laluinya, sehingga akan merusak perjuangannya selama ini, serta perjuangan kedua orang tuanya saat menyekolahkan dirinya.


Hasil dari pertemuan kedua orang tua Andre dan Sandi membuat Andre sangat Shock mendengarnya.


" Andre harus di keluarkan dari sekolah itu, sebab akan merusak Psikologi anak - anak yang lain serta akan menimbulkan rasa tidak aman."


Itulah kata - kata dari ayah Andre yang tidak lain adalah seorang Kepala Desa atau kepala kampung di kampungnya.


" Besok, saya tidak ingin melihat anak itu masih bersekolah disini. Jika saya melihatnya, saya akan menuntut kalian karena membiarkan seorang murid di pukuli oleh murid yang lain." Ucap ayahnya Sandi lagi.


" Pokoknya, apa yang saya katakan tadi sudah final, tidak akan aku rubah lagi....titik...!!!." Ucap ayah Sandi dengan wajah yang sangat marah.


" Maafkan anak saya pak...saya yang gagal mendidiknya...berikan anak saya waktu untuk memperbaiki kesalahannya." Ucap ibu Andre memohon kepada ayah Sandi.


Walau pun ibu Andre memohon dengan berlinang air mata, tetapi ayah Sandi tetap teguh dengan pendirian serta permintaannya.


Akhirnya keputusan tetap seperti itu, Andre pun harus di keluarkan dari sekolah tersebut.


Air mata ibunya menetes di pipinya, karena telah berusaha sebisa mungkin agar Andre tetap bisa bersekolah di tempat itu, namun semua usahanya tidak membuahkan hasil yang sesuai dengan harapannya.


Ibu dan anak itu lalu berjalan pulang ke rumah mereka dengan perasaan yang sedih dan penuh dengan kekecewaan.


Andre dan ibunya tidak mengeluarkan suara saat berjalan bersama hingga tiba di kediaman mereka.


Andre lalu masuk ke kamarnya dan mulai berpikir yang keras.


" Jika dirinya tidak bisa lagi untuk bersekolah di sekolah itu, terus dirinya akan bersekolah dimana." Gumam Andre di dalam hatinya.


" Jika diriKu sudah tidak bisa lagi untuk bersekolah, aku akan membuat Sandi tidak dapat bersekolah juga." Gumamnya lagi.


" Besok aku akan menghadangnya saat akan pergi ke sekolah."


Hal itu yang tersirat di dalam pikirannya.


Keesokan harinya, pagi - pagi benar, Andre sudah siap untuk melancarkan aksinya kepada Sandi.


Remaja itu berjalan sambil membawa sebuah tongkat yang terbuat dari kayu yang keras, serta di pinggangnya terselip sebuah pisau dapur.

__ADS_1


Remaja itu duduk di sebuah persimpangan jalan yang salah satu arahnya untuk menuju ke arah sekolah.


Tongkat yang dia bawa, telah di sembunyikan di tempat yang tidak bisa di lihat oleh orang lain.


Beberapa murid yang lewat selalu menegur Andre dan mempertanyakan kepada Andre tidak bersiap ke sekolah.


Andre menjawab mereka dengan jujur, bahwa dirinya sudah tidak lagi bersekolah di tempat itu.


Ada yang merasa iba kepada Andre.


Ada juga yang mengutuk perbuatan ayah Sandi.


Hal itu karena mereka sangat mengenal sifat Sandi yang bengal itu dan sifat Andre yang rajin belajar serta murid yang pintar serta cerdas di sekolahnya.


Akhirnya Tommy pun tiba juga di tempat itu dan langsung menyapa temannya.


" Woi, bro...sedang apa kamu disini...??? Apakah ada sesuatu yang akan kau lakukan disini...???." Ucap Tommy menyapa sambil bertanya kepada Andre.


" Ada saja...kamu ingin tau aja atau ingin tau banget...!!!???." Jawab Andre sambil bercanda.


" Kalau ingin tau aja...bagaimana...???." Tanya Tommy.


" Oh, Aku punya bisnis sedikit disini." Jawab Andre.


" Bisnis apa bro...???." Tanya Tommy lagi.


" Membuat persimpangan ini berpindah dari tempatnya." Jawab Andre usil kepada temannya.


He he he he he he....Andre tertawa mengejek Tommy karena sudah di permainkannya.


" Bre****k kamu....Aku lagi serius nih...!!!." Ucap Tommy.


" Ayo katakan, kalau tidak, aku sudah tidak mau lagi memberikan jurus - jurus cinta kepadaMu." Ucap Tommy dengan wajah menggoda.


Andre pun langsung memberitahukan kepadanya, bahwa dia sedang menanti kedatangan Sandi.


" untuk apa kamu bertemu dengan anak itu...???." Tanya Tommy lagi.


" Untuk memberikan tanda mata perpisahan dariKu." Jawab Andre dengan senyum yang di paksakan kepada Tommy.


" Sudah...sudah...pergi sana, nanti kamu bisa telat." Ucap Andre sambil mendorong tubuh Tommy untuk pergi.


Akhirnya Tommy pergi juga.


Setelah Tommy pergi, Windi pun tiba dan langsung menyapa Andre.


" Hai Andre...lagi ngapain kamu disini...???." Ucap Windi yang menyapa dan langsung bertanya kepada Andre.


" Ehh...Windi...aku sedang menunggu seseorang." Jawab Andre.


" Siapa...???." Tanya Windi.


" Sandi." Jawab singkat Andre.


" Apakah diriMu masih mau berteman denganKu jika aku telah melakukan suatu kesalahan yang sangat serius...???." Ucap Andre yang langsung bertanya kepada Windi.


Windi pun langsung mengerti apa yang akan Andre lakukan saat itu, gadis itu telah melihat bagaimana sikap Andre di saat terjadi masalah di dalam kelas.


" Kenapa kamu berpikir sampai sejauh ini...???." Tanya Windi dengan tidak langsung menjawab pertanyaan dari Andre.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2