Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 12. Janji Untuk Menyenangkan Hati


__ADS_3

Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Cindy, akhirnya Andre mengiyahkannya.


" Terus, boleh jam berapa Cindy ke rumah kak Andre...!!!???." Tanya Cindy.


" Sekitar jam 6 sore saja, agar supaya Cindy tidak terlalu larut malam untuk pulang." Jawab Andre.


" Baiklah kalau begitu, jam 6 tepat, pasti Cindy sudah tiba di rumahnya kak Andre."


" Cindy setelah ini mau kemana...???." Ucap Andre.


" Cindy mau kembali ke ruang guru kak." Jawab gadis itu.


" Kalau begitu, aku kembali ke kelas aku dulu yah...!!!???." Ucap Andre.


" Iya kak, Cindy juga mau kembali ke ruang guru."


Akhirnya kedua remaja itu berjalan dengan arah yang berbeda.


Setibanya di depan ruang kelas.


" Hai cantik...!!!." Sapa Andre kepada seorang gadis yang sedang duduk.


Gadis itu menatap ke arah sumber suara yang sangat di kenalnya itu.


" Cantik...cantik...aku punya nama tau...!!!." Ucap Windi dengan nada yang ketus.


" Jadi cewek cantik ini, ceritanya lagi ngambek yah...!!!???."


" Jangan selalu mengoda aku." Ucap Windi lagi.


" Terus aku harus menggoda siapa...??? Apakah aku harus kembali dan menggoda si Cindy...!!!???." Ucap Andre sambil mengembangkan senyumnya yang menggoda.


Mendengar apa yang di katakan oleh Andre, mata Windi langsung melotot menatap Andre.


" Baiklah...aku tidak akan menggoda Cindy lagi." Ucap Andre sambil berjalan mendekati Windi.


" Kalau begitu, tadi kamu sudah menggodanya yah...!!!???." Ucap Windi dengan nada marah sambil menarik tangan Andre dan langsung mencubit perut pria itu.


" Aduh...aduh...aduh..."


Teriak Andre kesakitan saat perutnya di cubit Windi.


" Awas kamu melakukannya lagi." Ucap Windi sambil melepaskan jarinya dari perut Andre.


" Iya...iya...aku akan melakukannya lagi." Ucap Andre sambil tersenyum licik ke arah Windi.


" Apa kamu bilang...!!!???." Ucap Windi sambil kembali mencubit perut Andre.


" Aduh...aduh...aduh...iya...iya...iya...aku tidak akan melakukannya lagi." Ucap Andre sambil merasakan sakit karena perutnya sedang di cubit oleh Windi.


" Betul kamu tidak akan menggoda Cindy lagi...!!!???."


" Iya...iya...iya."


" Bagus kalau begitu." Ucap Windi sambil melepas cekeraman kedua jarinya.


" Cantik, cantik kok galak amat." Ucap Andre sambil tersenyum.


" Biarin...aku itu cuman galak ke kamu saja."


" Apa...!!! Masa galaknya hanya ke aku...!!!???."


" Ya iyalah...itu harus ku lakukan, agar supaya kamu tidak ke genitan sama perempuan lain." Ucap Windi sambil tersenyum.

__ADS_1


" Ndre...besok malam kan, malam minggu...kamu mau kemana...???."


" Mungkin aku hanya diam di rumah saja." Jawab Andre.


" Kita jalan yuk...???." Ucap Windi.


" Jalan kemana...??? Aku orangnya malas jalan - jalan." Ucap Andre menanggapi perkataan Windi.


" Bagaimana kalau kita pergi ke pasar malam...!!!???." Ucap Windi.


" Ah, aku tidak punya uang...ke pasar malam harus punya uang...untuk apa pergi kesana tetapi tidak punya uang." Ucap Andre.


" Nanti aku yang traktir sama kamu...gimana...???." Ucap Windi penuh harap.


" Boleh juga...trus kita pergi naik apa...!!!???." Tanya Andre.


" Naik ojek lah...masa mau jalan kaki...!!!." Ucap Windi.


" Kamu yang traktir juga...!!!???." Tanya Andre.


" Pokoknya...aku yang traktir kamu untuk besok malam...bagaimana...??? Apakah kamu mau...!!!???." Ucap Windi.


" Baiklah, besok malam aku akan ikut kamu ke pasar malam." Ucap Andre.


" Terus, kita ketemunya dimana...!!!???." Tanya Andre.


" Jam 6 sore, kita ketemuan saja di persimpangan di tengah kampung...bagaimana menurutMu...???." Ucap Windi.


" Okey...begitu saja, sesuai dengan keinginanmu saja." Ucap Andre.


" Ayo kita pulang." Ucap Andre mengajak Windi.


" Baiklah." Ucap Windi yang langsung berdiri menanggapi perkataan Andre.


Di sore hari.


Andre sudah selesai mempersiapkan dirinya untuk menanti kedatangan Cindy.


" Andre...!!! Kamu jaga rumah dahulu yah...!!!??? Ibu dan Sinta akan pergi dahulu ke rumah bibi kamu, mungkin sekitar jam 9 ibu baru kembali." Ucap ibu Andre.


" Baik bu." Jawab Andre singkat.


" Wah...kebetulan nih." Gumam Andre dalam hatinya.


Waktu baru menunjukkan pukul 5 sore saat ibu Andre pergi meninggalkan rumahnya.


Satu jam kemudian.


Suara motor memasuki pekarangan rumah Andre.


Andre berada di dalam rumahnya yang langsung keluar untuk melihat motor siapa yang memasuki pekarangan rumahnya.


" Hai Cindy...!!!." Ucap Andre menyapa seorang gadis yang baru saja tiba di depan rumahnya dengan menggunakan sepeda motor.


" Hai juga kak Andre." Jawab Cindy sambil menebarkan senyum manisnya serta langsung turun dari atas sepeda motornya.


" Mari...Cindy maunya di pores saja atau di dalam ruang tamu...!!!???." Ucap Andre.


" Yang baik menurut kak Andre dimana...???." Ucap Cindy.


" Bagaimana kalau di pores saja...!!!???." Ucap Andre lagi.


" Kira - kira nggak apa - apa jika di lihat orang - orang yang lewat...!!!???." Ucap Cindy.

__ADS_1


" Aduh...benar juga...jika Windi lewat dan melihat Cindy ada di rumahku...akan hancur diriku ini di buatnya." Gumam Andre.


" Baiklah...kalau begitu di ruang tamu saja...ayo...mari masuk...!!!." Ucap Andre sambil melangkah masuk ke ruang tamu.


" Iya kak." Ucap Cindy sambil berjalan mengikuti Andre dari belakang.


" Silakan duduk." Ucap Andre.


Cindy pun langsung duduk di sofa panjang yang tersedia di ruang tamu.


Andre juga langsung duduk di salah satu sofa kecil yang ada.


" Kak Andre...dimana orang - orang rumah yang lain...???." Tanya Cindy sambil menatap seolah - olah sedang mencari seseorang di dalam rumah Andre.


" Oh, ibu dan adikku lagi kerumah tanteku...kenapa...???." Jawab Andre.


" Oh, begitu yah...!!! Terus kenapa kakak duduknya berjauhan dengan Cindy...!!!???." Ucap Cindy sambil tersenyum.


" Memangnya aku harus duduk dimana...!!!???." Ucap Andre bertanya kepada Cindy sambil tersenyum.


" Duduk di dekat Cindy lah...masa saling berjauhan...katanya berteman tetapi bisa mesrah...bagaimana bisa mesrah kalau duduknya berjauhan...!!!???." Ucap Cindy dengan nada suara yang menggoda.


" Berani juga nih anak." Gumam Andre dalam hatinya.


" Baiklah kalau begitu." Ucap Andre yang langsung berdiri dan langsung duduk di samping Cindy.


" Kak...bagaimana kabarnya kak Windi setelah kak Andre bertemu dengannya...???." Tanya Cindy.


" Oh, biasa - biasa saja." Jawab Andre singkat.


" Kak Windi tidak marah sama kak Andre...???." Tanya Cindy lagi.


" Tidak kok." Jawab Andre lagi.


" Oh begitu yah...bagus kalau begitu...berarti Cindy boleh dekat - dekat sama kak Andre walau pun ada kak Windi." Ucap Cindy.


" Yah, terserah Cindy saja." Ucap Andre menanggapi perkataan Cindy.


Andre dan Cindy pun mulai bercerita hal - hal yang berhubungan dengan study mereka, hingga akhirnya Cindy mulai menyinggung tentang hal - hal yang telah di lakukan oleh Andre dan Tresya.


" Kak Andre...aku ingin memulai dan merasakan hal - hal apa yang telah di lalui serta di lakukan oleh kak Andre dan juga Tresya." Ucap Cindy mulai berani.


Andre pun langsung berpikir apa yang baru saja di dengarnya dari Cindy tersebut.


" Memangnya kamu mau yah...!!!???." Ucap Andre sambil tersenyum.


" Iya, aku mau...hal apa itu...!!!???." Ucap Cindy.


" Kalau aku menciummu...apakah kamu mau...???." Tanya Andre yang tersenyum licik sambil mengangkat kedua alisnya.


Mendengar apa yang di katakan oleh Andre, Cindy hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya dengan wajahnya mulai memerah.


Andre pun langsung memegang bagian belakang kepala Cindy dan langsung mengecup kening, pipi dan bibir gadis itu.


Merasakan hal itu, jantung Cindy langsung berdegup kencang dengan wajah yang semakin memerah.


" Seperti inikah rasanya...!!!???." Gumam Cindy dalam hatinya.


Setelah itu Andre kembali menatap wajah Cindy, dia melihat bagaimana reaksi dari Cindy saat dirinya mencium bibir gadis itu.


Setelah melihat reaksi dari Cindy, Andre pun langsung kembali mengecup bibir Cindy dan langsung melakukan French Kiss.


Cindy pun menikmati apa yang di lakukan oleh Andre, dan perlahan - lahan mulai juga ikut melakukan apa yang Andre lakukan.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2