Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 17. Menyerah Dan Menikmati


__ADS_3

" Win! Ngapain kamu menyusul aku kesini?." Tanya Andre.


" Mau bertemu dengan Mu." Ucap Windi.


" Memangnya ada hal penting apa sehingga kamu menyusul aku kesini?." Tanya Andre.


" Kenapa? Jadi jika tidak ada hal penting, tidak boleh aku bertemu dengan Mu?." Ucap Windi menanggapi perkataan Andre.


" Kenapa tidak bisa? Tetapi yang membuat aku bertanya karena kamu menyusul Ku hingga kesini." Ucap Andre menanggapi perkataan Windi.


" Apakah kamu rindu yah sama aku?." Ucap Andre lagi dengan senyum menggoda.


" Kalau iya kenapa?." Jawab Windi sambil matanya melotot kearah Andre.


" Trus kamu mau membantu aku untuk membersihkan kebun Ku ini?." Tanya Andre.


" Siapa takut? Aku juga biasa membersihkan kebun Ku." Tantang Windi.


" Oh begitu yah? Bagaimana kalau aku menyuruh Mu untuk membersihkan kamar di gubuk ini?." Ucap Andre sambil tersenyum licik.


" Untuk apa membersihkan kamar gubuk ini?." Tanya Windi.


" Untuk apa lagi? Jelas untuk kita berdua gunakan." Jawab Andre.


" Maksudnya? Menggunakan untuk apa?." Tanya Windi lagi.


" Mau tau aja atau mau tau banget?." Ucap Andre sambil tersenyum menggoda.


" Tau aahhh! Kamu itu membuat aku bingung saja." Ucap Windi menanggapi perkataan Andre.


Andre langsung memegang tangan Windi dan tubuhnya semakin di dekatkan ke arah tubuh gadis itu.


Mata Andre menatap ke mata Windi dengan penuh arti, dan hal itu mampu di pahami oleh Windi.


Akhirnya bibir Andre langsung menyerang ke arah bibir Windi.


Kedua insan yang berlainan jenis itu pun saling menunjukkan kelihaian mereka dalam melakukan French Kiss.


Apa lagi waktu bersama untuk mereka berdua saat seperti itu sangat terbatas.


Karena itulah disaat mereka berdua melakukan kembali, seperti seseorang yang baru mendapatkan air untuk memuaskan dahaga mereka masing - masing.


Pergerakan tangan Andre semakin intens bergerilya di seluruh permukaan tubuh gadis tersebut.


Karena otak serta pikiran sudah di kendalikan oleh nafsu, Windi pun sudah tidak menghiraukan kelihaian tangan Andre yang sedang menari - nari di tempat sakral miliknya.


Gadis itu seperti menikmati permainan yang di lancarkan oleh pria yang sangat di dambahkannya itu.


Setelah beberapa saat mereka melakukan hal yang sudah beberapa kali di lakukan oleh mereka berdua.


Kini Andre mulai memberanikan diri untuk memerintahkan salah satu tangannya agar memasuki wilayah terlarang milik Windi.


Awalnya Windi seperti merasakan risih dengan perbuatan tangan Andre yang ingin merangsek masuk ke wilayah terlarangnya.


Namun akhirnya dia mulai pasrah dan seakan memberikan keluasan terhadap tangan Andre yang terus berusaha merangsek masuk ke wilayah terlarangnya.


" Ndre! Jangan!." Ucap Windi pelan kepada Andre.

__ADS_1


" Sekali ini saja." Ucap Andre.


" Aku takut." Ucap Windi menanggapi perkataan Andre.


" Tidak akan kenapa - kenapa kok." Ucap Andre lagi.


" Tetapi aku takut." Ucap Windi lagi.


Sambil membujuk serta meyakinkan Windi, tangan Andre tetap bekerja, dia sama sekali tidak menghentikan gerakan jari tengahnya di wilayah terlarang milik Windi.


Akhirnya tangan Andre di tarik keluar dan ketiga jarinya bekerja dengan cekatan membuka penutup luar yang menutupi wilayah terlarang milik Windi dan berusaha untuk melepaskannya.


" Ndre! Aku takut!." Ucap Windi lagi.


" Sekali ini saja." Ucap Andre.


" Aku tidak mau." Ucap Windi.


Setelah mendengar perkataan dari gadis itu, Andre pun langsung menghentikan pekerjaan tangannya.


" Baiklah kalau begitu." Ucap Andre dengan nada suara dan wajah yang menunjukkan kekecewaan terhadap kata terakhir yang Windi ucapkan.


Andre kemudian langsung berdiri dan langsung kembali meraih parangnya untuk pergi melanjutkan kembali aktivitas yang di lakukannya sewaktu gadis itu belum ada.


Melihat tingkah Andre yang berubah sangat drastis tersebut, akhirnya Windi langsung meraih tangan Andre.


Gadis itu seperti takut melihat perubahan tingkah laku Andre tersebut, Windi berpikir, pasti setelah ini, Andre akan terus menjauhinya atau pun akan membencinya.


" Ndre! Aku minta maaf!." Ucap Windi dengan wajah memelas menatap ke arah Andre.


" Tidak! Kamu tidak salah, jadi tidak perlu meminta maaf kepada Ku." Ucap Andre dengan nada ketus.


" Aku tidak marah kepada diri Mu, tetapi aku marah terhadap diriKu sendiri, karena mengharapkan sesuatu yang tidak bisa aku peroleh." Ucap Andre menanggapi perkataan Windi.


" Kenapa bisa begitu?." Tanya Windi.


" Iya! Karena apa yang aku inginkan, itu adalah milik Mu, jadi itu tergantung semua kepada diri Mu mau memberikannya atau tidak. Jadi sudahlah, aku akan membuang jauh - jauh keinginan Ku itu, dan tentunya aku tidak ingin lagi dekat dengan Mu." Ucap Andre.


" Kenapa bisa seperti itu?." Tanya Windi.


" Yah, itu karena kamu tidak bisa memberikannya kepada Ku." Balas Andre.


" Apakah hal itu sangat penting untuk Mu?." Tanya Windi lagi.


" Iya! Itu sangat penting bagi diri Ku, karena aku ingin memiliki diriMu seutuhnya." Ucap Andre dengan nada suara yang tegas kepada Windi.


" Aku takut melakukan hal itu karena aku takut ha**l." Ucap Windi.


" Itu tidak akan terjadi! Percayalah pada Ku." Ucap Andre untuk meyakinkan gadis itu.


" Apa benar yang kau katakan itu?." Tanya Windi.


" Berarti kamu sudah tidak lagi mau percayah dengan perkataan Ku?." Andre menimpali perkataan Windi.


" Baiklah! Aku percayah dengan perkataan Mu itu." Ucap Windi.


" Aku mau memberikannya untuk Mu, tetapi kamu harus janji yah?." Ucap Windi sambil bertanya kepada Andre.

__ADS_1


" Apa itu?." Tanya Andre.


" Jika terjadi sesuatu dengan Ku, kamu harus bertanggung jawab yah?." Tanya Windi.


" Iya! Aku siap untuk bertanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan diri Mu." Janji Andre untuk meyakinkan gadis di depannya.


Windi pun langsung memeluk tubuh Andre dan langsung mengecup bibirnya.


Andre langsung memeluk tubuh gadis itu dan membawanya masuk ke dalam gubuk.


Akhirnya adegan yang masih tabu untuk mereka berdua lakukan itu pun terjadi.


Andre kembali memerintahkan ketiga jari dari salah satu tangannya bekerja untuk membuka penutup luar dari wilayah terlarang gadis itu dan langsung berusaha melepaskannya.


Setelah penutup luarnya telah terlepas, akhirnya penutup dalamnya juga dengan mudah di lepaskan oleh tangan Andre.


Andre pun langsung mengatur posisi tubuh Windi agar siap untuk menerima sesuatu yang akan menyerang masuk kedalam dirinya.


Andre pun melakukan hal itu dengan menggesek - gesekkan sesuatu miliknya di permukaan pintu wilayah terlarang Windi dengan cara perlahan serta secara lembut, yang membuat tubuh gadis itu menggelinjang.


Setelah situasi nya sudah sesuai dengan harapannya.


Andre pun langsung mengeksekusinya.


Jeritan pelan terdengar dari mulut Windi saat sesuatu telah menerobos masuk ke dalam wilayah terlarang milik Windi.


Akhirnya jebol juga dan terus merangsek masuk.


Andre pun menghentikan serangannya untuk menghilangkan rasa nyeri yang baru saja Windi rasakan, namun pergerakan tangan dan bibir Andre tetap terus dilancarkan .


Setelah keadaan Windi sudah terlihat lebih baik karena sudah menikmati setiap serangan pergerakan tangan dan bibir dari Andre, serta sudah ikut juga melakukan perlawanan dalam French Kiss.


Andre pun kembali melanjutkan serangan di bagian terlarang Windi dengan secara perlahan - lahan.


Karena hal itu sudah terbiasa Andre lakukan bersama Cindy, sehingga pertempuran awal dengan Wndi itu berjalan dalam waktu yang tidak singkat.


Genggaman tangan Windi pun kini mulai di eratkan ke tubuh Andre.


Andre yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi dengan diri Windi, langsung menaikkan tempo serangannya.


Tubuh Windi pun langsung mengejang karena ada sesuatu yang baru saja meledak keluar dari dalam tubuhnya.


" Ndre!."


Hanya satu kata itu yang mampu di ucapkan kepada Andre, tidak ada kata lain yang mampu Windi lontarkan di saat merasakan apa yang terjadi pada dirinya.


Andre hanya membalas kata - kata Windi itu dengan mengecup bibir gadis itu seraya melancarkan serangannya dengan tempo yang cepat.


Tubuh Windi pun kembali menggeliat karena telah merasakan kembali sesuatu yang belum lama meledak keluar dari tubuhnya akan terjadi lagi.


Andre pun sudah merasakan hal yang sama, sehingga tempo serangannya sudah di percepat.


Setelah sudah merasakan bahwa ledakan yang sama dengan apa yang Windi rasakan akan segera keluar dari dalam tubuhnya, Andre pun langsung menarik keluar sesuatu yang menyerang masuk ke dalam tubuh gadis itu, agar ledakan itu terjadi di luar tubuhnya Windi.


Hal yang sama juga untuk yang kedua kalinya kembali Windi rasakan.


Gadis itu langsung menatap ke arah wajah Andre dengan senyum termanisnya yang di ikuti dengan kecupan ke bibir pujaan hatinya itu.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2