
Setelah Andre selesai makan, dia kembali melontarkan pertanyaan kepada Ria.
"Tante! Apakah saat ini aku sudah bisa mengetes sepeda motornya?".
"Iya! Tetapi jangan terlalu berlama - lama yah!? Ingat aku dan juga Anggi yang menungguMu".
"Iya tante! Aku tidak akan berlama - lama kok".
Ria langsung memberikan kunci dan juga helm untuk Andre gunakan.
Pemuda itu dengan penuh semangat melenggang keluar untuk menunggangi sepeda motor tersebut.
"Ndre! Jangan terlalu bersemangat seperti itu! Terus kamu tidak menggunakan jaket!".
Mendengar perkataan Ria, Andre langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Andre pun langsung berbalik dan menuju ke kamarnya untuk mengambil dan memakai jaketnya.
Pria muda itu kembali melenggang dengan penuh semangat untuk kembali ke tempat dimana sepeda motor itu berada.
"Ndre! Apakah kamu tidak melupakan sesuatu?".
Andre kembali berpikir, apa yang masih dia lupakan saat itu.
"Tidak ada tante! Tidak ada hal yang aku lupakan".
"Oh, begitu yah!? Apakah kamu punya uang untuk mengisi bensinnya?". Tanya Ria sambil tersenyum.
Andre pun kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"He...he...he...tidak ada tante!".
"Oleh karena itu, kamu jangan terlalu bersemangat, sehingga kamu melupakan hal - hal yang penting untuk diriMu". Ucap Ria mengingatkan Andre.
"Iya tante! Mungkin memang karena aku terlalu bersemangat". Ucap Andre sambil tersipu malu karena tingkahnya sendiri.
Ria pun langsung merogoh sakunya dan memberikan sejumlah uang kepada Andre.
"Ini, ambil untuk uang bensinMu!". Ucap Ria sambil mengulurkan tangannya.
Andre langsung meraih uang tersebut dan langsung memanaskan terlebih dahulu mesin sepeda motor tersebut sebelum dia menjalankannya.
Ria terus menatap wajah pria muda itu sambil tersenyum bahagia karena Andre sangat senang dengan apa yang dia berikan.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Andre sudah siap untuk memacu sepeda motor tersebut.
"Ndre! Ingat! Jangan ngebut saat mengendarai sepeda motor dan selalu tetap untuk berhati - hati di jalan". Ria mengingatkan kepada Andre.
"Iya tante! Aku akan selalu untuk berhati - hati". Jawab Andre sambil berlalu meninggalkan pekarangan rumah milik Ria.
Andre langsung menuju ke jalan raya untuk menggeber kuda besi yang di tungganginya itu.
"Jika aku sudah memiliki sepeda motor seperti ini, aku tidak akan kesulitan lagi untuk jalan - jalan bersama dengan Meylan". Gumam Andre penuh semangat.
__ADS_1
Andre pun langsung menuju ke pom bensin untuk mengisi bahan bakar sepeda motornya.
Setelah selesai, pria muda itu langsung berkeliling dan menikmati suasana malam di kota tersebut.
Di kediaman Ria, telepon rumahnya berdering.
Ria langsung beranjak dan mengangkat sambil menerima panggilan tersebut.
"Hallo! Selamat malam!".
"Iya! Selamat malam! Dengan siapa ini!?". Tanya Ria.
"Aku Meylan! Apakah bisa berbicara dengan Andre?".
"Oh, jadi ini Meylan teman sekolah Andre?". Tanya Ria.
"Iya tante! Andrenya ada tante?". Tanya Meylan.
"Oh, Andre lagi tidak berada di rumah!". Jawab Ria.
"Kalau boleh tau, Andrenya lagi berada dimana tante?". Tanya Meylan.
"Andre lagi keluar! Mungkin sedang jalan - jalan bersama temannya!". Ucap Ria.
"Oh, begitu yah!? Tetapi katanya dia belum punya teman sejak dia datang dari desa selain teman sekelasnya!?". Ucap Meylan.
"Yah, mungkin saja teman dari desanya". Jawab Ria.
"Iya! Nanti aku sampaikan kepadanya!". Jawab Ria dengan nada suara yang datar.
Akhirnya telepon pun di tutup, Ria kembali duduk di kursi tempatnya semula.
"Rupanya Meylan ini sangat menyukai Andre....bagaimana jika Andre mulai menjauh dariKu?". Gumam Ria sambil menatap kosong ke arah Anggi putrinya.
Andre berangkat dari rumah pada pukul 18:30 waktu setempat dan dua jam kemudian akhirnya dia sudah kembali kerumah.
Ria langsung membuka pintu depan rumahnya dan langsung menyambut Andre dengan senyuman manisnya.
"Bagaimana rasanya!? Apakah mantap tarikannya?". Tanya Ria sekedar basa basi menyambut Andre.
"Iya tante! Tarikannya sangat berenergi, dan memang sangat wajar, sebab sepeda motor inikan masih baru". Ucap Andre menggoda wanita cantik di depannya.
"Kalau begitu, pagar depan sudah boleh di tutup, agar kita sudah bisa untuk beristirahat". Ucap Ria.
Akhirnya Andre langsung pergi untuk menutup pagar depan rumah Ria.
Setelah selesai, keduanya langsung masuk ke dalam rumah dan langsung juga menutup pintu depan rumahnya.
Andre langsung meletakan helmnya di tempat sebelumnya, kemudian menuju ke kamarnya untuk beristirahat.
Ria yang melihat Andre telah memasuki kamar yang di tempatinya, langsung menyusul pria muda itu.
Setelah sudah berada di kamar Andre, Ria pun langsung menyapa Andre.
__ADS_1
"Apakah kamu merasa sangat lelah?".
"Oh, tante! Tidak tante! Aku tidak merasa lelah".
"Terus, apakah kamu sudah mau beristirahat?".
"Iya tante! Apakah ada hal yang ingin tante bicarakan?".
"Iya! Tetapi mungkin kamu sudah mau beristirahat, jadi nanti saja untuk di bicarakan hal itu".
"Apakah itu hal penting yang ingin tante bicarakan?".
"Anak ini sepertinya tidak tahu dengan apa yang aku inginkan saat ini, apakah karena gaya berpakaianKu seperti ini sehingga dia tidak mengerti?". Gumam Ria di dalam hatinya.
"Tante!". Andre memanggil Ria.
Suara Andre membuat Ria tersentak dari hal yang di pikirkannya.
"Eehhmmm....iya! Iya! Kenapa?". Ucap Ria gelagapan saat menanggapi panggilan Andre.
"Katanya ada hal yang ingin tante bicarakan denganKu, tetapi tante malah melamun dan tidak menjawab pertanyaanKu".
"Iya! Memang ada hal yang ingin aku bicarakan, tetapi karena kamu tidak bisa mengerti dengan keinginan diriKu, sehingga aku sudah tidak mau lagi untuk membahasnya". Ucap Ria dengan nada suara yang ketus.
Wanita itu langsung membalikan badannya dan berniat untuk meninggalkan kamar yang Andre tempati.
Namun baru selangkah kakinya melangkah, Andre langsung bangkit dan menggenggam tangannya serta langsung menariknya.
Tubuh Ria pun langsung kembali mundur dan tersandar di dada bidang milik Andre.
"Terima kasih yah tante untuk kejutannya". Ucap Andre sambil mengecup pipi wanita tersebut.
Ria pun hanya bisa tersenyum dengan apa yang Andre lakukan.
"Jadi kamu baru mengerti di saat aku sudah bersikap jutek kepadaMu?". Ria bertanya kepada Andre sambil tersenyum dan dengan nada suara yang menggoda.
"Tidak juga! Aku memang ingin melakukan hal itu semenjak aku baru tiba tadi. Tetapi aku merasa takut jika tante memarahiKu". Ucap Andre yang langsung kembali mengecup bibir dan kening Ria.
"Ndre! Hal itu bisa saja kamu lakukan, namun kamu juga tetap harus melihat situasi yang ada di sekitar, jika kamu terlalu ceroboh dan melakukan hal itu, apa yang kita lakukan ini bisa di ketahui oleh orang lain". Ucap Ria mengingatkan Andre.
"Iya tante! Aku akan selalu mengantisipasi hal itu sebelum melakukannya". Ucap Andre.
"Bagaimana kalau sekarang? Disini sudah aman toch?". Ucap Andre sambil tersenyum menggoda Ria.
Wanita itu pun hanya menganggukan kepalanya menanggapi pertanyaan Andre.
Setelah merasa sudah mendapatkan persetujuan dari Ria, akhirnya Andre memulai aksinya untuk menelusuri setiap jengkal permukaan tubuh dari Ria.
Wanita itu pun menikmati permainan yang Andre lakukan.
"Apakah ini ucapan terima kasih dariMu?". Tanya Ria kepada Andre.
~Bersambung~
__ADS_1