
Saat Enjel tidak bisa berkata - kata lagi, Andre pun kembali menggodanya.
"Aku!? Aku apa!? Aku mencintaiMu!? Begitu!?." Tanya Andre bertubi - tubi seakan tidak membiarkan gadis di sampingnya untuk menjawab pertanyaannya.
Remaja pria muda itu terus tersenyum menatap Enjel yang kini sudah salah tingkah di buatnya.
Andre pun kembali menatap kearah Sinta dan Dinda yang kini sedang berenang sambil membiarkan gadis di sampingnya kembali tenang.
Saat dirinya merasa sudah bisa untuk mengoda gadis itu lagi, Andre pun langsung bertanya kepada Enjel.
"Njel! Apakah kamu menyukaiKu!?." Tanya Andre sambil terus menatap ke arah laut.
Enjel yang melihat sikap Andre yang sudah berbeda dari sebelumnya langsung menjawab.
"Walau pun aku menyukai diriMu, tetapi jika kamu sudah memiliki pacar untuk apa!?." Jawab Enjel.
Mendengar perkataan Enjel tersebut, Andre pun kembali menanggapinya.
"Kita ini masih muda, berpacaran itu bukan berarti sudah menjadi milik kita seutuhnya! Karena menurutKu, masa muda itu milik bersama! Dan jodoh itu Tuhan yang menentukan!." Ujar Andre dengan nada suara yang serius.
"Berarti menurutMu, kamu bisa memiliki pacar yang banyak!? Begitu!?." Tanya Enjel penasaran.
"Tidak juga! Tetapi aku berpikir untuk bisa memilih mana gadis yang paling terbaik untuk diriKu kedepan, bukan hanya untuk pamer saja!." Ujar Andre lagi.
"Ndre! Kalau begitu, aku ingin kamu jujur kepadaKu! Apakah kamu pacaran dengan Windi!?." Tanya Enjel dengan nada suara yang serius.
"Iya! Aku memang sedang berpacaran dengan Windi! Kenapa!?." Jawab Andre yang kembali bertanya juga kepada Enjel.
"Ya, kalau kamu lagi berpacaran dengan Windi, semestinya kamu jangan nembak aku juga!." Ujar Enjel dengan nada suara yang sedikit merasa dongkol terhadap pria di sampingnya.
"Njel! Perasaan itu tidak bisa untuk di khianati! Jadi apa yang aku rasakan, pasti akan aku sampaikan!." Ujar Andre lagi.
Keduanya kini tidak lagi dalam keadaan saling menggoda, melainkan sudah saling beradu argumen untuk saling mengalahkan satu sama lain.
"Jika aku menyukaiMu, untuk apa aku pendam!? Lebih baik aku utarakan walau pun kamu akan menolak perasaanKu ini!." Ujar Andre lagi.
"Sebenarnya apa kurangnya Windi sehingga kamu ingin mengkhianatinya!?." Tanya Enjel ingin mengetahui alasan Andre.
"Setiap manusia itu tentunya memiliki kekurangan! Karena tidak ada satu pun manusia yang sempurna! Jadi Windi juga pasti memiliki kekurangan serta kelebihannya! Begitu juga dengan diriMu! Tetapi untuk kekurangan Windi, menurutKu tidak etis untuk aku sampaikan kepada diriMu! Sebab hal itu adalah rahasia untukKu dan untuk dirinya!." Ujar Andre menjelaskan.
"Ndre! Tetapi kamu sebagai pria, seharusnya setia dengan pasanganMu! Bukannya ingin mengkhianatinya!." Balas Enjel kepada Andre.
"Njel! Aku hanya butuh jawabanMu saja! Kamu mau menjadi pacarKu atau tidak!? Itu saja yang kamu katakan! Agar pembicaraan kita ini akan cepat selesai!." Ujar Andre lagi menekan Enjel.
__ADS_1
Enjel masih tetap tidak menanggapi perkataan Andre tersebut.
Andre pun langsung kembali berkata.
"Jika kamu tidak menerimaKu sebagai pacarMu! Itu tidak mengapa! Tetapi jika kamu menerimaKu sebagai pacarMu! Aku akan sangat bahagia mendengarnya!." Ucap Andre lagi.
"Ndre! Berikan aku waktu untuk memikirkan serta untuk menjawabnya yah!? Jangan sekarang!." Ucap Enjel dengan nada suara yang sudah merendah.
Andre pun langsung terdiam sejenak dan kemudian berkata.
"Baiklah! Aku akan menunggu jawabaMu! Tetapi harus janji! Jangan membuatKu terlalu lama untuk menunggu! Karena menunggu itu berat!." Ucap Andre yang seakan - akan telah menguasai diri Enjel sepenuhnya.
"Biarin! Itu hal yang pantas untuk cowok mata keranjang sepertiMu!." Ucap Enjel sambil tersenyum mengejek Andre.
"Apa kataMu!? Aku cowok mata keranjang!?." Tanya Andre sambil tersenyum dengan tangannya yang ingin menggelitik tubuh gadis di sampingnya itu.
Enjel pun langsung tertawa dan berlari untuk menghindari Andre yang ingin menggelitik tubuhnya.
Andre langsung mengejar gadis itu sambil terus ingin merangkul tubuhnya.
"Jika aku sudah bisa merangkulnya, aku akan langsung mencium bibirnya! Tinggal di lihat saja, dia akan memarahiKu atau tidak!?." Pikir Andre dengan rencana liciknya.
Gadis itu terus menghindari kejaran pria tersebut sambil tertawa geli karena melihat tingkah Andre.
Namun tidak lama kemudian, pria itu dapat merangkul dari belakang tubuh gadis tersebut.
Situasi tersebut langsung di manfaatkan oleh Andre.
Bibir pria muda itu langsung menempel di bibir Enjel dan langsung mengulumnya.
Merasakan apa yang di lakukan oleh Andre, Enjel masih terdiam.
Jamun sebelum gadis itu meronta atau memarahinya, Andre langsung menyudahi perbuatannya tersebut dan melepaskan tubuh gadis itu dari pelukannya serta membantu nya untuk berdiri.
Keduanya langsung saling diam.
Namun wajah Enjel kini sudah berubah warna menjadi merah merona karena telah merasakan apa yang Andre lakukan.
Kejadian tersebut di lihat oleh kedua adik mereka.
"Sejak kapan mereka berdua sedekat itu!?." Tanya Dinda kepada Sinta dengan penasaran.
"Iya yah! Yang aku tahu, kak Andre dan kak Enjel baru saja bertemu semalam, kenapa sudah terlihat akrab seperti itu!?." Ujar Sinta menyambung perkataan Dinda.
__ADS_1
"Apakah mereka berdua sudah pacaran!?." Tanya Dinda sambil menatap kearah Sinta.
"Mana mungkin sudah pacaran!? Mereka berdua saja baru bertemu!." Ujar Sinta menanggapi perkataan Dinda.
Kedua gadis remaja itu pun langsung naik ke daratan untuk pergi mendekati keduanya yang kini sudah kembali duduk di tempat semula.
Setelah sudah tiba di tempat Andre dan Enjel berada, Dinda langsung melontarkan pertanyaan kepada keduanya.
"Kak Windi! Kak Andre! Apa yang barusan kalian berdua lakukan!?."
"Tidak! Kami tidak melakukan apa - apa kok!? Benarkan Ndre!?." Jawab Enjel dengan wajah yang kembali bersemu merah sambil meminta dukungan dari Andre.
"Kami tadi hanya bercanda kok! Tetapi saat kejar - kejaran, tanpa sengaja kami berdua langsung terjatuh! Itu saja yang baru saja terjadi!." Ucap Andre menjelaskan apa yang terjadi.
Dinda dan Sinta yang mendengar penjelasan dari Andre langsung tersenyum curiga menatap keduanya.
"Apa yang kalian berdua pikirkan!?." Ucap Enjel bertanya kepada kedua remaja tersebut sambil tersenyum malu.
"Tidak! Tidak ada yang kami pikirkan!." Jawab Dinda sambil tersenyum menggoda kakaknya.
"Jangan berpikir yang macam - macam yah!?." Ujar Enjel lagi sambil menatap ke arah adiknya Dinda.
"Kalau begitu, ayo kakak ikut berenang bersama kita berdua!." Ajak Dinda kepada Enjel.
"Sudahlah Din! Kakak tidak ingin berenang untuk kali ini." Ucap Enjel menolak ajakan adiknya itu.
"Besok kan kakak akan kembali lagi ke ibu kota, jadi kapan lagi kakak akan kembali kesini!?." Ucap Dinda.
"Jumat depan aku dan kakakMu akan kembali pulang kampung! Jadi pasti bisa untuk berenang saat kembali nanti." Andre langsung menyangga pertanyaan Dinda tersebut.
"Siapa yang berkata jika aku mau pulang kampung bersama diriMu!?." Tanya Enjel kepada Andre.
"Aku yang berkata! Siapa lagi!? Kamu sendiri pasti mendengar apa yang baru aku katakan itu!." Ujar Andre.
"Besok aku akan kembali ke ibu kota! Jika kamu mau, kita bareng saja untuk kembali ke ibu kota! Bagaimana!? Kamu mau!?." Ucap Andre menawarkan kepada Enjel seraya menggoda gadis tersebut.
"Akhh! Aku tidak mau kembali ke kota bersamaMu! Biar aku naik bus saja!." Jawab Enjel.
"Baiklah kalau itu mauMu! Aku hanya menawarkan saja!." Ujar Andre sambil tersenyum penuh arti.
"Apa kamu senyam - senyum!?." Tanya Enjel penuh curiga menatap ke arah Andre.
"Tidak! Aku hanya membayangkan sesuatu yang lembut dan terasa manis!." Ucap Andre sambil tersenyum menggoda menatap kearah Enjel.
__ADS_1
Gadis itu pun menjadi salah tinggakah saat mengetahui apa maksud dari yang Andre katakan tersebut.
~Bersambung~