Penjara Masalalu

Penjara Masalalu
Sama-sama terluka


__ADS_3

Makan malam di mulai, Arini dan Sean duduk bersebelahan. Sean tidak hentinya melirik ke arah Elsa yang terlihat biasa saja, tangan pemuda berkemeja coklat itu menggenggam jemari Arini dengan sangat erat. Merasa jemarinya digenggam semakin erat, Arini menoleh ke arah Sean. Ia melihat ekpresi wajah Sean yang sedang menahan marah.


"Sakit!" bisik Arini pada Sean. Sean tidak mendengar, ia masih tetap menggenggam tangan Arini dengan sangat erat. Merasa bisikannya tidak didengar, Arini mencubit pinggang Sean dengan keras.


"Aaww ...!" pekik Sean dengan keras. Membuat yang lain mengarahkan pandangannya pada Sean.


"Kamu kenapa, Dimitri?" tanya Anna.


"Anu ... itu ... digigit semut!" jawab Sean.


"Kok bisa? Mami ambilkan minyak kayu putih ya?"


"Gak usah, Mam biar aku ambil sendiri." Sean beranjak dari kursinya sambil berbisik pada Arini. "Ikut gue!" Sean lalu menarik tangan Arini. Semua yang ada di meja makan melihat Sean dan Arini kebingungan. Termasuk Ardan dan Elsa.


"Ngapain sih perempuan ****** itu ada di sini?" gumam Elsa dalam hati.


Elsa lalu berdiri. "Baby, sebentar ya aku mau ke toilet!"


Ardan hanya berdehem.


Elsa lalu beranjak dari duduknya, ia tidak benar-benar ke toilet, ia hanya ingin membuntuti Arini dan Sean.


Di sisi lain,


"Lo ngapain nyubit gue sih? Sakit tau!" protes Sean.


"Eh, kamu sendiri ngapain menggenggam tanganku sampai kaya gini?" Arini memperlihatkan tangannya yang memerah.


"Emang iya?" tanya Sean lagi. Ia tidak menyadari bahwa sejak tadi menggenggam tangan Arini sampai memerah.

__ADS_1


Arini semakin kesal mendapat jawab dari Sean, tiba-tiba Elsa datang menghampiri Sean dan Arini yang lagi berdebat.


"Sean!" panggil Elsa.


Sean menoleh. "Ngapain lo ke sini?"


"Kamu kok gitu? Kamu juga ngapain mengajak perempuan ****** ini?"


"Eh, jaga mulut lo ya!" jawab Sean.


"Kamu kok malah belain dia?"


Arini tidak menggubris Elsa yang menghinanya, Arini ingin berlalu pergi meninggalkan Sean dan Elsa. Namun dicegah Elsa.


"Lo udah godain Ardan dan sekarang lo mau godain Sean, heh?" ucap Elsa.


Elsa ingin melayangkan tangannya pada Arini, namun dicegah Ardan dari belakang yang tiba-tiba muncul.


"Elsa hentikan! Jangan buat keributan di sini!" ucap Ardan.


Elsa kesal karena tidak jadi menampar Arini, Ardan pun membawa Elsa pergi.


Sean menghampiri Arini. "Lo kenal sama Kak Ardan?" tanya Sean penasaran.


"Enggak," jawab singkat Arini, lalu ia pergi.


Setelah makan malam selesai, Sean mengantar Arini pulang. Mereka berdua tidak banyak bicara, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Sean menghentikan mobilnya di jalanan yang tidak terlalu ramai. "Rin, menurut lo apa gue akhiri aja hubungan gue dan Elsa?"

__ADS_1


"Aku gak tahu, itu bukan urusan aku!" jawab Arini.


"Gue rasa, Elsa beneran suka sama Kakak gue?" Sean berkata dengan nada frustasi.


"Bisa kita pulang sekarang?"


"Hemm." Sean pun melanjutkan perjalanannya.


"Apa laki-laki ini mengetahui hubunganku dengan Ardan?" gumam Arini dalam hati.


Sampai di gang menuju kostan Arini, Sean menghentikan mobilnya. Sebelum Arini keluar, Sean kembali memanggil Arini. "Rin, thank's ya! Maaf soal perkataan Elsa tadi."


"Iya." Arini pun membuka pintu mobil, namun suara Sean memanggilnya kembali.


"Rin! panggil Sean lagi. "Gue boleh 'kan kapan-kapan ke kostan lo buat curhat?"


Arini merasa kasihan pada Sean, karena ia juga merasakan hal sama dengan yang Sean rasakan. "Boleh, tapi jangan membawa orang-orang pengantar makanan lagi ke kostanku!"


Sean tersenyum mengingat dirinya lah yang memesan begitu banyak makanan untuk Arini dan mengirimnya ke kostan Arini. "Hehehe ... itu pengganti mie instan lo yang gue habisin waktu itu."


"Terimakasih kalo gitu," jawab Arini. "Aku pulang!"


Sean mengangguk. "Hati-hati, di gang kostan lo banyak hantu!"


"Gak takut!" jawab Arini seraya keluar dari mobil Sean.


Sean memandang Arini sampai perempuan itu benar-benar menghilang dari pandangannya.


"Lucu juga tu cewek," gumam Sean. Lalu ia memyalakan mobilnya dan meninggalkan kostan Arini dengan hati yang sedikit lega.

__ADS_1


__ADS_2