Perisai Hati.

Perisai Hati.
27. Om Rickynya Nindy.


__ADS_3

Bang Ricky berdiri tepat di depan daun pintu ruang tindakan. Tak lama Bang Hara dan Bang Ganesha datang menyeret Sertu Irwanto yang masih berani memberontak di tangan kedua pimpinannya.


"Selamat siang Bang..!!" Sapa Bang Hara.


Bang Ricky menoleh dengan tatapan tajam menusuk. Ia menyambar kerah seragam Bang Irwan kemudian menghajarnya habis-habisan. Segala makian, umpatan.. ia ucapkan meluapkan rasa kesalnya pada anggotanya tersebut.


"Beraninya kamu menyentuh istri saya..!! Saya sudah memberimu peringatan tegas agar tidak mengganggu istri saya lagi..!!" Kata Bang Ricky.


"Bang Rick.. istighfar Bang..!!!" Bang Hara menyergab Bang Ricky yang sama sekali tidak mau melepas Sertu Irwanto, susah payah Bang Hara menghadang tapi Bang Ganesha hanya diam dan Bang Brigas sudah lemas tak bertenaga dalam tangis.


"Itu Pak, lihat.. Danki memukuli suami saya sampai babak belur..!!!!!" Yani istri Bang Irwanto memanggil POM untuk menangani kebrutalan Dankinya.


"Ijin Danki.. tidak boleh main hakim sendiri apalagi ini rumah sakit..!!" Seorang POM membantu menyergab Bang Ricky.


"B*****n kau Irwanto.. aku tidak akan pernah mengampuni mu..!!!" Tangan Bang Ricky tak hentinya menghajar Bang Irwan hingga istrinya menjerit histeris tapi semua sia-sia.


Saat itu panglima turun tangan dan datang sendiri ke rumah sakit. Ayah Wira menyentuh bahu Bang Ricky kemudian memeluknya. Lumayan kewalahan panglima melakukannya karena Bang Ricky sedang terbakar amarah dan sulit untuk di tenangkan.


Pintu ruang tindakan terbuka. Dokter kebingungan melihat keributan terjadi di ruang tindakan, darah dimana-mana. "Rick.. yang sabar ya..!!"


"Hhgggh.." seketika Bang Ricky meremas dadanya. Danki merosot terbanting sempurna tak sanggup menerima kenyataan.


"Persis seperti kamu Wir, panikan" tegur Pak Panji melihat menantu sahabatnya syok dan lemas.


...


Sejak Maurin datang tadi, Bang Brigas tak berani melepas dekapannya. Hatinya di landa kecemasan dan ketakutan. Sedangkan Bang Ricky baru saja mengerjab sadar. Ia membenahi posisi duduknya. Matanya berkilat marah saat kembali menatap wajah Bang Irwan sudah ada di hadapannya.


"Ricky...!!!!!!!" Pak Panji menghadang Bang Ricky yang kembali tersulut emosi.


~


"Ijin Dan.. itu benar. Saya melecehkan ibu Nindy saat masih di Korea. Sebelum menjadi istri Lettu Ricky. Saya juga sengaja memberinya obat-obatan itu agar ibu Nindy tergantung pada saya..!!" Akhirnya Bang Irwan mengakui karena badannya nyaris remuk mendapat tindakan keras dari Lettu Ricky.


Butuh lima orang anggota untuk menenangkan amarah sang Danki, hingga ia memilih mengakui kesalahannya.


"Heehh b*****t.. kenapa tega sekali kamu memperlakukan Nindy sampai seperti itu????" Bentak Bang Ricky masih tidak terima.

__ADS_1


"Saya butuh uang, istri saya sakit kanker darah. Saya ingin istri saya sembuh..!!"


"Tapi tidak dengan merusak hidup Nindy..!!!!!!! Kau membunuhnya perlahan, dia gadis baik-baik Wan..!!! Besar sekali nyalimu berani mengganggu istri saya..!!!" Bentak Bang Ricky mulai kembali terpancing amarah hingga dadanya pun kembali terasa nyeri.


"Ricky.. tahan emosimu le..!! Ingat anak bojo...!!!!" Ayah Wira berusaha setenang mungkin menghadapi amarah menantunya yang begitu di luar perkiraan nya. Segala amarah sudah terwakilkan karena Sertu Irwanto nyaris meregang nyawa di tangan menantunya.


Bang Ricky mengatur jalan nafasnya. Dalam hatinya beristigfar. "Saya tidak mau tau, kalian harus memproses tindakan Sertu Irwanto..!!" Ucap tegas Bang Ricky di ruang meeting dokter.


Tok.. tok.. tok..


"Permisi Dan.. Ibu Ricky sudah sadar..!!"


~


"Jelek sekali, lipstick mu luntur" ledek Bang Ricky.


"Kalau nggak mau lihat ya sudah..!!" Jawab Nindy menyembunyikan tangis yang sejak tadi di tahannya.


Kali ini Bang Ricky mengalah, ia menunduk dan mencium kening Nindy. "Makanya, lain kali jangan kucing-kucingan sama suami. Ada apa-apa tuh langsung bilang..!!"


"Nindy sudah mau bilang, tapi Nindy takut........"


Ayah Wira membuang nafas kasar, tapi mau bagaimana lagi.. Nindy sudah bersuami dan tidak mungkin Bang Ricky hanya memelototi Nindy saja dan tidak melakukan apapun.


"Sudahlah yah, jangan begitu. Ricky pasti bisa menjaga Nindy." Bujuk Mama Nasha.


"Ayah tau ma, tapi umur sembilan belas tahun di KTP hanya untuk mengelabui lingkungan. Nindy masih tujuh belas tahun, masih kekanakan. Bagaimana kalau Ricky tidak sabar menghadapi kelakuan Nindy?? Tujuh belas tahun sudah hamil. Ayah nggak sanggup membayangkan.. Nindy masih kecil tapi sudah harus hamil Ma.... Ya Allah, Astagfirullah hal adzim..!!" Ayah Wira mengusap dadanya.


"Bang Ricky menikahi Nindy tentu punya alasan yang kuat Yah, salah satunya adalah menutup rapat rahasia Nindy yang ternyata seorang pecandu. Bukankah ayah tau sendiri saat Bang Ricky menyamarkan kelakuan Nindy malam itu. Bang Ricky juga yang pasang badan untuk Nindy. Ayah tenang saja, gadis kecil Ayah aman bersama Bang Ricky" kata Bang Brigas mengingatkan.


:


"Tujuh belas tahun Bang"


"Apa Rick???? Ini melanggar hukum..!! Kamu menikahi gadis di bawah umur"


"Bang, please.. Abang sudah tau salah satu alasan saya menikahi Nindy. Sekarang Nindy sudah mengandung anak saya. Sah secara agama meskipun dalam hukum dan militer sangat timpang." Jawab Bang Ricky.

__ADS_1


"Duuhh Rick, kamu aman karena mertuamu seorang panglima. Coba kalau bukan panglima.. habis kamu masuk sel karena pelanggaran" kata dokter ikut ngeri dengan masalah Bang Ricky.


"Siap salah Abang."


"Kamu jangan main-main sama anak panglima Rick..!!!"


"Siap.. demi Allah saya mencintai istri saya lahir dan batin..!!" Jawab Bang Ricky tegas.


Ayah Wira tersenyum mengurai kelegaan. 'Alhamdulillah.' Ia pun memilih pergi dan mengurus kasus Nindy bersama Bang Ganesha karena menantunya tak lagi bisa menangani kasus ini, emosional Bang Ricky cukup tinggi dan di khawatirkan menantunya itu akan bertindak di luar batas.


:


"Jadi makhluk Tuhan itu harus bersyukur. Punya dada rata bersyukur, di beri lebih ya Alhamdulillah.. Abang ikut senang, lagipula kamu ini kenapa mikir sampai kesana???"


"Nindy tau Bang, kalau laki-laki melihat perempuan yang lebih seksi.. pasti akan meninggalkan istrinya"


"Tau apa sok tau??? Apa semua laki-laki di dunia ini berpikiran sama?? Jangan karena kamu kecewa dengan satu laki-laki lantas kamu memukul rata pemikiran mu pada semua laki-laki..!!" Kata Bang Ricky.


"Lalu bagaimana Abang menilai Nindy??" Tanya Nindy.


"Yaaa.. not bad lah, terlanjur juga.." jawab Bang Ricky.


Nindy cemberut sampai memalingkan wajahnya, kesal sendiri mendengar jawaban Bang Ricky.


"Terlanjur sayang dan cinta sama kamu." Jawab Bang Ricky lirih nyaris tak terdengar.


Nindy kembali menatap wajah Bang Ricky saking kagetnya mendengar jawaban suaminya.


"Abang cinta sama Nindy??" Nindy sampai mempertegas pendengarnya.


"Apa sih?? Abang bilang pengen makan rica-rica"


Nindy pun kembali cemberut. "Iihh.. memang sial sekali menikah sama om-om" gerutu nya melihat wajah datar Bang Ricky.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2