Perisai Hati.

Perisai Hati.
50. Belum bisa tenang.


__ADS_3

Maafkan untuk ketidak sempurnaan cerita hari ini ya. Di tempat Nara sedang terjadi krisis cuaca. Sebenarnya Nara pengen gk up, tapi.. ya sudah laaahh. 🤭🙏🙏.


🌹🌹🌹


"Nindy Khan sudah bilang, tadi baru baca novel yang ini" Nindy menunjukan sebuah buku pada Bang Ricky.


"Mulai sekarang jangan baca novel yang seperti ini. Baca saja komik Doraemon daripada pikiranmu ngelantur kemana-mana..!!" Kata Bang Ricky. Sekarang tidur..!! Besok ada acara menyembelih kambing di kompi..!!"


***


Bang Setha menjemur handuknya di depan mess transit. Tak sengaja ia melihat Nia di samping kamarnya.


"Niaa?? Kamu disini?" Sapa Bang Setha.


"Abang.. Abang juga ada disini?"


"Abang datang gara-gara ngidamnya Nindy. Kamu sendiri kenapa?" Tanya Bang Setha bingung karena sepengetahuan dirinya, Ganesha sudah menikah dengan adiknya awal bulan lalu.


"Hmm.. Nia menyelesaikan kejelasan hubungan dengan Bang Ganesha."


"Begitu ya, Abang kira sudah selesai. Atas nama Ganesha dan keluarga, Abang minta maaf yang sebesar-besarnya" jawab Bang Setha.


"Nggak apa-apa Bang, tidak semua keinginan kita akan berjalan seperti apa yang kita inginkan. Bang Ganesha memang di takdirka untuk Nava"


"Kamu benar Nia. Seperti itu juga keadaan Abang saat ini"


Kedua pasang mata itu saling bertemu.


"Mau jalan-jalan sama Abang?? Kitaa.. sama-sama nggak ada yang punya khan?" Ajak Bang Setha.


"Iya Bang ayo..!!" kata Nia tersipu.


-_-_-_-_-


Ini kali pertama Bang Hara mengajak Tisha dan Bang Ganesha mengajak Nava.


Mereka melihat Nindy sangat sibuk dengan kegiatannya. Bang Ricky pun juga melihat kesibukan Nindy.


"Bang, apa Nindy baik-baik saja kalau sibuk begitu?" Tanya Nava yang sebenarnya ikut menjadi 'anggota batalyon' tapi karena fokus penyembelihan hewan qurban di alihkan di kompi, maka seluruh anggota terpusat di kompi Bang Ricky.


"Saya juga cemas, tapi memang beginilah resikonya jadi istri tentara. Harus siap meskipun tidak siap. Yang penting sebagai suami saya pun mengawasi Nindy. Kalau Nindy sudah terlihat lelah, pastinya saya minta istirahat." Jawab Bang Ricky.

__ADS_1


Bang Ganesha mengangguk paham, ia mengerti apa yang tengah di rasakan Bang Ricky sebab saat ini dirinya juga sedang mengalaminya.


:


Nindy berpegangan pada sebatang pohon. Ia sudah merasakan tubuhnya lelah.


Bang Ricky yang melihat Nindy sudah mulai lelah segera menghampiri istrinya.


"Duduk dulu dek. Kamu sudah terlalu capek"


"Iya Bang, Nindy capek" ucap jujur Nindy.


Perlahan Bang Ricky mendudukkan Nindy dibawah sebatang pohon dan meluruskan kakinya. "Nafasmu sampai tersengal begitu dek..!!"


"Perut Nindy rasanya begah Bang" kata Nindy sembari mengusap air matanya.


"Terus bagaimana? pulang saja ya..!! " Ajak Bang Ricky.


"Nindy mau tidur sebentar saja disini Bang" pinta Nindy kemudian merebahkan diri. Dalam hitungan detik Nindy pun sudah tertidur pulas.


"Kalau begini caranya.. bagaimana Abang tidak cemas" gumam Bang Ricky.


"Bang, Nindy kenapa?" Sapa Bang Hara.


"Bumil kecapekan. Baru juga rebahkan punggung, sudah tidur aja." Jawab Bang Ricky.


"Oohh begitu ya Bang. Saya pikir bumil yang ngidam dan capek itu hanya pura-pura saja karena minta perhatian" kata Bang Hara.


Bang Ricky tersenyum mendengar ucapan Bang Hara.


"Kamu harus lebih banyak belajar. Bumil memang mengidam, merasakan ingin ini dan itu karena perubahan hormon" jawab Bang Ricky.


"Oohh.. jadi ini nyata ya Bang?"


"Asal masih wajar dan bisa di atasi ya kabulkan saja...!!" Saran Bang Ricky.


"Siap Bang."


...


Di kompi sudah terbiasa setiap idul qurban maka akan di adakan makan bersama seluruh anggota.

__ADS_1


"Mohon ijin Ibu Ricky, silakan ibu menuju meja makan..!!"


"Ibu-ibu.. jangan menunggu saya..!! Silakan saja di mulai acara makannya..!! Saya sedang mual" jawab Nindy.


"Apa ibu mau saya ambilkan?" kata Bu Agus, seorang istri pengurus ranting.


"Terima kasih Bu, saya lagi pengen makan sama Abang" jawab Nindy.


Bang Ricky pun mengarahkan agar Bu Agus meninggalkan mereka.


"Istri Abang lapar? Mau makan sama Abang?"


Nindy menoleh mendengar suara sapaan itu. "Iya, Nindy pengen makan sama Abang"


:


"Ijin Dan.. Bu Irwanto ingin bertemu..!!" Kata Om Ega melaporkan kehadiran istri dari Sertu Irwanto saat Bang Ricky sedang menyuapi Nindy.


"Ada urusan apalagi?? Bukankah peradilan untuk Irwanto sudah berjalan dan akan melaksanakan PTDH??"


"Siaap.. Ijin.. tidak tau Dan..!!"


~


"Tolong yang sopan anda bicara..!!!!" Tegur Bang Ricky.


"Sopan???? Untuk apa saya sopan??? Karena dia istri komandan?????" Teriak Yani berapi-api. "Diaa.. membuat suami saya di pecat secara tidak hormat. Padahal suami saya membela keluarga. Sedangkan dia tidak mendapat sanksi apapun padahal dia pemakai..!!!"


"Nindy hanya korban dari ulah suamimu..!!" Bang Ricky memasang badan untuk membela Nindy.


"Cckk.. perempuan laknat bertemu lelaki bodoh sudah menghancurkan hidup orang lain" oceh Yani.


"Sebenarnya yang hidupnya hancur itu adalah Sertu Irwanto. Sial sekali dia bertemu perempuan penyakitan, tak tau diri, sok cantik dan tidak punya akhlak" jawab Bang Ricky santai tapi cukup membuat hati Yani meradang.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2