Perisai Hati.

Perisai Hati.
54. Musibah.


__ADS_3

Bang Ricky menggandeng tangan Nindy pulang ke rumah sedangkan mulut Bang Hara tak hentinya mengomel karena takut terjadi sesuatu pada Tisha.


"Tisha malas dengar suara Abang..!!" Omel Tisha mendengar ocehan Bang Hara.


"Abang ini cemas, bukan sekedar ngoceh" suara Bang Hara sampai meninggi di buatnya.


Saat sedang berdebat ada suara ponsel berbunyi. Bang Ricky segera mengangkat teleponnya.


"Selamat malam Dan..!!"


"Malam.. ada apa?" Bang Ricky menanggapi sambungan teleponnya.


"Ijin Dan, ada banjir kiriman dari perbukitan.. Ijin arahan Dan..!!"


"Baiklah.. kita harus siapkan beberapa pasukan. Saya ikut kalian..!! Beberapa perwira standby disini..!!" Arahan Bang Ricky.


"Siap Dan..!!"


Bang Ricky memutuskan sambungan teleponnya.


"Kamu antar Nindy sama Tisha sembari hubungi Ludoyo untuk buat pengumuman. Bagi dua team. Lainnya evakuasi ibu-ibu. Saya tetap cemas banjir sampai sini" lanjut Bang Ricky.


"Iya Bang"


:


Bang Hara mengarahkan Tisha dan Nindy untuk mengamankan surat penting dan membawanya ke mobil. Tak lupa beberapa tas pun ikut masuk.


"Bang.. kita punya tanggung jawab sebagai atasan. Tidak bisa meninggalkan anggota seperti ini" tegur Nindy.


"Bukan meninggalkan Nindy.. nanti anggota yang akan mengurusnya. Kalian pergi dulu ke tempat yang aman..!!" Kata Bang Hara.


"Abang pergilah bawa Tisha, ini daerah aman. Nindy hanya mau meredam kepanikan ibu-ibu" teriak Nindy.


"Nggak bisa Nindy.. kamu harus pergi sama Abang. Sesuai perintah.. saya bertanggung jawab atas diri kamu..!! Masuk...!!!!!!!"


Mau tidak mau Nindy meninggalkan tempat. Sudah banyak ibu-ibu yang berangkat mengungsi menyelamatkan diri.


"Setelah ini tolong bantu mereka ya Bang..!!" Pinta Nindy tidak tega.


"Siap" jawab Bang Hara.


:


Jalanan berbatu sangat licin. Bang Hara sedikit kesulitan menguasai laju mobilnya.


"Hwaaaaaaaaa.."


Tak sengaja mobil Bang Hara tergelincir hingga tak sengaja Nindy terlempar ke sungai. karena pintu mobilnya tidak terkunci dengan sempurna. Kala itu volume air sungai lebih tinggi.


"Nindyyyyyyy..!!!!!"


//


deg...


"Astagfirullah.." Bang Ricky berpegangan pada sebatang pohon. Dadanya tiba-tiba terasa nyeri teringat Nindy yang sedang tidak berada di sampingnya.


Ia mencoba menghubungi Bang Hara namun tidak ada jawaban. Di ulangnya sekali lagi namun tetap belum ada jawaban.

__ADS_1


"Kemana saja kamu Har?? Apa disana sudah aman?" Gumamnya.


Wabah banjir benar-benar dahsyat. Hingga tengah malam semua anggota masih sibuk dalam kegiatan pencarian dan penyelamatan.


//


"Kamu duduk..!! Jangan ikut Abang. Biar Abang yang cari Nindy."


"Nindy pasti hanyut Bang. Air sungainya deras sekali" Tisha menangis sampai nafasnya sesak dan perutnya terasa kencang. Kini kehamilannya sudah masuk lima bulan.


"Tolong sayang, jangan nangis. Kita sedang mengalami musibah." Pinta Bang Hara.


Saking cemasnya memikirkan Nindy, perut Tisha menjadi sakit.


"Ijin Dan, ibu Danki tidak di temukan..!!" Lapor seorang anggota.


"Ya Allah.." Bang Hara mengusap wajahnya.


ddrrtttt.. ddrrtttt.. ddrrtttt..


...


Plaaakkk.. buugghh.. plaaakk..


"Dimana tanggung jawabnya Haraaa..!! Bagaimana bisa Nindy terlempar ke sungai???"


"Abaaang.. jangan pukul Bang Hara lagii..!!" Tisha memeluk Bang Hara sudah bercucuran tangis.


"Saya mohon maaf Abang..!!" Bang Hara mengatur nafasnya. Darah segar meleleh di sela bibirnya.


Bang Ricky terhuyung lemas sampai para anggota ikut menyangga tubuhnya. "Ini sudah minggunya Nindy melahirkan Har" Sekuatnya ia mencoba mengatur perasaannya. "Nindy.. Sayang."


Beberapa anggota menggotong Bang Ricky yang tengah syok berat.


***


"Yosh.. apa tuh yang ngambang?"


Seorang pria melirik ke arah yang tengah di tunjuk sahabatnya. "Patung kali."


"Tapi aneh"


Pria tersebut segera menghampiri. "Astagfirullah.. mayat?????"


"Kembung bro"


"Matamu.. itu hamil..!!" Kata Bang Yoshef. "Angkat Dul..!!"


"Iya.."


Secepatnya Bang Yoshef dan Bang Abdul mengangkat wanita itu ke atas perahu boat.


~


"Ya Allah.. masih hidup Dul" Bang Yoshef melakukan penyelamatan awal pada wanita hamil itu. Pertama Bang Yoshef menekan dada wanita itu, belum ada tanda vital kembali dan Bang Yoshef kembali menekan dada wanita itu lagi.


Merasa masih sangat sulit, Bang Yoshef memberikan nafas buatan dan menekan kembali. Tak lama ada reaksi dan air menyembur dari mulut wanita itu.


"Alhamdulillah.." Bang Yoshef merasa lega namun sesaat kemudian wanita itu merintih kesakitan.

__ADS_1


"Iki piye Dul, jangan-jangan mau melahirkan??" Tanya Bang Yoshef pada rekannya Abdul.


"Astagfirullah.. ini di tengah laut. Masa mau melahirkan??" Bang Abdul ikut panik di buatnya.


"Melahirkan nggak nunggu waktu Dul.. ayo bantu aku..!!" Ajak Bang Yoshef lalu menggendong wanita itu masuk ke dalam perahu boat.


~


"Jangan takut.. saya hanya membantu. Ini darurat" Bang Yosh berusaha membantu mengganti pakaian wanita yang terlihat sangat takut padanya.


"Ini dimana?" Tanya wanita itu lirih. Ia terus meringis kesakitan.


"Kamu tenang bersama saya..!!"


"Aaaaaaaaaa" wanita itu mengejan dan akhirnya lahir seorang bayi laki-laki"


"Alhamdulillah."


~


"Siapa namamu?" Tanya Bang Yoshef setelah mengadzani bayi wanita itu. Ia menidurkan bayi itu di sampingnya.


"Namaku.. aku tidak ingat"


Bang Yoshef dan Bang Abdul saling berpandangan.


"Masa tidak ingat kalau namamu Filda"


"Pot.. apa-apaan kamu..!!" Tegur Bang Yoshef.


"Kamu harus move on Yosh.. siapa tau dia memang jodoh yang di kirim Tuhan untukmu." Kata Bang Abdul.


"Bagaimana kalau keluarganya atau suaminya mencari???"


"Nggak mungkin, melihat banyaknya luka di tubuhnya.. dia pasti terjun ke laut untuk bunuh diri. Lebih baik kau selamatkan dia" saran Bang Abdul.


Entah mengapa akal dan pikiran Bang Yosh tidak sejalan. Ia termakan ucapan sahabatnya.


"Kau dengar sendiri kata Bu bidan tadi. Dia ini trauma."


Bang Yosh terus menatap wajah gadis itu.


//


"Nindyy.. dimana kamu sayang" Bang Ricky frustasi menatap banjir yang tak kunjung surut..


"Bang saya minta maaf" tak hentinya Bang Hara membujuk Bang Ricky.


"Pergilah kamu dari hadapan saya Har.. perasaan saya belum baik-baik saja..!!"


Bang Ganesha menarik Bang Hara agar menjauh dari Bang Ricky.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2