
Nindy melirik Bang Yosh yang berdiri tak jauh dari sosok pria yang mampu mengurai tangisnya. Dia lah sang Ayah.
Tangis pilu Bang Ricky juga dekapannya yang begitu erat dan tatapan mata Ayah Wira membuat flashback dalam ingatan Nindy perlahan muncul.
"Nindy.. mengingatnya. Nindy ingat semua" ucapnya dalam isak tangis.
"Alhamdulillah.." ucap syukur Bang Ricky tak ingin melepaskan Nindy. "Pulang ya sayang..!! Pulang sama Abang..!!"
Iva menangis melihat rasa sayang Bang Ricky untuk Nindy. Ia terduduk lemas menggendong Isy tanpa daya dan menyentuh tangan Bang Ricky.. Nindy pun melihatnya.
"Abang sudah menikah?"
Bang Ricky belum sanggup menjawabnya.
"Apa Abang sudah menikah??" Tanya Nindy masih emosional.
Lelehan air mata deras membasahi pipi Bang Ricky. "Maafin Abang sayang. Abang nggak bermaksud untuk menikah lagi."
Namun sesaat kemudian Nindy terpaku sejenak. "Nggak.. nggak.." teriak Nindy.
Perasaan Nindy terpukul. Ia melihat dirinya sendiri. "Nindy kotor. Nindy pernah di sentuh pria lain" teriak Nindy histeris.
Bang Ricky mengeratkan pelukannya, cemas akan reaksi Nindy.
"Jangan dekat-dekat.. Nindy perempuan kotor." Ia mendorong dada Bang Ricky sekuatnya menjauh dan kembali melihat anggota tubuhnya satu persatu. "Nindy hamil.. Nindy hamil anak pria lain" Nindy duduk menggosok tubuhnya, ia merasa jijik dengan dirinya sendiri dan mulai tak terarah.
Nindy berteriak-teriak tak bisa menerima kenyataan dan keadaan dirinya. Bang Yosh ingin membantunya tapi Bang Ganesha memeluknya.
"Jangan Yosh.. tolong..!! Ini masa transisi kalian..!!"
Bang Yosh menangis memeluk littingnya. Keadaan Nindy membuatnya terluka.
"Nindy nggak mau anak ini. Nindy benci anak ini..!!!!!!" Nindy semakin histeris memukuli dirinya.
__ADS_1
Bang Ricky menghambur memeluknya. Tangisnya ikut pecah Rasa sesak itu pun terasa menghantam batinnya. "Abang terima semua yang terjadi. Terima semua tentang dirimu. Abang sayang kamu, Abang akan menyayangi anak ini juga"
Tubuh Nindy mengejang, nafasnya sesak.. ia meremas perutnya.
"Tolong panggil dokter..!!!" Teriak Bang Yosh...di saat yang sama Iva pun tak sadarkan diri hingga baby Isy ikut terjatuh.
Bang Ricky pun terduduk lemas setengah sadar hingga yang ada di ruangan itu kocar-kacir tak karuan.
...
Ayah Gesang sibuk melonggarnya ikat pinggang Bang Ricky. Menantunya itu sangat terpukul dan syok. Dua istrinya tak sadarkan diri. Bang Yosh pun tak hentinya menangis meratapi nasibnya.
Danyon mondar mandir bingung memutuskan jalan keluar terbaik untuk kasus besar ini. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar.
"Ricky.. sadar le..!!!" Ayah Gesang panik karena wajah Bang Ricky teramat pucat, tubuhnya lunglai.
Ayah Gesang terharu akan cinta Bang Ricky untuk Nindy, tapi beliau pun cemas karena Bang Ricky juga memiliki istri yang lain, yang juga butuh perhatian.
"Bagaimana Iva?" Tanya Ayah Gesang.
"Bagaimana ini? Kepala saya sakit memikirkan nya" kata Ayah Gesang.
"Ijin Dan.. saya pun juga begitu" imbuh Danyon.
"Nindy harus kuat, dia harus kembali sama Bang Ricky" Kata Bang Sheta yang baru saja tiba bersama Bang Brigas, ia sudah mendengar seluruh kejadian ini dari Bang Brigas. "Nindy adalah istri sah Bang Ricky."
"Iva siap di ceraikan" ucap Iva lirih sesaat setelah sadar.
Bang Ricky mengepalkan tangannya, bibirnya ingin menjawab namun Nindy pun ikut menjawab. "Tidak ada kata cerai..!! Jika ada yang harus pergi.. itu adalah Nindy. Nindy merusak semuanya"
Tangis Bang Ricky kembali tumpah dalam sesak batinnya. Ada dua hati yang harus ia jaga. "Kalian semua diamlah. Kita manusia biasa. Jalani ketetapan yang sudah Allah berikan..!!"
***
__ADS_1
Lewat tengah malam Bang Ricky mengijinkan Bang Yosh turut menjaga Nindy. Ia pun mengajak Bang Yosh untuk bicara dari hati ke hati sesama pria di taman rumah sakit.
Cemas akan kondisi psikis Iva juga, maka Bang Ricky meminta Iva dan Isy tidur juga di rumah sakit agar dirinya bisa memantau perkembangan apapun dengan mata kepalanya sendiri.
"Ceritakan sama Abang bagaimana keseharian mu dengan Nindy"
"Saya menikahi Nindy setelah satu tahun perkenalan kami, di satu tahun usia Isyad. Nindy adalah wanita yang polos, kalem, pintar, tegas dan keibuan." Jawab Bang Ricky.
"Oyaa??? Saat bersama Abang.. Nindy sangat pecicilan dan banyak tingkah, ada saja kelakuannya yang buat Abang sakit kepala" senyum Bang Ricky mengembang pedih.
"Abang.. dua tahun pernikahan kami. Kurasa Nindy hanya pura-pura bahagia, seakan-akan tidak ada saya dalam hatinya. Dia tidak pernah ekspresif dan lepas mengungkapkan perasaan, termasuk dalam hal.........." Ucap Bang Yosh sembari mengurai senyum pahit.
"Lailaha Illallah.. astagfirullah hal adzim.. rasanya hati ini sakit sekali Yosh" gumam Bang Ricky.
"Mabuk yuk Bang..!!" Ajak Bang Yosh.
"Abang lama sekali sudah nggak menyentuh minuman" jawab jujur Bang Ricky.
"Siapa tau hati kita lega Bang"
.
.
.
.
Jangan spoiler..!!.
.
.
__ADS_1
.
.