Perisai Hati.

Perisai Hati.
55. Kehidupan yang sedang di jalani.


__ADS_3

Jangan spoiler dan percayakan pada author nya..!!


🌹🌹🌹


Tiga tahun berlalu.


"Papaaaaa.." seorang pria kecil berlari memeluk Lettu Yoshef.


"Haii sayang. Sudah makan?" Tanya Bang Yosh.


"Sudah Pa. Mama muntah lagi Pa" lapor si kecil Isyat. Firasat Dewandaru Nama pemberian Bang Yosh untuk putra kecilnya.


"Ya sudah, Abang main dulu ya..!! papa mau lihat Mama"


~


"Kita ke rumah sakit saja ya sayang..!!" Bang Yoshef tak tega melihat Filda begitu lemas menjalani kehamilannya.


Setelah berunding, menimbang dan menanyakan beberapa hal dari pihak terkait maka setahun perkenalan mereka, Bang Yosh memutuskan untuk menikah dengan Filda dan demi untuk membesarkan Isyat maka Bang Yosh memutuskan untuk menunda memiliki momongan. Namun di tahun ke tiga ini, dirinya sudah sangat menginginkan buah hatinya hingga memutuskan untuk menambah momongan.


"Aku nggak apa-apa Bang" Filda sangat lemas sampai untuk berdiri pun rasanya masih sangat berat


"Tapi tetap kita harus periksakan kandungan mu. Kamu sampai lemas begitu sayang" kecemasan Bang Yoshef semakin bertambah karena dirinya akan pindah tugas ke tempat yang baru. Memang hanya menyebrang teluk namun pindah tetap saja menyimpan kerepotan tersendiri apalagi Filda sedang dalam keadaan tidak fit.


//


"Tolong jangan terus baik sama Ivana Bang, Iva sangat takut mengartikan semua kebaikan hati Abang" ucapnya pada Bang Ricky yang sedang menggendong putrinya.


"Saya tidak menyalahkan jika ada rasa di hatimu. Kita sudah menikah Iva" jawab Bang Ricky.


Iva menunduk, Bang Ricky memang sangat baik padanya namun pria itu terlalu mencintai 'mantan' istrinya yang telah tiada. Hingga ia melahirkan putrinya. Bang Ricky masih sering menangis dalam sholat kala mengingat Nindy. Sikap dingin dan kaku selalu ia rasakan setiap harinya. Iva tak tau bagaimana caranya Bang Ricky menahan rindu, hingga lewat empat puluh hari sejak kelahiran Embun Elok Sekartaji, Bang Ricky belum menyentuhnya.


Bang Ricky sangat sadar bahwa setelah menikahi Iva maka dirinya harus melaksanakan kewajibannya sebagai seorang suami, memberikan nafkah lahir dan batin bagi istrinya. Namun hingga kini, dirinya sama sekali belum memberikan nafkah batin untuk sang istri. Ia segera menidurkan baby Isy. Si Embun pagi yang ia harapkan sebagai pelipur lara akan segala rindunya pada Nindy.


"Abang ke Batalyon dulu ya. Kamu istirahat..!!" Bang Ricky berlalu pergi tapi di dalam hatinya mencoba untuk belajar menerima Iva dalam hidupnya. Sekilas kecupan mendarat di kening Iva.


"Bang..!!" Iva menarik tangan Bang Ricky. "Kiranya apa yang bisa membuatmu bahagia. Akan Iva lakukan..!!"


"Melihat 'anak dan istri' Abang bahagia." Jawab Bang Ricky kemudian meninggalkan tempat.

__ADS_1


...


"Kapan Abang akan naikan status Iva. Sudah delapan bulan pernikahan Abang, tapi Abang masih belum melaporkan pernikahan pada staff Batalyon" tegur Bang Brigas.


"Abang belum siap menaikan nama Iva. Gelar Nyonya Rakyan hanya milik Nindy" kata Bang Ricky.


"Bang, musibah tentang Nindy sudah sangat lama. Kami juga sedih.. tiga tahun sudah berlalu. Move on lah Bang, sekarang Abang sudah punya istri.. kasihan istri Abang" Bang Brigas mencoba menasihati Bang Ricky. "Jangan bilang sampai sekarang Abang belum pernah 'tidur' dengan Iva"


Bang Ricky menoleh sekilas.


"Jadi benar Bang?? Tapi Iva juga berhak dapat cinta Abang."


Bang Ricky mengusap wajahnya dengan kasar sembari beristigfar. Sungguh ia tidak sanggup menduakan Nindy. "Abang sangat mencintai adikmu Bri"


"Saya tau Bang, tapi wanita tidak sekuat itu. Kasihanilah Iva..!!" Bujuk Bang Brigas.


//


Entah apa yang di rasakan Filda, jika Bang Yosh sedang menyentuhnya terkadang terasa hambar. Terkadang Filda sering terlintas bayangan sosok pria gagah yang memberinya sensasi rasa yang sulit di ucapkan.


Terdengar leng*han kecil dari bibir Bang Yosh dan itu menandakan bahwa suami Filda itu sudah mencapai pada titik puncak.


"Iya Bang" Filda tetap tersenyum meskipun hatinya terasa kosong.


"Istirahat yang cukup.. persiapan untuk pindah lumayan banyak dek. Kamu pilah saja yang penting. Selanjutnya biar Abang packing, nanti di bantu om-om Taja"


Filda mengangguk. Sampai saat ini dirinya masih bertanya-tanya tentang sesuatu yang sulit ia ingat. "Bang, apa benar dulu suamiku sangat jahat seperti kata Bang Abdul?" Tanya Filda.


"Jangan kamu ingat lagi. Suamimu orang yang baik. Setampan Isyad. Hanya mungkin jodohmu hanya sampai disitu dek" jawab Bang Yosh dengan sabar.


'Maafkan Abang yang tidak berusaha mencari jati dirimu dek. Sungguh Abang sangat mencintai kamu'


"Ya sudah, Abang ada perlu sama Abdul"


"Iya Bang."


//


Bang Ricky mencoba berlapang dada menerima pernikahannya dengan Iva.

__ADS_1


"Abang sudah pulang?" Iva mencium punggung tangan Bang Ricky lalu mengambil jaket dan menggantungnya.


Iva menyadari baru kali ini Bang Ricky mengusap rambutnya.


"Isy bunbun tidur khan?" Tanya Bang Ricky.


Ivi mengangguk menunduk sampai pipinya memerah dan Bang Ricky pun mengangkatnya hingga masuk ke dalam kamar.


~


Bang Ricky sengaja meremangkan cahaya lampu. Ia mencoba mengecup bibir Iva. Sampai setengah jam mencoba.. bahkan tubuh Iva yang sudah terekspos pun belum mampu menaikkan hasratnya.


"Abang kenapa? Kalau belum mau.. nggak apa-apa lain kali saja" ucap Iva.


"Kita harus melakukannya. Abang pun dosa kalau tidak memberikan hak mu" kata Bang Ricky.


"Tapi Abang......."


"Bantu Abang.. kamu pasti tau caranya" pinta Bang Ricky.


~


Bang Ricky berusaha keras menuntaskan hasratnya. Ia sama sekali tidak membuka matanya bahkan untuk menatap Iva lagi. Dalam memori nya hanya ada bayang Nindy. Nindy yang begitu ia cintai.


"Nindyy.. sayaaaang" terlepaslah tanpa sengaja luapan rindu itu hingga membuat Iva terkejut. Sekuat-kuatnya ia menahan tangis.


"Astagfirullah.. Bang Ricky tersadar dan berguling di samping Iva. Setengah mati Bang Ricky panik apalagi air mata Iva sudah berlelehan. Kepalanya langsung terasa pening merasakan penyelesaian yang harus morat marit. "Maaf.. maaf Iva"


"Jika Abang rindu dengan Nindy. Iva bersedia menjadi p*****r mu Bang"


Iva memakai pakaian dengan cepat dan segera keluar dari kamar.


"Ya Allah Tuhan. Laki-laki macam apa aku ini..!! Aku mengkhianati Nindy.. juga menyakiti hati Iva" gumam Bang Ricky begitu frustasi.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2