Perisai Hati.

Perisai Hati.
58. Kacau balau.


__ADS_3

Yang tidak cocok dengan cerita Nara. Silakan skip saja..!!


🌹🌹🌹


"Astagfirullah hal adzim" Bang Adnan terduduk lemas di ranjang Filda saat tanpa sengaja melihat paras wajah istri juniornya untuk pertama kali. "Sungguhkah ini istrimu, namanya Filda?"


"Siap Bang.. benar" jawab tegas Bang Yosh.


Dokter Adnan menggenggam erat ujung pakaian Bang Yosh. "Abang tanya sekali lagi Yosh. Sungguh namanya Filda????"


Kening Bang Yosh berkerut melihat ekspresi wajah sesak dan panik setengah mati dari Bang Adnan. "Sebenarnya ada apa Bang?"


"Kalau dia memang Filda. Kau selamat Yosh. Tapi kalau bukan.. kau akan berurusan dengan Ricky..!!!!"


Bang Yosh semakin tidak paham dengan ucapan Bang Adnan.


"Tolong jelaskan sama saya Bang. Ada apa sebenarnya?" Tanya Bang Yosh.


"Tiga tahun lalu. Kawasan Batalyon terserang banjir. Lettu Hara membawa istrinya dan Istri Danki yaitu Grah Kidung Arianindy bersamanya untuk evakuasi, namun sayang saat itu mobil Lettu Hara tergelincir dan Nindy istri Lettu Ricky terpental dan tenggelam bersama aliran sungai. Saat itu keadaannya sedang hamil besar dan berusia sembilan bulan."


Kini kaki Bang Yosh yang lemas hingga dirinya terduduk di lantai wajahnya pucat dan nyaris pingsan mendengar kabar ini. Bibirnya seakan kelu. Namun sebagai seorang pria, ia harus menanggung seluruh apapun yang terjadi pada hidupnya.


"Yosh.. Ricky berusaha mencarinya sampai nyaris gila. Hampir seniormu itu mati karena kasus Nindy. Kau kemana saja? Kenapa Nindy bisa jadi istrimu???" Tegur Bang Adnan. "Kita harus pertemukan Ricky dan Nindy.


"Tolong beri saya waktu Bang. Saya belum siap. Apalagi Filda.. maksud saya Nindy sedang hamil anak saya"


"Ya Allah Yosh. Jadi benar dia Nindy???? Aku nggak tau bagaimana reaksi Ricky.. apalagi Nindy sedang mengandung anakmu" Bang Adnan ikut stress dengan permasalahan ini.


:


"Filda itu Nindy. Istri Bang Ricky."


"Aah serius lu????" Mata Bang Abdul terbelalak mendengarnya. Ia pun ikut ketakutan pasalnya dulu dirinya lah yang terus memanasi sahabatnya agar menjalin hubungan dengan Filda.

__ADS_1


"Iya pot, Bang Adnan menunjukan foto Nindy saat bersama Bang Ricky. Hatiku sakit sekali Dul" ucap jujur Bang Yosh.


"Duuhh bagaimana ya, sembunyikan saja si Filda.. kita ancam Bang Adnan..!!" Saran Bang Abdul.


"Kau ini bicara apa sih pot. Jangan ngawur..!!"


"Filda hamil anakmu. Kau mau melepasnya begitu saja????" Bang Abdul semakin panik.


"Aku akan bertanggung jawab atas kejadian ini. Aku akan menemui Bang Ricky tapi sebelumnya aku akan memastikan keadaan mental Nindy. Apapun resikonya.. akan kuhadapi termasuk amarah Bang Rick dan segala sanksi yang ada" ucap tegas Bang Yosh.


"Kau jangan bodoh pot. Kau bisa kena pasal perselingkuhan."


"Babak belur pun aku akan terima." Jawab Bang Yosh.


***


Malam hari Bang Yosh memeluk Filda ( Nindy ) yang sudah kembali tidur nyenyak karena obat yang di berikan Bang Adnan lumayan manjur.


Flashback Bang Yosh off..


"Katakan saja kamu suaminya..!!"


"Kau jangan gila Dul dan jangan mengacau cerita. Bagaimana kalau dia meminta hak nya karena menyangka aku suaminya. Aku dan Filda buatanmu ini bisa zina. Pikir pakai otak kau itu..!!" Tegur keras Bang Yosh. Kerasnya suara itu sampai membuat baby Isyad menangis kencang. "Uushh sayaaang.. maaf, papa jahat ya?" bujuk Bang Yosh kemudian mencium pria kecil dalam gendongannya.


"Kau atur saja lah. Pokoknya aku sudah beri saran"


"Saran iblis" Jawab Bang Yosh kesal.


...


"Kepalaku sakit sekali setiap berusaha mengingat diriku Bang. Apakah aku punya suami atau tidak"


"Kalau tidak mampu jangan di paksa. Kesehatanmu lebih penting. Kamu wanita baik-baik. Suamimu pastilah orang baik. Abang sudah mencari tau informasi tentang kamu.. tapi tidak ada hasil" jawab jujur Bang Yosh karena perkiraannya tidak mungkin banjir bandang di pulau sebelah akan menyeret wanita di hadapannya itu sampai kesini.. apalagi dalam keadaan hidup di sungai yang rawan buaya dan hutan dengan hewan buas. "Sekarang jalani hidupmu dengan baik. Kamu aman sama Abang"

__ADS_1


\=\=\=


Bang Yosh asyik bermain bersama Isyad yang saat ini sudah berusia satu tahun. Batita yang lincah dan tegas.


"Ec Cim Papa..!!"


"Waah.. anak Papa minta es krim?? Ayo kita belii" dengan semangat empat lima Bang Yosh menggendong Isyad ke minimarket yang tidak jauh dari rumah kontrakan Filda.


~


"Bang.. jangan terlalu memanjakan Isyad." Tegur Filda.


"Wajar saja kalau demi anak. Abang kerja untuk kalian" jawab Bang Yosh ringan.


Filda menunduk. Ada rasa nyeri dalam hatinya.


"Dek.. sudah satu tahun kita saling mengenal. Abang tidak punya pasangan.. Abang rasa kamu juga tidak ada yang memiliki. Bagaimana kalau kita menikah?" Ajak Bang Yosh memberanikan diri mengungkapkan isi hati.


Filda masih terdiam beberapa saat. Di pandangnya putra semata wayangnya yang begitu dekat dengan Bang Yosh. Selama ini Bang Yosh sudah sangat baik pada dirinya dan Isyad. Seluruh biaya hidup dan segalanya.. Bang Yosh yang menanggung nya hingga tak ada alasan bagi dirinya untuk menolak ajakan Bang Yosh. "Iya Bang, aku bersedia." Jawab Filda.


Flashback Bang Yosh end..


'Ya Allah.. ampuni segala dosaku. Jika memang Kau sudahi jodohku dengannya. Tolong jaga dia. Jangan berikan tangis padanya. Aku akan belajar ikhlas.. asal dia selalu bahagia.'


"Sayaang..!!" Bang Yosh menciumi wajah Nindy lalu mendekapnya, tangan itu mengusap perut perut Nindy yang masih rata. Bukan hal mudah untuknya bersiap merelakan dua tahun pernikahan 'semu' yang sudah ia jalani.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2