Perisai Hati.

Perisai Hati.
59. Sedalam lautan.


__ADS_3

"Ada apa? Kenapa harus menghadap?" Tanya Bang Ricky melihat raut wajah pucat Lettu Yoshef. Apalagi Bang Yosh terus menatap foto Nindy yang ada di atas meja.


"Sebelumnya saya mohon maaf Bang. Apa benar istri Abang pernah tenggelam saat hamil besar?"


Bang Ricky menelisik raut wajah Bang Yosh. Seperti ada yang di sembunyikan pria tersebut. "Memangnya ada apa?"


"Ijin Abang.. tiga tahun lalu, saya menemukan wanita mengambang dalam keadaan hamil di muara sungai menuju ke lautan lepas. Kapal boat saya menyelamatkannya"


"Benarkah Yosh? Lalu dimana wanita itu sekarang??" Tanya Bang Ricky berdiri. Sikapnya penuh dengan emosi.


"Dia.." Bang Yosh kembali menatap foto Nindy. "Ada bersama saya. Istri saya"


"Apa katamu Yosh????????" Seketika Bang Ricky menarik kerah seragam Bang Yosh dan menghajarnya berkali-kali. Emosinya tidak dapat di bendung. Seisi ruangan hancur berantakan karena perkelahian itu


Mendengar ada keributan, Bang Hara dan Bang Ludoyo yang tidak sengaja melintas pun segera membuka pintu ruangan Bang Ricky.


"Astagfirullah Bang, ada apa Bang??? Kenapa berkelahi??" Bang Hara menyergap Bang Ricky agar tidak terus kalap menghajar Bang Yosh.


"B******n kau Yosh. Apa kau tidak berusaha mencari tau asal usulnya. Kenapa kamu menikahi istri saya???????" Emosi Bang Ricky memuncak hingga matanya ikut memerah karena amarah.


"Istighfar Abang..!!" Sebisa mungkin Bang Hara menenangkan Bang Ricky.


"Nindy hilang ingatan Bang. Tidak bisa mengingat apa yang sudah terjadi. Saat saya menemukannya. Keningnya terluka dan mengucur darah. Perutnya sudah menegang dan saat itulah persalinannya. Saya membantunya." Kata Bang Yosh tanpa ada yang ditutupi.


Saat itu Bang Abdul membuka pintu ruangan, ia menurunkan pria kecil dari gendongannya. Kaki kecil itu berlari, bukan menghampiri Bang Yosh, pria kecil itu mendekati Bang Ricky lalu memeluknya. "Firasat Dewandaru.. putra dari Nindy. Yang berarti putra dari Kapten Ricky. Putra Abang dan Nindy."


"Allahu Akbar.." tangis Bang Ricky pecah, ia menekuk lututnya menyambut putra kecil yang berlarian ke arahnya. "Anakku, ini Papa sayang" Bang Ricky memeluk erat tubuh putra yang sangat ia rindukan. "Saya ini Papa kamu"


Isyad terus mengamati wajah Bang Ricky lalu menyentuh pipinya yang sudah tumbuh bulu halus. "Papa.. Isyad sayang Papa"


Pecah tangis Bang Ricky tak melepaskan pelukannya. "Maafkan Papa yang tidak sigap mencarimu dan Mama"

__ADS_1


-_-_-_-_-


Malam hari Papa Gesang tiba. Ia sudah mendengar laporan dari Bang Ricky tentang Nindy yang telah kembali namun telah menjadi istri dari Lettu Yoshef.


"Tahan dirimu Ricky..!!" Papa duduk berhadapan langsung dengan Bang Yoshef dan Bang Ricky. Beliau meminta Bang Ricky untuk duduk kembali. "Kejadian ini sangat pelik. Tanpa sengaja Nindy menikah dengan Yoshef.. dan kamu telah menikah dengan Iva. Kita harus berhati-hati menyelesaikan masalah ini. Apalagi ini menyangkut perasaan wanita, hati mereka rapuh dan sensitif"


"Aku ingin melihat keadaan Nindy Pa"


"Jangan dulu Ric. Situasi saat ini belum tepat." Larang Papa Gesang.


"Paaa.. tolong..!!"


"Saya belum mengijinkan. Nindy sedang hamil muda. Saya mencemaskan kandungannya" ucap jujur Bang Yosh.


"Saya masih sah suaminya Yosh." Bentak Bang Ricky.


"Abang juga punya Iva yang harus Abang pikirkan" kata Bang Yosh mengingatkan.


"Ijinkan Bang Ricky melihatnya meskipun dari jauh. Saya paham betul perasaan Bang Ricky."


...


"Kalau nggak pusing, coba kamu keluar dari rumah.. hirup udara segar sebentar saja" bujuk Bang Yosh sebab pastinya Nindy hanya tidur saja karena mual awal kehamilan. Bang Ricky dengan hati cemas menunggunya di depan teras rumah Bang Ganesha.


"Iya Bang, aku keluar..!!"


Nindy membuka pintu dan duduk di teras rumah.


Mata Bang Ricky terbuka lebar.


POV Bang Ricky on..

__ADS_1


"Nindy......" Aku beranjak dari tempat duduk ku namun Hara dan Ganesha menahan tubuhku.


"Abang janji untuk tidak gegabah. Di perut Nindy ada calon bayiku Bang..!!" Yosh menegurku dan hatiku sangat sakit.


Nindy istriku begitu dekat denganku namun aku tak bisa menyentuhnya. Berat ku rasakan, batinku terguncang mendengar kabar istriku telah menikah dan mengandung janin pria lain.


"Ricky.. kamu juga punya Iva" Papa Gesang ikut menegurku. Dua kali lipat aku terpukul dengan keadaanku. Siapa yang tau takdir Tuhan sampai delapan bulan yang lalu aku menikahi Iva. Seorang wanita yang malam itu mengalami tindak perkos*an.


Flashback Bang Ricky on..


"Ivaaa.." Iva tak sadarkan diri usai mengetahui dirinya hamil hasil dari perkos*an. "Bagaimana ini Ad??" Tanyaku mencemaskan Iva.


"Dia pasti syok sekali Rick. Tapi.. kenapa kamu selalu mencemaskan dia? Bukankah selama ini Iva juga tidak bersikap yang membuatmu harus menikahi dia"


"Jujur aku selalu teringat Nindy. Jadi aku tidak tega melihat wanita mengalami hal seperti ini" jawabku.


"Lalu bagaimana? Kamu mau membantu dia bagaimana lagi?"


"Anak ini pasti sangat butuh ayah. Biar aku menikahi Iva saja. Setidaknya ada kejelasan hukum untuk anak ini.. kamu tolong redam segala simpang siur yang ada. Kasihan Iva jika harus menanggung beban yang berat. Keluarga sudah menolaknya" aku menjelaskan alasanku dengan lugas.


\=\=\=


Tak ada rasa dari hatiku untuk Iva, jadi apapun itu.. aku tidak pernah tergoda sedikitpun untuk menyentuh Iva. Yang aku ingat, aku hanya memenuhi beberapa kebutuhan layaknya kewajiban ku sebagai seorang suami. Terkadang aku menemani tidurnya jika dia sedang tidak bisa tidur karena tubuhnya lelah dan aku murni hanya menemaninya tanpa menginginkan hal yang lain. Tanpa sentuhan.. tanpa belaian pada Iva.. wanita yang kunikahi karena rasa kasihan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2