Perisai Hati.

Perisai Hati.
57. Pertemuan ( 1 ).


__ADS_3

Filda memegangi perutnya. Sejak kehamilan keduanya ini, ia merasa tidak pernah sehat. Ia mengingat segala sesuatu tentang kehamilannya yang pertama namun tidak bisa mengingat apa saja yang terjadi pada hidupnya.


"Ada apa sayang?"


"Perutku sakit sekali Bang" ucap jujur Filda.


"Ya sudah kamu diam saja dan jangan buat macam-macam. Abang yang selesaikan" kata Bang Yosh kemudian mengangkat Filda ke dalam kamar.


:


"Filda sakit lagi Dul"


"Aduuhh.. selama hamil dia lemas sekali. Apa bisa ikut acara pindah via darat" tanya Bang Abdul.


"Insya Allah.. nanti aku yang kendarai sendiri mobilnya biar bisa mengontrol perjalanan." Jawab Bang Yosh.


"Biar aku saja yang bawa. Kamu jaga Isyad dan Filda. Malas juga aku naik truk." Kata Bang Abdul yang ikut mendapat skep pindah ke Batalyon.


"Baiklah kalau begitu. Thank's ya bro"


"Iyaaa.. kamu seperti sama siapa aja" jawab Bang Abdul.


\=\=\=


Tiga minggu kemudian.


"Jam berapa rombongan Danki A?" Tanya Bang Ricky.


"Ijin.. sudah mau memasuki area Batalyon. Istri Lettu Yoshef sedang hamil muda jadi beliau memutuskan datang menggunakan mobil pribadi." Jawab Bang Ludoyo secara formal.


"Ya sudah, rumah dinas sudah siap khan?" Tanya Bang Ricky lagi.


"Siap.. sudah Abang"


:


Seorang anak laki-laki berlari saat baru saja turun dari mobil.


"Isyad.. jangan lari-lari le, nanti jatuh..!!" Kata Bang Yosh yang saat itu hendak membantu Filda untuk turun dari mobil.


Belum sampai mulut Bang Yosh tertutup.. Isyad kecil terjungkal hingga lututnya terluka.


"Astagfirullah, kamu disini dulu ya sayang. Abang lihat keadaan Isyad dulu..!!"


Filda hanya mengangguk karena setiap membuka mata, rasa mual dan pusing langsung menyerangnya.


Tanpa banyak basa-basi Bang Ricky yang ada disana langsung mengangkatnya. "Heeii jagoan. Nggak boleh nangis donk." Bujuk Bang Ricky.


Seketika tangis Isyad berhenti dan bersandar di bahu Bang Ricky.


Entah kenapa pelukan kecil itu sangat mengena di hati Bang Ricky. "Siapa namamu?" Tanya Bang Ricky.

__ADS_1


"Abang Isyad"


"Oohh.. pakai Abang segala ya?" Bang Ricky tersenyum mendengar ketegasan pria kecil itu.


Bang Yosh pun berdiri di hadapan Bang Ricky. "Selamat siang Abang. Ijin menghadap..!!"


"Alaah Yosh.. santai saja sama saya. Istrimu mabuk ya?"


"Siap Bang, nggak kuat jalan. Mohon maaf belum bisa berkenalan dengan istri Abang."


"Lanjut saja Yosh.. rawat istrimu dulu. Saya nggak ada istri" jawab Bang Ricky santai.


"Si_ap Bang" Bang Yosh sedikit ternganga melihat Isyad anteng dalam gendongan Bang Ricky.


"Sudah sana. Biar saya sama Isyad"


:


Bang Ricky terus memperhatikan paras wajah Isyad kecil. Jantungnya berdegup kencang tanpa bisa di kendalikan.


"Bang.. seluruh barang ini......... Astagfirullah.. ini anak Si Yoshef Bang????" Tanya Om Ludoyo.


"Iya.. kenapa? Kamu kaget??" Bang Ricky balik bertanya.


"I_ya Bang. Wajahnya mirip sekali sama Abang" jawab Bang Ludoyo masih melebarkan bingkai matanya.


"Doyoookk.. pinjam charger donk..!!" Teriak Bang Abdul tanpa permisi masuk ke ruangan Bang Ricky yang ia sangka adalah ruangan littingnya. "Selamat sore Abang. Lettu Abdul ijin menghadap..!!" Bang Abdul merasa jantungan saat pertama kali melihat paras wajah senior dan putra littingnya sangat mirip dengan Bang Ricky.


"Ijin Abang.. namanya Filda"


Bang Ricky mengangguk. Perhatiannya kemudian tertuju pada Isyad yang sedang makan nasi kotak jatah makan siang Bang Ricky usai kegiatan pertemuan antar Matra tadi siang.


Si kecil Isyad sangat pintar makan ayam lalapan tapi menyingkirkan kacang panjang mentah sama seperti dirinya. "Nggak pedas Bang?" Bang Ricky ingin membantu menyingkirkan sambal tapi si kecil Isyad menyentil tangannya.


"Abang Isyad suka" jawabnya.


"Maaf Bang" kata Bang Ricky menyimpan senyumnya.


"Apa aku salah. Galaknya mirip Abang" kata Bang Ludoyo.


"Kalau anak Abang masih ada. Pasti sudah sebesar Isyad" Bang Ricky membelai rambut Isyad, rambut berjambul kuncung sama seperti dirinya.


Bang Abdul diam seribu bahasa. Kakinya sampai lemas.


:


Bang Abdul menggendong Isyad untuk pulang ke rumah dinas barunya. Sepanjang jalan otaknya berpikir keras.


"Yookk.. Apa tadi maksudnya Bang Ricky. Memangnya anak Bang Ricky kemana?" Selidik Bang Abdul.


"Oohh.. istri Bang Ricky kecelakaan. Jadilah sekarang Bang Ricky jadi duda" jawab Bang Ludoyo.

__ADS_1


"Oohh.." Bang Abdul merasa lega karena dugaan nya ternyata salah.


-_-_-_-


Iva membuka pintu rumah kontrakannya. Tidak biasanya Bang Ricky pulang sampai semalam ini. "Tumben malam sekali Bang. Ada apa?"


"Ada anggota baru. Jadi Abang bantu untuk siapkan inventaris nya" jawab jujur Bang Ricky. "Isy dimana?"


"Di kamar" jawab Iva.


"Abang mandi dulu baru main sama Isy. Abang kangen anak wedhok" Bang Ricky segera menuju kamar mandi.


~


Guyuran air mengembangkan senyum Bang Ricky. Wajah si kecil Isyad selalu terbayang menambah semangatnya bahkan rasa lelahnya tak terasa meskipun seharian ini dirinya bekerja.


"Kamu semangatnya Om Ricky" gumamnya.


~


Telaten Bang Ricky merawat Isy, selalu di peluknya gadis kecil itu dengan sayang. Putri yang ia dapatkan dari Iva.


"Biar sama Iva Bang, Abang istirahat saja..!!"


"Abang nggak capek. Senang sekali rasanya main sama anak" jawab Bang Ricky.


Senyum Iva mengembang. "Terima kasih banyak ya Bang. Abang mau sayang sama Iva dan Isy"


"Apa semua rasa terima kasih itu penting. Kamu dan Isy adalah bagian dari hidup Abang. Sudah sewajarnya Abang sayang sama kalian"


//


Filda baru bisa membuka matanya dan melihat ke sekeliling rumah. Ia merasa pernah melihat bentuk bangunan tersebut, tapi entah dimana dan kapan.


"Kenapa sayang?" Bang Yosh memeluk Filda dari belakang.


"Hmm.. aku seperti pernah melihat bentuk bangunan seperti ini. Ini dimana ya Bang?" Tanya Filda.


"Batalyon tempur 005."


Filda merasa samar seperti pernah mendengar nama itu. Tiga tahun lamanya ia lebih banyak berada di rumah dan bermain dengan Isyad hingga melupakan banyak interaksi dengan dunia luar.


"Aaaghh" Tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut dan ia mengalami sakit yang sangat menyakitkan.


"Sayang.. kamu kenapa?" Bang Yosh panik dan menghadapkan tubuh Filda agar menghadapnya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2