
"Iva punya harga diri. Iva tidak mau mengemis lagi. Iva minta Abang ceraikan..!!"
Bang Ricky menarik nafas dalam-dalam. Kemudian sejenak menatap wajah Ayah mertuanya.
"Pikirkan jika semua masih terasa berat Rick..!!" Saran Ayah Gesang.
"Tidak Yah, hati saya sudah mantap. Dalam hidup saya hanya ada Nindy seorang..!!" Jawab Bang Ricky.
Bang Ricky pun berdiri di hadapan Iva.
"Maafkan Abang ya Iva. Abang tidak bermaksud menjadikan kamu sebagai wanita bernasib buruk. Abang harap kamu mengerti..!!"
"Iva ngerti Bang"
Bang Ricky memegang puncak kepala Iva. "Ivana binti Mahmud.. mulai detik ini.. tanggal............ secara sadar, di hadapan para saksi, saya menjatuhkan talak padamu. Mulai detik ini juga.. kamu bukan istri saya lagi dan dirimu.. haram untuk saya sentuh."
"Terima kasih Bang" Iva menangis namun saat itu Nindy malah kembali tak sadarkan diri.
"Nindy..!!" Panik pun beralih pada Nindy.
"Ijin Abang.. bolehkah saya membawa Iva dan Isy pergi?" Tanya Bang Ludoyo.
Mata Bang Ricky menangkap sinyal hijau dari Bang Ludoyo.
"Berani sekali kamu Doy??" Bang Ricky menguji Bang Ricky.
"Mohon ijin Abang. Saya tidak bermaksud untuk..............."
"Silakan.. kalian sudah sama-sama dewasa, bicarakan juga secara dewasa. Kita lanjut bicara nanti. Abang harus mengurus istri dulu..!!" Kata Bang Ricky.
"Siap..!!"
"Iva pun berjalan menuju kamarnya."
:
"Nggak perlu di rawat. Asalkan jangan memberi beban pikiran lebih."
"Ijin Abang. Biarkan saya memberi kejelasan status untuk Nindy" Bang Yosh berdiri di hadapan Bang Ricky seakan tanpa beban lagi."
"Beri waktu sebentar. Nindy belum stabil" kata Bang Brigas tidak tega melihat adik perempuannya.
"Biarkan satu kali sakit Bi. Nanti Saya yang akan tanggung jawab segala akibatnya. Hati saya juga hancur lebur melihat istri seperti ini.. Nindy juga sudah hamil anak saya...!!" Jawab Bang Ricky.
__ADS_1
"Bang Ricky benar" Imbuh Bang Ganesha.
~
"Saya kembalikan status aslimu. Grah Kidung Arianindy. Mulai sekarang kamu bukanlah Filda istri saya.. melainkan Nindy istri saudara Rakyan Ger Saba dan mulai detik ini juga... Kamu.. haram untuk saya sentuh."
Berbeda dengan Bang Ricky. Bang Yosh lebih terlihat emosional.
"Terima kasih banyak atas kebesaran hatimu Yosh" kata Bang Ricky.
bruugghh..
"Ya Allah.. Deekk..!!" Untuk kesekian kalinya Nindy yang tidak sadarkan diri membuat seluruh keluarga panik.
:
"Ini biasa Ricky.." Bang Adnan sampai bingung harus menjelaskan pada Bang Ricky agar sahabatnya itu tenang.
"Bayinya gimana??" Tanya Bang Ricky.
"Masih calon bayi Rick" Bang Adnan membenahi kata Bang Ricky yang salah.
"Jangan macam-macam kau ya..!! Ini anakku. Buka telingamu.. ini anakku..!!" Bang Ricky langsung tersulut emosi mendengar jawaban Bang Adnan.
"Baaang.. sabar Baanng" Bang Brigas mendekap seniornya agar jauh lebih tenang.
"Iya Bang.. Itu anak Abang" Bang Brigas mengusap punggung Bang Ricky.
Ayah Gesang hanya tersenyum saja. Dulu pun dirinya juga mengalami masa yang sama seperti menantunya, memikirkan istri yang sedang hamil membuat kecemasan tersendiri apalagi anak dan menantunya baru saja melewati masa yang sulit.
"Baru kali ini, aku yang berprofesi sebagai seorang dokter malah kena maki pasien yang tidak pintar tapi ngomel" kata Bang Adnan.
Bang Ricky sudah hampir melayangkan bogem mentah tapi Bang Adnan mengacungkan suntikan ke arah Bang Ricky. "Berani kau maju, ku buat syaraf tubuhmu lumpuh. Ayo maju sini..!!!!!" Ancam Bang Adnan.
"Baaang.." Nindy memegangi perut dan kepalanya.
"Dalem sayangku" suara Bang Ricky begitu lembut menghilangkan jejak amarah yang baru saja terlukis di wajahnya.
"Nindy hauus"
"Sayang mau minum apa??" Tanya Bang Ricky.
Mata Bang Adnan terbuka lebar melihat perubahan drastis dari sikap Bang Ricky.
__ADS_1
"Es jeruk." Jawab Nindy.
"Sebentar ya, Abang buatkan" Bang Ricky mengacak rambut Nindy kemudian berjalan menuju dapur.
~
"Hhhkkk.."
Panik kembali menyerang Bang Ricky.
"Makanya di lihat dulu Rick. Di lemari es ada jeruk nipis, jeruk lemon dan jeruk sambal. Kenapa kamu ambil jeruk sambal??" Kata Ayah Gesang.
"Mana saya tau Yah, yang jelas semua ini khan jeruk" jawab Bang Ricky.
"Rasanya pahiiit Bang" protes Nindy.
"Maaf dek. Abang nggak tau kalau nggak sembarang jeruk bisa di buat minuman. Lain kali Abang belajar lagi..!!" Jawab Bang Ricky.
"Mau Abang yang buat es jeruk?" Bang Yosh menawarkan diri.
Ekor mata elang Bang Ricky langsung melirik juniornya. Rasa panas langsung menggelayut dalam hatinya.
"Iya Bang"
"Ijin Bang.. boleh saya buat di dapur?" Tanya Bang Yosh.
"Hmm.." Bang Ricky menjawab dengan malas.
~
"Enak?" Tanya Bang Yosh.
"Enak Bang, Nindy suka" Wajah Nindy pun seketika jauh lebih segar.
"Sebenarnya Abang juga bisa buatnya. Hanya saja Abang tidak tau jenisnya" gerutu Bang Ricky.
"Abang memang tidak pandai buat es jeruk. Tapi Abang ngaduknya rata kok. Nindy juga suka" jawab Nindy.
"Tadi katanya pahit?????" Bang Ricky masih saja ketus dengan wajah cemberutnya.
.
.
__ADS_1
.
.