
Bang Ricky duduk merokok sendirian di belakang rumah. Ia merasa sampai saat ini Yosh masih memberi perhatian lebih pada Nindy istrinya. Baru saja masalah terlepas dari hidupnya namun kini dirinya harus merasakan kesal karena Yosh seakan masih mencintai Nindy.
Memang hanya masalah sepele. Tapi memberi perhatian pada istri orang bukanlah hal yang sepele.
'Kalau sampai Yosh berani memberi perhatian dan mengharap cinta Nindy lagi. Dia akan benar-benar aku bunuh..!!!!'
Rasa emosi Bang Ricky masih sangat melekat erat dalam hatinya. Rasa cemburunya pada Yosh sudah membuatnya hampir gila padahal ia pun sudah tau bagaimana awal mula kedekatan juniornya itu pada Nindy. Tapi tetap saja dalamnya hati manusia tidak bisa di kendalikan.
Sesak di dalam dada Bang Ricky kian menjadi hanya karena segelas es jeruk.
"Bang, kenapa menyendiri disini?" Sapa Bang Ganesha.
"Cari angin saja" jawab Bang Ricky.
Bang Ganesha tersenyum mendengarnya. "Angin kok di cari Bang? Sudah dingin begini"
Bang Ricky ikut tersenyum, senyum yang kecut dan pahit.
"Yosh tidak akan seberani itu mencari perhatian Nindy lagi" kata Bang Ganesha. "Sudahlah Bang, nggak usah cemburuan. Yang penting sekarang Nindy sudah seutuhnya milik Abang"
"Iya.. Abang paham." Jawab Bang Ricky. "Oiya.. Abang mau buat acara untuk Nindy, sudah bilang Danyon. Kamu tolong bantu ya...!!"
"Siaap Abang. Dengan senang hati, tapi sabar sebentar ya Bang. Bumil saya minta di belikan ayam geprek."
"Siipp.. cepat belikan..!!"
...
Kehamilan Nindy kali ini benar-benar lemah, tidak hanya Ibunya, tapi kandungan Nindy pun masuk kategori pengawasan.
"Apa tidak masalah kalau Nindy seperti ini? Sepertinya ini gara-gara es jeruk buatannya Yosh" kata Bang Ricky mulai tak bisa berpikir positif.
"Salah.. yang benar itu gara-gara es jeruk buatanmu..!!" Jawab dokter menanggapi kecemburuan sahabatnya. Ini sudah kali ke lima Bang Ricky menghubunginya hanya untuk mengontrol keadaan Nindy yang sejak kemarin tiba-tiba drop atau bahkan sampai pingsan.
"Kau ini sahabatku atau bukan?"
"Justru karena aku sahabatmu, aku mengingatkan. Masa kamu mencemburui si Yosh. Yang benar saja" kata Bang Adnan.
"Tiga tahun dia membawa istriku, dua tahun Yosh menikahinya. Sampai hamil pot. Kau tau rasanya jadi aku?? Aku bukannya tidak punya rasa terima kasih karena dia sudah menolong anak dan istriku. Tapi..........."
"Bang.. Nindy sadar.. jangan bicara macam-macam..!!" Tegur Bang Brigas.
Bang Ricky pun menghentikan ucapannya dan langsung terfokus pada Nindy.
"Dek.. Bagaimana rasanya?" Tanya Bang Ricky.
"Nggak ada rasanya, hanya lemas saja Bang" jawab Nindy.
__ADS_1
"Kamu mau apa? Apa kabulkan... yang penting kamu sehat dulu." Janji Bang Ricky.
"Beneran Bang?" Tanya Nindy.
"Iya.. pokoknya kamu harus sehat..!!" Bang Ricky mengusap perut Nindy. "Oya, nanti malam Abang ada perlu. Nggak apa-apa khan kalau Abang tinggal?"
Nindy mengangguk karena memang pastinya Bang Ricky juga membutuhkan privasi untuk pekerjaan nya.
Bang Ricky tersenyum kemudian mengecup kening Nindy.
-_-_-_-_-
Malam hari ada telepon masuk ke ponsel Nindy. Suara seorang di seberang sana terdengar sangat ribut.
"Maaf, dengan siapa saya bicara?" Tanya Nindy.
"Maaf Bu, kami dari petugas rumah sakit.. mau mengabarkan bahwa Pak Ricky baru terlibat kecelakaan dan ini sedang menuju Batalyon.
"Kecelakaan??? Kenapa harus ke Batalyon?? Kenapa tidak di tangani di rumah sakit??????" Nindy panik sampai perutnya terasa kencang dan kram.
Ayah Gesang melirik Nindy. Beliau sudah cemas saja karena Nindy sudah sangat pucat apalagi Bang Ganesha, hatinya pun sudah gelisah.
"Ricky pasti baik-baik saja ndhuk..!!" Bujuk ayah Gesang.
"Iya sayang, suamimu pria yang kuat" kata Mama Nasha.
...
"Jangan lari dek...!!!!" Bang Brigas ikut berlari karena takut Nindy akan terpeleset.
"Bang Rick......" Nindy sangat takut kepada Bang Ricky semakin parah. Isakan sesak tangisnya begitu menyedihkan.
Blaaaapp..
Lampu gedung menyala terang.
"Selamat datang kembali Ibu Ricky..!!!"
Nindy menoleh kesana kemari kebingungan juga mencari sosok Bang Ricky. Hiasan gedung yang begitu indah sungguh membuat hati Nindy terharu.
SERIBU SERATUS HARI NAFAS INI NYARIS TAK TERHELA KARENAMU, HIDUPKU HAMPA TANPA DIRIMU. DENYUT NADI SEAKAN HILANG MEMIKIRKAN MU DAN AKU SEMPAT INGIN MENGAKHIRI HIDUPKU TANPAMU.
"Sebucin itukah suamiku??" Tanya Nindy sembari menghapus air matanya.
Bang Ricky terdiam. Kali ini jujur ia katakan di hadapan semua orang, mempertaruhkan rasa malu dan harga dirinya. Jika memang dirinya pernah berada dalam titik terendah dalam hidupnya. Merasakan kehilangan Nindy adalah pukulan yang amat sangat berat, yang pernah ia terima seumur hidupnya.
Senyum tipis mengulas wajahnya. "Mencintai istri, hukumnya wajib. Kalau bisa.. mengalahkan cinta mas bujangan di sudut sana. Sah saja khan mencintai istri sendiri???"
__ADS_1
Tak lama beberapa anggota mengenakan pakaian batik membawa banyak hantaran dan berjajar masuk ke dalam ruang gedung.
Bang Ricky mengambil cincin dari sebuah kotak kecil yang di serahkan anggotanya.
"Untuk cantiknya Abang yang pengen di lamar..!! Maukah kamu mendampingiku di sepanjang usiaku?" Tanya Bang Ricky.
Nindy mengangguk dalam tangisnya.
Bang Ricky memasangkan cincin tersebut di jari manis Nindy kemudian mengambil lagi satu set perhiasan lengkap dengan tumpukan uang di dalam kotak. "Untuk istri Abang. Terima kasih atas segala lelah dan jerih payahmu. Abang sangat menyayangimu."
"Terima kasih banyak Bang" kata Nindy.
Bang Ricky pun memeluk Nindy. "Jangan pernah tinggalkan Abang lagi ya dek. Kita harus kuat menghadapi segala tantangan apapun yang terjadi dalam rumah tangga kita..!!"
"Iya Bang..!!"
"Paa.. adiknya Bang Isyad perempuan ya..!!" Pinta Isyad kecil memecah kesunyian di antara Papa dan Mama.
.
.
.
.
~End~
.
.
.
.
Haaii.. thank's ya kakak semua atas semua dukungan untuk karya Nara. Mohon maaf harus end di bab 72. Kurang greget ya??? Nara tau sama sekali tidak ada gregetnya. Makanya.. Usahakan silent readers muncul ya. Jangan hanya waktu ada konflik berat karena jengkel. Biar author nya semangat.
Kenapa tamat??? Ya karena Nara akan lanjut di PERISAI HATI Sesion 2. Tetap dengan konflik yang naik turun. Siapkan mental ya..!!" 🥰😘
.
.
.
.
__ADS_1