
Jam 18:00
RS Budi Luhur
kamar Vip Dahlia
Carlos memarkirkan motornya di parkiran lalu membawa kantongan berisi buah dan susu ke kamar Rara.
Saat menemukan kamarnya dan mengetuk pintu, ia memasang wajah datar melihat H4 ada di ruangan itu bersama dengan Patrick dan Vyora
"Shalom Om Tante, Saya Carlos temen sekelas rara" salam carlos sambil menunduk hormat
"Shalom" kedua orangtua itu bergegas bangkit dan menghampiri carlos, mata vyora berkaca kaca , patrick juga membeku . carlos kebingungan
"Nak maukah melepas kacamatamu" tanya vyora , carlos mengangguk dan melepas kacamatanya
"Nak kau tampan sekali, bener bener sangat tampan" vyora meneteskan airmatanya
"Benar kamu amat tampan nak" puji patrick dengan mata berkaca kaca
"Maaf kalo carlos punya salah, maaf membuat tante menangis" ucap carlos tak enak hati
"Bukan.. bukan nak... kami menangis karena wajahmu mengingatkan kami pada sahabat kami yang lama tak bertemu" jawab patrick cepat
"Oh maaf.. saya kira.. saya menyakiti tante, wajah setampan saya memang pasaran sih, sering muncul kembaran saya di film drama korea hahaha"
jawabnya tengil mencoba mencairkan suasana . dua orangtua itu tertawa dan memukul lengan carlos . carlos ikut tertawa
"Panggil papi dan mami , jangan panggil tante , salah panggil kena jewer loh" omel vyora selesai nangis.
melihat ketampanan carlos tanpa kacamata ditambah senyum dan tawanya yang hangat dan tengil. membuat rara maupun H4 terkesima , carlos yang menyadari buru buru mengenakan kacamatanya kembali
"ah ya mami ini sedikit bekal untuk rara" ucap carlos menyerahkan plastik berisi buah, susu, milo, roti
"bahkan buah tangan besuk pun sama dengan haekal" gumam patrick di telinga vyora
"Buat apa repot repot membawa makanan, kamu hadir saja kami sudah senang nak" ucap patrick antusias,
carlos hanya mengangguk sopan
ia berjalan menghampiri rara "sakit apa?" tanyanya sendu
"Papi mami cari makanan dulu, nanti kembali" kata patrick dan vyora membiarkan mereka mengobrol bebas
"hanya typus gapapa, lusa bisa pulang" jawab rara lirih ,
tapi ia terkejut melihat lebam di wajah carlos ia segera merabanya. "Ishhhh" desis carlos menahan sakit
TOK TOK TOK
ricko, yeriko, lazarus, nath memasuki ruangan
"hei kau disini?" tanya ricko
"Rara kau sudah enakan? lekas sembuh ya" ucap nath memeluk rara
"Hi aku baik baik saja, kalian duduk dulu ya" kata rara lemah , mau turun ranjang.
"tetap disitu dan jangan turun" perintah carlos pelan tapi tegas. rara segera berbaring setengah duduk kembali.
"iya kau baring saja ra, kami duduk disini" kata lazarus
"ini buah buahan, aku simpan di laci ya " ucap nath , rara mengangguk
"Gogo kau belum memberitauku siapa yang memukul wajahmu" tanya rara kembali mengelus wajah carlos
carlos menunjuk felix "kakak el mu memukuliku" carlos memasang wajah sangat sedih sambil melirik H4, mereka terkejut
"kenapa kau memukul carlos" tanya rara tajam pada felix
__ADS_1
"Aku.. Aku.." felix bingung
ricko, lazarus, yeriko terbahak bahak
"Aku bercanda, dia menendang pintu kelas dan kena wajahku secara tak sengaja" rara menghela nafas lega
"Kau hati hatilah gogo" ucap rara mengusap wajahnya "kau sudah jelek makin jelek"
carlos melotot, "kalau aku jelek siapa yang ganteng? kakak el mu?" tanyanya merajuk
nath terbahak bahak mendengarnya, felix mendengus
"drama supaya disayang rara huh" umpatnya. lazarus terbahak bahak "seperti dia dianiaya aku saja, padahal aku yang dianiaya dia"
"siapa menganiayamu kak el?" tanya rara
"Aku dianiaya dia" felix mengadu pada rara
"kau jangan berdusta, kau tak menganiaya orang saja sudah bagus" cebik rara. ricko cs terbahak bahak
"benar ra.. dia tak menganiaya orang saja sudah bagus" kata yeriko sambil tertawa. felix menatap tajam pada yeriko . yang di tatap hanya tertawa
"kau pandai drama" cibir kendrick pada carlos "aku drama apa bro?" tanya carlos polos
"kalian di rumah sakit juga mau buli gogo?" tanya rara datar . kendrick mendengus
Akhirnya H4 dan S4 permisi pulang, tampak orangtua rara didepan kamar rara langsung berdiri menemui mereka
"Mih pih, carlos pulang dulu" pamit carlos sopan. "mainlah ke rumah nak, papi mami menunggumu" ucap patrick "baik pih mih" carlos menunduk sopan
"Terima kasih bungkusan dan jengukan kalian semua nak" ucap patrick dan vyora bersamaan
"ok tante om, kami pamit ya"
akhirnya mereka pulang semua, dua orangtua itu masuk ke kamar rara..
vyora meneteskan air mata , patrick memeluknya
"benar, ia tampan sekali" puji patrick "tapi anak kita juga berkacamata palsu" sambungnya dengan wajah datar. vyora memukuli dada suaminya. suaminya dan rara tertawa
Diluar sana, Carlos menaiki CBR 250 CC warna merahnya, belum sempat mengenakan helm full face nya, Lazarus sudah mengejeknya duluan
"Woii yang ke rumah sakit ga takut habis BBM" sindir lazarus, semua terbahak bahak mendengar sindiran lazarus
"Sayang sih BBM nya, tapi mau gimana lagi? Sepedaku di rusak mereka" tunjuk carlos pada H4 yang menatap motor carlos dengan shock.
"Tagih BBM nya sekalian sama mereka bro" ledek yeriko lagi
"Ngga ah, cukup sepedaku aja mereka gantiin, mereka ga minta aku naik motor, aku sendiri yang mau naik kan?" jawab carlos datar
"Dasar sok miskin, mau langsung pulang atau nongkrong?" tanya ricko
"Pulang aja, besok harus cepet bangun, aku naik angkot ke sekolah nungguin sepedaku dikelarin sama mereka" ucap carlos menunjuk H4 dengan dagunya
"Besok sekali aja naik motor ke sekolah napa sih?" tanya nath. carlos menggeleng
"Dia takut si cupu jealous" jawab yeriko , mereka semua tertawa terbahak bahak
empat CBR itu segera bergerak keluar parkiran rumah sakit meninggalkan H4 yang masih kaget
"Suek, dia pura pura miskin kayanya bro" ucap axello
"harga motor dia dua kali lipat motor kita" kata felix
"iya tuh, sahabatnya semua ledekin dia sok miskin sambil ketawa, dia ngga tersinggung, berarti ngga miskin" kata adrian
"uda beli sepedanya?" tanya kendrick pada axell
"uda, 350 ribu kenanya, ntar bayarin ke gue ya" jawab axell
__ADS_1
"Sial gara gara 350 ribu kita babak belur di hajar dia, malah dia berlagak terzalimi di depan rara" umpat felix
*****
Besok pagi
Jam 07:00
Carlos masuk kelas, ia tak berjalan menuju mejanya tapi menuju meja H4
"Mau apa kamu?" tanya kendrick kaget , carlos menadahkan tangan
"Apaan?" tanya adrian
Carlos membuka kacamatanya dan menatap mereka tajam "jangan harap motor kalian selamat hari ini"
"Sepeda lu ? ini kunci rantainya" felix menyerahkan sebuah kunci ke carlos, carlos menyambarnya dan mengenakan kacamatanya lalu kembali ke bangkunya untuk duduk dan seperti biasa TIDUR
"jieee sok miskin punya sepeda baru" ledek yeriko , ricko terbahak bahak bersama lazarus
"demen amet naik sepeda" ejek ricko
dulu mereka tak berani meledek carlos yang naik sepeda, karena mereka berteman tak memandang status. tapi sejak tau rumahnya bagus dan memiliki motor yang harganya dua kali lipat harga motor mereka. barulah mereka berani meledek carlos
🧸🧸🧸🧸🧸
empat hari kemudian
Jam 06:30
Carlos masuk ke kelas
gadis mungilnya dengan kening berkerut dan wajah muram sudah duduk di kursi dengan membaca bukunya , carlos meliriknya .
ia mengeluarkan coklat dua bingkisan buat carlos , carlos langsung meremukkan memonya, melempar ke laci. dan meletakkan coklat ke meja ricko , carlos meliriknya terlihat gadis itu tersenyum dan menunduk
sisa keningnya yang berkerut memikirkan soal matematika
"gogo ajari aku ya" pintanya lirih sambil menyerahkan memo dan pena pada carlos, carlos meliriknya lalu melirik bukunya , mencoret coret di memo dan meletakkan di depan rara lalu TIDUR
rara segera menyimak rumus dari carlos dan langsung paham, ia mengerjakan PR nya yang tertinggal selama libur sakit.
"Banguni aku jam istirahat" pesannya, rara mengangguk ntah mengangguk pada siapa karena pria disampingnya sudah tidur
****
KRIIINGGGG KRIIINGGG
Bell istirahat berbunyi
siswa siswi berhamburan ke kantin
"carlos bangun" rara mencolek lengan carlos pelan , carlos bangun dengan muka bantal dan segera bangkit menatap tiga sahabatnya yang sudah menatapnya dengan muka datar mereka
mereka berangkulan segera ke kantin
*****
KRIINGGGGG KRIIIINGGGG
Bell pulang sekolah berbunyi
Carlos dan rara pulang belakangan
carlos segera membawa tasnya dan berdiri
"Gogo, papi mau bicara nanti denganmu di rumahmu jam satu" carlos menatapnya lalu berjalan kembali ke luar kelas diikuti rara
carlos menuju sepedanya dan bergegas pulang ke rumahnya untuk membersihkan diri karena patrick akan menemuinya
__ADS_1