
"Aduh.. apa apaan ini carlos, kenapa anak buahmu kasar sekali" pekik sang dokter. perawat yang mendampinginya mencoba memapah sang dokter untuk bangkit berdiri
"Seorang karyawan rendahan di rumah sakit ini berani memanggil CEO dengan sebutan nama langsung, apakah di rumahmu tak ada cermin? seharusnya anda memanggil pimpinan anda dengan sebutan TUAN MUDA IVANDER dan NYONYA MUDA IVANDER"
suara pelan tapi dingin dengan aura menyeramkan terdengar dari arah sofa, ucapan itu keluar dari mulut wanita tua berwajah bule yang masih sangat cantik sekali. auranya sangat sangat mengerikan dan mencekam. bahkan diantara para wanita yang ada di ruangan itu, wanita itu yang paling mengerikan. siapa lagi kalau bukan oma ivander
rara dan carlos agak terkejut karena yang mereka tau sang oma adalah wanita yang lemah lembut mulai dari tata bicara sampai bahasa tubuh, selalu sangat manja sekali pada suami dan putranya. tiba tiba berubah semenyeramkan ini. tapi mereka sadar walau bagaimanapun mereka sadar status nyonya besar ivander, nyonya tertinggi di keluarga ivander bukanlah sebuah status kacangan.
"Siapa anda?" tanya sang dokter dengan nada angkuh mencoba menutupi ketakutan dihatinya melihat aura sang nyonya
"Beliau adalah nyonya besar keluarga ivander, orang terkaya di dunia" Temmy, kepala pengawal Opa ivander yang menjawab dengan wajah dingin
Tampaknya otak sang dokter bermasalah, ia mengganti siasatnya dengan harapan bisa menjadi nyonya muda ivander
"Oh ternyata oma ivander, halo oma, salam kenal.. saya davina. teman sd,smp dan Sma X carlos. carlos cinta pertama saya, sejak kecil ia sangat baik pada saya" ucapnya dengan tampang ceria
"Cih ular berbisa, mudahnya warna wajahnya berubah" gumam opa ivander yang masing bisa di dengar istrinya, haekal dan clara.
"Temmy berikan dua tamparan di wajahnya agar dia sadar wanita rendahan seperti dia tidak memiliki kelayakan sembarangan sebut nama" perintah sang oma dingin
PLAKKK PLAKKKK
dengan sangat cepat temmy menampar dengan keras wajah davina sampai ia terhempas jatuh dengan bibir sobek mengeluarkan darah. dua perawat kembali memapah sang dokter untuk bangkit
rara dan vyora meringis melihat kejadian itu, bisa mereka bayangkan pipi bengkak lebam itu sebagaimana sakitnya. tapi mereka memilih diam. sedangkan clara saja tak berkutik dan tak berani ikut bersuara saat mertuanya bicara. apalagi mereka
__ADS_1
davina mengeratkan rahangnya dan mengepalkan tangannya sambil menunduk. ia sangat marah dipermalukan dan di hina seperti ini didepan anak buahnya dan didepan banyak orang. tapi mengingat harta ivander dan keinginannya menjadi nyonya muda ivander ia menjaga sikapnya
"Baiklah Nyonya besar ivander. maafkan saya" ucapnya ramah dan sopan , oma hanya menatapnya tajam
"Dengar baik baik. carlos sudah menikah dan anaknya sudah lima" ucap oma cukup mengejutkan davina
"Ruma sakit ini milik putraku, dan cucuku Carlos adalah CEO rumah sakit, sudah seharusnya kau yang hanya staff rendahan disini memanggil CEO dan WA-CEO mu dengan sebutan TUAN MUDA IVANDER dan NYONYA MUDA IVANDER, harap sadar diri dan sadar statusmu..!!! apa kau paham?" tanya oma
"Maafkan saya, Saya Paham Nyonya Besar" jawab davina masih menunduk. ia bener marah dan malu pada dua perawat yang menjadi bawahannya dan menjadi saksi dimana ia dipermalukan di hari pertama ia kerja di rumah sakit ini
"Haekal, cucu menantu momy hanya rara, momy tak mau jika ada yang mencoba merusak rumah tangga cucu mom, kali ini wanita rendahan ini momy ampuni karena kita sedang bahagia, tapi kali lain kau harus langsung menghabisi pelakunya. Apa kau paham?!!!" tanya oma pelan tapi penuh intimidasi
"Paham mom. tenang saja, serahkan semua pada haekal" jawab haekal patuh menghampiri ibunya, carlos juga menghampiri omanya
"oma , gogo tak ada urusan dengan wanita itu. dihati gogo hanya ada rara, oma jangan emosi lagi. nanti oma sakit" kata carlos sambil mengecup kening dan pipi omanya . sang oma tersenyum dan mengangguk
"bagaimana tak ada hubungan, sejak kecil anda sangat menyayangi dan selalu melindungiku" tanya davina tak percaya, carlos mendengus
"Sejak kecil kau aku bahkan tak pernah bicara denganmu karena aku tau kau wanita licik. kerjaanmu membuli orang dan mencari masalah di sekolah, saat korbanmu bergabung mau membuat perhitungan dan menghajarmu, kau malah lari dan menggiring mereka ke arahku. aku yang otomatis terkena pukulan musuhmu pasti membalas orang yang memukulku. dan itulah yang kau gembar gemborkan bahwa aku membelamu. dan menjauhkan semua wanita yang mendekatiku"
" perlu kau tau istriku adalah kekasih masa kecilku. aku menjaga hatiku sejak kecil untuknya. kebetulan Aku tau semua kelicikanmu tapi aku diam, karena dengan adanya kamu, aku tak perlu menggaji babu mengusir para wanita itu" tutup carlos
harley dan temmy menahan tawa mendengar ucapan gogo. davina sungguh sangat malu karena sejak dulu carlos tau niay liciknya, ia juga sangat marah mendengar ucapan carlos yang menyamakannya dengan babu.
"Kau keluarlah, lain kali kalau ketemu carlos dan anak istrinya, jaga jarak 20 Meter, bila mau mendekati mereka, aku pastikan nasibmu menggenaskan" bentak opa ivander dengan suara menggelegar.
__ADS_1
auranya bahkan lebih seram dari haekal. auranya menunjukkan dia mampu melakukan apa saja pada siapapun
"Baik Tuan Besar Ivander" jawab davina masih menunduk menahan marah dan malu
"Sekarang pergi dari hadapan kami, wanita ular" usir sang opa , "baik tuan besar" davina keluar dengan perasaan campur aduk
"lihat saja carlos, kau akan jadi milikku" batinnya dengan sangat marah
suasana tenang kembali setelah davina keluar ruangan.
"carlos wanita yang menemanimu dari nol adalah istrimu, jangan sakiti istrimu dan jangan beri cela bagi orang lain merusak rumah tanggamu sebelum anakmu menjadi korban , ingatlah wanita ular diluar sana hanya mengincar hartamu. tapi saat kau tua dan sakit sakitan, istrimu yang akan menjagamu " nasehat grandpa leovarnost
"iya grandpa" carlos mengangguk patuh
"gara gara dia cucuku sekarang entah dimana huh" omel oma
"mana cucuku harley?" tanya haekal
"Di mobil sedang makan cake tuan besar" lapor harley
"sudahlah ayo pulang, kalian urus hadiah hadiah itu" ucap opa dan segera menarik istrinya bangkit
carlos menggendong dan mendudukkan istrinya di kursi roda dan mendorongnya ke loby. lalu mereka pulang bersama dengan 3 alphard milik aset heaven office . ada pula 5 alphard di depan dan belakang mereka berisi para pengawal
__ADS_1