PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 70 - pertemuan yang mengharukan


__ADS_3

usai makan malam yang bahagia


Abuela dan abuelo, grandpa grandma leovarnost pulang ke hotel ivander. sementara haekal dan clara membawa oma dan triplet pulang ke mansion


"Aku mau meeting mengenai perusahaanmu patrick, ajak istrimu juga. carlos bawa rara bersama kami supaya bisa satu misi dan satu visi" perintah opa


"baik dad/opa" jawab mereka


jam 21:00


Restoran Ivander Japanese


pelayan mengantar mereka ke ruangan President VIP. opa duluan masuk. saat patrick masuk dan melihat ada dua orang duduk didalam. patrick membeku sesaat. vyora juga shock. patrick segera berbalik mau keluar ruangan tapi vyora menahan lengannya


"Patrick masuk dulu" ucap opa lembut. sebagai seorang senior yang sukses mendidik anak cucunya . ia tau cara menghadapi patrick yang tidak bisa di kerasi dalam situasi seperti ini.


karena rasa segan dan hormat pada ayah angkatnya, patrick terpaksa masuk mengikuti opa dengan wajah dingin


"Buat apa kalian kesini" tanyanya dingin sambil berdiri dihadapan dua orang yang sedang duduk


wanda langsung bangkit dan memeluk putranya "sayang maafkan mamina sayang" wanda menangis dengan kencang sampai meraung raung


patrick mencoba mengeraskan hatinya, ia tak membalas pelukan ibunya dan menatap ke langit langit ruangan. hatinya ngilu mendengar dan melihat ibunya menangis seperti itu


"pih dia ibumu, papi tak boleh seperti itu, ia yang melahirkan papi" ucap vyora pelan sambil mengelus punggung patrick. vyora juga menangis makin lama makin kencang


"maafkan papa nak" ucap volcano sambil meneteskan airmatanya mencoba merangkul patrick . patrick masih diam


"mereka orangtuamu, karena mereka makanya kamu ada, lunakkan hatimu nak, supaya kelak anak cucumu akan berlaku sama padamu" nasehat opa melihat patrick yang masih menatap langit ruangan


mendengar tangisan istrinya dan ibunya semakin kencang, hati patrick semakin nyeri. akhirnya ia menatap istrinya dan memeluknya dengan tangan kiri.


saat patrick menurunkan kepala, air mata yang sejak tadi ditahannya sudah tak terbendung lagi, airmatanya akhirnya jatuh. mendengar ibunya menangis makin kencang patrick berlutut dan memeluk pinggang ibunya dan ikut menangis kencang


"papa mamina, maafkan arick, arick salah" tangisannya makin menjadi


"bangun nak, kau tak salah, kami yang salah" ucap volcano dan wanda bersamaan sambil menarik lengan patrick tapi patrick tak bergeming ia terus memeluk ibunya


ibunya akhirnya mengusap kepalanya dengan kasih sayang dan penuh kerinduan. bicara jujur patrick sangat merindukan orangtuanya . ia hanya terus mengeraskan hatinya dan mencoba menepis perasaannya. hari ini bisa memeluk dan dipeluk orangtuanya ia seperti mendapat angin surga di hatinya


carlos dan rara yang awalnya tak tau masalah hanya menatap mereka. sampai rara paham ia menangis carlos memeluk istri kecilnya dan mendekapnya.


"kalian bangunlah, bicara baik baik" perintah opa yang merasa waktu menangis sudah cukup

__ADS_1


akhirnya patrick bangkit dan memeluk dua orangtuanya


"Maafkan kami sayang, jangan tinggalkan kami lagi" ucap mamina dan volcano. masih tak mau melepas pelukannya pada putra semata wayang itu


"Kita duduk dulu. kasihan dad, gogo dan rara" ucap vyora lembut . akhirnya patrick duduk diantara vyora dan ibunya . ibunya memeluknya tak mau lepas


"bagaimana kalau kejadian lama kita tutup. dan janji tak membahas lagi. kita lupakan segalanya memulai lembaran baru?" tanya opa menatap empat orang didepannya karena carlos dan rara di sampingnya


"Baik" jawab patrick dan volcano


"Ok mulai detik ini kita tak bahas masa lalu lagi" ucap opa


"kalian tak ada niat mengenalkan satu sama lain?" sindir opa yang membuat mereka sadar mereka melupakan perkenalan. empat orang itu segera bangkit


"mamina, papa.. ini vyora istri arick, dan ini tamara aletta aldebaran dipanggil rara putri satu satunya arick, disampingnya suami rara.. namanya carlos diego ivander dipanggil gogo . cucu dad bertrand"


"Mih, rara, gogo kenalkan ini nonno dan nonna kalian" ucap patrick


"nak.. kau cantik sekali.. sungguh beruntung arick mendapat istri sepertimu" ucap wanda menangis dan mengusap wajah vyora . mereka pun berpelukan


"ini cucu nonno ya? kau benar cantik sekali nak. wajahmu foto copy arick dan nonno" volcano memeluk rara dan mengusap kepalanya penuh kasih sayang


"kau sungguh tampan dan gagah nak" volcano memeluk carlos dan memujinya dengan puas


acara perkenalan, pelukan dan tangisan akhirnya berakhir juga dan mereka duduk dengan tenang


"halo mau pesan apa? aku menyesal sudah ikut kesini" omel opa "aku yang di abaikan"


carlos tertawa dan merangkul punggung opanya. rara dengan cepat mengeluarkan ipadnya dan menyerahkan pada opa . opa menolaknya


"malam ini yang punya acara tua bangka keras kepala ini. dia yang bayar dan pesan" tunjuk opa pada volcano. carlos, rara dan vyora tertawa . volcano mengangguk


"mana pelayannya?" tanya volcano


"huh mana jaman pakai pelayan lagi, ini ivander corp" omel opa. volcano makin bingung.


"Arick yang bayar saja dad" potong patrick sambil mengeluarkan ipadnya dan membuka website heaven dan menyerahkan pada opa. opa memilik ocha hangat dan buah segar. lalu mengembalikan ipad pada patrick.


patrick menyerahkan ipad pada orangtuanya dan mengajari cara memilih menu . setelah orangtua memilih menu ia memilih menu untuknya dan vyora lalu menyerahkan ipad pada carlos.


"gogo pesan sendiri saja pih" ucap carlos mengeluarkan ipadnya dan memesan pesanannya dan pesanan rara.


tak lama pelayan masuk membawakan pesanan yang mereka pilih melalui ipad mereka tadi. volcano masih bingung dengan situasi. ada yang mau bayar sendiri. ada yang memesan tanpa pelayan tapi pelayan membawa makanan mereka

__ADS_1


"jangan heran. ivander resto sangat canggih. kita memesan makanan pakai ipad saja. masukkan nomor meja dan ruangan lalu bayar. nanti kalau sudah lunas pelayan akan mengantar ke meja atau ruangan kita. begitupun dengan delivery food" ucap opa


"semua sistem dan managemen disini dikerjakan cucuku. kami sudah membuang 50% karyawan sejak diberlakukan sistem cucuku ini" terang opa dengan pongah


"perusahaan juga menggunakan sistem dan managemen cucuku. dia bisa mengendalikan semua melalui virtual. karena mengurangi transaksi cash money jadi menghindari banyak kecurangan"


"kau hebat nak" puji volcano


"bahkan rumah sakit kami di indonesia juga pakai sistem heaven emoney card papa" ucap vyora


"benar benar hebat. tidak ada trx cash mengurangi banyak kecurangan. briliant" puji wanda


"kalian cepatlah makan, kasihan kembar belum lagi besok ada acara" ucap opa


"besok nonno nonni ikut ke acara kan?" tanya rara sopan. "kami bahkan ikut naik acara serah terima"


"serah terima pada siapa?" tanya opa memastikan


"ya pada arick lah" jawab volcano


"kalau pada patrick dia takkan pensiun dan pulang ke eropah, kau mau?" tanya opa . volcano tertegun "pada rara saja, patrick sudah serah terima padanya besok. kau serahkan pada patrick lagi. kapan habisnya?"


"berikan bank account , ic dan paspor rara, aku akan mengurusnya besok pagi" ucap volcano . patrick meminta rara mengirim email pada sang papa


"masukkan email addres nonno ya" ucap carlos sopan sambil menyerahkan ipadnya . volcano segera mengetik email di layar


"done" ucap carlos. volcano mengangguk


"kirimkan poto poto cicit nonni pada nonni ya, nonni takut merindukan mereka" wanda berucap pada rara. rara mengangguk "baik nonni"


"kami tadi sudah menemui kembar di mansion bertrand" ucap volcano menjawab tatapan patrick


"besok akan ada konferensi pers jam dua. kalian bisa hadir?" tanya opa


"loh kami mau bertemu kembar besok pagi dan siang" jawab wanda


"lusa saja. besok kalian ikut dalam konferensi pers. kembar aku sembunyikan demi keselamatan mereka"


"tidak besok pagi aku akan ke mansion dulu melihat damian, siap baru ke konferensi pers" tolak wanda.


"terserah kalian. aku mau pulang" opa segera berdiri "kalian tinggal dimana?"


"hotel ivander" jawab volcano , opa mengangguk "makanan ini sudah di bayar?" tanya volcano "sudah .. ayo kita pulang" ajak opa cepat

__ADS_1


setelah berpelukan mereka berpisah di loby restoran dengan perasaan bahagia



__ADS_2