PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 69 - kedatangan volcano dan wanda


__ADS_3

Kembali ke opa ivander dan abuelo


usai dari makan siang, dua kakek ini segera pulang ke mansion ivander.


"Maaf tadi tertunda meeting, apakah kalian lama menunggu" sapa opa saat memasuki rumah dan menatap ke ruang tamu


"tidak kami baru tiba bertrand"


"Mana cicitku?" tanya opa pada maid.


"Tuan nona kecil baru selesai snack time dan sekarang di ruang main Tuan Besar" jawab maid sopan


"Erin sediakan minuman buat tamu kita. sebentar lagi sediakan minuman dan camilan lalu bawa ke ruang bermain" perintah opa pada maid senior itu


"Cucilah tangan kalian dulu agar steril, di kamar mandi ada antiseptik, aku akan membersihkan diri. baru kita sama sama ke ruang bermain kembar" ucap opa pada tamunya


"Tadi saat kami tiba di rumah ini, kami sudah meminjam kamar mandi untuk mandi dan menukar pakaian. kami sudah steril Uncle" jawab sang tamu sambil tersenyum


mereka tersenyum dan tak tersinggung melihat opa sangat protective atas cicitnya di era pandemi ini. dan mereka sendiri akan melakukan hal sama bila di posisi mereka demi kebaikan keturunan mereka


"Aku pinjam kamar tamu" pinta abuelo menggeret koper mininya "erin bawa tuan besar rollington ke kamar tamu dan sediakan peralatan mandi serta antiseptiknya


****


20 menit opa dan abuelo bergabung dengan tamu mereka di ruang tamu . opa mengajak mereka ke kamar bermain dan saat melewati ruang makan. opa berhenti


"food box ini berisi anggur dan pir kesukaan triplet, berikan pada mereka saat mereka menghampirimu" opa menyerahkan dua kotak buah pada tamunya "ini jus apel kesukaan twins, berikan pada mereka nanti" opa menyerahkan 2 gelas dot kepada tamunya


"kau bawa puding ini" opa menyerahkan 3 puding coklat pada abuelo, opa sendiri membawa 3 gelas dot berisi jus sunkis untuk triplet


mereka segera berjalan ke ruang bermain, sebelum membuka pintu opa kembali mengingatkan


"jangan sentuh mereka sebelum mereka menghampirimu, mereka tak suka orang asing. jangan sampai mereka trauma" tegas opa. tamunya kembali mengangguk dan tersenyum . opa membuka pintu


"kalian duduklah di sofa itu" sang tamu menurutinya


Triplet langsung berlari memeluk kaki opa dan abuelo . setelah menciumi cicitnya mereka berlima segera kembali ke sofa


opa menyerahkan gelas dot pada triplet, mereka menyesap dengan sangat cepat menghabiskan jusnya. gantian abuelo memberi mereka puding. dom dan dam makan sendiri sementara dea di suapi abuelo

__ADS_1


pemandangan itu membuat dua tamu meneteskan airmata. menatap tiga bocah tanpa berkedip.


"setelah menghabiskan puding baru ketiganya sadar ada oranglain disana"


"uyut kenapa mereka menangis?" tanya dam heran


"oh mereka membawa buah kesukaan kalian dan kalian tak memakannya, coba kalau kalian memakannya. mereka akan berhenti menangis. kalau tak berhenti kalian bisa mencium mereka" ucap opa bijak


triplet dengan ragu berjalan ke arah tamu, volcano dan wanda dengan cepat membuka food box dan menyodorkan sendok ke arah anak anak. dam duluan memakannya lalu dom dan dea ikut memakannya


melihat tamu masih menangis, ketiganya memanjat ke kursi dan menciumi mereka. kedua tamu memeluk dan menciumi cicit mereka dengan penuh rasa. rasa rindu, rasa sesal, rasa bahagia, rasa sedih


ketiganya mengambil tissue dan menyeka airmata dua tamu mereka


"uyut kami sudah mencium mereka. mereka masih menangis" ucap dam bingung menatap opa


"karena kalian belum memakan coklat kami" ucap volcano dengan bahasa indonesia. mengeluarkan 3 box coklat dari handbag istrinya dan menyerahkan pada mereka


triplet bingung "pakai bahasa selain bahasa indonesia" ucap abuelo. akhirnya volcano menggunakan bahasa inggris mengulangi ucapannya


"uyut" panggil triplet bersamaan. meminta ijin pada opa


volcano dan wanda bisa melihat triplet dididik dengan sangat baik. mereka membukakan coklat untuk cicit mereka


"cucuku sangat tegas pada anaknya, mereka tak diijinkan makan sembarangan, mereka bisa makan sepuasnya karena ada ivander disini" terang abuelo. pasutri itu mengangguk tanda paham


"nona bisakah mengambilkan air mineral untuk triplet?" pinta wanda yang nota benenya dokter. dia selalu mengutamakan kesehatan.


"baik nyonya besar" perawat membuka tas bayi dan mengisi dot triplet dengan air mineral lalu menyerahkan pada wanda.


usai memakan coklat , wanda memberikan dot air mineral itu pada triplet . mereka menghabiskannya lalu bermain bersama triplet . tak puas puas mereka menciumi cicit mereka


satu jam kemudian, triplet merasa ngantuk dan mulai rewel. perawat segera menggendong dan membawa mereka kekamar mereka.


"maria, bawakan twins kesini" perintah opa "baik tuan besar" sang perawat segera membawa twins yang tadi di baby box. mereka duduk disamping tamu sambil menggendong twins


setelah volcano dan wanda memberi jus dalam dot. twins segera menghabiskannya dan mau di gendong oleh wanda dan volcano. dua pasutri itu kembali meneteskan airmata dan menciumi cicit mereka .


beberapa saat kemudian twins mulai bosan. mereka mulai rewel

__ADS_1


"bawalah mereka membersihkan diri. siapkan triplet. jam lima aku akan membawa mereka keluar" perintah opa pada perawat. mereka mengangguk "baik tuan" lalu membawa twins keluar . volcano dan wanda seketika merasa kehilangan


"baby dav dan baby dea sangat mirip denganmu bertrand" ucap volcano "kalau dom lebih mirip clara dan leovarnost.. dam mirip patrick"


"tentu saja, bibitku kan bibit unggul" jawab opa dengan pongah. abuelo tertawa


"si bungsu itu mirip rolling dan vyora" sambung wanda


"tentu saja. kami harus kebagian, memangnya kalian? uyut durhaka" sindir abuelo pedas . keduanya terdiam


"Kau tak tau bagaimana bahagianya hidup kami saat ini. kami bisa hidup tenang , bisnis kami di tangani pewaris yang hebat. kami bisa pensiun dan mati dengan tenang"


"sementara kau, ayah kakek buyut durhaka. kau menelantarkan putramu 30 tahun lebih karena keras kepala dan egomu. sekarang kau kesepian dan tak ada yang mengurus hartamu"


"untung saja dulu vander menjadikan patrick putra angkat. merawat dan mendidiknya dengan baik sampai dia sesukses sekarang. menikahkan putramu dengan istri yang baik seperti putriku, bahkan vander menikahkan cucunya yang hebat dengan cucuku. kau banyak hutang budi pada vander"


"kau tau cucu vander carlos adalah pemuda yang genius dan berbakat, selain karirnya gemilang.. dia anak yang baik dan mau menangani semua bisnis kami dengan kompeten. dia juga memberi kami 5 cicit yang menggemaskan. tadinya kami mengira hari tua kami akan kesepian. ternyata hari tua kami penuh warna dan bahagia"


"sekarang sisa kau yang menua dengan kesepian. tak ada yang menemanimu, tak ada yang mewarisi bisnismu, kau akan mati dengan penyesalan karena tak ada siapapun disisimu"


"oh ya satu lagi, dua tahun lagi, carlos dan rara cucuku akan kembali ke jakarta mewarisi seluruh bisnis kami. haekal clara patrick vyora akan pensiun pulang ke italy menemani hari tua kami. kau rasakan sendiri kesepianmu"


abuelo melontarkan kata demi kata yang sangat pedas pada pasutri itu. jantung volcano dan wanda serasa di hujam pisau. volcano mengepalkan tangannya dalam diam sementara wanda terisak isak . semua ucapan abuelo memang sangat benar


"sudahlah.. yang lalu biarlah berlalu.. jadikan saja semua sebagai pelajaran dalam hidupmu. anak adalah pewaris yang berharga. sejak dulu sesibuk apapun aku dan istriku, aku selalu mengawasi dan memantau putraku, saat mereka punya anak, aku juga mengawasi dan memantau cucuku. merekalah harta paling berharga. dan saat aku tua. yang kupunya hanya keturunanku" ucap opa


"sekarang kau punya kesempatan minta maaf pada putramu, besok kau akan datang ke acara serah terima?" tanya opa


"aku minta notarisku hadir dan melakukan serah terima pada patrick" jawab volcani lirih , opa menggelengkan kepalanya


"jam enam aku akan malam dengan keluargaku, jam sembilan malam aku akan mengajak patrick, vyora, carlos rara sarapan malam di RIJ (restoran ivander japanese) ruangan president vip. kau bisa hadir meminta maaf dan menyelesaikan masalahmu, kalau kau tidak hadir aku akan pulang jam sepuluh malam" tutup opa


"sebentar lagi kami akan berangkat, kau pulanglah dulu" perintah opa "aku mau mandi dan membawa cicitku bergabung dengan anak cucuku"


"seharusnya kau bisa makan malam dengan bahagia bersama kami hari ini. rasakan egomu sendiri" umpat abuelo sambil bangkit


volcano dan wanda ikut bangkit tanpa suara menuju pintu utama mansion dengan membawa berjuta penyesalan dan luka


__ADS_1


__ADS_2