PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 63 - pulang kampung


__ADS_3

Meeting room


Heaven Official


"Ajukan pikiran kalian sebagai inovasi divisi masing masing" perintah carlos


"untuk rumah sakit CDI, butuh revisi SDM, Kurangi tenaga kerja tak berguna dan isi dengan yang berguna, beberapa dokter dan perawat sudah mendapat komplain dari suara konsumen" ucap vincent "kita butuh tambahan peralatan baru mengikuti tehnologi german yang terbaru, bahkan jakarta hanya rs ivander yang memiliki alat ini bulan lalu, dana bisa kita pakai melalui alokasi laba tahunan akhir tahun ini"


"Buat proposal dan laporan, letakkan di meja letta"


masing masing asisten menyuarakan pendapatnya demi kemajuan divisi masing masing karena mereka juga mendapat pembagian laba tahunan dari divisi yang mereka pegang. jadi mereka berusaha yang terbaik seperti milik sendiri agar mendapatkan laba besar dengan menjaga kualitas divisi yang mereka pegang


"baiklah, semua ajukan laporan dan letakkan di meja letta ya, sekarang kita lanjut sesi sharing dan bincang bincang"


"aiko bagaimana perkembangan bisnis kita di kota awan?" tanya carlos


"Cafe sudah tidak muat kapasitas, tadinya saya mau ajukan conecting dengan hacata design, malah Tuan Muda rental ke Bill , huh" wajah aiko masam. yang lain terbahak bahak


"saya berencana membeli lahan di jalan kemelut, lahan itu milik Tuan Haekal dan Tuan Patrick" ucap carlos "Doakan mereka bersedia menjualnya pada hacata"


"Saya mau membangun 216 ruko, panti asuhan, sekolah dan gereja" terang carlos "penghasilan dari 216 ruko akan saya alokasikan 10% untuk pembiayaan panti asuhan, sekolah dan gereja"


helix mengangkat tangan "silahkan kak helix" ucap carlos


"200 ruko, 100 milik tuan muda, 100 milik tuan patrick, lalu kami beli apa?" tanya helix masam. semua terbahak bahak "300 ruko donk, 100 buat kami bagi 25 orang. jangankan 10% bahkan 20% pun kami bersedia alokasi laba untuk panti"


semua mengangguk setuju atas pendapat helix "memangnya kak helix mau buka usaha di kota awan?" tanya rara polos


"Ya usaha penginapan, kan di kota awan tak ada penginapan, hanya ada kontrakan rsss, penginapan bisa di jadikan kost kost an juga buat pasangan baru menikah atau pekerja kita disana"


"kita harus mendidik asisten untuk penempatan disana" ucap adnan


"Adik saya yoseph bisa penempatan disana, dia sekarang di kota ini, bekerja sebagai manager di restoran Johanus" ucap yeriko "dia bisa dididik dan patuh"


"Kenapa tidak kamu ajukan sejak dulu?" tanya matilda datar "adik sendiri kau tempatkan di tempat orang lain. padahal disini kurang tenaga"

__ADS_1


"supaya dia tau susahnya bekerja dan tidak manja menempel dengan saya" jawab yeriko


"kakak dan kakak ipar saya sudah dua bulan di kota awan karena kena PHK, efek perusahaan mereka collabs, sebelumnya mereka bekerja sebagai manager pemasaran, sekarang mengurus satu mini market orangtua saya tapi tidak berkembang, hidup seadanya karena kalah saing dengan hacata mini market"


"minta mereka bertiga kirim surat lamaran kepada aiko dan letakkan di meja letta, apa mereka bersedia penempatan kota awan atau langit?" tanya carlos


"ke neraka pun mereka ikut kalau ikut Tuan Muda, karena kehidupan mereka pasti akan membaik dibandingkan belasan tahun di jakarta hanya mampu membeli rumah petak di kota awan" jawab yeriko


"proses ya aiko" perintah carlos


"adik perempuan saya, dulu anak baik, sejak patah hati pada felix, dia berubah kepribadian, kalau hacata bersedia mendidiknya saya percaya dia akan sukses. apalagi lazarus yang mendidiknya" ucap ricko memicu tawa yang lainnya


"lamaran letakkan di meja aiko, berikan pada letta" perintah carlos


"Kalian bantu berikan konsep panti asuhan modern yang mudah di awasi dan bisa berjalan sesuai sistem , terlepas dari konsekuensi kekerasan anak" perintah carlos, dalam dua hari saya minta laporannya di meja letta


"siap boss"


"bila ada kandidat SDM official, laporkan kepada letta"


"siap boss"


"Semua ikut boss" jawab mereka serempak


"Jam 15:30 kita berangkat dari sini jadi selesaikan pekerjaan kalian lebih awal"


♡♡♡♡♡♡


Jumat


jam 13:00


"Honey pulanglah dulu, belikan oleh oleh buat papi mami, sekalian persiapkan barang anak anak, kita akan kembali senin pagi" ucap carlos, rara mengangguk


Jam 15:00

__ADS_1


2 unit alphard sudah berhenti di depan rumah carlos, 4 unit alphard berhenti di depan kantor heaven.


1 mobil box berisi pakaian keluarga carlos dan beberapa kasur gulung sudah menunggu di depan kantor heaven untuk diisi koper para asisten.


"Rumah miniku ada dua kasur king size, bisa muat 4 orang, kalau ditambah kasur lipat bisa muat 8 orang. Rumah mini rara bisa muat 2 orang kalau tambah kasur lipat bisa muat 3 orang"


ucap carlos "tapi kalau malas kalian bisa menginap di rumah mertuaku atau di atas mini marketku" ucap carlos


"tidur gampang bos, rumahku masih muat" ucap adnan "rumahku juga" imbuh helix, yeriko, lazarus, nath, kendrick bersamaan


"Ayo jalan, kita ketemu di vip cafe jam 20:00 ya, yang bule ikut ke rumah mertuaku dulu, beliau sudah masak buat kita"


6 alphard dan satu mobil box segera beriringan menuju kota awan. dan tiba disana jam 6 malam.


"Loh ngapain kalian ikut kesini?" tanya carlos datar


"Ada makanan nyonya besar ya harus makan donk" jawab lazarus pede. semua tertawa


"Hei kalian sudah tiba, masuklah dulu, makanan sudah siap" ucap vyora antusias memeluk rara dan carlos "mana cucu ku?" vyora sibuk menyusul cucunya


"Kalian mau demo atau mau perang?" tanya patrick datar , usai mengurai pelukannya pada rara dan gogo. semua terbahak bahak


baby c di bawa masuk ke kamar khusus mereka oleh vyora. setelah dirasa cucunya nyaman. dia menitipkan pada perawat lalu ke taman belakang



"makanlah yang banyak, aku memasak cukup banyak. kalian tak pernah pulang sekaligus" ucap vyora


"Grill beef ini enak sekali onty" puji Lazarus "aku menyukai rendang beef nya, sangat lezat" imbuh nath


"Aku suka satay ayam ini" ucap ahmeed "aku suka ikan bakar ini" puji aiko


"Kalian ini semua dipuji, makanlah yang banyak jangan bersisa supaya onty tak sakit hati" ucap patrick datar. "siap om" jawab mereka serempak


"Anak cuma satu, sejak dulu rumah tak ada suara, sekali bersuara seramai ini" ucap patrick , dom berlari memeluk sang kakek, dam berlari memeluk sang nenek

__ADS_1


baby dea berlari ke arah para asisten, carlos memberi tatapan datar pada putri kesayangannya . baby twins masih di kamar karena sudah menjelang malam. rara terbahak bahak melihat wajah carlos yang menatap datar pada putrinya



__ADS_2