
"Oma dan nonni diam saja kalau opa dan nonno bertarung?" tanya rara
"Mau bagaimana lagi? kalau dilarang nanti malah di pukuli orang. Lebih baik mereka bertarung daripada jadi pengecut" jawab wanda , disetujui yang lain
"tadinya opa dan nonno kalian mau menjodohkan keturunan mereka, ternyata yang lahir dua duanya laki laki, hahaha jadilah di jodohkan dengan anak kami" ucap grandma sambil tergelak
"oh kenapa bukan anak sahabat yang lain? tanya rara
"Sahabat kami Tuan Muda keluarga Emilian, Nelson dia bercerai dengan istrinya lalu mereka menikah kembali. memiliki anak beda ibu, suatu hari akan mengalami masalah internal dan rumit bagi keturunan kami, belum lagi masalah di kemudian hari. lagipula semua orangtua pasti akan menikahkan keturunannya dengan keluarga yang harmonis" jawab abuela "Tapi mereka juga menikahkan anak mereka satu sama lain"
"mom dan mami tidak marah kalau dad dan papi bertarung dulu." tanya rara
"untuk apa marah? kalau dimarahi nanti mereka malah semakin pusing pulang ke rumah. tugas istri membuat suami nyaman di rumah, lagipula mereka biasanya berkelahi waktu mengawasi area bisnis keluarga" ucap clara sambil tertawa
"yang paling baik itu gogo, dia hidup tak neko neko" puji abuela
"siapa bilang onty?" tanya clara "dulu di jakarta setiap hari membuat masalah, kalau tidak berkelahi , balapan liar, mabuk, ditangkap polisi. haekal sekuat tenaga meredam semua berita tentang dia supaya tak mencuat di media massa. sejak bersama rara saja dia tak bersuara lagi"
vyora tertawa terbahak bahak "dikota awan dia anak baik. hanya sekolah dan kerja, teman disekitarnya ikut menjadi baik. bahkan menjadi pelayan gereja di bagian musik"
♡♡♡♡♡
Ivander Building & Tower
Jam 14:00
Meeting Room
Meeting room yang suasananya sangat mencekam itu kini terisi
Kursi pemimpin meeting ada
● Patrick, Volcano, Opa, Haekal
Disamping Kanan haekal ada
● Carlos, Grandpa Leovarnost, Abuelo Rollington
Disamping kiri Patrick ada
● Tuan Besar Tua Xavero, Tuan Besar Xavero, Nyonya Besar Xavero, Nona Muda Xavero disampingnya ada Tuan Besar Tua Nathaniel, Thomas Nathaniel, Reina Nathaniel
Empat meja bersebrangan dengan Opa ada
● 4 Tuan Muda yang kemarin menjadi saksi
__ADS_1
sementara Tuan Muda Nathaniel terikat di kursi di sudut ruangan. dan empat orang tamu lainnya bergegas duduk disamping abuelo.
4 kakek itu langsung menatap keempatnya dengan tatapan datar
"Kalian jangan seperti itu, aku merindukan kalian apakah tak boleh mengunjungi kalian?" ucap nelson, keempat kakek tak menjawab hanya menatap datar lagi
"Sudahlah, kami di ajak kesini oleh si tua bangka xavero itu. zein di ajak kesini oleh si tua bangka nathaniel itu" ucap emilio jujur. tapi keempatnya masih diam menatap mereka
"hei hei.. jangan menatapku seperti itu, aku datang memang di ajak mereka, tapi aku punya tujuan berbeda pada carlos sebagai pewaris" ucap Tuan Besar Tua fernando yang duduk disamping Tuan Fernando. Haekal menatap fernando dingin
"Kita mulai saja meetingnya, anak anak tak enak badan, kita tak bisa lama disini" ucap volcano pada opa . opa mengangguk
"Hei kenapa? siapa yang sakit?" tanya Tuan Fernando "Bukan urusanmu" Ucap Haekal dingin
"Dominique Uncle" jawab Carlos sopan
"Astaga, sudah bagaimana keadaannya? dia paling mirip lara kan" Tanya Tuan Fernando khawatir "Tutup mulutmu, bukan urusanmu" Seru haekal. patrick hanpir terbahak bahak tapi berusaha menahan tawanya
"Sudah lebih mendingan di rawat nonni wanda , uncle" jawab carlos "syukurlah semoga lekas sembuh" ucap tuan fernando tulus
"Sudah kita mulai saja pembicaraannya" potong haekal "Dad mulailah" pintanya
"Katakan apa kalian , beraninya kalian mencoba mencelakai cucuku" opa menatap tajam pada reina "Nyawa kalian sudah tak mau lagikah?" tanya opa marah
"Tuan Ivander, saya tau cucu saya salah, saya tak berharap apa apa, hanya saja berharap Tuan sekeluarga memberi kesempatan terakhir buatnya sebagai seorang anak muda untuk bertobat" ucap opa nathaniel
"Kami sudah bangkrut, aku tak bisa bilang apa apa lagi. ku harap kalian bermurah hatilah. semua orang pernah salah. aku yang paling bersalah sudah gagal mendidik cucuku"
opa menatap volcano, lalu mereka menatap haekal. "Katakan pendapat anda tuan xavero" ucap haekal
"Disini korbannya selain Tuan Muda kecil Ivander, cucuku juga kena bagian. Dia sudah di permalukan didepan umum. Kelak siapa berani menikahinya. Kumohon kalian bersedia memaafkan Kejadian ini, aku bersedia menyerahkan 20% saham kosong untuk Tuan Muda kecil Ivander sebagai tanda permohonan maaf" ucap Opa Xavero pelan
"Apa 20% mu sebanding dengan masa depan Cucuku?" tanya volcano sinis "Anda kira uang anda sebanyak apa memberi kompensasi tersebut"
"Emm maaf Tuan Aldebaran, Itu bukan kompensasi tapi ketulusan kami memohon maaf" ucap opa xavero "saya juga akan menyerahkan mansion saya juga sebagai permohonan maaf Tuan" imbuh opa nathaniel
"Kalian kira masalah ini akan selesai dengan uang hah? sepertinya kalian salah masuk ruangan" ledek patrick sinis "yang sudah di celakai itu siapa?"
"Bagaimana kalau kita tanya gogo selaku korban disini?" tanya grandpa bijak
"Go.. apa pendapatmu" tanya opa . semua menatap carlos sekarang
"Gogo sudah memaafkan kejadian ini melihat korbannya adalah nona xavero, kita punya dea. kalau terjadi pada dea mungkin kita akan lakukan hal sama opa" jawab carlos pelan , para kakek , patrick, dan haekal terdiam sesaat dan berpikir ucapan carlos ada benarnya
"Volcano kau gimana?" tanya opa "rollington, leov, patrick, haekal kalian gimana?"
"Aku sependapat dengan gogo" ucap abuelo dan grandpa, serta volcano dan patrick
__ADS_1
"Ya sudah daddy satu suara dengan mereka. kau putuskan lah haekal, ruang ini diserahkan padamu" ucap opa
"Saya ada pertanyaan, apakah dia adalah keturunan luis?" tanya haekal
"bukan.. saat wilson luis meninggal karena bunuh diri, benar reina sedang hamil tapi ia percobaan bunuh diri dan kandungannya gugur, tahun berikutnya putraku menikahinya. dan reina depresi sekaligus obsesi membalas dendam menjadikan cucuku sebagai pengganti putranya yang gugur itu dan menganggapnya pion balas dendam. aku sudah meminta putraku menceraikannya bila dia masih tak mau bertobat" terang opa nathaniel. semua isi ruangan tertegun terutama Tuan Muda Nathaniel yang sedang terikat di kursi disudut ruangan
"Putraku terlalu mencintai anak istrinya jadi selama ini diam dan mengalah, bagaimana tahun luis meninggal sama sekali tidak sinkron dengan usia cucuku"
akhirnya terjadilah drama keluarga sang putra saling menyalahkan, bertangisan , lalu minta maaf dan meluruskan salah paham sampai sang Tuan Muda meminta maaf pada keluarga besar carlos selama satu jam
"Kami tak bisa lama.. drama keluarga kalian sudah selesai?" tanya volcano dingin. akhirnya mereka kembali ke kursi masing masing
"Untuk niat baik kalian 20% saham xavero di alihkan atas nama carlos aku setuju, mansion nathaniel di serahkan pada carlos aku setuju, kuharap putramu kedepannya tidak muncul di eropa, london, australia, indonesia. jika itu terjadi aku akan menghabisinya" tegas haekal
"dan jauhi keluargaku jarak 20 Meter bila ada pertemuan tak terhindar, jangan lupa tulis permohonan maaf di seluruh media massa atas nama putramu pada putraku"
akhirnya mereka berjabat tangan dan berpamitan
"Terima kasih banyak atas kesempatannya Tuan Tuan Besar disini. Notaris akan menemui anda besok pagi Tuan Muda kecil" ucap opa xavero sebelum berlalu. carlos mengangguk
"Sekarang katakan mau apa kau disini?" tanya opa pada nelson dan emilio
"tak ada, hanya melihat carlos saja. harusnya ia menjadi cucuku dulu" ucap mereka. haekal dan patrick menatap mereka datar
"otakmu kemasukan air? cucuku secantik dan sehebat itu kalian kira gogo mau pada cucu kalian?" tanya volcano sinis
"sudah sudah . jangan berdebat. kalian sudah berdebat 50 tahun lebih" omel grandpa
"Kau fernando mau ngapain kau kesini?" tanya haekal dingin. patrick dan carlos langsung menahan tawa
"Bertrand, aku hanya punya satu putra yang patah hati pada putri leov sampai tak menikah hingga sekarang, aku tak punya pewaris. aku ingin menjadikan carlos cucu angkatku sekaligus pewaris kami, apakah boleh?" tanyanya
"Tak boleh" potong haekal ketus "si tua bangka ini akan memanfaatkan kesempatan berdekatan dengan istriku kalau ia menjadi ayah angkat putraku, kalian cari pewaris lain saja"
sungguh yang lain semua ikut menahan tawa melihat kelakuan haekal
"tapi haekal.. kau pandanglah uncle .. kau mau biarkan kami mati tanpa penerus? clara mencintaimu seorang tak ada yang bisa merebutnya darimu" bujuk opa fernando
"kekaayaanku setara dengan leov, ditambah kekayaan putraku. kau mau membiarkan usaha kami seumur hidup. hangus begitu saja?" tanya sang opa fernando
"harta anda bukan urusan saya uncle, tanggung jawab saya hanya sebagai ayah yang baik dan kakek yang baik sudah saya jalankan" jawab haekal
"Sudah jangan ribut, buatlah sebuah group whatsapp go.. tarik kami semua kedalamnya, lalu kita bicarakan satu dua hari lagi. kita pulang melihat anak anak" tutup opa. volcano yang sejak tadi cacing kepanasan bernafas lega akhirnya bisa pulang menemui cicitnya .
carlos segera membuat group sesuai perintah opa ivander dan menginvite semua yang ada di ruangan, lalu berpamitan
__ADS_1