PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 7 - Ternyata Rara Tau


__ADS_3

Kediaman aldebaran


"Pi, perumahan Debaran permai, nomor 9&11 boleh rara pakai?"


"Hah? buat apa? kamu mau pindah sayang?" tanya patrick heran, vyora langsung terkejut


"bukan pi, rara sudah SMA, jadi banyak kegiatan, belum lagi pelayanan musik, jadi mau rara pakai buat belajar dan latihan bersama temen sekolah rara disana" rara menjelaskan "zaza, ricko, nath bisa belajar bareng disana"


"rara lihat rumah nomor 8&10 di renovasi sangat bagus, ada ruang belajar dan ruang musik bahkan ruang latihan, rara rencana mau renov seperti itu" rara menunjukkan poto interior rumah carlos


"Bagus banget" puji vyora


"Oh itu temen kamu sayang ? siapa namanya.. carlos ya.. kemarin dia beli melalui Om Zacky" ucap patrick


"bener itu temen rara , sekelas pih"


"baiklah, nanti papi urus"


"pih" rara menunjukkan ponselnya pada orangtuanya


"GOGO" pekik orangtuanya, rara mengangguk sedih "dia ga ingat rara, sepertinya ia ada masalah makanya ngumpet sendirian di kota awan pih"


"iya ada masalah keluarga, jadi dia kabur, cuma diamin dulu nak, kalau gogo mau akui rara ya akui, kalau tak mau juga tak apa, jangan memaksa. usai tamat sekolah atau usai kuliah kalian tetap akan menikah" tegas patrick. rara mengangguk


"Dia pinter pih, banyak piagam di rumahnya"


"anak hebat.. persis papa dan mamanya" kata vyora "jangan hubungi haekal dulu, biarkan haekal introspeksi diri" patrik mengangguk


"ajak ke gereja ya nak, biar dekat dengan Tuhan" pesa vyora. rara mengangguk


"oh ya .. kenapa tau gogo?" tanya vyora


"saat pertandingan basket kan pake baju terbuka, di punggungnya ada tatoo TA mih" kata rara sendu


"Jieeee jieeee cinta pertama kembali" ledek patrick


"ih papi gitu" rara merajuk. orangtuanya terbahak bahak "rara bobo dulu pi"


"ingat bersikaplah tak mengenalinya" pesan vyora, rara mengangguk


"besok papih akan mengurus rumah itu untukmu nak"


"Makasih pih mih"


🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸


Jumat pagi

__ADS_1


jam 06:30


Carlos masuk jelas, rara menyerahkan dua bingkisan coklat di meja carlos, carlos melirik gadis itu sesaat, tampak rara segera beranjak keluar kelas dengan wajah sendu


Carlos hanya meremukkan memo dan menyerahkan coklat ke laci ricko dan segera berbaring melanjutkan misinya 👉 TIDUR


Tepat lonceng berbunyi, gadis mungil itu segera duduk disamping carlos.


*****


KRINGGGG KRIINNGG


Jam istirahat berbunyi,


siswa siswi berhamburan keluar kelas


Ricko Cs mengajak carlos ke kantin seperti biasa, Rara juga bangkit keluar kelas disusul felix


"Mau kemana?" tanya felix "Perpus" jawab rara datar "Ngapain?" tanya felix "Cari referensi tugas mate"


"Dikelas aja, nanti aku kasih" ucap felix , rara kembali ke kursinya


carlos menatap mereka datar lalu bergegas ke kantin setelah melihat felix ke luar kelas dan rara kembali ke bangkunya


"Makan apa?" tanya ricko


ricko dan lazarus kembali membawa makanan untuk mereka


"Aku dan Rara, ga ada hubungan apapun" ucap lazarus pada carlos. carlos hanya mengangguk datar dan memakan makanannya . lazarus menghela nafasnya berat "rara ga salah, jangan sakiti hatinya?"


"Aku dan rara ga ada hubungan apapun juga, ga ada alasan aku nyakitin dia. bahkan bicara pun hampir tak pernah" jawab carlos dingin


tiga sahabatnya hanya diam tak mampu berkata kata


sejak pulang dari rumah carlos sabtu kemarin, mereka sudah seperti orang asing yang tak pernah bertegur sapa sama sekali.


KRIINGGG KRINGGGG


Bell masuk kelas berbunyi, semua siswa siswi kembali ke kursi masing masing


Carlos melirik gadis mungil itu tidur menelungkupkan kepalanya di meja, carlos segera ikut tidur. keduanya pun tidur dengan tenang


"Ra.. rara.. kau baik baik saja?" tanya lazarus pelan sambil mengusap punggung rara. tak ada reaksi. akhirnya lazarus membalikkan kepalanya. "panas sekali" ucap lazarus pada ricko dan yeriko


"Bawa ke UKS" ucap ricko, felix sudah berdiri melihat tiga pria mengelilingi gadis mungil itu


lazarus dengan cepat mengangkat tubuh kecil itu ke UKS, Setelah menggunakan jaketnya menutupi paha sampai kaki gadis itu dengan jaketnya

__ADS_1


saat carlos bangun, ia melihat empat pria itu membawa rara ke UKS dalam gendongan lazarus. carlos hanya menatap mereka dingin


Pulang sekolah, dari arah pintu kelas, lazarus tampak menggendong rara masuk ke mobilnya . Carlos menatap mereka dan mengambil sepedanya lalu bergegas pulang


sampai di rumah carlos menyiram kepalanya dengan shower selama setengah jam melupakan pemandangan hari ini


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


Esoknya


Jam 07:00


Carlos masuk ke kelas, ia melirik seorang gadis duduk disampingnya, ada tulisan Alona wijaya di badge name bajunya


Carlos segera duduk dan seperti biasa langsung menelungkupkan kepalanya di meja


tapi dia di ganggu dengan tepukan di punggungnya, dia merasa risih dan mengangkat kepalanya menatap gadis di sampingnya


"Hi aku alona, yang kemarin ngasih coklat untuk kamu, aku nitip rara, kamu uda terima kan?" tanya gadis bermake up tebal itu


"Uda aku buang" jawab carlos dingin dan menelungkupkan kepalanya kembali , tapi gadis itu kembali menepuk punggungnya, baru saja carlos mau menegurnya. Sahabatnya tiba


"Gila cupu opname, kamu malah asyik pacaran disini" ucap ricko dengan wajah kesal. carlos menatapnya datar lalu kembali tidur . lagi lagi gadis itu menepuk punggungnya


carlos beneran marah dan mengangkat punggungnya "MINGGIR" bentaknya keras. gadis itu dan beberapa orang sangat kaget. bahkan gadis itu langsung menangis dan beranjak dari duduknya


carlos kembali tidur dengan tenang karena guru sudah memasuki kelas


"Pagi anak anak, kita kuiz ya hari ini" kelas kembali riuh atas kuiz tiba tiba dari bu mina. tapi carlos masih tidur dan tak tau ada kuiz


"Untuk yang sudah selesai kuiz bisa keluar kelas, risma bagikan kertas soalnya" perintah bu mina, risma berkeliling membagikan kertas soal kuiz kepada teman temannya . untuk kertas carlos di letakkan di meja rara yang kosong karena risma ga mau mengganggu carlos. ia tak mau kena bentak seperti alona tadi


Bu mina berjalan ke arah carlos dan membangunkannya "carlos kamu menunjukkan sikap siswa dengan tidur di kelas?" tanyanya datar. carlos bangun dengan muka bantal. menatap bu mina


"Maafkan saya bu" jawabnya sopan.


"selesaikan kuizmu , kalau selesai segera kumpulkan, kalau sudah selesai bisa keluar kelas sampai jam berikutnya"


ia segera mengambil kertas soal disampingnya dan segera mengisi. dalam 10 menit ia menyerahkan kertas yang sudah dia jawab ke meja bu mina dan keluar kelas


Bu mina kesal sekali dengan kelakuan carlos yang seolah menyepelekan kuiznya . ia menatap jawaban carlos dan memeriksanya. ia melotot lalu menghela nafas


"Pinter tapi tukang tidur huftt" gumamnya lirih


sementara sahabat carlos hanya menatap kejadian itu dan menggelengkan kepala


__ADS_1


__ADS_2