
"Baiklah, anak anak sudah bisa tidur. ucap clara pada perawat"
masalah baru kembali muncul, dom menempel dengan vyora, dam menempel dengan wanda dan badannya mulai hangat, sementara dea menempel dengan oma.
mereka terus menangis kalau di lepaskan dari gendongan
"onty menginaplah, anak anak ada ikatan batin dengan keluarga kandung. mungkin baru bertemu tak rela berpisah" pinta haekal. wanda menatap volcano. volcano mengangguk
"erin sediakan 3 pasang piyama pria dan piyama wanita antar ke kamar Tuan Nyonya besar" perintah oma "sediakan kasur tambahan untuk kamar nyonya besar"
"Baik nyonya besar" erin pun segera berlalu
"Anak anak.. kalian bisa tidur dengan uyut kalau kalian patuh. sekarang kembali ke kamar, bersihkan diri ganti pakaian, minum susu lalu ke ruang makan. kita akan tidur bersama Atau semua tidur masing masing. apa kalian paham?" tanya oma . ketiganya mengangguk cepat dan mengikuti sang perawat kembali kekamar mereka. dan yang lain segera ke ruang makan karena sudah mulai terasa lapar
mereka makan malam dengan tenang. usai makan triplet kembali ke ruang makan dengan pakaian minim karena dea juga mulai hangat tubuhnya
"mereka tak terbiasa perubahan cuaca, ini biasa terjadi pada anak anak, aku akan memberi obat demam dulu pada mereka" vyora menyuapkan syrup pereda demam pada triplet dan menempelkan kompres pada kening anak anak"
"vyora untuk dan wajib 4 jam sekali berikab syrup meski sudah tak demam. tunggu 24 jam sama sekali tak demam baru bisa hentikan syrupnya. mengenai tempelan kompres ganti 4 jam sekali tapi kalau sudah tak demam jangan ditempel lagi karena menurunkan suhu tubuh. nanti akan menjadi pilek" pesan wanda dengan teliti "usahakan tetap minum meskipun sedikit agar detox via pipis"
"baik mamina"
"Gretha.. kalau dea demam segera panggil aku jam berapapun itu. semoga mereka baik baik saja" pesan wanda. oma mengangguk
mereka bertiga segera membawa anak anak kembali ke kamar mereka sesuai permintaan anak anak. abuela , grandma juga segera berpamitan kekamar mereka membawa dav dan den. mereka tak mau kalah. akhirnya clara dan rara kembali kekamar sendirian karena anak/cucu nya sudah di borong semua
dimeja makan tersisa para pria. haekal menceritakan semua kejadian tadi.
"feelingku seharian sangat tak enak. ternyata benar ada yang akan terjadi"
"terima kasih papa/uncle/nonno" ucap haekal, patrick, carlos bersamaan
"oh ya dad siapa yang bangrutkan nathaniel group" tanya haekal . opa menunjuk volcano sambil tertawa "dia dalangnya"
__ADS_1
volcano hanya mendengus
"Besok mereka akan datang menghadap ke kantor kita jam dua siang, korbannya putri xavero yang di lecehkan, dia minta putrinya di nikahi" terang haekal
"menikahlah di neraka" ucap volcano, abuelo dan grandpa setuju sementara opa hanya mendengarkan
"reina mantan istri wilson luis, nathaniel suami barunya, katanya itu anak luis"
"tak mungkin, wilson luis depresi bunuh diri 27 tahun lalu saat bangkrut, putranya 24 tahun" jawab volcano.
"reina dusta?" gumam patrick. "besok kita selesaikan. malam ini istirahatlah, anak anak kurang sehat. itu lebih penting dari segalanya" ucap volcano
"benar , kerjaanmu masih banyak. kalian harus selesaikan semua dalam waktu singkat" ucap opa
"besok rara harus ke bank, gogo akan mengantarnya dulu" ucap carlos "oma dan momymu akan menemani rara, jadi kau bekerjalag dengan tenang" ucap opa. carlos mengangguk
mereka akhirnya berpisah ke kamar masing masing untuk istirahat
♡♡♡♡♡♡
Jam 06:00
Ruang makan mansion ivander
semua makan dengan tenang, triplet tampak sudah segar dan ceria lagi dan duduk makan bersama di meja makan
wanda yang memasak langsung buat cicitnya. untuk triplet ia memasak bubur dengan parutan wortel halus. ada brokoli kukus, daging ikan salju kukus, sup daging macaroni.
untuk twins wanda memasak bubur saring dengan parutan wortel halus, dan kuah ikan, brokoli, macaroni ia siramkan ke bubur saring sebelum di suapi ke twins. twins juga makan dengan lahap
meja makan itu di penuhi aneka ragam makanan untuk sarapan, di hadapan opa, oma, grandpa, grandma, haekal dan carlos ada bubur brokoli wortel, ikan goreng tepung dan udang kukus buatan clara
dihadapan abuela, abuelo, patrick, vyora, rara, volcano ada bubur wortel, kukusan daging ikan, udang goreng tepung, sup macaroni buatan wanda
__ADS_1
semua orang makan dengan tenang menikmati nostalgia masakan mereka dengan pikiran masing masing dan penuh rasa haru
"Mamina, arick mau tambah" pinta patrick "rara juga", wanda segera bangkit dan mengambilkan makanan buat putranya dan cucunya, volcano tersenyum tipis
usai sarapan para laki laki bersiap siap ke kantor "Aku sudah meminta pihak hotel mengantar barang kalian kesini" ucap opa "dalam satu jam akan tiba" mereka mengangguk. lalu para laki laki bergegas keluar rumah
"Kalian mau kemana hari ini?" tanya oma pada para wanita
"Rara ada virtual meeting sebentar lagi, berkisar dua jam oma, jadi rara harus kembali ke kamar" jawab rara sopan "setelah itu rara harus ke bank di suruh gogo"
"kalau begitu biarlah rara bekerja, kalian mau kemana?" tanya oma
"aku mau bawa triplet jalan jalan membeli beberapa barang" ucap wanda "kita ke VA Mall ya" ajaknya
"kau mau membawa triplet keluar? kita harus ijin dulu pada Tuan kita" ucap oma. wanda mengangguk "kalian bersama kami kan?" tanya oma. abuela, grandma, vyora mengangguk
"kita berangkat bersama rara, di seberang VA Mall ada IIB, aku dan rara berhenti di bank, lalu menyusul kalian" ucap clara
"baiklah kita lapor dulu pada tuan kita" ucap oma "rara ijin kembali ke kamar dulu ya" pamit rara, semua mengangguk
tepat jam 10:00 rara ke luar kamar dalam keadaan rapi, ia menggunakan setelan blazer hitam dengan tank top putih, sepatu pantofel warna hitam, handbag putih dan syal warna putih. terlihat sangat anggun sekali
"Go.. aku permisi jalan jalan ke VA mall dengan oma, mom, mami, abuelo, grandma dan nonni sama triplet ya , tapi aku dan mam akan singgah ke bank dulu" pamit rara pada carlos , setelah carlos menyetujuinya rara memutuskan sambungan ponselnya
mereka pun berangkat bersama , clara dan rara turun di bank di dampingi 6 pengawal laki laki. sisa keluarga ke mall didampingi 6 pengawal perempuan
20 menit kemudian, rara dan clara kembali bergabung dengan keluarganya di mall, 6 pengawal sudah menghilang entah kemana tak kelihatan, mungkin jaga jarak. clara tak peduli itu
wanda berbelanja benda untuk cicitnya membabi buta . mulai dari baju, celana, sepatu, syal, kaos kaki, jas, sarung tangan, dasi. kalau saya ia bisa memindahkan isi boutique pasti sudah ia pindah kan
melihat wanda kalap belanja keperluan baby c, yang lain tak berani ikut belanja karena takut tak muat saat dibawa pulang rara karena sebelumnya oma juga sudah kalap duluan dua hari lalu
"habis ini kita ke hermes, aku mau beli tas dan sepatu buat clara, vyora dan rara" ucap wanda setelah meminta pengawal membawa belanjaannya. ternyata pengawal wanita memberi kode pada beberapa pengawal laki laki dan membawa belanjaan nonni entah kemana
__ADS_1