PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 74 - insiden di acara


__ADS_3

Sementara di Ballroom ,


vyora dan clara membawa rara berkenalan dengan beberapa istri pengusaha, vyora tentu saja mengenal mereka karena sebelum menikah dengan patrick abuelo sering mengajaknya ke acara resmi


Haekal dan patrick berbincang dengan beberapa pengusaha kelas crazy rich masing masing negara


Carlos berbincang dengan beberapa pengusaha yang sebelumnya di kenalkan oleh patrick dan haekal.


"Wow tiba tiba dari tak punya nama jadi orang terkaya dunia, luar biasa Tuan Muda Ivander" sarkas Tuan Muda Nathaniel , Carlos diam dan tersenyum sementara beberapa pengusaha muda terkejut mendengar ucapan pedas rekan mereka


"Sebenarnya apalah arti sebuah nama, saya malah lebih senang menjalani kehidupan saya sebelumnya. Cuma sebagai anak dan cucu saya harus bertanggung jawab pada keluarga saya" jawab carlos sopan


"wah luar biasa pandangan anda Tuan Muda Ivander, Sebelumnya bisnis anda di bidang apa?" tanya Tuan Muda Paulo


"Sebelumnya saya merintis dari cafe dan mini market lalu merambah ke dunia design dan arsitek" jawab carlos "apa saya bilang, dari pengusaha kaleng kaleng tiba tiba mendapat durian runtuh" Tuan Muda Nathan kembali mempermalukan carlos


"Bagi saya, lebih membanggakan memulai dari nol dan merintis usaha sendiri" jawab carlos seadanya


"Tuan Muda Nathan bergerak di bidang apa?" tanya carlos sopan


"Ayahku pengusaha electronic nomor 1 di portugal, aku pewaris tunggalnya" jawabnya pongah "Maksud saya .. di luar bisnis keluarga apa pernah memiliki bisnis sendiri?" tanya carlos. Semua menatap Nathaniel yang terdiam malu. padahal carlos tak berniat mempermalukannya


"Aku dengar Tuan Muda menangani penjualan sistem dan managemen juga ya" potong paulo yang tau nathaniel malu sekali


perbincangan berlangsung membosankan bagi carlos , dia memilih memeluk anak anaknya daripada basa basi tak berguna seperti ini. tapi nathaniel yang merasa di permalukan tak puas. ia memanggul pelayan yang membawa minuman , dan memutar cincinnya, saat mengambil gelas minuman bersamaan serbuk jatuh ke gelas minuman. nathaniel menyerahkan pada carlos dan dia juga mengambil beberapa gelas buat rekannya. terakhir ia mengambil untuk dirinya sendiri


"mari bersulang demi kerjasama selanjutnya" ajak nathaniel mengangkat gelasnya. yang lain termasuk carlos mengangkat gelasnya juga tapi seseorang membisikkan sesuatu ke telinga carlos. carlos mengangguk sambil tersenyum


"mari bersulang" ajak nathaniel lagi


"Tunggu" ucap carlos. semua menatap carlos


"saya merasa lebih suka wine putih Tuan Muda Nathaniel, mari kita bertukar dengan red wine saya" carlos dengan cepat menukar gelasnya. Nathaniel langsung pucat


"Mari bersulang" ajak carlos dan ia meneguk wine putihnya sampai sisa setengah lalu menatap nathaniel yang masih memegang gelas red wine tanpa meneguknya.

__ADS_1


"loh kenapa tak di minum Tuan Muda Nathaniel? beri muka dan hargai saya ya Tuan Muda.. Kita bersulang bersama" carlos mendentingkan gelas wine nya ke gelas wine nathaniel lalu menatapnya tajam dengan tatapan penuh intimidasi. nathaniel segera meneguk winenya dengan tangan gemetaran


mereka kembali berbincang sampai wajah nathaniel memerah dan mulai tak nyaman, ia berpamitan ke toilet


di toilet ia berusaha keras untuk menyiram kepalanya dengan air keran mengusir hawa panasnya , setelah agak reda ia keluar toilet tapi melihat banyak wanita berpakaian sexy tubuhnya kembali memanas. ia mau keluar ballroom tapi sejumlah pengawal mencegatnya


"Tuan Muda Nathaniel, acara belum selesai. tolong masuk kembali dan hargai Tuan Rumah pengada acara" akhirnya Terpaksa ia masuk kembali tapi ia mulai susah mengendalikan dirinya. ia melepas jas dan dasinya lalu membuangnya begitu saja di lantai


tak lama ia menarik salah satu wanita berpakaian minim dan memagut bibirnya ditengah keramaian pesta . tangannya mulai bergerilya. sang wanita menjerit dan meronta ronta


BUGGGHHH BUGHHHHH


Tuan Muda Nathaniel mendapat bogem mentah dari Tuan Besar Xavero karena merasa putrinya di lecehkan di depan umum


Para pengunjung mengelilingi Tuan Muda Nathaniel , saat Xavero mau melayangkan pukulannya lagi , Tuan Besar Nathaniel tiba .


"Ada apa ini?" tanya Sang ayah


"Thomas, Putramu melecehkan putriku, kita tak akan selesai sampai disini" Bentak Xavero dengan marah


"Tenanglah Yordan, mungkin ini salah paham" ucap Tuan Besar Nathaniel, tapi sang putra segera menghampiri Putri Xavero kembali dan mau meraihnya.


dua bogem mentah kembali bersarang di wajah Tuan Muda Nathaniel , hidungnya mengucurkan darah


"Pengawal bawa dia" perintah haekal marah


"Tuan Xavero dan Tuan Nathaniel ikutlah denganku, kita selesaikan di dalam" ajak haekal


"Mom.. Vyora Rara .. kalian temani orangtua kita melayani tamu, aku bawa gogo dan patrick membereskan sesuatu sebentar"


yang disebut namanya hanya mengangguk tanpa berani protes meskipun bingung dan penasaran



haekal menggiring mereka ke area private lounge. pengawal melemparkan Tuan Muda Nathaniel dilantai

__ADS_1


Haekal, Patrick, Carlos, Tuan Besar Xavero, Nyonya Besar Xavero, Nona Muda Savero, Tuan Besar Nathaniel, Nyonya Besar Nathaniel sudah berada di ruangan itu


"Bas -tard, beraninya kau membuat onar di hotelku, kau sudah tak sayang nyawamu lagi hah?" bentak haekal pada Pemuda di lantai "Katakan apa yang terjadi?"


carlos mengangkat tangannya "katakan apa yang terjadi gogo?" perintah haekal


carlos mengangguk pada pengawal, 4 Tuan Muda keluarga lain yang tadi berbincang bersama mereka di undang masuk oleh pengawal ke ruangan itu.


lalu pengawal melakukan beberapa instruksi dan kembali berdiri di posisi semula


semua menatap ke layar televisi 200 inch di dinding . terlihat jelas bagaimana awal mula mereka berenam berdiri berbincang . carlos menekan pause


"Kalian tadi berbincang bersama?" tanya haekal. "Benar Tuan Ivander" jawab mereka serempak


"Awalnya Tuan Muda Ivander berbincang dengan kami, tepatnya Tuan Muda Ivander hanya pendengar setia . Tapi Tuan Muda Nathaniel terus menerus menyerang mempermalukan Tuan Muda Ivander. Tuan Muda tak membalas sama sekali bahkan tetap rendah hati dan mengalah" Paulo menceritakan semua dari awal sampai akhir


"kami hanya tau sampai disana, tau tau sudah ada keributan Tuan Besar Ivander" timpal temannya


"mari kita menonton ke layar" ajak carlos bagaimana mereka cheers sampai bagian nathaniel membubuhkan serbuk dari cincin ke minuman carlos. bagian itu di putar 5x berulang dan di zoom . semua orang sampai melongo


lalu carlos meneruskan video cctv sampai kejadian mereka di bawa haekal ke ruangan ini.


haekal langsung berdiri "Bas -tard beraninya kau" haekal mau menghajar Tuan Muda Nathaniel yang gelisah diikat tali di lantai


"Sabar Dad, kita bicara baik baik" Carlos merangkul ayahnya supaya tidak mengamuk , malah patrick yang mau menghajar Tuan Muda Nathaniel , Carlos berlari menyusul


"Sabar pih. kita bicara baik baik" carlos mendekap sang mertua dan mengarahkan ke sofa


"Apa maumu Thomas" Tanya Haekal dingin , Thomas hanya diam menunduk karena malu


"Bunuh dia" perintah patrick , pengawal mulai menyeret Tuan Muda Nathaniel


"Hentikan" Pekik nyonya besar Nathaniel


"Kalian berdua sudah membunuh kakek dan ayahnya apa kalian berdua masih mau membunuh anakku?"

__ADS_1


"Reina, apa yang kau katakan?" tanya Tuan Besar Nathaniel pada istrinya



__ADS_2