PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
bab 77 - Obrolan masa kecil sang ayah


__ADS_3

mereka memasuki boutique hermes "Ehmm nonni jangan beli lagi buat rara, walk in closet di rumah sudah di penuhi oma, mom dan mami, grandma, abuela" ucap rara sopan


"biarkan saja, kita beli beda model" jawab wanda tanpa menoleh sambil mendorong stroler damian


clara menyentuh bahu rara dan menggeleng. akhirnya rara diam mengikuti kemauan sang nonni


"berikan aku tas limited edition terbaru" perintah wanda yang langsung duduk di sofa dan meminta gelas dot jus pada perawat buat triplet dan twins. petugas mengambil beberapa model keluaran terbaru di hadapan wanda. wanda masih sibuk membagikan jus pada kembar . usai membagikan jus baru wanda memeriksa tas yang di tunjukkan petugas


petugas ternyata merasa gemas pada dea dan mau menyentuh pipinya, belum tersentuh dea sudah sangat marah


"no .. go away" pekiknya menangis. pengawal langsung mendorong sang petugas . si petugas terkejut


"jangan dekati adikku" bentak dom dan dam bersamaan menatap tajam pada sang petugas


"Nona jaga sikap anda, menyingkirlah" tegas sang pengawal. clara dengan cepat menggendong dea dan mengusap punggungnya agar lebih tenang


"Maaf .. saya hanya merasa gemas saja. dia begitu cantik" ucap sang petugas. dua pengawal hanya menghalangi dengan wajah datar.


"Menjauhlah, anda menakuti nona kecilku nona" pinta hilda tegas


"sayang.. mereka menyukai dede dea karena ia cantik, jangan marah ya" bujuk rara pada dam dan dom, keduanya hanya mendengus. persis haekal dan patrick dengusannya . rara tertawa


"anak pintar tak suka didekati orang asing, karena ia tak nyaman. biarkan saja mereka begitu ra" tegur wanda. rara hanya diam dan mengangguk


"berikan model ini 7 warna berbeda, ada warna apa saja?" tanya wanda


"maafkan kami, hanya ada 4 warna nyonya besar.. dark grey, black, dark blue, white" jawab petugas


"berikan empat dark grey, dua dark blue, satu white" ucap wanda.


" berikan sepatu pantofel white terbaru ukuran cucuku, lalu berikan juga tas kerja laki laki" perintah wanda

__ADS_1


"Nonni gogo suka tas tangan saja kemana mana setiap hari di pakai, tas kerjanya sudah banyak tak digunakan" ucap rara


"Nona batalkan tas kerja, ganti tas tangan terbaru" perintah wanda lagi , petugas mengangguk


oma memilih sepasang tali pinggang , sepasang dompet, sepasang syal buat rara dan carlos. dan menyerahkan black card pada petugas


setelah wanda selesai memilih dia menyerahkan black cardnya pada petugas . wanda membeli 7 tas tangan laki laki, sepasang sepatu pantofel putih untuk rara, sepasang sepatu putih buat gogo, 5 dasi buat gogo. dua parfume set buat rara dan gogo. wanda masih sempat menyanbar satu tas selempang kecil keluaran terbaru buat rara.


petugas menyelesaikan barang barang pesanan oma dan wanda lalu menyerahkan paper bag pada pengawal. pengawal wanita memberikan kode. tak lama pengawal laki laki mengangkut belanjaan itu entah kemana


"mama gimmi french fries" pinta dom


"Kalian lapar? kita tidak makan gorengan, dom masih habis demam, kita makan pasta ya baby" bujuk wanda sambil mengecup pipi dom lembut. dom hanya diam saja


"bagaimana kalau kentang kukus dan chese" tawar wanda. dom mengangguk "dea pakai chese, kami tidak pakai chese uyut" jawab dom. wanda mengangguk tersenyum


"kita cari resto asia, supaya ada bubur anak anak bagaimana?" tanya wanda. semua setuju . mereka bergegas ke ruang vip VA asian resto


setelah memesan makanan buat anak anak dan dewasa, mereka makan dengan tenang. saat memasuki ruangan vip, banyak orang terpesona pada triplet tapi pengawal dan perawat terus menghalangi orang mendekat karena takut dea kembali memekik


pengawal laki laki membawa belanjaan wanda entah kemana. sampai akhirnya mereka berhenti di cofe shop menikmati keseharian mereka menunggu pak suami pulang kantor.


anak anak sibuk memakan anggur dan pir yang sudah di potong dadu. di hadapan mereka juga tersedia jus buah segar.


"oma want ais kim" pinta dea pada clara, rara langsung melotot. yang lain balik melotot pada rara. akhirnya rara memilih diam


wanda memesankan es krim vanila single scoop buat triplet, dengan janji akan menghabiskan dua gelas air mineral sesudahnya. setelah mereka setuju wanda mengijinkan mereka memakan es krim


"Saat arick kecil, ia sangat suka makan es krim. tapi papanya marah kalau dia makan es krim. akhirnya ia suka makan diam diam di luaran dan lupa minum air putih dan sering demam" kenang wanda "Akhirnya aku diam diam meletakkan kulkas di kamarnya dan mengisi es krim dengan syarat harus minum yang banyak sesudah makan es krim. kalau demam aku akan menjual kulkas dikamarnya"


vyora terbahak bahak mendengar ucapan mertuanya "Arick kecil suka sekali berkelahi, makan es krim, tapi sekolahnya selalu juara" imbuh wanda "setiap dia berkelahi papanya akan pura pura diam, kecuali ada teguran resmi seperti surat panggilan sekolah, arick pasti dihukum"

__ADS_1


semua tertawa terbahak bahak "hukuman apa nonni?" tanya rara penasaran "tergantung, kadang kuda kuda dua jam, kadang kaki diatas kepala di bawah, kadang di suruh duduk santai di ruangan benar benar kosong selama setengah hari"


"oh rara kira di pukul"


"nonno belum pernah main tangan memukul anak, kecuali saat latihan bela diri. saat kecil arick sangat nakal sekali. hukuman yang paling dia takuti adalah disuruh duduk 12 jam di ruangan kosong. makanan dan minuman enak disediakan. tapi ia akan kesusahan menahan kebosanan" semua tertawa terbahak bahak


"nonno bisa bela diri juga ya nonni?" tanya rara


"untuk putra pewaris crazy rich eropah, rata rata bisa bela diri karena nyawa mereka bisa diincar saingan sewaktu waktu. kecuali yang anak manja dan suka hambur hamburkan uang orangtua"


"itu benar" jawab oma


"haekal juga dulu habis habisan di hajar opa kalau sampai kalah bertarung hahaha" kenang oma


"nonno dan opa , abuelo dan grandpa berarti bisa bertarung?" tanya rara penasaran


"yang paling jago dulu opamu, nomor dua nonnomu, mereka sejak muda berkelahi sampai tua" imbuh abuela . rara tertegun


"generasi berikutnya yang paling jago berkelahi ya haekal kemudian patrick" rara menatap ibunya . vyora mengangguk


"rara belum pernah liat papi bertarung"


"Karena kamu perempuan, papi tak mau kamu trauma kalau papimu sudah emosian" jawab vyora sambil mencomot kentang goreng di hadapannya


"Dulu saat kuliah, oma opa, nonno nonni, abuela abuelo, grandpa grandma semua kuliah di oxford. kami semua bersahabat, ada beberapa orang lagi kemarin ada di acara juga" oma menjelaskan


"sejak muda kakek kalian itu sangat suka berkelahi. apalagi opa dan nonno kalian. mereka sang juara. hampir seluruh tuan muda crazy rich di eropah pernah di hajar mereka" imbuh oma, clara dan vyora tertawa


"yang paling jago tetap bertrand, tiap ada masalah, bertrand selalu membela semua sahabatnya" grandma menimpali "pernah volcano dan grandpa dikeroyok sangat banyak orang , gretha mencari bertrand dan bertrand datang menghabisi mereka"


"setelah ganti generasi, haekal dan patrick itu yang paling suka berkelahi dan hampir sama dengan ayah mereka. hampir seluruh tuan muda keluarga crazy rich eropah pernah di hajar mereka.. dua anak itu amat sangat nakal sekali. mereka kelebihannya pandai sekolah dan pandai cari uang" lanjut oma

__ADS_1


"opa tak pernah marah pada mereka berdua. hanya menonton dan tersenyum saja. kecuali kalah berkelahi dua dua akan di hukum berat sama opa, makanya dua dua paling takut kalah hahaha"



__ADS_2