PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 41 - Haekal Cemburu


__ADS_3

Bandara Soekarno Hatta


Jet Pribadi Ivander


Wajah Haekal sangat masam melihat wanita disampingnya, dia membuang muka. sama dengan wanita itu juga berwajah masam dan membuang muka


Sampai di bandara kota langit mereka tak bicara sepatah katapun, masih sama sama perang dingin


Pengawal membawa koper mereka turun lalu naik ke alphard yang sudah berbaris di depan halaman bandara


Carlos yang mengajak rara dan dea menjemput orangtuanya segera menghampiri haekal dan clara. mereka berpelukan melepas rindu


Dea meronta ronta minta di gendong haekal, haekal tertawa dan menggendong cucu perempuan satu satunya yang merupakan buah hatinya


"opah opah" ia memeluk leher haekal saat carlos menggodanya dengan menjulurkan tangan mau menggendongnya


semua tertawa melihat kelakuan baby dea , clara sampai mencebik ketika di tolak dea saat menjulurkan tangannya . ia pura pura ngambek. dea memang menciumnya tapi tangannya tak lepas dari leher haekal


carlos mengemudikan lamborghini veneno milik ayahnya, dari penarikan aset koruptor dulu. haekal duduk didepan sambil menggendong dea. rara dan clara duduk di kursi penumpang bagian belakang


mereka menyimpan mobil di rumah lama rara di ruko 9B dan 10B. lalu berjalan menuju cafe hacata untuk makan siang


mereka mengambil tempat di balkon lantai dua menikmati kesejukan angin di kota langit


Haekal menekan ipad, setelah memilih menunya, ia menyerahkan ipad pada clara untuk memesan menu lalu carlos dan rara juga memesan menu dari ipad haekal


"opah ais kim" pinta dea, haekal tertawa


"kalau mau es krim, sini sama omah, kalau nggak, ngga ada es krim" ucap clara masih mode pura pura merajuk


"omah ais kim" dea menjulurkan tangan pada clara. semua tertawa terbahak bahak. tak lama suster maria membawa dua tuan kecilnya datang ke cafe menemui opa oma mereka di kawal oleh lazarus, adnan dan helix


baby dom dan baby dam segera memeluk haekal. clara mencebik "Dasar cucu tak berbakti, apa apa opah huh"


"opah gimmy ais kim" pinta dom dan dam bersamaan. rara melotot menatap mereka


"Setelah makan, kita makan es krim ya" ucap haekal sambik mencium pipi cucunya, rara mendengus


"Tak apa, sesekali saja" kata carlos memeluk pinggang kecil istrinya


sambil menunggu pesanan, dua bocil bermain di playland di awasi oleh dua perawat mereka. tapi dea tetap dalam pelukan opanya


visual baby Dea yang copy paste haekal dan carlos mukai dari warna rambut sampai warna bola mata hanya hidungnya mirip rara


__ADS_1


visual baby dom memiliki mata yang sama dengan haekal dan carlos tapi rambutnya mirip clara warnanya



Visual baby dam yang lebih mirip patrick dan rara mulai warna rambut sampai warna bola mata



Makanan segera di hidangkan, anak anak didampingi suster duduk berbaris di samping kiri haekal. clara, rara dan carlos disamping kanan haekal


setelah makan siang, haekal memesan es krim buat cucunya, dan mereka pulang ke rumah setelah sang cucu menghabiskan ice krim mereka


haekal dan carlos membersihkan diri lalu kembali turun ke kantor secepatnya untuk menyiapkan dokumen buat pertemuan nanti malam , mereka di bantu helix dan adnan


🧸🧸🧸🧸🧸


Jam 15:30


Ricko di utus carlos menemui zidan untuk membawa dokumen , kontrak dan pendanaan pembangunan rooftoop restorannya


Jam 16:00


Clara, Rara membawa baby C jalan jalan sore dengan stroller didampingi oleh dua perawat mereka


memang baby C sudah bisa berjalan dan berlari, tapi justru ke activan mereka yang membuat mereka harus duduk di stroller itu


"Mau cake baby?" tanya clara sambil tertawa , dea mengangguk cepat . "Mana uangnya?" tanya clara. Dea menatap rara


"Mama tidak punya uang" goda rara, dea kembali meronta ronta dan wajahnya mulai memerah .


"Omah berikan dea cake" ucap dom dengan wajah datar. clara melirik dom "bagaimana wajah datarmu bisa seperti papamu hah?" ledek clara


dea akhirnya menangis keras karena cake nya tak kunjung di belikan omanya, susternya segera menggendong dan menenangkannya


"Dia sudah kebiasaan meminta selalu diberikan papanya dan kakaknya, jadinya manja" omel rara


"Kita beli kalau baby tidak menangis" ucap clara tegas. dea segera berusaha berhenti menangis "ayo kita duduk tapi hapus airmatanya dulu" peritah clara . suster membantu menyeka air mata dea


Clara membuka ipad dan memesankan tiga cake buat cucunya, mereka makan dengan belepotan


Fernando dan Caldwell yang baru keluar dari penginapan melihat clara dengan cucunya segera menghampiri mereka


ketiganya saling berpelukan melepas rindu "Cucumu kembar tiga?" tanya fernando, clara mengangguk dengan senyuman "awesome"


"duduklah" kata clara, mereka pun duduk dan bermain sesaat dengan baby C

__ADS_1


"Kapan kamu tiba?" tanya fernando, tadi pagi dari jakarta, siang tiba disini. "Kau tak memesan makanan?" tanya clara


"Dowloadlah aplikasi heaven dulu" ucap clara , rara membantu kedua pengusaha itu sampai masuk ke menu heaven dan memberi petunjuk pemesanan


"Belilah kartu e money, masa crazy rich mau di traktir" ledek clara "Kau memang selalu tak mau rugi sejak dulu, pantas suamimu tambah kaya" omel caldwell


"Biar saja, kita yang traktir, rara bagaimana cara membeli kartu heaven e money?" tanya fernando


"Uncle berapa hari disini?" tanya rara "isi saja secukupnya, setelah bicara dengan mertuamu, kami akan kembali lalu menginap disini selama tiga bulan, nanti akan terpakai juga" jawab fernando


"700 USD bagaimana?" tanya rara "ada discount 2%"


"Boleh, lakukanlah.. " fernando menyerahkan black card pada rara begitu pula dengan caldwell


"pinjam identy card dan paspor ya Uncle" pinta rara, ia segera menghubungi nath . 10 menit nath datang membawa dua kartu emas heaven e-money dengan mesin merchant dan menyelesaikan transaksi


setelah menyerahkan kartu, nath segera kembali ke kantor . rara memberi petunjuk pemakaian


"Awesome sistem disini" puji caldwell


"itu pekerjaan anakku, dia jagoannya" pamer clara "ya harusnya jadi jagoanku tapi gara gara haekal, jadi bukan jagoanku" sindir fernando. "kau ini" clara mencebik


mereka memesan beberapa makanan ringan dan minuman yang di sukai anak anak juga memesan untuk 4 wanita di hadapan mereka sambil berbincang


"Aku meminta jagoanmu membangun gedungku, malah suamimu yang maju, aku malas melihatnya" ejek fernando


"Haekal lebih pengalaman di pembangunan gedung tinggi jadi jagoanku menyerahkan pada pakarnya" ucap clara "semua proyekmu harus kau serahkan pada jagoanku, atau aku akan memukulmu"


rara tertawa melihat pembicaraan mereka sungguh lucu di telinganya


"Aku jauh jauh kesini, yang pertama kutemui jagoanmu, tapi dia malah membawa suamimu" dengus fernando "interior juga kau serahkan pada jagoanku, di kota ini semua orang berada memakai jasanya, hasil karyanya sangat elegant dan berseni" pamer clara


"Anything for you, apa yang ngga kalo buat kamu" jawab fernando


"Sudah selesai merayu istriku?" suara bariton berat terdengar , clara langsung berdiri menghadap suaminya "Pulang" ucapnya tegas. dan berjalan duluan pulang


"Aku pulang dulu" pamit clara pada dua tamu itu dan menyusul suaminya yang jalan di depan.


rara menatap mereka dengan tatapan sulit di artikan, ia ingat suaminya memakai gaya, nada dan cara yang sama kalau emosi


"Lihatlah tua bangka itu, sudah tua masih posesive " ucap fernando pada rara .


"Tuan saya pulang duluan, sampai bertemu nanti malam dengan suami saya. Suami saya akan menjemput Tuan nanti di penginapan" pamit rara sopan


"Kalau haekal memarahi clara, beritau aku, aku akan menegurnya" pesan fernando, rara hanya tersenyum getir

__ADS_1



__ADS_2