PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 84 - Biaya hidup si kembar


__ADS_3

"Besok kita ke bank lagi, menyatukan deposito yang masuk ya honey" ucap carlos. rara mengangguk "pulang dari bank kita belikan oleh oleh buat T30 supaya mereka senang"


"Hubby aku berpikir untuk uang kita di eropah, dan warisan kita sebaiknya kita simpan saja buat anak anak waktu dewasa dan menjadi modal usaha. jangan kita sentuh ya" pinta rara


"aku bahkan hanya datang untuk menyatukan dana saja, tak berpikir memakainya. yang penting honey jaga lalu lintas saldo dan bunga jangan sampai kebablasan lagi" jawab carlos


"Tapi keadaan akan berbeda di jakarta, buat saldo warisan di Indonesia aku akan mengikat 2 tahun deposito. karena saat kita pindah aku tak tau keadaan jakarta apakah perlu perputaran dana atau tidak" carlos menerangkan


"Laba 5 tahun ini di kota langit dari CDI dan I-Group tidak pernah kita pergunakan sama sekali. mungkin bisa kita pakai untuk di jakarta kalau membutuhkan perputaran dana , sebisa mungkin kita tidak menggunakan saldo cash warisan ya" rara memasang wajah memelas .


"Aku akan berusaha setelah aku memahami situasi perusahaan di jakarta. mau memindahkan seluruh kantor pusat nonno nonni, ayah angkat juga membutuhkan dana besar nantinya. semoga dananya cukup" ucap carlos


"selama di kota langit, biaya hidup kita dari gaji saja sudah lebih dari cukup. laba 7 tahun hacata di buka, kita juga tak menggunakan labanya sama sekali, hanya beli ruko cdi elite saja ya. itu bisa kita pakai buat biaya hidup anak kita di eropa"


"Tidak, aku beli ruko CDI elite dari papi menggunakan uang bermain saham dari rekening berbeda. aku tak pernah memakai uang hacata.. aduh aku melupakan rekening itu. ini user id dan paswordnya" carlos mengirim pesan pada rara . rara segera log in dan mendengus pada carlos


"mengenai biaya anak nanti, aku usahakan cukup dari gaji kita berdua. kalau tak cukup aku usahakan dari rekening saham itu"


"rekening ini tak terurus hubby" ucap rara kesal. "Maaf aku bahkan lupa. aku hanya bermain saham itu 30 menit tiap malam dan melupakan rekeningnya setelah withdraw"


"ini sudah cukup buat biaya anak anak di eropah" ucap rara . carlos mengedikkan bahunya soalnya ia tak mau tau


"Ini kartu rekening itu" carlos menyerahkan sebuah kartu bertuliskan prioritas dari dompetnya pada rara "Biasa kupakai kalau membawa kalian makan di luar, sisanya tak pernah di pakai"


"simpanlah, buat apa aku simpan" tanya rara heran "tak apa. supaya kau tau aku benar lupa dan tak berniat menyembunyikan saldo"


rara terbahak bahak "Aku tak bilang begitu, aku bilang sayang bunganya.. simpanlah sendiri. nanti kalau aku mau pakai aku minta" ucap rara. carlos pun menyimpan kembali kartunya .


"Bilang ke dad jangan bangun mansion kita. dijakarta kita tinggal di apartemen dekat kantor saja bertiga dengan dea. menghemat biaya hidup. lagipula akhir pekan kita bisa tinggal di mansion dad mom, mereka akan pindah ke eropah kan" ucap rara.


"Aku akan bicarakan pada dad dan opa" ucap carlos "sekarang tidurlah, besok kita jalan jalan" rara mengangguk


♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


Jam 06:30


Ruang makan mansion ivander


"Dad, Pih, Opa, abuelo, nonno, grandpa, usai sarapan gogo mau diskusi di ruang kerja boleh? mau tanya pendapat mengenai beberapa hal" tanya carlos sopan. mereka mengangguk


mereka segera menghabiskan sarapan mereka dengan tenang lalu para pria itu menuju ruang kerja ivander


"Katakan ada apa?" tanya opa


"Ehmm begini opa.. kan dua tahun lagi gogo akan pindah ke jakarta dan dad mom, papi mami, baby c akan pindah ke itally. berarti tinggal gogo rara dan dea di jakarta" opa mengangguk


"Kemarin 4 kakek menyediakan budget 4T buat bangun mansion gogo di jakarta kan?" tanya carlos


"Benar uangnya sudah kami kirim ke rekening haekal" ucap 4 kakek itu bersamaan


"Ehmm.. karena kami hanya bertiga, bisakah kami tinggal di apartemen dekat kantor saja? tak usah jadi bangun mansion kami. akhir pekan kami akan pulang ke mansion daddy. mansion dad kan kosong karena dad mom mau pindah ke eropah"


"Kalau di bangun mansion baru akan mubajir jika tak di tempati, harus habis biaya operasional & maintenance lagi. perjalanan macet yang melelahkan juga. mansion di biarkan kosong lama juga akan rusak. dan siapa menempati mansion dad mom"


"Kau bagaimana haekal patrick?" tanya opa


"Loh kami mana ada hubungan, kan kalian yang punya uang, haekal hanya membangun gedungnya saja hahaha.. mengenai mansion haekal itu sudah atas nama gogo ya terserah mau diapakan . mau dijual pun tak masalah" ucap haekal "Benar, semua terserah yang tua saja" ucap patrick


"Baiklah.. saldo kamu bisa simpan.. mansion ditangguhkan dulu . kalian bisa tinggal dimansion dad mu. jangan di apartemen" putus opa


"ehmm kami akan tinggal di apartemen opa. karena akan menghemat cost. mengingat 4 anak kami hidup di itally pasti biayanya besar. gaji kami tak akan mencukupi kalau kami tidak menghitung dengan baik" ucap carlos sungkan soalnya ada mertuanya


6 laki laki di depan carlos langsung memasang wajah datar dengan pikiran masing masing.


"Siapa yang memintamu membayar biaya hidup sikembar di itally?" tanya opa datar


"uang kami berenam bisa menghidupi sampai cicitmu lahir go" imbuh volcano "buat apa uangmu?"

__ADS_1


"Bukannya kau orang terkaya nomor satu dunia saat ini? rara nomor dua?" tanya abuelo datar


"ada masalah yang bisa grandpa bantu nak?" tanya grandpa tulus


"aku mulai paham sepertinya" ucap patrick


"Kalian biasa hidup sederhana di kota langit, tiba tiba mau pindah kejakarta akan besar biaya hidup, belum lagi memikirkan biaya bulanan 4 anak di eropah. selama ini putri papi yang pelit itu mengandalkan gajimu untuk biaya hidup. kali ini dia takut gajimu tak cukup buat kalian berenam. tapi tak boleh mengandalkan uang di bank apalagi warisan ya?" tebak patrick


"bukan gitu juga pih" ucap carlos mengusap tengkuknya. haekal tertawa terbahak bahak


"kalau bukan gitu jadi gimana?" goda patrick "perempuan biasa uang sudah masuk susah keluar kan"


volcano dan leovarnost mulai paham, carlos takut istrinya marah kalau menggunakan saldo bank, tapi mengandalkan gaji saja ia juga takut tak cukup buat biaya anak istrinya


"Go.. " panggil nonno volcano "untuk pembangunan mansion terserah mau dibangun atau tidak. tapi memang benar mansion haekal kosong, cukup mubajir kalau bangun lagi , belum lagi biaya bulanan dua mansion pasti mahal bagi istrimu nonno setuju dengan pendapat istrimu. jadi kalaupun tak dibangun tak masalah, kami sudah menyetujui uangnya kalian tabung saja"


"kami disini mengerti, jalan hidup kalian baru di mulai saat di jakarta, kalian akan kelabakan dan sangat sibuk di jakarta, korbannya adalah anak anakmu nantinya. tujuan kami membangun 4 mansion berdampingan justru melewati hari tua kami mencurahkan kasih sayang sepenuhnya pada kembar" terang volcano, carlos mengangguk


"tapi.. " semua mata menatap volcano "uang kami berenam disini, lebih dari cukup buat kehidupan kembar sampai mereka memberimu cucu sekalipun. kami sudah punya budget buat mereka, dan kami sudah bicara sejak awal"


"benar.. kau fokuslah dijakarta. jangan pikirkan kembar disini, uang kami sangat banyak" ledek opa tertawa


"kau jangan bertengkar dengan istrimu karena uang, kalau dia tak mau menggunakan saldo bank, carilah lebih banyak uang untuknya. maka masalah selesai.. istrimu pelitnya seperti abuela dan vyora" ucap abuelo


"kau curhat ya" ledek volcano tertawa . abuelo langsung menatapnya tajam


"jalani yang kau mau sesukamu. anak anak disini jangan dipikirkan . ada dad dan lainnya mengurus hidup mereka" tutup haekal "masalah selesai sampai disini ya" carlos mengangguk


"kau tak menyimpan uang rahasia sendiri?" tanya abuelo , carlos menggeleng. "sebagai laki laki kau harus memiliki uang sendiri supaya istrimu tak marah marah"


"kau jangan mengajari gogo yang tidak tidak" tegur volcano


"untuk apa menyembunyikan uang, rara tak melarang gogo beli apapun dan tak pernah berkomentar" jawab gogo

__ADS_1



__ADS_2