
Carlos menatap datar ayahnya yang masuk membanting pintu kamar, untung saja anaknya tak ada di rumah.
Tak lama ibunya masuk kekamar juga menyusul ayahnya
"Kau sengaja keluar untuk berkencan dengan fernando kan hah?? kenapa kau berpelukan dengannya? aku melarangmu ikut tapi kau memaksa ikut rupanya ini tujuanmu" teriak haekal
"Apa maksudmu, kalau aku berkencan dengannya aku akan mengajaknya ke hotel. bukan mengajak cucuku kecafe" bantah clara masih bisa di dengar carlos "aku merindukan cucuku makanya aku kesini"
"Katakan kau memang mau bersamanya" bentak haekal
PRANKKKKK PRANKKKK
carlos mengelus dadanya , terdengar tangisan ibunya
"Baiklah, aku kembali, kau disini saja"
carlos mendengar anaknya naik ke kamar, ia segera membuka pintu kamar ayahnya tampak ibunya membawa koper dan ayahnya menarik paksa ibunya kepelukannya "Maafkan aku honey" ucap haekal
carlos menatap mereka datar , pecahan gelas terlihat di lantai. "Baby C sudah pulang, kalian jangan berteriak lagi, nanti mereka trauma, hidupkan peredam suara dulu" carlos menutup pintu kamar
"bawa anak anak ke kamar suster" perintahnya. suster segera membawa mereka naik tapi dea meronta ronta "opah opah"
"opah membeli ice cream buat dea, kalau dea patuh, besok bangun bisa makan es krim" ucap carlos. dea berhenti meronta dan naik dengan patuh
"ada kejadian apa tadi?" tanya carlos "kenapa dad teriak pelukan pelukan"
rara menceritakan semua tak ditambah tak di kurangi , carlos memijat pelipisnya
"Mom mau kabur" ucapnya
"Bagaimana ga kabur punya suami galak dan suka bentak" sindir rara. carlos menatap mata wanitanya intens
"Siapa yang tak marah istrinya diganggu lelaki lain? kecuali pria bodoh atau pria yang tak mencintai istrinya" jawab carlos
waktu pertemuan segera tiba, ia membuka pintu kamar ayahnya, ternyata orangtuanya malah sedang main kuda kudaan.
"Keluar bentak haekal" carlos segera menutup pintu kamar ayahnya dengan wajah memerah karena malu
tak lama ayahnya keluar dengan wajah segar bersama ibunya dengan wajah ibunya yang merona saat bertemu putranya
"heh habis berantem malah berantem diatas awan" ledek carlos "semua masalah harus selesai di atas ranjang, kau tak tau prinsip itu? kalau istrimu ngambek silahkan di coba" ejek haekal lalu turun ke bawah bersiap berangkat. di lantai dua ia bertemu adnan yang membawa dokumen dan perlengkapan
"Helix sedang jemput Tuan fernando Tuan besar" lapor adnan, haekal mengangguk
"Mom baik baik saja?" tanya rara ragu , clara mengangguk "dad mu yang posesive itu selalu begitu kalau cemburu, mengamuk membabi buta"
"gogo juga sama mom"
"Masa si kulkas itu sama?" rara mengangguk
"teriak bentak ngamuk tak jelas" imbuh rara , clara tertawa "syukuri saja , suamimu sudah bucin seperti daddymu"
rara menceritakan tiga kali kekasaran yang dilakukan suaminya selama menikah. clara pun menasehatinya dan memberi tips agar mengalah untuk menang
__ADS_1
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Ruangan Vip J Restoran
Haekal, Carlos, Fernando, Caldwell, lazarus, helix, adnan duduk di ruangan vip itu
"Kau berantam dengan lara?" tanya fernando sinis
"iya aku berantam dengannya di kasur, mana tau lahir adik carlos" jawab haekal santai
caldwell lazarus, adnan, helix menahan tawa mereka. sementara carlos menatap keduanya datar
"kau jangan sombong, kalau dulu kau tak menikungku, sekarang carlos adalah anakku" sinis fernando
"Kalau anakmu sudah pasti tak sehebat dan setampan anakku. kau paham? bibitmu tak akan sebagus bibitku, carlos beruntung lahir dari bibitku, kalau dari bibitmu pasti sejelek kau" ledek haekal.
empat orang itu kembali menahan tawa, carlos masih menatap dua orang itu datar
"aku klien mu, kau harus sopan padaku atau aku akan menyerahkan project ini pada orang lain" ejek fernando, carlos menatap fernando datar
"Gapapa, clara akan diam kalau kau tak bekerjasama denganku, tapi dia akan membunuhmu kalau kau batal kerjasama dengan anaknya" ledek haekal tenang. fernando mengepalkan tangannya
"KAU!!! Huh" akhirnya ia memilih diam
"Sudah bisa di mulai makan malamnya? kita belum order" tanya carlos datar. haekal dan fernando terkejut, mereka lupa order
lagi lagi empat orang itu menahan tawa dan akhirnya adnan menyerahkan buku menu pada carlos haekal fernando dan caldwell
"Aku akan memilih yang mahal dan kau yang membayar malam ini" ucap fernando ketus
"Ya sudah aku pilih yang murah kalau anak clara yang membayar, nak bagaimana wajah datarmu bisa seperti ayahmu yang jelek, kenapa wajahmu tak seceria ibumu yang cantik?" tanya fernando
"jangan memuja istriku apalagi didepan anakku" kata haekal dingin
setelah menyebutkan menu yang diinginkan mereka segera memesan pada adnan. adnan memproses pesanan mereka
"kau banyak minum jus belimbing supaya tak mudah emosi dan tak posesive" ledek fernando
"Memang jus belimbing bisa mengurangi posesive?" celutuk helix polos
"Perjaka tua sepertimu mana paham" ledek fernando, helix hanya menatap klien itu dengan tatapan datar
"memangnya kau bukan perjaka tua?" tanya haekal. helix tak sengaja tertawa
"aku perjaka tua huga gara gara kau. justru aku tak tau apa hubungan belimbing dan posesive makanya aku tak menjawab anak buahmu itu" sungut fernando. seisi ruangan terbahak bahak mendengar kalimat fernando
mereka segera makan dengan tenang saat pesanan dihidangkan. usai makan pelayan membersihkan meja lalu mereka memulai meeting
"kudengar kalian ajukan gedung 30 tingkat dengan nilai budget masing masing 1 Triliun ?" tanya haekal tegas
"Aku bisa membangunnya dengan nilai segitu tapi kalau roboh di luar tanggung jawabku. kalau setuju tanda tangani ini, kalau tak setuju baca proposal ini, ini dokumen perencanaan terbaik bagimu"
haekal menyerahkan dua buah map, dia bicara sangat serius pada lawan bicaranya
__ADS_1
"Baca baik baik proposalnya. aku sudah memberi harga standard karena bahan baku berkualitas tinggi, bila orang lain menuruti penawaranmu ia akan mencurangi kau di bahan baku atau lari membawa uangmu"
"saranku sebagai sahabat kau bangun twin tower 50 tingkat , aku akan membangun bridge penghubung dua slot, di proposal itu aku mencantumkan 2 pengajuan bahan baku kualitas terbaik dengan budget 24 T dan kualitas kedua 21 T"
"Bila kau memakai kontraktor canada atau australia, dengan bahan baku sesuai Proposalku dia akan mengajukan harga 30T kualitas terbaik dan 27T kualitas kedua itupun hanya rangka kasar"
"Gedungmu sendiri 50 lantai di canada dan australia, kau paling tau hargaku bagaimana"
"standard ekonomi tiap negara berbeda bro" jawab fernando masih serius membaca semua proposal
ia menatap caldwell, caldwell mengangguk "Aku setuju tapi aku minta penyusutan harga bro" pinta fernando
"Aku tak mampu, ini perdana kota langit di bangun gedung 50 tingkat, aku akan mengusahakan yang terbaik untukmu"
"Mengenai interior design kau bisa negosiasi dengan putraku , dia sudah membuat proposalnya" carlos menyerahkan map pada fernando dan caldwell
"Apa? 2 Triliun? kau mau membunuhku?" gertak fernando
"Ada dua proposal Tuan, bahan baku series satu dan series dua.. aku akan menggunakan segala yang terbaik dalam interiornya dan cakupannya sesuai tertera dalam proposal. aku yang mengerjakan langsung untuk Tuan"
"26 Triliun aku tawar 25 Triliun"
"25,95 T" ucap haekal
"25,5T"
"25,9 T im surrender " ucap haekal
"Deal" ucap fernando dan caldwell bersamaan, mereka tau itu cukup standard karena bila kontraktor lain dengan kualitas terbaik akan mencakup diatas 35 T dengan bahan baku terbaik
"Ini perjanjian kontraknya, baca dulu" haekal memgambil map dari adnan dan menyerahkan pada kedua calon kliennya
haekal benar benar sudah mempersiapkan semuanya dengan baik bahkan dokumen sudah tersedia sebelum angka disepakati
Mereka segera menandatangani kontrak itu tanpa alasan atau drama
"Senin kita transaksi di bank dan notaris" kata haekal. mereka segera berjabat tangan
Carlos sungguh sangat malu dan sangat salut pada ayahnya, dia merasa dia sangat kecil sekali dibandingkan dengan ayahnya
Memang carlos tak tau harga pembangunan gedung, tapi mendengar selisih 1T dan 24T itu sangat banyak dan ayahnya memenangkan tender itu
Dia juga belajar sesuatu yang di sebut bet, bertaruh, saat ia menghubungi ayahnya, ayahnya tau itu project mustahil tapi ayahnya tetap hadir mengorbankan waktu, tenaga, pekerjaan, biaya untuk hadir demi sesuatu hal yang tak pasti. bisa gagal bisa menang. meskipun akhirnya ayahnya memenangkan proyek
"Kau kenapa nak?" tanya fernando menatap carlos , carlos tergagap dan menggeleng
"Kau takjub pada ayahmu? aku juga hahaha. dia sejak dulu selalu terbaik" kata fernando
"Daddy kesini karena dia memang bertujuan mau mengundang daddy hadir kesini nak.. semua angka itu hanya triknya saja" haekal menjelaskan, carlos mengangguk. fernando tertawa
"Kau jangan kecewakan uncle mu ini, kau harus mengerjakan semua sesuai perjanjian dan tepat waktu. kepercayaan itu mahal" pesan haekal. "iya pasti dad"
"satu lagi, jauhkan ibumu darinya" tegas haekal, carlos memandang wajah ayahnya dengan datar
__ADS_1