PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 64 - Meeting di base camp


__ADS_3

"Kalau kalian besok ingin bekerja, pergilah.. mami akan bersama anak anak, mungkin triplet akan mami bawa arisan, twins di rumah saja, mereka masih terlalu kecil" ucap vyora.


"iya mih" jawab carlos dan rara


"go mengenai lahan yang kamu katakan, total ada 8 lahan berdampingan, masing masing 50 hektar, semua di beli haekal sekitar 20 tahunan silam" terang patrick "4 lahan milik haekal sudah papi pasang tembok pembatas kepemilikan sejak dulu. 4 lahan lagi diberikan haekal kepada papi juga sudah papi beri tembok pembatas kepemilikan"


"semua lokasi menghadap jalan raya dan sangat strategis, kalau kamu mau memilikinya silahkan tanya haekal, dan mengenai milik papi , kau tak perlu membelinya, kau bisa mengambilnya kapan saja kau menginginkannya. toh lahan itu di beli dengan uang haekal"


"1 lahan saja sudah lebih dari cukup untuk keperluan gogo, nanti gogo akan bicara pada daddy. dan lahan papi mau sekalian di adakan pembangunan? kalau mau gogo buat konsepnya"


"sebenarnya papi ingin membangun rumah sakit skala internasional , tapi apa daya papi bukan dokter sejak dulu papi juga tak bisa nengembangkan rumah sakit budi luhur, sejak di naungi heaven sajalah makanya Rs budi luhur berkembang pesat" ucap patrick sendu


"Gogo telepon dad sebentar menanyakan lahan itu ya pih" pamit carlos sambil menjauh membawa ponselnya


"Malam dad.."


"Ada masalah apa go?" tanya haekal


"ada masalah baru boleh telp daddy?"


"Hahaha heran saja, tadi siang sudah telepon berkabar , sekarang telepon lagi, katakan ada apa nak?"


"Gogo mau tanya lahan dad yang di kota awan di jalan kemelut, bolehkah menjual pada gogo 1 lahan"


"Loh itu sudah atas nama kamu, kemarin notaris sudah memberikan sertifikatnya padamu" jawab haekal


"Dad, gogo mau buka komplex ruko hacata 324 pintu, rara minta dibangunkan panti asuhan , gereja dan sekolah fakir miskin. papi minta bangun rumah sakit skala internasional"


"Total berapa lahan yang kita miliki di jalan itu nak?"


"8 lahan, 4 punya dad, 4 punya papi, semua sudah di batas per 50 hektar perlahannya"


"kalau tak salah kita punya lahan tapi bukan di jalan besar nak, nanti coba periksa dan kabari dady. itu lebih cocok buat kemauan rara"


"baik dad nanti gogo kabari"


"mengenai lahan jalan kemelut, minta patrick sediakan satu lahannya 3 hektar untuk rumah sakit.. kamu juga pakai lahan kita sendiri 3 hektar untuk ruko hacata.. di antaranya bangun pusat perbelanjaan kelas medium lantai 10 saja sudah cukup.."


"Baik dad.. gogo buat konsep dulu nanti kita bicarakan saat di pesawat ya"

__ADS_1


"Baiklah nak"


"Dad mom jaga kesehatan baik baik, God Bless"


"Kalian juga ya, God Bless"


carlos menghampiri meja patrick "apa kata daddy , hubby?" tanya rara


"lahan itu atas namaku" jawab carlos memasang wajah datar , rara tertawa


"lahan papi juga atas nama rara, apa kalian tak memeriksanya?" tanya patrick dengan wajah datar. vyora yang tertawa sekarang


"Kak aiko kemarilah" panggil carlos , aiko menghampiri mereka


"kak lahan jalan kemelut punya kita?" tanya carlos datar. aiko memeriksa ipadnya dan mengangguk


"200 hektar atas nama Tuan muda sudah di pecah 4 bagian pembatas, 200 hektar atas nama Nyonya Muda sudah dipecah 4 bagian pembatas juga" jawab aiko polos


"kenapa tidak bilang?" tanya carlos datar


"Tuan Muda hanya bilang mau membeli lahan milik Tuan Besar Patrick. ucapnya tak kalah datar. rara tertawa


"Lahan itu mau di sewa oleh beberapa franchaise 5 tahun, mereka yang membangun gedung, tapi tidak membayar sewa" jawab aiko "yang sudah menghubungi brand burger kingkong, mac desi, kff, lembur hijau, hypermarket. saya belum mengiyakan, mau saya ajukan dua hari lagi saat meeting"


"benar, di jalan pasir, 50 meter dari jalan raya, kita memiliki lahan 10 hektar atas nama Tuan Muda, dengan 10 tembok pembatasnya" jawab aiko


"kondisi di sewa 5 hektar oleh 5 orang berbeda sebagai usaha bengkel, gudang barang bekas, gudang expedisi, gudang telur dan ayam, rumah makan lesehan. mereka menyewa 5 tahun, berarti sisa 2 tahun lagi. dan sisa 5 hektar lagi kondisi kosong"


"aku akan menggunakan 5 hektar itu untuk panti asuhan, gereja, sekolah yang di inginkan istriku" ucap carlos, aiko segera memberi note pada ipadnya


"Mengenai franchaise itu, katakan pada mereka aku akan membangun gedung pusat perbelanjaan skala medium, paling lamban 12 bulan sudah beroperasi total, saat itu mereka bisa menyewanya" ucap carlos


"Baik Tuan Muda" aiko segera kembali ke tempatnya


"rumah sakit akan kita bangun, konsepnya kita bicarakan dengan daddy saat dipesawat nanti pih" ucap carlos


"Puji Tuhan" ucap patrick sambil mengusap wajahnya "Aldebaran International Hospital"


"Baik pih" jawab carlos

__ADS_1


patrick merasa sangat lega sekali karena ia memang bercita cita memiliki rumah sakit yang baik, benar dulu budi luhur dibangun haekal untuknya mengingat ia anak dokter tapi parrick tak ada basic dokter. sehingga tidak berkembang pesat. kali ini ada carlos dan rara, ia bisa tenang menggapai cita citanya


"Papi bawa triplet masuk dulu, tak baik anak anak di luar atap jam segini"


"Baik pih" jawab carlos dan rara bersamaan


tersisalah carlos, rara, dan T25 disana. "guys tidak jadi beli lahan, lahannya sudah ada. kalian bersenang senanglah di sini, lusa kita kembali" ucap carlos , semua mengangguk


"Ruko kalian akan jadi 100 pintu jatah kalian" ucap rara "YESS" teriak mereka bersamaan


"Boss aku akan membawa adikku, kakakku, dan kakak iparku menemuimu besok" ucap yeriko


"Siap, di cafe saja" ucap carlos "No.. anda memenuhi slot" tolak aiko


"Camp ku saja" ajak rara "Besok ketemu di camp jam 10 pagi" ucap carlos


●●●●●●●


Jam 10:00


Base Camp Rara


"Apakah tidur kalian nyenyak disini?" tanya rara pada asistennya


"untung saja kami tak tinggal di rumah helix, adnan atau tuan besar. disini jauh lebih nyaman dan bebas" jawab vincent


"Serasa di cdi juga hahaha" imbuh gerald


"dulu aku tinggal di depan, camp ini di jadikan acara kumpul kerpok" ucap carlos


"yang sebelah kiri dulu kios jualan sembako, sekalian buat umpetin motor gede carlos" terang ricko


"mogenya sudah di jual rara" ucap carlos datar "tapi sepedamu masih utuh dan kami rawat" ledek nath. semua terbahak bahak


"itu sepeda kedua, diberikan kendrick, huh" omel carlos "bukan di berikan tapi di hajar babak belur untuk menggantinya" balas kendrick nyolot. yang lain terbahak bahak


"untung ketemu yang sama ya" ledek lazarus. "kalau tak sama mungkin kami sudah cacat di hajarnya" dengus kendrick . yang lain kembali terbahak bahak


"ngomong ngomong mana kacamata mahalmu bro? gini gini aku yang selalu di titipin loh oleh dia kalau mau bertarung" ledek yeriko "disimpan rara" jawab carlos. "aku pernah di titip sekali. katanya mahal jaga baik baik" omel rara

__ADS_1


"Jadi orang kok hobby berkelahi" cebik rara . mereka tertawa "untung saja dulu saat dia pindah sekolah, langsung kami tawari berteman ke kantin, kalau tidak mungkin kami juga ikutan babak belur" canda ricko



__ADS_2