PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 39 - berdamai


__ADS_3

Rara melanjutkan pekerjaannya seperti biasa, dia tetap dingin pada carlos dan semua orang


Selama ngidam, ia nemenuhi kebutuhannya sendiri, makanan ia pesan online, muntah pun dia berusaha diluar kamar agar carlos tidak rese


Carlos merasa tertekan melihat sikap istrinya itu, tapi mau gimana lagi ia sudah berusaha juga.


Sore jam enam , carlos membawa ketiga anaknya kembali ke rumah, rara segera keluar rumah menuju cafe, ia mau makan steak sapi tapi makan di tempat


sampai di cafe ia segera memesan makanannya. tiba tiba felix sudah duduk di depannya. mereka terlibat perbincangan ringan seputar kehamilan rara


carlos yang baru menaiki tangga cafe menatap pemandangan itu dengan hati penuh amarah.


"Pulang" perintahnya tegas "Aku mau makan steak dan harus makan disini" jawab rara datar


"Bro istri bro mengidam, bersabarlah beberapa menit sudah selesai makan" ucap felix


"Dia istriku, hanya aku yang berhak memutuskan bagaimana bersikap pada istriku" kata carlos dingin, matanya menatap tajam pada rara. rara hanya memasang wajah datar


"Pulang, jangan sampai aku marah" perintah carlos. rara pun segera pulang memasuki kamarnya dan muntah sepanjang malam.


carlos dilanda kepanikan melihat situasi istrinya seperti itu. rara bahkan tak mau repot repot merespon suaminya . dengan lemas dan pusink ia membaringkan kepalanya di atas bantal


"Besok aku akan bawa anak anak pulang ke kota awan beberapa hari, aku rindu orangtuaku" ucap rara dingin lalu membalikkan tubuhnya


"aku akan pulang bersamamu"


"Aku ingin sendiri menenangkan diri"


"Kenapa? kau janjian dengan felix?" tuding carlos. rara memijat pelipisnya sudah tak kuat lagi


"Ku harap kita bisa segera bercerai" tutupnya lalu memejamkan mata. carlos kembali emosi


"Apa maksudmu hah?" teriak carlos


"Seringlah memakai nada seperti itu bicara denganku, kupastikan surat cerai akan segera mendarat di mejamu, aku akan pulang besok dengan anak anak, aku ingin sendirian"


"kau tak akan kemana mana besok, kalau kau berani keluar. kau akan kehilangan kebebasanmu"


rara segera bangkit dari ranjang dan berjalan keluar kamar "kau mau kemana ?" tanya carlos menahan pintu kamar


"aku rindu anakku" ucap rara dingin "tidur" perintah carlos. rara bergegas menarik gagang pintu.

__ADS_1


"Kau tak mendengar ucapanku hah?" teriak carlos. rara tertegun di teriaki carlos, ia merasa matanya gelap. dan tak ingat apa apa lagi


●●●●●


"Tuan muda, untung anda segera hubungi kami kalau tidak bisa saja nyonya kehilangan calon bayinya, kandungan nyonya sangat lemah, jaga perasaan dan suasana hati nyonya muda, apalagi ini kehamilan kembar"


pesan sang dokter pada carlos. wajah carlos pias seketika. ia mengusap wajahnya kasar, ia ingat istrinya bahkan belum makan sejak siang. hatinya merasa sangat bersalah , ia menciumi perut rara "maafkan papa ya sayang"


carlos memesan bubur untuk rara, saat rara sadar ia segera memapahnya setengah duduk lalu memberikan pil mual nya


dua puluh menit kemudian dia menyuapkan bubur pada rara "kasihan anak kita, makanlah" sedikit" akhirnya rara menelan buburnya sampai habis dan meminum pil pil lain dari carlos dan segera merebahkan istrinya ke bantalnya


"kalau aku tiada, berjanjilah antarlah anak anakku pada orangtuaku" ucap rara, carlos langsung melompat duduk memandang istrinya


mata itu mata yang putus asa, mata penuh luka. "maafkan aku letta, maafkan aku, jangan sampai berbuat bodoh, kasihan anak anak kita"


"besok antar aku pulang ke rumah orangtuaku sebelum aku menceraikanmu dengan kematian" rara segera memejamkan matanya dan tidur karena efek obat dari dokter


Carlos gelisah semalaman sampai akhirnya ia tertidur karena kepalanya pusing


"Rara.. kumohon maafkan aku, aku berjanji tak akan membentakmu lagi, tak akan kasar lagi, kumohon beri aku kesempatan terakhir, pandanglah baby C please" carlos memohon


rara hanya diam menutup matanya dan tak bersuara


●●●●●


rara menuangkan isi perutnya ke closet, carlos memapahnya ke wastafel membersihkan wajah lalu mengangkatnya ke ranjang . ia melihat suaminya sudah rapi dengan kaos putih mencetak roti sobeknya dan celana bahan warna hitam dia terlihat sangat tampan


"mau kemana dia?" batin rara


carlos duduk disampingnya


"sayang aku sudah berpikir semalaman, kota awan sangat tak memadai kondisi medis untuk calon janin dan baby C"


"kalau memang kau tak bersedia memaafkanku dan tetap ingin pergi, kalian tetaplah disini, biar aku yang pergi, aku serahkan semua hartaku untukmu dan anak anak kita , agar kalian hidup dengan baik disini"


DEGHHH


hati rara berdenyut nyeri mendengar suaminya akan pergi, ia tau suaminya akan melakukan ucapannya seperti dulu ia rela meninggalkan keluarga, harta dan tahtanya begitu saja tanpa membawa apapun


bukan ini yang dia mau, ia hanya mau suami yang lemah lembut, pengertian, menyayanginya dan anak anaknya. bukan suami kasar yang suka khilaf disaat emosi . tapi ia juga sadar suaminya laki laki dan punya harga diri yang tak suka istrinya di ganggu orang

__ADS_1


"berat hatiku meninggalkan kalian, kalian adalah nyawaku. selain ibuku .. wanita yang pernah ada dihatiku hanya kamu dan dea. aku bahkan mencintaimu melebihi nyawaku sendiri, tapi demimu aku akan tetap pergi. memulai segalanya dari nol, aku akan berusaha memenuhi kebutuhanmu dan anak anak semampuku"


"kau jaga diri baik baik, dan jaga anak anak kita, kalau membutuhkan sesuatu, hubungi aku, aku mengirimkan seseorang untuk membantumu"


carlos mengecup kening, hidung, mata , pipi, terakhir bibir mungil yang sejak dulu menjadi candunya tapi rara meneteskan air mata dan berkata


"Kalau begitu kirim orangnya sekarang, aku ingin minta bantuannya..." jawab rara "Aku ingin dia carikan aku suami baru"


carlos mengelus dadanya, menghembuskan nafas dengan berat dan menatap istrinya dalam


"aku mau dia carikan aku suami yang lemah lembut pada anak istri, tidak kasar, tidak pernah membentak istrinya, bertanggung jawab pada anak istrinya"


"Maafkan aku, beri aku kesempatan, aku akan berubah menjadi suami yang kau inginkan letta" mohon carlos menahan gejolak dihatinya mendengar istrinya mau cari suami baru . apa kabar anaknya kalau istrinya menikah lagi


"biar kau merasakan bagaimana sakitnya saat anak anakmu memanggil orang lain papa dan biar kau... mpphhh"


dia tak bisa nenyelesaikan ucapannya, carlos sudah membungkam mulut istrinya dengan mulutnya, mata carlos memerah karena emosi mendengar anaknya akan memanggil pria lain papa.


rara mendorong dada carlos tapi suaminya tak bergeming sama sekali, malah memperdalam pautannya. rara akhirnya membalasnya , mereka menumpahkan perasaannya dalam pautan itu


carlos naik ke tubuh istrinya melepaskan tiga kancing piyama milik istrinya lalu mengecup mesra disana dan mulai menyusu, rara meracau hebat, perlahan turun ke sawah istrinya dan mengecup disana. rara memekik hebat. dia pun melancarkan aksi sampai rara mendapat dua kali pelepasan


memang carlos tak menyatukan diri dengan istrinya karena ucapan dokter kemarin masih mengiang di telinganya. ia tak mau melukai anak dalam perut istrinya. tapi ia berusaha menyenangkan istrinya yang berbaring kelelahan disampingnya dengan kondisi tak berbenang itu


ia menarik tubuh mungil itu dalam pelukannya "tak ada yang bisa memilikimu, tak ada orang yang akan dipanggil papa oleh anakku selain aku, kalian hanya milikku, maafkan aku. aku akan berubah . beri aku kesempatan sekali lagi"


"kau pergilah, bukannya kau mau pergi, ya sudah sana pergi saja. kau kan hebat bisa seenaknya pergi meninggalkan orangtuamu, sekarang mau meninggalkan kami berenam. ya sudah sana pergi. nanti aku akan merekam dea memanggil papa barunya dan kukirim rekamannya ke ponselmu"


"sudah ya.. jangan memancingku, aku tak bisa memasukimu karena calon baby kita masih rentan, tapi kau jangan memanasi hatiku, tak ada suami baru, tak ada papa baru"


"sudah sana pergi, kau kan sudah rapi dan mau pergi, aku ajak dea cari papa baru dulu" ejek rara sambil bersiap bangkit, carlos menariknya dan naik ke atasnya


"mulutmu harus di hukum" tatapannya penuh intimidasi, rara tertawa "sana pergi" dorongnya . carlos kembali menyerangnya sampai mendapatkan beberapa kali pelepasan dan tubuh mungil itu terbaring kelelahan dalam pelukan carlos.


"maafkan aku sayang" pinta carlos


"sekali lagi kau kasar dan membentakku, aku akan benar benar mengirimkan surat cerai padamu, lalu menikah dengan orang lain"


"Baik.. aku akan berubah, kau bisa pergi jika aku mengulanginya. tapi kau juga harus jaga sikapmu. kau tau aku tak punya kesabaran melihatmu bersama pria lain"


"dasar posesive"

__ADS_1


"aku posesive karena aku mencintaimu" bisik carlos, tangan mungil rara turun mencari sesuatu. carlos melotot "no jangan nanti kau kelelahan" tapi rara tak peduli. dia memanjakan naga mas itu sampai pelepasan dua kali



__ADS_2