
"Kalian bagaimana? sama saja, dua pilihan, kembalikan uang perusahaan sesuai data, sisanya terserah mau lanjutin angsuran atau mau kembalikan ke perusahaan mobilnya"
mereka membuka map laporan pemakaian dana perusahaan untuk kepentingab pribadi atas penggunaan mobil
semua memilih mengembalikan uang perusahaan dan memiliki mobil itu lalu setelah menyelesaikan transaksi dengan sangat koperative mereka diijinkan pulang
"Kak mereka semua di ijinkan pulang begitu saja?" tanya lazarus bingung
"saya bilang habis transaksi done mereka bisa segera pulang dulu. saya tak bilang mereka boleh pulang begitu saja" kata helix ambigu
"Mereka tak bisa di hukum sekarang Zaza, total ada 300 mobil yang harus di tarik. tadi masih 10 mobil yang di tarik, kalau langsung di hukum 290 oknum lain akan lari" rara menjelaskan
"Tapi kalau 290 mobil sudah di tarik maka kita tinggal memberi hukuman massal, uang kembali , aset kembali, oknum mendapat ganjaran" lazarus akhirnya mengangguk paham
akhirnya dalam 10 hari , 90% dana perusahaan bisa di tarik kembali dari oknum, 80% dipecat secara massal dalam konferensi pers yang di adakan oleh helix . sama dengan black list dan membunuh karir 80% oknum tersebut
masalah koruptor selesai dan perusahaan berjalan rapi sesuai sistem
Karena 75% dari oknum mengganti uang perusahaan, sisa 5% mendekam di penjara dan aset di tarik carlos, mobil sport mereka di beli oleh T13 , sebagian di gunakan kendaraan operasional untuk menemui client oleh Heaven official. sementara satu unit lamborghini aventador di sisakan carlos untuk di kirim ke kota awan sebagai kendaraannya selama di kota awan dan satu unit lambhorgini veneno disisakan carlos untuk di gunakan untuk haekal bila bila haekal ke kota langit.
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Kuliah sudah dimulai kembali, S6 pun menjalani kehidupan mahasiswa di sore hari sampai malam hari.
setiap jumat malam rara dan aiko kembali ke kota awan dan pulang ke kota langit di minggu sore
Tak terasa dua setengah tahun berlalu , enam bulan pertama carlos pontang panting membagi waktu dan hidupnya tapi ia berhasil melaluinya dengan baik sampai semua berjalan lancar dan semakin pesat di bawah kepemimpinan carlos
Felix membuka usaha ATK, Axell membuka usaha alat kesehatan dan apotik di ruko CDI luxury, mereka sudah punya pemikiran dewasa dan jarang berulah karena di awasi dua kakak mereka dengan ketat
▪︎▪︎▪︎▪︎
Namanya rumah tangga pasti ada kerikil kehidupan , begitu pula dengan carlos dan rara
hubungan carlos dan rara datar datar saja karena mereka sibuk mengurus tanggung jawab dan bisnis mereka
Clara dan vyora menyarankan mereka segera memiliki anak karena empat orangtua sudah ingin memiliki cucu. memang rara sudah melepas kontrasepai enam bulan tapi mereka belum di percaya memiliki momongan
Masalah baru pun muncul, Fauziah wanita yang dulu di bantu carlos ternyata memiliki catatan jelek dimata clara
Usai dia di ungsikan dari rumah carlos, clara menyewakan rumah dan menjadikan kios buat fauziah. tiga bulan memudian ibu fauziah meninggal dunia. beban pengobatan fauziah sudah hilang. dia cukup mengelola kios itu maka tinggal memetik hasil.
sayangnya sebulan setelah ibunya meninggal dunia, Fauziah mulai foya foya dan menghabiskan isi kios lalu pergi entah kemana tanpa mengembalikan modal clara.
Dua tahun menghilang sekarang dia menemui carlos di kota awan. dan memohon bantuan pada carlos. Carlos menempatkannya di Laundry dan mengijinkannya tinggal di mess ruko milik rara
rara sudah melarang dan menolak tapi carlos bersikeras menolongnya. Fauziah mulai melancarkan drama ala ala pelakor dan semua diketahui rara sayang tak diketahui carlos
Kamis jam 17:15
Kantor carlos
"Carlos, aku membelikan kemeja untukmu sebagai ucapan terima kasih" ucap fauziah yang lancang mendatangi kantor carlos
"Letakkan saja, terima kasih, lain kali kau tak perlu melakukannya" ucap carlos tanpa menoleh.
"Aku buatkan kopi ya" fauziah membuatkan kopi "rara mana? sebagai istri tak mengurusimu, kopi pun tak mampu dia buatkan untuk suami yang sudah bekerja keras"
__ADS_1
"Rara sibuk, dia kerja buat orangtuaku juga, pergilah terima kasih kopinya" carlos bicara dengan fokus pada laptopnya, dia dikejar deadline
"Minumlah dulu kopinya" rayu fauziah mendekat pada carlos,
saat carlos berbalik fauziah sengaja menyiramkan kopi panas pada celananya dan celana carlos. lalu berteriak kesakitan dan sengaja terhuyung duduk di pangkuan carlos. carlos memegang pinggangnya karena kaget
rara memasuki kantor dan memergoki carlos memangku fauziah , rara hanya menatapnya datar
"Kekantorku dan ambil gajimu, kau tak perlu bekerja lagi" kata rara dingin
"Carlos, jangan memecatku please, bagaimana nasibku hicks " ia meraung histeris penuh drama memohon pada carlos
"Jangan pecat dia letta, ijinkan dia tetap bekerja"
"Aku yang pergi atau dia yang pergi?" tanya rara tegas "Apa maksudmu?" tanya carlos tajam
"Pilihanmu dua, aku yang pergi atau dia yang pergi?" rara menatap carlos tajam
"carlos jangan memecatku, aku tak punya siapa siapa lagi huhuhu" tangisan fauziah membuat carlos iba
"Baiklah kau tak memilih, aku yang memilih pergi" rara segera naik ke kamarnya
"kau kembali ke laundry" perintah carlos dan menyusul istrinya, fauziah tersenyum smirk
rara segera mengambil koper menyusun baju bajunya di kamar lalu bergegas keluar kamar
"Kau mau kemana" tanya carlos menahan lengan rara
"Aku sudah memberimu pilihan" ucap rara
"Kalau sudah aku kekanakan , jangan memperistri wanita yang kekanakan" jawab rara sambil segera menuju pintu keluar kamar
"Kita belum selesai bicara Aletta" bentak carlos, rara terkejut karena carlos pertama kali bersuara keras pada rara . rara bergegas keluar membawa kopernya tapi carlos menariknya dan melemparkannya dengan kasar ke ranjang
airmata rara menetes "tetap disini, jangan sampai aku mengurungmu dikamar" bentak carlos
"Aku mau ke kampus" rara bangkit dan berusaha keluar
"Kau tak perlu kuliah hari ini" jawab carlos dingin
"Kau bisa menahan aku disini, kau tak bisa menahan hatiku untukmu lagi" ucap rara dingin
"Kenapa? cemburumu menutupi hatimu?" tanya carlos "aku tak ada hubungan dengan zizi"
"zizi zizi, mesra sekali panggilanmu, atau memang kau sudah bersamanya di belakangku sampai kau memangku dan mempertahankannya hah?" tanya rara sambil berteriak
PLAKKKK
tangan carlos melayang di pipi rara, rara tersungkur ke lantai, sudut bibirnya pecah
pipinya sakit tapi hatinya lebih sakit
"Jaga mulutmu dan sikapmu" bentak carlos "Aku suamimu , pantaskah kau bicara seperti itu pada suamimu?"
rara diam tak bersuara, carlos mencoba mengangkatnya, ia menepis tangan carlos dan segera keluar kamar tapi carlos menarik dan kembali melemparkannya ke ranjang dengan kasar
"Mau kemana?" bentak carlos
__ADS_1
"Mari bercerai" kata rara dengan penuh luka
"Jangan mimpi, sampai kapanpun aku tak akan menceraikanmu, apa kau paham" teriak carlos yang makin emosi
rara menghembuskan nafas berat, kepalanya pusink karena tamparan carlos tadi. ia segera membawa handuk dan berjalan kekamar mandi , carlos hanya menatap istri kecilnya
ada rasa bersalah dalam hatinya, tapi ia tak suka dengan tuduhan istrinya, tak suka istrinya bersuara keras, tak suka istrinya akan pergi, tak suka istrinya minta cerai
setelah membersihkan diri , rara merasa kepalanya makin pusink, perutnya serasa di kocok. ia mengeluarkan seluruh isi perutnya di closet. setelah agak tenang rara bangkit membasuh wajah dan menyikat gigi
diluar carlos mendengar muntahan istrinya, tapi tak ada reaksinya menanyakan keadaan istrinya.
rara sekuat tenaga berjalan ke ranjang dan membaringkan tubuhnya, memejamkan mata, ia merasa dunianya berputar, rara segera tak sadarkan diri. sementara carlos menganggapnya tidur dan keluar kamar
jam sebelas malam carlos kembali ke kamarnya dan melihat istrinya masih di ranjangnya tidur. ia mengusap kepala istrinya dan mengecup keningnya.
Hatinya sakit melihat keadaan istrinya tapi istrinya benar benar menguji kesabarannya. carlos segera membaringkan tubuh di samping tubuh mungil itu dan memeluknya
****
Jam 06:00
Rara bangun membersihkan diri, menyediakan pakaian, sarapan dan kopi suaminya. lalu turun ke kantornya menyelesaikan pekerjaannya
ia mencoba bersikap baik agar carlos tak mengurungnya dan lengah.
jam makan siang ia tak kemana mana, ia tak keluar makan siang, carlos meletakkan sekotak bekal makanan di hadapannya
"Makasih " rara menatap carlos sambil tersenyum manis "Sama sama" carlos mengusap kepala istrinya sambil tersenyum juga lalu kembali ke kantornya
felix kamu jam berapa pulang ke kota awan?
^^^satu jam lagi, ada apa?^^^
Bisa berangkat awal, aku mau menumpang mobilmu, ada yang harus aku lakukan di kota awan terkait karyawanku
^^^bisa, 15 menit lagi aku akan menjemputmu , kau dimana?^^^
jemput aku di seberang rumahku ya, trims
^^^ok sip^^^
rara menyelipkan dompetnya di sakunya, membawa laptop tanpa tas tanpa charger dan ponselnya keluar ruangan.
carlos menyentaknya "Kau mau kemana?"
"benar dia mengaeasi cctv sejak tadi" batin rara
"Aku mau menitipkan laptop pada felix sebentar, dia mau pulang ke kota awan dan sekarang di seberang jalan. tunggulah sebentar" ucap rara sambil tersenyum
rara menarik leher carlos agar lebih rendah. rara segera mengecup bibir carlos. carlos balas mel -umat bibir istrinya, rara membalasnya dengan semangat. beberapa menit kemudian carlos melepaskannya supaya istrinya nengambil nafas
rara tersenyum "nanti malam saja di lanjut, aku beri laptop dulu ke felix, nanti dia lama menunggu aku jadi repotin" pamit rara sambil mengusap rahang carlos dengan mesra
"Hati hati dan cepat kembali" carlos mengusap kepala istrinya lalu kembali ke ruangannya dengan tersenyum
__ADS_1