
carlos segera kembali duduk disamping rara "lama sekali ke toilet hubby" ucap rara sambil menghabiskan es teh "Antri honey" jawab carlos
"Oh ya tadi aku dengar katanya mau ajak istriku kerjasama bisnis ya?" tanya carlos ramah. ketiganya spontan langsung mengangguk semangat
"Tadi mau bangun cafe di kota pelangi dengan modal 1 M ya nona claire?" claire mengangguk "saya setuju" ucap carlos
"memo pena" ucapnya pada rara, rara segera mengambil memo dan pena di tas lalu di serahkan pada suaminya, carlos menuliskan sesuatu di memo
"Bila memang mau kerjasama, akan saya dukung, saya bersedia, lagipula kami belum merambah ke kota pelangi, peluang bisnis disana bagus" ucap carlos "benar tuan muda peluang disana bagus" ucap claire
"Anda juga mau bangun perusahaan di kota pelangi kan tuan hardian" ucap carlos , "benar tuan karena peluang bisnis disana bagus sekali" imbuh hardian semangat
"baiklah, heaven office akan mewakili istri saya bekerjasama dengan kalian. ini nomor rekening heaven official, silahkan nona claire segera transer 1 Miliar ke rekening office, istri saya juga akan transfer 1 Milliar. setelah itu dana 2 Miliar akan kita pakai untuk kerjasama membuka cafe di kota pelangi.. begitu pula Tuan Hardian.. ini rekening heaven office, silahkan transfer dananya 10 Milliar, istri saya juga akan transfer dana 10 Miliar. nanti total 20 Milliar akan kita pakai bekerjasama membangun perusahaan di kota pelangi" ucap carlos santai
"Bisakah dalan 3 hari dana sudah masuk, agar kita bisa langsung bekerjasama? namanya kerjasama pasti sama sama mengeluarkan modal dan menjalankan bersama sama. atau jangan jangan kalian mau menipu istri saya dengan meminta istri saya mengeluarkan uang sepihak, tak mungkin kan? kalian tak mungkin menipu istri saya kan? kalian pasti akan transfer dananya kan?" tanya carlos, ketiganya pucat pasi
"Tuan Tony tadi mau usaha apa? mari bekerjasama" ajak carlos "ah tidak, saya masih planning bahkan belum terpikirkan mau usaha apa" ucap tonny gemetar
"Baiklah.. pikirkan dulu, kalau sudah mau kerjasama langsung hubungi istri saya ya Tuan Tony" ucap carlos ramah
"Nah Nona Claire dan Tuan Hardian, bagaimana tadi, kapan bisa di transfer dananya?" tanya carlos menatap kedua orang yang gemetaran
"honey kalau ingin ke toilet pergilah, kita akan kembali setelah ini. besok ada meeting pagi" perintah carlos tegas. rara buru buru ke kamar mandi menyisakan tiga temannya
"Bagaimana nona claire, Tuan hardian. apakah kalian berniat menipu istri saya?" tanya carlos tajam
"ti tidak.. ka kami ma mana be berani Tuan Muda" ucap mereka gugup
"kapan dana bisa diterima?" serang carlos
"ka kami a akan me mengu mengusahakan da dananya du dulu tu tuan mu muda" jawab mereka, rara sudah kembali dan duduk disamping carlos sambil tersenyum
__ADS_1
"baiklah kalau begitu kabari nanti, kami permisi dulu" pamit carlos sambil menarik pinggang rara lalu bergegas keluar
"Ra.. " panggil mereka bertiga lirih. carlos dan rara menoleh "ada apa?" tanya rara
"Ba bagaimana ta tagihan ma maka nan ini" tanya claire terbata bata
"oh charge minimum ruangan ini 5 juta. pesanan kalian 12 juta lebih, tapi aku memiliki kartu diskon 50%. aku tadi sudah menemui kasir dan sudah membayar" ucap carlos , seketika ketiganya bernafas lega
"Maksudku aku sudah membayar nasi goreng dan es teh yang aku dan istriku makan, sisa yang kalian makan nanti kalian bisa membayar ke kasir. sudah dapat diskon 50%" sambung carlos, ketiganya kembali pucat
"Oh kami suami istri sudah terbiasa bayar masing masing meskipun makan bersama" ucap rara sambil memasang senyum ramah "kebetulan suamiku sudah membayarkan nasi gorengku hari ini, mungkin sedang angin baik. biasa dia membiarkanku membayar sendiri makananku" ucap rara sambil tertawa
"Kami duluan ya" pamit rara sambil menggandeng lengan suaminya beranjak
"ra.. " panggil tony lagi , rara menoleh
"Tapi.. kami tak punya uang membayar tagihan" ucap hardian
"Tak apa apa, kalian bisa meninggalkan jaminan berupa bpkb atau perhiasan atau ponsel dulu dikasir. nanti kalian bisa mengambil kembali jaminan saat pelunasan" ucap carlos ramah. ketiganya langsung pias "kan tak mungkin kalian meminta istriku membayar makanan yang tidak dia pesan dan tidak dia makan, atau bahkan makan pun kalian mau menipu istriku?" tanya carlos tajam
"kenapa keluar tak ijin?" tanya carlos
"aku tadi ke bank, lalu mereka mengajak bertemu mau membahas panti asuhan. aku ajak bertemu di hacata cafe, mereka memilih disini. kebetulan ponselku mati" jawab rara
"temanmu semua penipu dan mau memerasmu" omel carlos "aku tau, makanya aku memisahkan bill ku dari mereka" jawab rara
"bahkan aku berniat mengundang mereka ke office besok menanyakan prosedur kerjasama dan jumlah modal yang mereka miliki, setelah fix baru aku membiarkan mereka menemuimu" jawab rara santai
"Ternyata kau pintar" dengus carlos
"tentu saja aku pintar, buat apa aku membuang uang, lebih baik uangnya kubelikan makanan anakku" jawab rara "aku tak pernah suka di traktir orang, aku juga tak suka mentraktir orang kecuali keluargaku"
__ADS_1
"untung cafe kita bayar dulu baru makan, jadi tak perlu mengalami hal seperti mereka" ucap carlos
♡♡♡♡♡
Di tempat lain
"Nona tagihannya 6,7 Juta sesudah diskon 50%" ucap sang pelayan membawakan nota dan mesin merchant , tiga orang itu kebingungan dan memucat
"Kenapa kau tak menahan tamara tadi" ucap tony memijat pelipisnya
"Maaf Tuan, saat nona tamara tiba tadi, sudah berpesan untuk memisahkan bill makanannya, dan kami sudah memisahkannya, beliau juga sudah membayar tagihan makanan sesuai billnya" jawab pelayan "kebiasaan orang heaven memang bayar masing masing meski mereka datang bersama"
Claire melepaskan kalung mas putih yang dia gunakan, hardian melepaskan cincin yang ia pakai. tony bahkan tak memiliki apapun untuk ia serahkan. "ponselmu saja" ucap hardian. akhirnya dengan berat hati dan penuh rasa malu mereka meninggalkan restoran itu dengan jaminan
"kenapa bisa orang kaya sangat pelit begitu" umpat claire "awas saja rara"
"kamu tidak dengar? bahkan bersama anak buahnya saja harus bayar masing masing" jawab hardian
"tadi dia sudah mengajak kita bertemu di hacata cafe, disana harus bayar dulu pesanan baru makanan tiba, kalau tadi kita kesana kita tak akan mengalami kejadian seperti ini, minimal saat pesan kita sudah tau dia tak akan membayarkan untuk kita" ucap tony
"mana ku tau dia sepelit itu" umpat claire "kaya tapi pelit, belum lagi suaminya yang sombong itu huh, meminta kita transfer 11 Miliar ke rekening heaven , darimana kita punya uang"
"sudahlah anggap saja kita salah langkah, mau mengerjai rara malah mengerjai diiri sendiri" ucap tony
"tapi suaminya sangat tampan" ucap claire dengan mata berbinar
"tampan tapi pelit, kau tak dengar bahkan makan istrinya saja harus bayar sendiri" ejek hardian "bahkan rara harus bekerja dan hidup dengan gajinya, sisa penghasilan rara dari hasil mengelola usaha orangtuanya"
"kalau kau menikah dengannya, kau harus hidup dengan gajimu, dan apa orangtuamu punya usaha buat kau kelola supaya kau bisa menghidupi dirimu sesudah menikah?" ledek hardian lagi
"ya tadi rara bilang, dia hidup dari gajinya, makanya tak pernah foya foya belanja barang mewah" ucap tony lemas
__ADS_1
akhirnya tiga orang itu bergegas pulang ke rumah masing masing