
" untung saja tiga tahun lalu sempat membeli ruko CDI Luxury, akhirnya kami membuka apotik yang di kelola adikku"
"kemarin kami menunggu anakku tamat TK, supaya tinggal mendaftar SD di CDI, minggu ini ujian sudah berakhir, jadi kami pindah kesini"
"Apotik kami masih tidak begitu meledak meski sangat cukup buat kehidupan kami, biasa di kelola axello, apa ada saran ra untuk mengembangkan apotik kami?" tanya arsella
"Kak kalau rara ga paham bisnis kak, biasa kerjaannya cuma ketik ketik dan nulis nulis dikantor, kalau bisnis harus tanya ke carlos. Cuma kemarin xello sudah bicara sama carlos dan Tuan Besar, mereka akan menyelesaikannya kak" jawab rara sopan
"Baiklah ra" ucap arsella
"Sesungguhnya empat anak nakal itu seharusnya sejak dulu bergaul dengan carlos, kalian lihatlah Yeriko, Ricko, Lazarus, Nath, Helix, Adnan mereka sangat sukses dan maju disini" ucap kezia
"Benar , bahkan katanya mereka sudah punya dua ruko pribadi di CDI Luxury dan sudah membayar 4 pintu ruko CDI Grand Palace yang akan segera di bangun itu pakai uang sendiri, seluruh kota awan sudah gempar masalah kesuksesan mereka" kata alena lesu
"Gapapa kak, mereka akan sukses kok, Doakan saja mereka. mereka semakin hari semakin dewasa" hibur rara sopan
"Tuan Muda anda disini?" sapa bram dengan pakaian santainya
"Ah iya. kau pesanlah makananmu" kata sang dokter "disini bayar duluan baru makan"
bram menekan bel memanggil pelayan lalu menyerahkan kartu emas e-money pada sang pelayan. setelah mengembalikan slip, nota, dan kartu emoney, sang pelayan segera menyiapkan pesanan bram
sejam berlalu
"Letta mau makan apa?" tanya carlos melihat teman temannya mulai memesan makanan
"Kartuku habis saldonya sejak lama" jawab rara mencebik , carlos tertawa "pakai kartuku saja, pesanlah"
rara melirik menu di ipad carlos dan memilih makanannya
"Aku mau spaghety dan es teh" kata rara "makan nasi saja ya, biar kuat, kamu baru lahiran" pinta carlos "kalau begitu, nasi uduk sama ikan sambel" carlos mengangguk lalu menekan beberapa tombol, memasukkan nomor kartu emoney dan paswordnya
Tak lama pelayan mengantar makanan mereka.
"Wow canggih sekali ya disini" Puji jackson
"Ah kami sudah membuat fasilitas order online, masukin nomor meja dan nomor kartu, nanti makanan akan di antar ke meja kita" jawab carlos
sang dokter yang mendengar percakapan diam diam memeriksa di ipadnya dan mengikuti ucapan carlos, ternyata benar bisa memesan melalui ipad. menghemat tenaga kerja dan lebih efisien
"owner makan juga bayar?" tanya kezia
__ADS_1
"Iya kami malah bayar masing masing kak, sudah diisi carlos jatah bulananku jadi tinggal makan, kalau jatah habis ya harus bayar pake uang/gaji sendiri.. kebetulan hari ini makan gratis" jawab rara sambil tertawa
jam 17:45
T4 memasuki balkon cafe dengan wajah segar dan pakaian santai , mereka menjemput perawat dan baby C lalu mengantar mereka pulang ke rumah, setelah memastikan si baby aman di kamar. mereka baru kembali ke cafe
para kakak juga segera pulang membawa anak anak mereka dan perawat mereka karena hari mau malam
T4 kembali bersama T9 di balkon.
"Loh dokter juga disini?" sapa aiko ramah "Tuan bram juga?"
"Halo nona aiko, sudah selesai kerja?" tanya dokter itu sambil melepas kacamata hitamnya. ia begitu tampan dengan kaos mencetak jelas roti sobeknya
"iya saya pulang kerja jam lima sore dokter, saya tinggal di lantai empat pas disebelah tempat tinggal anda, disana mess saya" jawab aiko
"loh tapi punya penginapan sendiri?" tanya sang dokter heran
"dia itu kalkulatornya buatan jepang, dia sewakan kamarnya akan mendapat uang, dan tinggal di mess gratisan" ejek nath , semua tertawa
"all kenalin dulu ini Dokter Lorenzo Leovarnost, Asal australia. Pertanggal satu nanti akan menjabat menjadi kepala rumah sakit CDIc
"Dokter ini adalah Tuan Vincent, kedepannya anda akan berurusan dengan Tuan Vincent karena beliau yang menghandel management CDI Hospital"
mereka segera saling berjabat tangan "Panggil nama saja diluar jam kerja ya all" pinta Lorenzo , mereka mengangguk
"Ini Boss saya Tuan Muda Carlos Ivander, dan ini istrinya Nyonya Muda Tamara Aldebaran.. mereka pemimpin heaven official, CDI dibawah naungan Heaven, kelak akan sering meeting bersama mereka" Aiko mengenalkan Bos nya
"ijinkan saya menyimpan nomor ponsel Tuan dan nyonya muda juga Tuan vincent agar mudah berkomunikasi kedepannya nona aiko" pinta sang dokter.
aiko menatap carlos, carlos mengangguk, aiko pun menyimpankan nomor ponsel dua bos nya dan vincent di ponsel sang domter
"Carlos" sapa carlos sambil menjabat tangannya "Lorenzo" balasnya
"Tamara" sapa rara ramah "zozo khusus anda panggil saja zozo tanpa embel lainnya, tak terima penolakan" balasnya sambil tersenyum, rara mengangguk sambil tersenyum
semua orang disana langsung memasang wajah datar mendengar ucapan zozo kecuali rara dan zozo , apalagi carlos rahangnya langsung mengeras karena anak kecil pun bisa melihat sang dokter menatap rara dengan penuh cinta
"ehem" tegur carlos, rara segera melepaskan jabatan tangan mereka. carlos memeluk pinggang istrinya
"selamat datang, kalau ada keperluan anda bisa hubungi Tuan Vincent ya Dokter" ucap carlos dengan wajah datar , zozo mengangguk
__ADS_1
"Ayo makan makan" ajak Lazarus memecah ketegangan dan mereka segera duduk di posisi masing masing , rara ditarik pinggangnya duduk di samping carlos
"Boleh saya bergabung disini Tuan, sambil bertanya tanya seputar kota langit dan rumah sakit karena saya baru tiba hari ini" tanya zozo sopan, carlos yang agak gerah terpaksa mengangguk
"Silahkan dokter" katanya dengan wajah datar
"carlos rara kau tak makan?" tanya yeriko dari meja seberang
"kami sudah makan tadi dengan H4 dan kakak lena kezia dan lainnya, kalian makanlah" jawab rara.
"go mana ipad, aku mau memesan minuman" tanya rara , carlos mengambil ipad ditasnya
tapi sang dokter duluan menyerahkan ipadnya pada rara dengan aplikasi yang sudah terbuka "Letta bisa pakai ipad saya saja"
seisi balkon menatap sang dokter dengan tatapan dingin sekali kecuali rara dan bram yang kebingungan
"pakai ini saja" katanya , carlos menatap rara tajam sambil menyerahkan ipadnya
"saya pakai punya suami saya saja.. terima kasih" jawab rara tak enak hati . ia segera memesan minuman "kamu mau minum go?" tanyanya
"es teh satu" jawab carlos dingin. rara segera memesan dua es teh .
"letta sebaiknya kau pulang mengawasi baby C, minumanmu nanti aku habiskan" perintah carlos tegas, rara mengangguk
"kak jacq, kak matilda antar rara pulang" perintahnya, yang disebut namanya segera bergegas menjalankan perintah tuan muda mereka
"Tunggu, mana kartu mu?" tanya carlos dingin, rara cepat mengeluarkan kartunya, carlos berdiri .
"Nath isi 10 juta saldo kartunya, kau poto dulu baru kau proses" carlos menunjukkan kartu rara, nath segera mengambil poto dan carlos mengembalikan kartu pada rara "pulanglah" perintahnya dingin , ketiganya segera keluar balkon
carlos menyerahkan black cardnya pada nath, nath segera memprosesnya dengan ipadnya lalu menghampiri carlos menyerahkan ipadnya. "masukkan paswordnya dulu carlos" carlos memenuhi permintaannya.
"done ya, sudah masuk 10 juta ke kartu rara" nath mengembalikan kartu hitam carlos, sang dokter melirik kartunya dan terkejut melihat black card milik carlos.
carlos menerima kartunya dan memasukkan ke dompetnya, sang dokter hampir mengeluarkan matanya melihat deretan black card di dompet carlos
"Siapa sebenernya orang ini, kenapa semua black cardnya kelas 1 dunia dan bukan hanya satu, tapi sederet, tak mungkin anak buah atau keponakan mom clara punya deretan kartu hitam seperti itu" batin zozo "aku akan meminta bram menyelidikinya nanti"
"Baiklah karena hari sudah malam, saya kembali dulu, saya permisi.. senang berkenalan dengan kalian semua" pamit sang dokter dengan penuh senyuman
__ADS_1