
Carlos mendapatkan pesan whatsapp dari orangtua calon murid untuk membuat janji temu, mereka berjanji akan bertemu jam 15:00 di rumah carlos
Saat memasuki rumah carlos, sungguh dua pasang suami istri itu kagum dengan interior rumah carlos yang bertentangan dengan bentuk luar rumah dan kawasan rumah padat penduduk itu
Tapi melihat penampilan carlos yang culun membuat mereka khawatir pada nasib carlos kedepannya dalam menghadapi anak mereka yang terkenal sebagai iblis kecil atau anak super bermasalah baik di rumah maupun di sekolah
Mereka mulai menceritakan masalah anak mereka pada carlos, carlos tersenyum dan mengangguk paham
"Permintaan saya hanya empat Tuan, Nyonya"
"Katakan carlos"
"Anak anak ditinggalkan kepada saya dan harus ikuti rules saya, tidak bisa di tunggui, saya pastikan tak ada tindak kekerasan mental dan fisik, jam les tidak terbatas, saat usai les akan saya hubungi suster dan supir untuk menjemput mereka"
"setuju"
"Kalau saya bisa saya katakan bisa, kalau tak bisa saya katakan tak bisa, beri waktu tiga hari"
"Setuju"
"Uang Less ditentukan orangtua"
"setuju"
"Sediakan makanan dan minuman kesukaan anak anak disini sebagai persediaan"
"Setuju. itu saja?" tanya zidan, carlos mengangguk
"Uang les anak anak lima juta rupiah perorang tapi kalau mereka masuk sepuluh besar akan menjadi delapan juta rupiah, jika masuk tiga besar akan menjadi sepuluh juta rupiah" ucap zay, carlos mengangguk
"Kalau juara satu?" tanya carlos
"Uang les tetap sepuluh juta per anak tapi saat raport di bagikan memang juara satu akan mendapat hadiah 20 juta dari saya dan dari adik saya 20 juta" tegas zidan. ia bahkan tak percaya karena selama ini anaknya bisa naik kelas karena kekuatan uang mereka
"Deal" jawab carlos sambil tersenyum
dua pasang pasutri kembali ke mobil, suster menurunkan empat anak ke rumah carlos lalu mereka segera kembali ke mobil setelah meletakkan tas anak anak di meja belajar
tiga anak anak itu langsung berlari ke belakang dan memanjat, ada yang lari ke tangga. hanya jasmine yang duduk diam
carlos membuka kacamata dan menghampiri anak anak itu
"Duduk kembali di kursi kalian" ucapnya dengan tatapan tajam dan aura kemarahan. tiga anak itu langsung ciut dan ketakutan. mereka segera duduk dengan sopan
■ Kerjakan PR di rumah sebelum kesini
■ Bila ada PR yang tak di pahami bisa di kerjakan disini
__ADS_1
■ Disini tempat belajar bukan bermain dan mengerjakan PR
■ Tidak dikerjakan akan di hukum
■ Ujian merah akan di hukum
"Apa kalian paham peraturannya?" tanya carlos menatap tiga anak itu dengan tajam . mereka mengangguk takut sekali bahkan sampai gemetaran
"Sekarang keluarkan buku kalian"
carlos mulai menyelami tabiat dan kemampuan serta bakat masing masing anak. ternyata ketiganya adalah anak yang pintar dan mudah bosan sehingga melakukan banyak kenakalan. belum lagi mereka anak yang kurang kasih sayang seperti dirinya
beda dengan jasmine, jasmine adalah anak yang sulit memahami cara belajar monoton dengan kurikulum pendidikan kota awan. maka carlos mengubah metode belajar mengajarnya kepada keempat anak itu
anak anak yang biasanya nakal tak mau belajar, menjadi lebih santai karena suka cara carlos yang mudah mereka pahami
usai belajar ia mengeluarkan camilan kesukaan anak anak itu, anak anak itu sangat senang akan sikap carlos
akhirnya carlos menghubungi supir mereka untuk menjemput anak anak kembali ke rumah mereka
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Sebulan sekolah
Seperti biasa
tapi ia sempat melirik gadis kecil disampingnya kebingungan denga PR matematikanya, carlos segera memasukkan tas ke laci langsung menelungkupkan kepalanya ke meja
baru saja menelungkupkan kepala tangannya di colek seseorang. carlos pun bangun menatap gadis kecil yang mencoleknya
"Gogo.. aku tak paham soal ini , aku sudah berusaha sejak tadi malam" ucapnya hampir menangis
"memo pena" ucap carlos datar, rara segera memberikan memo pena . carlos mencoret coret memo itu lalu menyerahkan pada rara
"Bangunkan aku jam istirahat" rara mengangguk, carlos tidur kembali.
rara menatap seksama memo rumus buatan carlos, ia tersenyum tipis dan merasa senang sekali, ia langsung paham semua PR nya, dan mengerjakan dengan baik
***
KRINGGGG KRIIINGGG
Bell istirahat berbunyi
"Gogo bangunlah, sudah istirahat" rara mencolek lengan carlos perlahan, yang di colek segera bangun. tiga temannya sudah berdiri menantinya , carlos berdiri dan bersiap ke kantin
"Go.. " panggil rara , carlos menatapnya datar
rara nenyerahkan selembar kertas berisi list pertandingan antar sekolah yang diadakan di kota langit . carlos menerima dan melipatnya lalu memasukkan ke saku celananya dan beranjak ke kantin
__ADS_1
"mesen apa?" tanya yeriko dan lazarus
"nasi uduk es teh" kata carlos "samain" jawab ricko . dua temannya segera berlalu tak lama kembali membawa pesanan makanan mereka mereka mulai makan
"Bro ikut ya acara pertandingan sekolah" ajak lazarus "iya partisipasi demi nama sekolah, sumbang otak bro" imbuh ricko."hadiahnya lumayan loh" yeriko ikut menimpali
carlos mengeluarkan kertas pemberian gadis mungil tadi sambil memakan nasi uduk ia membaca isi form
"yang mana yang ga diikuti budi luhur?" tanya carlos datar.
"Piano putra tak terisi , IT tak terisi" ucap yeriko "ya sudah tolong daftarin" kata carlos singkat sambil menyuap makanannya
"Basket sekalian bro" ajak ricko "ok" jawab carlos malas
"Matematika biasa ken juara dua bro, mau ikut?" tanya yeriko
"Ngga, biar dia aja" jawab carlos, temennya mengangguk
usai makan, carlos dan ricko segera membayar makanan mereka pada yeriko lalu kembali kekelas karena bell istirahat akan segera berakhir
****
"Cupu, carlos ikut piano putra, sama IT dan basket" ricko memberi tau rara
rara menatap carlos yang sedang tidur, lalu mengangguk pada ricko dan melanjutkan belajarnya
"Ampun deh, satu culun satu cupu, satu tukang tidur satu tukang baca" omel lazarus. ricko dan yeriko terbahak bahak
saat bell pulang berbunyi rara membangunkan carlos "go.. pulang" coleknya pada lengan carlos , carlos langsung bangun
"acara dua minggu lagi, jumat sore berangkat, selasa pagi jam 4 pulang langsung ke sekolah dan belajar.. senin tanggal merah hari libur nasional" kata rara "akomodasi, transportasi, hotel makan di tanggung pihak panitia sekolah" carlos menatap datar rara lalu berdiri dan beranjak keluar tapi sampai di pintu ia merasa rara tak mengikutinya
"Nunggu apa?" tanya carlos menatap rara, rara segera mengambil tas dan beranjak menyusul carlos, carlos berjalan di depan. rara di belakang. mereka selalu pulang belakangan karena malas berdesakan
carlos bergegas pulang dengan sepeda kesayangannya menuju rumahnya untuk membersihkan diri , makan dan memasang meja jualannya sembari menunggu muridnya tiba
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Dua minggu kemudian
Jumat jam 16:30
Semua peserta lomba berkumpul di kelas X untuk bersiap siap menaiki bus yang akan mengantar mereka ke kota Langit
Carlos tiba dengan ransel di punggung tanpa sepedanya , ia memilih menaiki angkutan umum. beruntung dia meminta muridnya hadir jam 1 sehingga keburu menyelesaikan sesi belajar mengajarnya terlebih dulu sebelum berangkat kembali ke sekolah
__ADS_1