
24 Juli
jam 16:00
Bandara langit
Haekal dan patrick memimpin orangtua mereka menghampiri vyora dan clara. setelah berpelukan melepas kangen. patrick dan haekal memeluk istri mereka
"Gogo mana?" tanya oma pada clara
"Gogo hampir gila di kejar kerjaannya, kalau rara dilarang keluar rumah oleh suaminya yang posesive itu" jawab clara, semua tertawa mendengar ucapan clara
pengawal menaikkan barang barang bawaan majikan mereka ke sebuah mobil pick up tertutup. clara memijat pelipisnya.
akhirnya dengan dua mobil alphard yang di kemudikan adnan dan helix. mereka segera pulang ke rumah baru carlos
carlos yang mendapati keluarga mereka sudah hampir tiba, bergegas pulang ke rumah mereka dan menanti di ruang tamu bersama triplet
akhirnya mereka bertemu dan saling berpelukan melepas rindu pada cucu semata wayang mereka dan juga cicit mereka
"gogo ini beatrice dan Hilda , mereka perawat yang akan mengasuh baby twins, kontrak kerja mereka 10 tahun, tiap tahun ingat mengurus visa , ijin mengemudi internasional dan paspor mereka" pesan opa, setelah menyapa carlos dan rara, maid membawa dua perawat ke kamar mereka
carlos bangkit memerintahkan maid membawa koper opa oma mereka ke kamar masing masing di lantai satu . lalu membawa koper orangtuanya ke kamar lantai dua
sementara rara
● meminta kartu pengenal 4 kakek neneknya dan diserahkan pada aiko untuk di buatkan heaven e money card
● meminta heaven e money card milik 4 orangtua mereka untuk di reload saldonya tapi mereka menolak mentah mentah. mereka tak mau menggunakan uang carlos
● meminta heaven card milik opa oma ivander untuk di reload saldo mata uang rupiah , tapi sang opa oma malah menyerahkan uang 2000 euro pada aiko untuk diisi kurs rupiah ke kartu mereka
● mengajak 10 orangtua naik ke ruang keluarga di lantai dua untuk berbincang
"villa ini indah sekali gogo, sangat bagus tapi kenapa kecil sekali seperti sangkar burung. mana cukup untuk lima cicit opa" dengus opa ivander
"apakah uangmu tak cukup membeli mansion nak?" tanya oma ivander khawatir "seluruh uangmu sudah habis kamu gunakan kah? bukankah oma sudah memberi black card baru padamu saat kamu pulang. tak apa kalau habis. nanti oma minta black card opa untukmu" sang suami mengangguk dan merogoh dompetnya mengeluarkan 1 black card tapi terhenti saat ada yang bersuara
__ADS_1
"ayo kita pergi beli mansion" ajak grandpa leovarnost sambil menarik lengan istrinya dan lengan carlos . besannya ikut bangkit semua
"patrick bagaimana cucuku tinggal di sangkar burung sekecil ini?" tanya abuela sedih
mereka semua sudah bersiap membawa carlos membeli mansion
"Hentikan semua!!! duduklah" tegas haekal, semua kembali duduk dengan mata memandang tajam ke arah haekal
haekal dianggap ayah tak bertanggung jawab karena membiarkan anak cucu mereka tinggal di rumah yang bagi mereka sangat kecil padahal sudah sangat besar dan mewah meski tak bisa dibandingkan dengan mansion para kakek nenek itu
"haekal mulai bicara ya, haekal harap para papa bisa tenang dulu" ucap haekal datar dan semua orang menatap haekal
"Gogo ada janji dengan haekal dalam tujuh tahun ia akan pulang ke jakarta dan bertanggung jawab pada bisnis keluarga. sekarang masa waktunya sisa 2,5 tahun dari masa yang dijanjikan" terang haekal
"kalau seandainya haekal bangun mansion disini, bisa bisa gogo keenakan disini dan tak jadi tanggung jawab pada usaha keluarga"
semua mengangguk setuju. dan sepaham dengan haekal
"Dijakarta seharusnya disebelah kanan mansion haekal sudah ada mansion buat gogo tapi sudah di beli patrick. haekal jual karena ingat dia juga akan rindu sikembar.. jadi lahan kosong didepan mansion haekal , haekal beri pada gogo. tahun depan akan mulai di bangun dengan model design sesuai kemauan gogo supaya keluarganya nyaman.."
" jadi saat masa waktunya tiba, mansion sudah selesai, saat ini biarlah dia tinggal disini dulu, ruangan juga cukup nyaman buat si kembar" tutup haekal
"Jangan, pakai uang papah saja" potong abuela rollington
"Dad yang akan bangun buat gogo dan cicit daddy" imbuh opa ivander
"Haekal yang akan bangun sendiri setelah gogo memberikan designnya.. kita tutup masalah ini" tutup haekal malas
"Sekarang semua papa mama sebaiknya turun ke kamar, membersihkan diri ganti baju santai. kita makan malam di cafe gogo"
semua segera bubar ke kamar masing masing , haekal dan patrick menghembuskan nafas lega bisa bebas dari pertanyaan orangtua mereka
aiko menemui rara dan menyerahkan dokumen dan emoney card pesanan rara. rara menemui kakek nenek itu dan membagikan kartu mereka sesuai nama masing masing dan mengembalikan dokumen mereka
□□□□□
Hacata Cafe -3
__ADS_1
Vip Room
Haekal membuka ipadnya dan memesan makanannya lalu menyerahkan ipad berkeliling agar masing masing bisa order makanan mereka
Setelah semua mengorder, haekal memasukkan nomor meja dan pasword emoneynya.
tak lama pelayan membawa pesanan mereka ke ruangan mereka, mereka makan dengan tenang, usai makan sang opa kembali pamer
"canggih kan, hanya butuh koki dan pelayan yang mengantar makanan, perusahaan kulinerku di italy juga di buatkan sistem seperti ini oleh carlos makanya aku memiliki kartu heaven e money" pamer opa ivander "bahkan semua perusahaan di bawah naungan ivander
suami istri leovarnost dan rollington sangat panas mendengar ucapan ivander
"gogo setelah rara melahirkan, kita harus bicara" tegas grandpa leovarnost. "benar kita harus bicara" imbuh abuelo
"Baik abuelo, grandpa" jawab carlos sopan
"ini semua salahmu haekal" tukas grandpa , haekal menatap mertuanya dengan bingung
"kalau dulu anakmu banyak pasti akan lebih mudah bagi kita semua" omel grandpa. haekal langsung menatapnya datar
"Pih rara mau melahirkan, tak perlu haekal bahas alasannya kenapa" jawab haekal akhirnya mereka diam
"Gogo antar rara ke rumah sakit dulu ya mom" pamit carlos
"mom ikut" ucap clara "mami juga" imbuh vyora . carlos mengangguk
"pakai kartu ini" haekal memberikan black card pada istrinya, clara menerimanya.
carlos diam tak mau membantah karena carlos mau menyenangkan hati ayahnya, agar ayahnya merasa berarti dan di butuhkan anak cucunya
Supir dan sejumlah pengawal opa mengantar mereka ke rumah sakit. haekal & patrick mengajak ayah mereka ke balkon lantai dia menikmati suhu dingin kota langit. sementara para istri membawa tiga cucu mereka pulang bersama maid
"Gogo bener bener anak yang membanggakan" ucap opa ivander "ia anak yang luar biasa" haekal mengangguk
"benar dad, gogo memang anak baik" jawab haekal "cuma dia cukup kasihan , dipundaknya banyak tanggung jawab" patrick dan para kakek mengangguk setuju
"untung saja ada rara disisinya, rara sangat teliti dibidang laporan keuangan, dia juga pendiam dan rendah hati, bisa mendampingi gogo dengan baik. sebagai istri dia tak banyak menuntut"
__ADS_1
"bener, saat di itally dad dan mom sudah menasehati keduanya, semoga mereka lebih dewasa lagi menghadapi badai kehidupan karena perjalanan mereka baru di mulai" jawab opa