PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 58 - penyerahan warisan


__ADS_3

Acara sebulanan Baby Twins berlangsung cukup hikmat, Vyora mengundang Team Gereja membabtis baby twins dan mengadakan syukuran kecil kecilan


Awalnya 6 kakek nenek sangat keberatan atas acara kecil kecilan


"Apa kalian sudah gila, pewaris kami hanya mereka, kalian mengadakan acara babtis dan syukuran saja?" tanya abuelo


"Pa Bagaimana kalau wajah baby terexpos dan membuat kompetitor mencari cela yang membahayakan anak anak, secara gogo dan rara masih sibuk merintis" Bujuk Vyora saat itu


"Mau taruh dimana wajah kami? seperti orang susah saja" imbuh grandpa leovarnost


"Pih.. benar kata vyora, semua demi kebaikan cicit papi" bujuk clara


"Kalian ini.." omel opa ivander


"Dad ayolah.. ini kemauan rara dan gogo, tak ada kata memalukan. haekal juga maunya acara besar tapi lebih penting keselamatan daripada nama besar kita. mengenai nama besar seiringnya berjalan waktu. Dad bisa membuat pesta akbar saat kelak mereka berulang tahun" bujuk haekal


akhirnya mereka setuju hanya acara syukuran dan babtis yang dihadiri pihak gereja


♡♡♡♡♡♡


75 hari usia baby twins


12 orang sedang meeting di ruang pertemuan Heaven Office


Haekal dan Patrick juga kembali hadir untuk pengumuman yang akan di bahas orangtua mereka


"Kami disini mau mengumpulkan kalian untuk membahas tentang warisan" ucap opa ivander.

__ADS_1


Carlos dan rara sungguh terkejut, orangtua masih hidup kenapa membahas warisan, mereka tak menyukai itu. selain itu mereka masih muda masih bisa cari uang dengan usaha sendiri. mereka tak mengharap warisan.


Rara sebagai cucu menantu tak berani membuka suara saat opa sang suami bicara tapi carlos tak tinggal diam. "untuk apa warisan opa? kami masih muda bisa cari uang sendiri, harusnya itu kerja keras kakek nenek disimpan buat hari tua , bukan di beri pada kami" protes carlos


"Kami adalah generasi yang lebih tua, kami sudah berdiskusi dan sudah memutuskan, kamu sebagai generasi yang lebih muda tak ada hak membantah keputusan kami" tegas sang opa.


haekal menatap carlos dan menggeleng, akhirnya carlos mengalah "Baiklah opa"


"Opa akan membacakan kesepakatan kami yang sudah kami cantumkan sesuai akte notaris dan resmi secara hukum di Indonesia dan di negara kami ya"


Untuk


● Harta Keluarga Rollington (Abuelo) , mulai dari perusahaan, property, aset, saham, surat berharga, perhiasaan, uang akan jatuh kepada Caldore Damian Ivander (Baby Dam), sebelum usianya 18 tahun akan di atas namakan Tamara Aletta Aldebaran


● Harta Keluarga Dimitri (Abuela) , mulai dari perusahaan, property, aset, saham, surat berharga, perhiasaan, uang akan jatuh kepada Caldinez Davis Ivander (Baby Dav) , sebelum usianya 18 tahun akan di atas namakan Tamara Aletta Aldebaran


● Harta Keluarga Sienna Partinson (Grandmother) mulai dari perusahaan, property, aset, saham, surat berharga, perhiasaan, uang akan jatuh kepada Calvinus Dennise Ivander (Baby Denn) , sebelum usianya 18 tahun akan di atas namakan Carlos Diego Ivander


● Harta Bertrand Ivander, mulai dari perusahaan, property, aset, saham, surat berharga, perhiasaan, uang akan jatuh kepada Clairyne Deania Ivander (Baby Dea), sebelum usianya 18 tahun akan di atas namakan Carlos Diego Ivander


● Harta Gretha Wesley (Oma Ivander) , mulai dari perusahaan, property, aset, saham, surat berharga, perhiasaan, uang akan jatuh kepada Carlos Diego Ivander


● Harta Haekal Ivander mulai dari perusahaan, property, aset, saham, surat berharga, perhiasaan, uang akan jatuh kepada Carlos Diego Ivander


● Harta Clara Ivander - Clara Leovarnost, mulai dari perusahaan, property, aset, saham, surat berharga, perhiasaan, uang akan jatuh kepada Clairyne Deania Ivander , sebelum usianya 18 tahun akan di atas namakan Carlos Diego Ivander


● Harta Patrick Aldebaran, mulai dari perusahaan, property, aset, saham, surat berharga, perhiasaan, uang akan jatuh kepada Tamara Aletta Aldebaran

__ADS_1


● Harta Vyora Rollington mulai dari perusahaan, property, aset, saham, surat berharga, perhiasaan, uang akan jatuh kepada Caldive Dominique Ivander (Baby Dom) sebagai cucu sulung. Sebelum usia 18 tahun maka akan di atas namakan Tamara Aletta Aldebaran


"Semua tersebut di atas sudah tertera di pihak berwenang dan sah secara hukum di masing masing negara dan pusat perusahaan akan di pindahkan ke jakarta di bawah naungan Heaven Official" Tutup Opa


opa lalu menyerahkan lembaran kertas yang baru dibacakan pada haekal , haekal mengambil ponsel dan memoto kertas tersebut lalu menyerahkan pada patrick, patrick melakukan hal sama. lalu berakhir di tangan carlos


"Terima Kasih semua kakek nenek dan orangtua kami yang tercinta" Ucap Carlos dan rara tulus . mereka saling berpelukan dan memberi beberapa nasehat pada carlos dan rara


"Untuk Mansion kamu yang akan di bangun di jakarta, kami memberi budget 4 Triliun, Keluarga Ivander, Leovarnost, Rollington, Aldebaran akan membayar 1 Triliun, bila ada kekurangan akan di tanggung oleh Haekal dan Patrick" Ucap Grandpa


DEGHHH


Wajah Patrick langsung pias, tapi ia langsung menyembunyikan perasaannya dengan memasang wajah datar. Vyora meremas tangan suaminya. Semua mata menatap patrick.


Hanya Carlos dan Rara yang diam karena mereka tak tau apa apa. mereka taunya Opa Oma Aldebaran sudah berpulang ke rumah Tuhan sesuai ucapan Patrick


"Go, tiga bulan lagi kamu harus ke Italia menyelesaikan perbankan" oma mengingatkan


"Saat grandpa dan abuelo, gogo minta kirimkan team, masing masing 20 asisten, akan gogo latih tiga bulan, lalu kami kembali bersama ke australia dan Belanda. terakhir singgah di italia oma" jawab carlos, oma mengangguk


"notaris akan memberikan semua dokumen untuk di tanda tangani, sisanya saat kalian tiba di negara kami baru di proses jadi saat berangkat bawa berkas kalian" ucap grandpa, carlos mengangguk mereka pun bubar dan mau beranjak ke cafe


"Pulanglah, papa dan mamina kamu sering sakit, mereka sangat merindukanmu, mereka hanya punya kamu nak" ucap opa ivander sambil menepuk bahu patrick saat semua orang sudah turun. opa memeluknya , akhirnya patrick membalas pelukannya dan menangis dengan sedih sekali.


usai melepaskan kesedihannya, haekal pun merangkulnya "Ayo Bro.. pulanglah"


"Akan kupikirkan" jawabnya masih dengan sedih sambil menyeka airmatanya mengingat luka yang ditorehkan ayahnya padanya

__ADS_1



__ADS_2