
"Rara dan Momy semua di VA Coffe shop di VA Mall dad" lapor carlos pada haekal saat mereka memasuki limousine , semua bisa nendengar ucapan carlos
"Kita ke VA Mall" ucap volcano pada supir
15 menit kemudian mereka sudah tiba di mall, carlos bergegas mencium dan menjulurkan tangan pada dea tapi dea menepis dan menjulurkan tangan pada opa .
carlos menatapnya datar. dea mengarahkan mulutnya mau mencium pipi carlos , carlos memang menyerahkan pipi dicium putrinya tapi wajahnya tetap datar. haekal pun menatapnya tak kalah datar. dea kembali memajukan mulutnya pada haekal
semua terbahak bahak melihat kelakuan gadis mungil itu. "kalau sudah sama buyut, semua tak laku" ledek rara. carlos pun memeluk istri kecilnya dan mengecup keningnya.
"Ayo kita makan" Ajak volcano menuju korea resto , semua pun mengikutinya. sampai disana malah berpapasan dengan fernando dan ayahnya . haekal semakin erat memeluk istrinya
"Ngapain mengekoriku sampai kesini" tanya haekal dingin. clara melihat wajah suaminya masam, tak berani menyapa fernando
"aku berjanji bertemu benzo simpsons jam setengah delapan nanti" jawab fernando datar. patrick meliriknya sinis "kau sengaja kan?"
"Bagaimana kutau kalian akan disini?" tanya fernando datar
"Masuklah" ajak volcano. semua memasuki ruangan vip kecuali termasuk fernando dan ayahnya
wanda memesan makanan, memesan puding dan jus segar khusus triplet. dia sangat sangat teliti sekali kepada triplet. rara tersenyum melihat pemandangan itu.
"Mereka bertiga anak baik, saat arick kecil tak akan mau diam begini. akan berlari kesana sini seolah di kursinya ada duri hahaha" ucap wanda sambil tertawa
"Nonno akan melihatnya sampai ia selesai makan baru ia tak berani bergerak. usai makan perawat akan membawanya ke play land, tapi beberapa menit sudah ada anak orang yang berkelahi dengannya"
patrick menatap wanda datar "mamina kenapa membahas masa lalu?" protesnya . vyora hanya tertawa
"saat mereka sedikit lebih besar, mereka harus diajari bela diri. karena tak keren kalau tampan tampan tapi cupu" ucap volcano sambil tertawa dan menciumi pipi dam .
patrick akui saat kecil ayah ibunya sangat sangat menyayanginya. apapun yang dilakukannya. ayahnya hanya diam asal jangan dilaporkan resmi pada ayahnya. kalau ibunya selalu mengurus makan patrick, dan menyediakan semua yang terbaik untuknya.
"Arick, ini milikmu" volcano menyerahkan dua kartu hitam didepan patrick. patrick menatap kartu itu dengan berkaca kaca lalu menatap ayahnya
"itu kartu saat arick masih remaja. saat ia pergi ia tinggalkan di kamarnya. tapi tiap bulan sekeluarga besar selalu mengirim uang bahkan sampai sekarang. mungkin saldonya sudah bisa beli villa"
Acara makan malam berakhir, mereka bergegas pulang ke mansion ivander. tapi di pintu keluar mereka bertemu benzo simpsons. benzo simpsons menatap vyora tak berkedip
"Jaga matamu dari istriku" patrick segera menarik pinggang vyora keloby mall tanpa basa basi
__ADS_1
♡♡♡♡♡♡
Mansion ivander
"Kau bahagia bertemu mantan kekasihmu?" sindir patrick saat mereka tiba di kamar
vyora hanya diam lalu bergegas kekamar mandi meninggalkan suaminya yang tengah cemburu buta
usai mandi ia mengambil pakaian tidur patrick dan meletakkannya di sofa lalu turun membuatkan coklat hangat didapur dan meletakkan di atas nakas samping tempat tidur patrick lalu segera berbaring disamping dom dan menarik selimut
tak lama patrick keluar kamar mandi dan melihat vyora sudah tidur bersama dom. menyisakan kasur single untuknya. ia semakin kesal. ia segera mengangkat dom perlahan dan memindahkan ke kasur single
"Dasar istri durhaka , suami kesal malah tidur seenaknya" marah patrick pada vyora. vyora sengaja tak bergeming dan melanjutkan tidurnya
sementara di kamar lain
"Kau senang kan bertemu si tua bangka itu hah?" seru haekal masih marah tadi clara sempat bicara dengan ayah fernando dan fernando saat clara baru selesai mandi
"Mandilah.." ucap clara malas. ia segera menyiapkan pakaian tidur haekal di kursi dan turun membuat coklat hangat dan meletakkan di atas nakas lalu berbaring diranjang
saat haekal keluar dari kamar mandi ia semakin kesal karena clara malah tidur meninggalkannya sendiri yang masih marah
"katakan kau senang sekali bertemu mantan calon mertuamu kan" sentak haekal kedua kalinya . clara diam sesaat lalu bergegas bangkit dan menuju keluar kamar . haekal mengejar dan menahan lengannya
"kau mau kemana hah? aku bicara denganmu" bentak haekal ketiga kalinya. clara menepis tangan haekal dan menggapai gagang pintu. tapi haekal mengangkat dan melemparkannya ke kasur dengan kasar. air mata clara menetes. ia segera tidur kembali dan menarik selimut
"Aku bicara padamu clara" teriak haekal frustasi sambil menarik istrinya. tubuh istrinya terguncang pelan menandakan ia sedang menangis
"Tidurlah atau aku akan pulang bersama orangtuaku besok" ucap clara akhirnya disela tangisannya
"Kau mau meninggalkanku? kau sungguh hebat clara" haekal menariknya kasar
clara sudah tak tahan. akhirnya ia bangkit. menyusun pakaian dalam kopernya
"Kau mau apa?" haekal melemparkan koper clara sembarang dengan kasar dan menarik istrinya dan melemparkannya kembali ke ranjang dengan kasar. haekal sudah gelap mata
clara mengambil ponsel dan menelpon ayahnya "pah datanglah ke kamarku" pinta clara. haekal merebut ponsel clara
"Apa maksudmu" haekal melemparkan ponsel clara ke lantai karena marah
__ADS_1
tak lama grandpa dan grandma mengetuk pintu kamar mereka. clara berlari membukakan pintu lalu memeluk ayahnya
ayahnya bisa melihat kamar mereka sudah seperti kapal pecah dan putrinya menangis sedih. ia menatap tajam pada haekal.
"Pah kita pulang ke canberra ya, lara mau pulang"
"Tidak bisa, kau istriku. kau tak bisa kemana mana" haekal menarik lengan clara tapi clara menepisnya
mendengar kekacauan itu, penghuni rumah bangun dan menuju ke arah mereka menonton drama keluarga
"Pah lara mau pulang. kita pulang ya" pinta clara dengan sedih sekali. "Baiklah kita pulang sekarang" ucap grandpa setelah menghembuskan nafas kasar
"Kau tak bisa pergi clara. kau istriku" teriak haekal kembali menarik lengan clara . clara menghempaskan tangannya
"Haekal jangan kasar" benyak grandpa
"Apa ini?" tanya opa . carlos hanya menatap ayahnya datar dan memeluk ibunya
"Kemasi barang lara mah" perintah grandpa pada istrinya. grandma bergegas menyusun koper anaknya yang sudah berserakan
"Tenanglah.. ada apa ini? haekal katakan" ucap opa tenang
"ngga ada apa apa dad. clara ingin pulang saja, tugas clara sudah selesai. carlos sudah berumah tangga. dia bisa mengurus hidupnya sendiri" clara yang menjawab. opa memijat pelipisnya.
"Keruang keluarga dulu, jangan pakai emosi" opa bergegas ke ruang keluarga bersama oma. semua mengikutinya . tapi haekal berusaha menarik lengan clara ke dalam kamar. clara menepis kasar. haekal tak mau melepasnya. akhirnya carlos menggenggam lengan ayahnya
"Lepasin mom dad. jangan kasar" ucapnya dingin "kamu yang lepaskan, jangan ikut campur urusan orang tua" bentak haekal
terjadilah perkelahian haekal dan carlos. patrick berusaha memisahkan keduanya. "Haekal kau mau memukul putramu?" pekik clara. haekal pun berhenti
"kalian kembalilah ke kamar. opa akan bicara dengan haekal" ucap opa
"Clara tetap disini, dia istri saya. siapapun tak bisa menbawa istri saya" tegas haekal
"Setelah ini bukan lagi. tapi mantan" clara mendorong dada haekal lalu menarik lengan carlos berlalu , haekal tak mau melepasnya
"Haekal , clara masuklah" tegas opa. akhirnya yang lain segera berlalu. sisa opa oma, haekal clara, grandpa grandma
__ADS_1