
Acara konferensi pers berakhir sempurna , mereka kembali ke sebuah lounge menikmati makanan mereka dan beristirahat
"Acara awal serah terima. lalu aku mau segera pulang ke mansion" ucap volcano yang sangat merindukan damian
"Kau ini. kau belum berterima kasih pada ivander sejak 33 tahun lalu sampai tadi malam huh" sindir abuelo
volcano berdiri dan memeluk ivander "Terima kasih bro buat segalanya" ucapnya tulus. tak ada lagi ego dan keras kepala di matanya
"Terima kasih dad buat segalanya" patrick ikut memeluk opa . akhirnya mereka berpelukan
"sudahlah, aku memilih memeluk istriku daripada kalian kalian terus" canda opa. semua tertawa terbahak bahak
"Para SDM PHK sudah membubarkan gerombolan yang tadinya mau demo diacara nanti sore" ucap opa. volcano mengangguk
"Aku menyelipkan orangku dalam gerombolan itu" ucap grandpa leovarnost
"Aku juga" ucap opa, volcano, abuelo, haekal dan patrick bersamaan, mereka terbahak bahak
"Bahkan team penyerang ke mansion sudah di lumpuhkan tapi bukan aku pelakunya" ucap volcano.
"aku yang melakukannya. mereka sudah dimakan buaya dan harimau peliharaanku semua. alarm sistem ke amanan mansion sudah berbunyi sebelum konferensi pers di mulai" ucap haekal tenang .
"mereka kira mansion ivander bisa keluar masuk seenaknya?" tanya patrick kesal
"jangan marah , wajahmu seperti ayahmu saat kau marah" ledek abuelo. "ahh papi ini" ucap vyora tertawa
"uncle tenanglah.. ruang bermain itu baru di design oleh daddy-ku.. sistem keamanannya sangat canggih dan kuat. selama aku dan dad belum pulang ke mansion kembar tak diijinkan keluar dari ruang bermain"
"bila terjadi sesuatu, akan ada ruang kaca anti peluru yang melindungi mereka dan yang mendekat akan tersetrum mati. ruang itu juga kedap suara. anak anak tidak akan trauma bila ada hal di luar ruangan"
mendengar penjelasan haekal akhirnya volcano menghembuskan nafas lega . tapi matanya menangkap wajah murung carlos
"Kau jangan murung gogo, hari ini tanpa kejadian PHK tetap akan ada penyerangan. itu biasa terjadi saat pelantikan dan dilakukan saingan bisnis" ucap volcano sambil merangkul carlos
"Dulu saat pelantikan daddymu dan patrick sebagai pewaris . opamu membunuh lebih dari 1000 orang yang mau menyerang mereka semua berasal dari saingan bisnis" terang volcano.
"Papamu juga membunuh sebanyak itu, pada saat itu patrick" ucap opa. haekal dan patrick terkejut mendengar ucapan opa
"pantasan kau tak pernah meng-gas situa bangka kepala batu ini" ucap abuelo. opa hanya tersenyum
__ADS_1
"Tiap orang punya cara menjaga anaknya. biarpun dia kepala batu. tapi berulang kali dia menyelamatkan nyawa dua anak nakal itu" ucap opa .
"Saat muda, dua anak nakal ini sungguh luar biasa tak takut mati. seenaknya maju main sosor dan hajar. orangku beberapa kali lengah. untung saja anak buah volcano selalu siaga. kalau tidak dua anak ini mungkin sudah lama mati"
"Akhirnya karena mereka terlalu berani, aku menikahkan mereka berdua, ku kira setelah menikah akan berubah, malah makin menjadi"
"Kalian ingat kalian menghajar sampai lumpuh putra keluarga luis nyaris memperkosa gadis polos setelah di cekoki minuman di leov club milik si tua itu" opa menunjuk grandpa
"dan nyawa kalian di incar oleh si tua luis. bukannya takut malah kalian berdua menyerang ke markasnya tanpa senjata menghadapi ratusan orang bersenjata. yang menahan tembakan buat kalian itu pengawal volcano. kalau tidak kalian sudah berulang kali mati" ledek opa
"Akhirnya daripada si tua luis terus mengincar nyawa kalian berdua aku dan volcano membakar markasnya dan mengantar si tua luis ke neraka"
patrick dan haekal terkejut berkali kali mendengar berita hari ini, terutama patrick. ia kira ayahnya mengabaikannya. ada rasa berdosa dihatinya
"Kalian kira kenapa dad mengirim kalian ke Luar negeri yang waktu itu kalian memilih Indonesia? ya karena kalian terlalu berani mati dan otak kalian sumbu pendek. sudah dapat istri baik masih tak bersyukur, setiap hari bertarung sana sini" ejek opa lagi
"meskipun gara gara mengirim kalian, aku dan volcano di usir 3 bulan keluar kamar oleh oma dan wanda" tawa opa menggema
"papa.. maafkan arick" patrick berlutut di kaki ayahnya. "bangunlah. jangan lemah. lihat banyak orang menonton" ucap volcano memapah patrick dan memeluknya
"uncle maafkan haekal sudah ketus sejak tadi" sesal haekal sambil membungkuk pada volcano
"sudahlah anak baik. yang lalu biarlah berlalu" volcano merangkul haekal "kalian berdua anak hebat"
"kenapa kau membawa bawa aku?" tanya grandpa
"ya jelas.. kau yang punya club. mereka tiap hari berkelahi disana . kau memikirkan bagaimana kalau putrimu meninggalkan haekal?" ejek volcano
"sudah sudah.. mandilah. yang mau makan iti ada makanan dimeja.. lalu kita turun. dan lekas pulang" ucap opa
"jangan ada yang minum minuman dan makan makanan di ruangan acara ya. bawa air mineral di dalam tas masing masing saja" pesan oma ivander. semua mengangguk paham
jam 16:00 mereka semua sudah selesai dan berkumpul di lounge. lalu bersama sama turun menggunakan lift ceo secara bergantian
Volcano berpesan ke MC langsung memulai acara inti serah terima karena wanda kurang sehat ingin istirahat
Setelah 8 keluarga mengumumkan pada khalayak ramai dan menyerahkan seluruh warisan pada carlos dan tamara. acara serah terima berjalan lancar di sambut gembira oleh kolega bisnis mereka
acara di lanjutkan dengan acara makan makan, artis membawakan lagu lagu indah di pentas.
__ADS_1
volcano dan wanda segera kembali ke mansion bersama opa oma. mereka berpamitan pada para kolega dan meninggalkan acara pada haekal dan patrick
"jaga carlos dan rara. segera selesaikan acara dan langsung pulang" pesan volcano dan segera naik ke mobil bersama wanda , opa oma
saat di jalan.. opa mendapat telepon dari maria "Tuan Besar.. Tuan Kecil Dom demam tinggi" lapornya "saya hubungi Tuan Muda kecil tak terhubung"
"Jangan hubungi siapapun lagi, mereka sibuk, saya akan segera tiba" perintah opa tegas
"Ada apa? tanya oma
"Baby Dom Demam tinggi" ucap opa khawatir
"Bisa hubungi kembali perawat itu, aku mau tau keadaannya. kita singgah beli obat sebelum pulang" pinta wanda yang nota benenya dokter senior. opa menghubungi perawat
"Maria katakan keadaan Baby dom pada nyonta besar wanda" opa menyerahkan ponsel pada wanda
"Kita berhenti di apotik" ucap wanda. ia menuliskan di kertas apa yang dia mau dan memoto lalu mengirim pada volcano.
volcano meminta anak buahnya mengambil obat lalu mereka menyerahkan pada volcano di mobil dan melanjutkan perjalanan mereka
tiba di mansion empat buyut itu langsung lari ke ruang bermain. jangan sentuh apapun ucap opa saat wanda mau membuka pintu
opa membuka ipad dan menekan beberapa tombol lalu berkata "kita bisa masuk" mereka segera masuk. wanda memeriksa dom
"Lepaskan seluruh pakaiannya, biarkan sisa diapers saja" perintah wanda
"Nyonya besar mereka tak menggunakan diapers lagi" jawab maria
"pakai celana dal -am saja dan lepaskan semua pakaiannya. ambilkan aku air mineral dalam dot. sebaskom air panas dan handuk kecil. buka suhu AC terendah"
wanda memeriksa dom dengan stetoskop dari tas kerja, memeriksa suhu tubuh dom dengan thermometer 39,5⁰.
"panas sekali" ia mengambil bungkusan obat dari tangan volcano dan membuka kemasannya lalu memasukkan obat ke bagian pembuangan dom. dom merengek sesaat. wanda menyuapkan sirup penurun demam ke mulut dom lalu mulai mengompres menggunakan handuk perasan air panas di ketiak, leher dan kening dom
wajah dom yang tadi merah mulai normal kembali. dan matanya mengerjab sesaat. wanda memberikan air mineral dalam dot. semua kembali lega.
"untung saja kita pulang. aku takut dom step kalau terlalu tinggi demamnya" wanda menghembuskan nafas lega
"Buatkan jus sankist atau jeruk dalam gelas dot ya suster, sediakan cadangannya juga" perintah wanda "Baik nyonya besar"
__ADS_1
"Aku sudah sejak belum berangkat ingin cepat pulang. rupanya pertanda dom sakit" ucap volcano "Tapi kenapa masih tak tenang, bertrand minta tambahan orang menjaga gogo dan rara ya, aku sudah menambah orangku juga" opa mengangguk dan menghubungi seseorang