
Haekal dan patrick bertatapan lalu menatap Reina tajam.
"Kalian berdua yang membunuh wilson luis dan ayahmu haekal yang membunuh mertuaku, sehingga ia lahir tanpa ayah. sekarang kalian mau membunuhnya, lebih baik bunuh aku dulu" pekik reina
"Dengan senang hati akan aku kabulkan" ucap patrick sinis "pengawal habisi wanita ini" perintah patrick. reina langsung pucat. Thomas langsung berlutut didepan haekal dan patrick
"Jangan Tuan Besar. ampuni istriku"
"Kau tau, suamimu wilson luis, melecehkan dan hampir memperkosa seorang gadis polos berusia 16 tahun yang dia jebak ke club malam mertuaku? sebelum aksinya berhasil aku dan patrick menggagalkannya. kami tak membunuhnya sama sekali"
"Tapi mertuamu terus menerus mau membunuh kami , banyak pengawal kami menjadi korban makanya ayahku membunuhnya. itu hukum alam, membunuh atau dibunuh. masalahmu dimana?"
"kau bohong, suamiku tak mungkin melakukan itu, kalian berdua yang hampir memperkosa gadis lugu dan suamiku yang menggagalkannya lalu kalian membunuhnya" teriak reina
"Hahahaha.. kau mau memutar balik fakta saat semua sudah kau bunuh?" hina reina sinis
"Gogo, carikan email file luis 27 tahun yang lalu di ipad ini" haekal menyerahkan ipadnya pada carlos. carlos melakukan sesuatu tak lama ia menemukan yang di inginkan ayahnya . haekal memforward ke email carlos
carlos menonton video video cctv dengan seksama lalu menyambungkan ke televisi. semua mata menonton dengan tak berkedip
"tidak, kau bohong. itu tak mungkin"
"Apa kau gila? disana ada tanggal dan waktu kejadian" bentak thomas "kau ditipu mantan mertuamu"
"reina kau sudah salah paham, kau melatih putra kita untuk membalas dendam, kau sudah gila karena obsesimu" imbuh thomas melihat istrinya terduduk di lantai dan menangis
PROKKK PROOKKK PROKK
Tepuk tangan patrick menggema
"Sudah drama keluarganya? sekarang bereskan masalah putramu, kau mau aku membunuhnya atau kau yang membusukkannya di penjara?" tanya patrick lantang
"Tuan Besar Aldebaran.. ampuni putraku. kumohon ampuni dia" pinta thomas
"ehmmm" Tuan Xavero berdehem , semua menatapnya
"Maaf saya mengganggu drama keluarga yang berlangsung satu jam lebih ini sebentar, saya tak tau apa yang terjadi di masa lalu. tapi hari ini putriku adalah korbannya" ucap xavero tegas
Kringgg Kringggg
suara ponsel menggema di ruangan itu. semua mencari arah suara ternyata dari saku Thomas
__ADS_1
Thomas segera mengangkatnya
"Haloo..."
"......"
"Apaaaa.... bagaimana bisa"
Ponsel thomas terjatuh ia terduduk lemas
"kenapa pah" tanya reina was was
"Kita sudah bangkrut" jawab thomas lemas
patrick dan haekal saling bertatapan, sama sama mengedikkan bahu, menandakan keduanya tak tau apa apa
"Semua pemegang saham dan investor menarik dana saat ini juga, terutama tuan ivander,leovarnost,rollington,aldebaran,wesley, dan beberapa perusahaan lainnya"
"tak mungkin.. abuelo dan grandpa masih di bawah" ucap carlos . haekal dan patrick kembali mengedikkan bahu cuek , mereka bahkan enggan mencari tau
"Silahkan Tuan Xavero" ucap haekal kembali ke topik
"aku ingin mereka menikah, putriku sudah dilecehkan didepan umum" tegas yordan xavero.
"Menikahlah di penjara" ucap patrick "silahkan saja kalau kau mau melawan kami, kau kira meskipun kami melepaskannya hari ini, ayah kami akan melepaskan orang yang menjebak cucu tunggalnya?" tanya patrick sinis
"Bukan begitu Tuan Aldebaran, anda juga memiliki seorang putri, apa yang terjadi sebelumnya ia tak tau apa apa. tiba tiba dilecehkan didepan umum. kelak siapa berani menikahinya?" tanya xavero pelan . patrick diam karena ucapan xavero ada benarnya juga
Segerombolan orang masuk ke ruangan itu, clara langsung menghampiri Pemuda yang terikat itu
PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKKK
"Beraninya kau mencelakai putraku, kau sudah tak mau nyawamu hah" teriak clara
Abuelo dan grandpa langsung menendangnya dengan keras. sebelum mereka masuk kepala pengawal sudah menceritakan kejadian di dalam pada mereka. carlos patrick haekal berlari menyusul mereka .
"Habisi dia" bentak grandpa
"Granpa tenanglah.. duduk dulu ya. kita bicara baik baik. jaga kesehatan" ucap carlos pelan. sambil merangkul dan mengusap punggung kakeknya
"terserah.. dad tak akan membiarkannya hidup" ucap clara marah saat haekal memeluknya dan membujuknya
__ADS_1
"kau tak apa nak?" tanya clara mengelus pipi carlos. carlos tertawa "yang harusnya kenapa kenapa itu dia mom" carlos menunjuk ke arah pemuda yang terikat
"orang mau mencelakaimu, kau masih bisa tertawa" abuela dan grandma menjewernya , carlos meringis dan meminta pertolongan pada rara . "letta lihatlah aku di jewer didepan umum" rara tertawa akhirnya kedua nenek itu melepaskan jewerannya. carlos segera memeluk dua neneknya
melihat interaksi itu semua mata bisa mengetahui seluruh keluarga besar itu sangat menyayangi carlos. mencelakainya sama dengan mengantar nyawa
"mau bagaimana lagi, lihatlah banyak orang memohon buatnya, terutama nona xavero sedang menangis disana" tunjuk carlos. membuat semua mata menatap ke arah sang korban dengan iba
"Kalian bisa bangkrut tiba tiba itu diluar sepengetahuanku, mungkin ayah kami yang melakukannya jadi aku tak bisa memutuskan untuk kalian, besok kalian semua datanglah ke kantor ivander lantai 48 jam dua siang, ayah kami yang akan memutuskan hal ini" ucap haekal , patrick mengangguk tanda setuju. bisa jadi volcano punya aksi. soalnya dia yang terus feeling tak enak
"Gretha baru menelponku dominique sakit demam tinggi, wanda sudah merawatnya dan sudah lumayan membaik. kita harus segera kembali" ucap grandma tiba tiba
"Apa?" teriak sekeluarga itu bersamaan "ayo pulang"
"pengawal tahan sampah ini, panggil dokter berikan penawarnya, besok jam dua bawa ke kantor" perintah haekal
"Tuan xavero sampai ketemu besok" pamit haekal lalu menggiring keluarganya keluar ruangan
"siapa dominique?" tanya xavero bingung kenapa mereka berlari semua.
♡♡♡♡♡♡
"Kalian bersihkan diri dulu baru temui baby c" ucap haekal sambil berlari memasuki mansion menuju kamarnya. tujuannya segera mandi dan menemui cucunya.
15 menit semua sudah berada di ruang bermain menemui dom, dom malah sedang main komputer. seketika mereka menghembuskan nafas lega. dan segera bergantian menciumi 5 baby c itu
dea langsung memanjat tubuh haekal minta di gendong. haekal menciumi pipi gembul dea dengan gemas
"tak ada dirimu, bagaimana hidup opa sayang?" tanya haekal sambil memeluk dan mengelus punggung dea . clara tertawa "tak berwarna" celutuknya. haekal mengangguk setuju
damian yang sejak tadi di pelukan volcano dan wanda seakan lengket tak bisa lepas. damian yang agak tengil selalu bisa memicu tawa wanda dan volcano
"wajahmu berubah sejak ada damian" ledek abuelo pada volcano "kukira selamanya wajahmu akan seperti aspal"
"seperti kau tidak saja, mukamu , muka si tua leovarnost dan bertrand juga selalu datar" sindir volcano , abuelo mendengus
"kalian mau berdebat sampai kapan?" tanya opa. "dia yang mulai" tunjuk volcano
"semua belum makan malam, ayo kita makan malam bersama" ucap opa
__ADS_1