
Carlos mengambil sepedanya dan pulang duluan tanpa menunggu rara seperti biasanya. rara menatapnya dari kejauhan dan segera masuk ke mobilnya karena supirnya sudah menunggu
Sampai di rumah carlos melempar pakaian kotor ke mesin cuci, membereskan rumahnya lalu segera membersihkan diri
Usai membersihkan diri carlos bergegas ke grosir sembako membeli barang barang stock jualannya secukupnya karena kapasitas rumah mungilnya tak mendukung, carlos belanja mengendarai sepeda kesayangannya
Tiba di rumah, ternyata sebuah mobil sudah menantinya diluar rumahnya , melihat kedatangan carlos, dua pria segera turun dari mobil
"Maaf Tuan Johanus tidak mengabari mau datang" ucap carlos sambil membuka pintu dan menurunkan belanjaannya serta merantai sepedanya di tiang teras rumahnya
"kami sudah menghubungi kamu carlos tapi kamu tak mengangkatnya" jawab zidan
"Ah maaf maaf ponsel saya tadi saya charge karena mau belanja, jadinya Tuan harus menunggu lama" ucap carlos tak enak hati
"Tak apa kami juga baru 10 menit menunggu"
"Masuk dulu tuan" ajak carlos sopan, mereka pun masuk dan duduk di sofa "Ada apa mencari saya tuan" tanya carlos
zay dan zidan masing masing mengeluarkan amplop coklat dari saku jas mereka dan menyerahkan pada carlos "apa ini tuan"
"bukalah" kata zay tersenyum
usai membuka kedua amplop berisi masing masing 50 juta carlos menatap datar pada dua pria didepannya
zay menunjukkan ipadnya, ada poto raport keempat murid lesnya menunjukkan keempat anak itu mendapat juara 1
"Puji Tuhan" ucap carlos mengusap wajahnya bahagia . dua pria didepannya tersenyum lebar
"Anak anak itu berubah drastis di tangan anda carlos, bahkan sikap mereka di rumah dan disekolah menjadi patuh , baik, rajin, sopan .. kecuali mereka diganggu" zidan menjelaskan
"senang sekali mendengarnya Tuan" jawab carlos , "cuma uang ini saya tak mampu menerimanya, saya hanya akan menerima hak saya"
carlos menolak amplop itu dan mengembalikan pada dua orangtua muridnya , zay segera mengambil ponsel dan mengirim pesan pada seseorang dan mengambil amplop menyerahkan kembali pada carlos
"itu memang hak kamu, di bulan pertama dan kedua kamu menerima 5 juta persiswa, jadi kekurangan pembayaran adalah 10 juta persiswa, gaji bulan ini 10 juta, dan bonus juata 1 adalah 20 juta, jadi ini hak kamu 50 juta buat pendidikan anak saya"
"saya juga" ucap zidan memberikan amplop itu pada carlos lagi. akhirnya carlos menerimanya
tiba tiba sebuah pick up menurunkan CBR 250CC warna merah ke teras carlos dan di dorong masuk ke rumah carlos
"kami tau perubahan anak kami tak bisa kami hargai dan bayar pakai uang, tapi ijinkan kami memberi hadiah sebagai penghargaan atas anak kami" ucap zay
"Motor ini sementara atas nama kami tapi sudah saya tanda tangani dokumen jual beli resmi atas nama kamu, saat kamu ulang tahun ke 17 dan memiliki KTP nanti tinggal ubah sendiri nama kamu carlos"
carlos sudah tak mampu menolak lagi karena barang sudah tiba di rumahnya
"Terima kasih Tuan" ucapnya tulus , keduanya mengangguk
"Untuk anak kami, apa yang kamu butuhkan?" tanya zay dan zidan bersamaan
"Ijinkan saya lancang, saya meminta fasilitas laptop, gitar, pakaian training untuk anak anak dan keyboard buat jasmine, saya mau melatih bakat mereka Tuan, uang les tak usah di tambahkan lagi, 10 juta persiswa sudah cukup"
__ADS_1
"Baik akan kami penuhi"
"Terima kasih Tuan" ucap carlos lalu kedua tamunya segera pamit
Usai kepergian tamunya, carlos menatap datar pada CBR merah itu dan mengelusnya "Tambah lagi beban nak" carlos pusink
akhirnya setelah berpikir sesaat carlos naik ke kamarnya dan mengangkat ranjangnya lalu mengeluarkan tabungannya selama tiga bulan berada di kota awan total ada 120 juta
carlos tak bisa menggunakan transaksi perbankan karena tak mau keberadaannya terdeteksi oleh keluarganya jadi ia menggunakan tabungan tradisional yaitu menyimpan tunai di bawah ranjang
Carlos bergegas menemui pemilik rumah kosong di sebelah rumahnya dan membeli rumah kosong tersebut seharga 55 Juta
usai melakukan transaksi, carlos membawa pulang dokumen dan kunci rumah sebelah, setelah mengamati dan menaksir biaya renovasi rumah yang baru ia beli membutuhkan biaya sekitar 20 juta, akhirnya carlos kembali ke rumahnya
"Bulan depan habis gajian aku bisa merenovasinya untuk membuka kios" batin carlos. ia memiliki cukup uang tapi takut ada biaya tak terduga jadi carlos menundanya
Carlos menyimpan uangnya kembali dan mengeluarkan sepedanya, ia membeli hadiah yang ia janjikan pada muridnya jika mereka juara 1 , usai berbelanja ia kembali pulang ke rumah membungkus hadiah hadiah untuk muridnya
sorenya muridnya tiba dengan membawa raport mereka lalu memamerkan pada carlos, carlos mencium kening mereka dengan bangga lalu menyerahkan kado buat mereka. mereka sangat bahagia menerima hadiah pertama dari guru mereka
"Om kita pulang dulu mau ke kota langit sama papi, besok mau beli laptop dan keyboard kan sekolah libur seminggu" ucap jasmine
"Ok sampai rumah jadi anak baik ya semua" carlos kembali mengecup kening muridnya dan mengantar mereka ke mobil
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Pagi jam 07:00
Carlos tiba di kelas, saat mau duduk ia melirik wajah murung gadis di sampingnya sedang belajar , saat carlos duduk ia mengeluarkan coklat berbentuk love di ikat pita merah dan diletakkan di meja carlos
For my idol
Dimakan ya coklat yang mengutarakan isi hatiku
from alona wijaya
carlos segera mencabut memo itu dan meremukkannya lalu melempar ke dalam laci, lalu meletakkan coklat di meja dua sahabatnya , kemudian kembali melanjutkan misinya yaitu tidur. sempat ia lihat senyuman gadis kecil disebelahnya
"dilaciku juga banyak baru mau aku sumbang ke pak satpam" kata yeriko dan ricko bersamaan sambil terbahak bahak.
"nitip kalau mau kasih satpam" ucap lazarus sambil melemparkan setumpuk coklat ke meja yeriko. mereka terbahak bahak. tapi carlos melanjutkan tidurnya tanpa menoleh
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Sudah waktunya gajian , usai menerima gaji, carlos segera meminta tukang menaksir biaya renovasi kiosnya
"sama kamar dan rak 10 juta mas" ucap sang tukang
"bisa kurang mas? kan ga make tangga dan lainnya" tanya carlos
"9 juta deh mas"
__ADS_1
"kalo gitu kerjain aja, bisa selesai dalam berapa hari?"
"lima hari mas" jawab sang tukang, carlos mengangguk . dia bersyukur karena ongkosnya masih terjangkau
***
Lima hari kemudian, renovasi sudah selesai. carlos menyekat setengah lantai menjadi kamar yang conecting dengan kamar lamanya. bagian belakang dia buat parkiran sepeda motor dan sepedanya lalu bagian depan ia jadikan kios kecil jualannya
jualannya lumayan laris karena dia tinggal di lingkungan yang rapat penduduknya. jadi karena kehidupan ekonomi mereka tidak tinggi membuat mereka rajin berbelanja harian
****
Kamis pagi
07:30
"anak anak jumlah kelas ini ada 48 siswa, tolong dijadikan 8 kelompok, perkelompok 6 orang, ketua kelompok silahkan kumpulkan nama kelompoknya"
"kita akan membuat kerja kelompok dengan thema analis bisnis yang cenderung berkembang saat ini"
bu mina memberi instruksi kelas
"rara ikut kita berempat aja" ajak lazarus, rara mengangguk "masukin nath, nath ketua kelompok" sambung yeriko. mereka mengangguk
"gogo.. bangun, ada kerja kelompok" rara mencolek lengan carlos yang sedang tidur
"atur aja" jawabnya tanpa mengangkat kepala, rara hanya menghela nafas berat
yeriko mengirim pesan pada nath, nath segera maju mengumpulkan nama kelompoknya
****
KRINGGGGG KRIIIINGGGG
bell istirahat kembali berbunyi
siswa siswi berhamburan ke kantin
Seperti biasa S4 maupun H4 segera ke kantin, Felix menarik lengan rara mengajak ke kantin
"Lepas el, lepasin" rara meronta mencoba melepaskan tangan felix di lengannya
"hanya makan" ajak felix, rara menggeleng dengan mata berkaca kaca .
"lepasin dia" kata carlos datar
"Lu jangan buat masalah, kalo orangnya ga mau ya sudah" ucap ricko sambil berusaha melepaskan tangan felix tapi felix mendorongnya.
"Apa salahnya aku ajak pacarku ke kantin" tanya felix. carlos menatap rara datar
"Bukan go" ucap rara menatap carlos
__ADS_1
"Lepasin dia" perintah lazarus "anaknya ga mau ikut elu" akhirnya felix melepaskan rara dan segera ke kantin bersama gank H4 lainnya. S4 juga segera kekantin