
tiga bulan usia baby twins
tiga pasang kakek nenek, Patrick dan vyora sudah bersiap naik ke jet pribadi CDI untuk kembali ke jakarta karena pesawat pribadi mereka berada di jakarta
Patrick dan vyora ikut kembali untuk menyelesaikan urusan perbankan, bukan menemui orangtua patrick
Carlos, rara dan kelima Baby C didampingi perawat dan Pengawal mengantar ke bandara
"Ingat 3 bulan lagi oma menanti kalian ya go" pesan sang oma "Baik oma" jawab carlos sambil mengecup kening sang oma
"Setelah ini kami akan mengirim asisten kesini go, total 100 orang, siapkan kamar buat mereka ya" ucap grandpa "Baik opa" jawab carlos lalu memeluk sang grandpa
Akhirnya mereka pun naik ke jet pribadi dan berpisah di bandara itu , carlos memimpin keluarganya untuk kembali ke rumah
Jujur saja kepalanya mau pecah di limpahi begitu banyak tanggung jawab yang begitu besar, tapi dia mencoba menerima takdirnya sebagai cucu tunggal.
"untung saja ada letta disisiku, kalau tidak aku akan gila" batin carlos sambil memeluk istrinya
"kenapa hubby? stress?" goda rara, carlos hanya mengecup keningnya "kita lalui bersama, jangan tinggalkan aku, agar aku bisa melewati semua" bisik carlos, rara mengangguk dan membalas pelukan suaminya
"Carlos?" panggil seorang wanita , carlos dan rara mencari arah suara. keduanya langsung memasang wajah datar.
Carlos melirik lazarus , saat pemanggil mendekat lazarus langsung menghadangnya
"jaga jarak, jaga sikap dan tau diri atas panggilan anda" ucap lazarus dingin
"Bawa anak anak ke mobil" perintah rara pada perawatnya dan sebagian pengawal menggiring baby c ke mobil
"Carlos apa maksudnya ini?" tanya si pemanggil lagi
"Honey kita pulang ya" ucap carlos lembut pada rara sambil mengecup keningnya, rara tersenyum dan mengangguk , mereka melangkah ke mobil
"hei carlos" si pemanggil berhasil menerobos dan menarik lengan carlos. carlos memasang wajah dingin menatap lazarus. pengawal menarik paksa lengan pemanggil yang berteriak histeris
Rara menghampirinya "Dokter davina, kau lupa peraturan dari mertuaku?" tanya rara dingin
"Mana Tuan Besar? Mana? peraturan hanya berlaku kalau beliau ada " jawab davina sinis
"Lazarus urus dia" perintah carlos dingin dan menarik pinggang rara, tapi davina malah menjambak rara setelah berhasil menyentak pengawal
BUGHHHH BLAMMMMM
sekali banting davina sudah terkapar dilantai
carlos, lazarus, pengawal seketika membeku melihat aksi rara barusan
"sekali lagi tangan kotormu menyentuhku atau keluargaku, kupastikan kau akan kehilangan tanganmu" ucap rara sambil setengah jongkok menepuk pipi davina lalu bangkit menggandeng lengan carlos menuju mobil.
♡♡♡♡♡♡
Heaven Official
"Kak Vincent, ini surat pemecatan dokter davina dari RS CDI kak, ini perintah langsung dari Nyonya Muda" Nath menyerahkan sebuah amplop
"Kenapa baru sekarang hufttt, aku sudah muak akan kelakuannya, dia menekan semua rekan dengan mengatakan koneksi dengan Tuan Muda" omel vincent.
__ADS_1
Nath mengedikkan bahu lalu berjalan ke ruangan adnan
"Kak adnan, ini perintah Black List Dokter Davina dari kedokteran Indonesia, perintah Nyonya Muda" Nath menyerahkan dokumen pada adnan
"Wah ngulah lagi dia hahaha, tidak jera juga. untuk nyonya muda kalau Tuan Besar sudah hilang dia dari muka bumi" Jawab adnan sambil tertawa
Nath segera ke meja aiko , "kak aiko sediakan 100 kamar single dan meja kerja buat 100 asisten yang akan di kirim dari eropah untuk menjalani training di sini 15 hari lagi ya"
"Bekas kantor Lama Heaven akan selesai sesaat lagi, disana saja bisa?" tanya aiko "biaya di bebankan pada siapa?"
"Biaya di bebankan pada mereka masing masing karena gaji mereka berjalan" jawab nath "mengenai keterangan lengkap harus tanyakan pada Tuan Muda"
"Baiklah aku akan bertanya nanti saat pulang kerja, aku ada beberapa klien mau rental ruko" jawab aiko, nath mengangguk lalu kembali ke ruangannya
♡♡♡♡♡♡
Jam 16:00
"Saya ingin bertemu tuan Muda" ucap davina pada Cs heaven office
"Apakah nona sudah membuat janji? kalau belum buatlah janji dengan Tuan Muda" pinta Cs sopan
"Kamu hanya CS sombong sekali, kau tak tau aku adalah calon nyonya mudamu, saat aku menikah dengan Carlos, kamu yang pertama akan aku pecat" Bentak Davina memicu perhatian klien dan petugas keamanan
"Nona duduklah dulu, aku akan bertanya dulu ke ruangan CEO" ucap dimas, staff office yang baru muncul setelah mendengar keributan
"Tak perlu, aku akan naik sendiri" bentak davina mencoba menerobos masuk
"Nona saya hanya mau mengingatkan sedikit" ucap dimas tanpa memghalangi
"Ehmm saran saya jangan, demi kebaikan nona, saya hanya tak tega kalau wajah dan tubuh cantik nona akan babak belur di hajar body guard dilantai dua, karena nona pasti dilempar kebawah. tapi kalau nona mau mencoba saya persilahkan" davina seketika ragu
"Nona duduklah dulu, saya akan membantu bertanya dulu ke asisten ceo.. agar anda bisa masuk kesini baik baik dan keluar baik baik" pinta cs sopan . akhirnya davina duduk dengan wajah masam
"Nona silahkan duduk, Wakil CEO akan menemui anda sesaat lagi" ucap CS
"Aku ingin bertemu Carlos bukan Wakil CEO , apakah kau tak paham hah??" bentak davina
"Tapi prosedur disini adalah , wakil CEO yang memutuskan semuanya. Atau anda bisa keluar dulu. setelah membuat janji dengan CEO, anda bisa kembali lagi" cs memberi penawaran
"Nona ikutlah dengan saya" ucap helix, davina mengikutinya naik ke lift dan helix mengajaknya ke ruangan pertemuan berbentuk cafe dikantor tersebut
saat helix dan davina tiba, tampaklah wajah carlos, rara, adnan, vincent, lazarus, nath disana.
"Carlos"
davina langsung bergegas menghampiri carlos tapi di halangi lazarus dan di hempaskan sampai mundur membentur dinding dengan keras
"Nona jaga sikap, jaga jarak dan jaga panggilan" ucap lazarus tegas
"katakan apa yang mau kau katakan" ucap carlos dingin
"Carlos" panggil davina
__ADS_1
PLAKKK PLAKKK
pengawal memberi dua tamparan di pipi davina "nona jaga panggilan anda" ucap lazarus dingin
"Tuan Muda" panggil davina lirih , air mata nya menetes karena pipinya sangat perih menerima tamparan pengawal , carlos menatapnya datar
"Bagaimana bisa kalian memecatku dan mencabut ijin kedokteranku? bahkan kalian memblack list aku dari dunia kedokteran"
"Anda sudah beruntung tidak langsung dihabisi saat dibandara nona, aku sudah memberimu waktu tiga hari meninggalkan kota langit" adnan yang menjawab dengan paras dingin
"Tuan Muda berikan aku sekali lagi kesempatan , kumohon, aku harus membiayai keluargaku" davina berlutut
"Mengenai hal itu, kamu bisa bertanya pada istriku, nyonya muda ivander . kalau dia berkenan memberimu kesempatan maka kamu akan mendapatkannya" jawab carlos datar sambil memeluk pinggang rara , dan mengecup pipi istrinya
hati davina sakit sekali melihat pemandangan tersebut , ia mengepalkan tangannya dan memggeretakkan rahangnya
"Baiklah aku memberimu kesempatan kedua demi keluargamu" jawab rara "Kak Adnan, buka black listnya khusus area nias, biarkan dia bekerja di nias selamanya tidak keluar dari pulau itu"
"Baik nona muda" jawab adnan sopan, davina terkejut
"ni- nias?" tanyanya kaget "ya nias, disana pulau kecil yang tenaga kesehatan membantu penduduk tak mencukupi, kamu sangat di butuhkan oleh penduduk nias" jawab rara datar
"no- nona muda bisakah aku tetap di CDI?" Tanya davina "saat mertuaku menghabisimu, kau bisa menghuni kamar mayat CDI beberapa hari" jawab rara dingin, menunjukkan ia sedang tak bisa di tawar
para asisten dan pengawal menahan tawa mereka sekuat tenaga mendengar kamar mayat untuk davina , wajah davina memerah
"Tapi Nona Muda, penghasilanku di nias tak akan mencukupi buat keluargaku" davina mencoba menawar karena penghasilan di CDI internasional hospital memang sangat tinggi untuk tenaga medis
"Siapa bilang? kau dapat gaji sesuai rate dokter, asalkan kau rajin menambah shift jagamu, maka penghasilanmu akan semakin banyak" jawab zozo yang baru tiba di antar oleh aiko , semua mata menatap zozo
"Adik sepupu.. maaf aku telat tiba" ucap zozo sambil duduk disamping rara , carlos meliriknya tajam
"Adik ipar apa kabar?" godanya
"Mungkin Rara dan Carlos tak tau prosedur pembayaran gaji di nias, tapi aku sudah pernah menjadi relawan di nias selama enam bulan, aku paling tau keadaan disana, aku sudah menyusun shift untukmu agar penghasilanmu bisa setara dengan disini dengan catatan kau harus lebib rajin dan selalu lembur" tegas zozo datar tanpa senyuman
"sepertinya dia tak berkenan menerima kebaikanmu ra, kau tak perlu membantunya lagi, singkirkan dia saja atau serahkan pada Tuan Besar, kamu masih banyak yang harus di urus" ucap nath . davina pucat seketika
"Tidak.. Tidak, aku akan menerima " ucap davina cepat .
"Deal" jawab vincent, zozo, dan nath bersamaan
"Bawa dia keluar" perintah carlos
"Tuan Muda, tak adakah perasaanmu sedikit saja padaku sejak dulu sampai sekarang padaku?" tanya davina dengan lirih
"Ada.. perasaan terganggu" jawab carlos dingin , semua tak mampu menahan lagi tawa mereka, seketika tawa mereka meledak. wajah davina merah padam menahan malu dan marah
"sejak dulu kau selalu menggangguku, sama dengan jannete, meskipun aku beruntung ada kalian yang membantu mengusir wanita yang mengejarku, tapi kalian berdua sangat menggangguku" sambung carlos "di nias nanti kalian bisa saling bertemu, jannete di tempatkan Ayahku di nias"
"Bawalah dia keluar" perintah carlos , pengawal segera membawa davina keluar
"Sayang ayo kita makan" ajak carlos "apa kalian ikut?" tanya carlos pada asistennya
"makan disini saja, tidak ada slot di cafe, biarlah slot di pakai pengunjung" jawab lazarus , rara mengangguk
__ADS_1