
Usai sarapan, opa dan oma membawa perawat dan baby c ke mansion. sementara supir membawa 3 pasutri ditemani harley dan lazarus mengurus urusan perbankan mereka
Begitu melihat haekal, sambutan kepala bank serasa hampir menyembah nasabahnya itu. mereka langsung di giring ke sebuah lounge.
"Pindahkan seluruh saldo saya ke rekening tertera ini, sisakan saldo minimum kartu" perintah haekal sambil menyerahkan sebuah amplop
"Pindahkan seluruh saldo saya ke rekening tertera ini, sisakan saldo minimum kartu" perintah clara sambil menyerahkan sebuah amplop
"Pindahkan seluruh saldo saya ke rekening tertera ini, sisakan saldo minimum kartu" perintah patrick sambil menyerahkan sebuah amplop
"Pindahkan seluruh saldo saya ke rekening tertera ini, sisakan saldo minimum kartu" perintah vyora sambil menyerahkan sebuah amplop
《 ternyata isi amplop berisi paspor, ic, buku rekening, surat berharga deposito, black card mereka dan nomor rekening mereka di IIB (ivander itally bank)》
15 menit kepala bank kembali membawa slip pemindah bukuan untuk ditandatangani empat orang tua itu
setelah ke 8 bank, carlos juga sudah berhasil renew saldo deposito dari sang oma . mereka berakhir di IIB
"Pindahkan saldo saya dan istri saya ke rekening atas nama carlos diego ivander, sisakan saldo minimum di dalamnya" haekal menyerahkan dua buah amplop
"Pindahkan saldo saya dan istri saya ke rekening atas nama tamara aletta aldebaran, sisakan saldo minimum di dalamnya" patrick menyerahkan dua buah amplop
"Langsung jadikan deposito anak kami saja seluruhnya" perintah haekal
"Tapi Tuan Muda, Tuan nyonya besar ivander, Tuan nyonya besar Leovarnost juga memindahkan saldo mereka ke rekening Tuan Muda kecil, apakah saldo di dalam mau sekalian di deposito?" tanya kepala bank
"Ada juga Tuan Nyonya besar Rollington memindahkan saldo ke rekening Nona Muda kecil, mau diproses juga?"
"ahh kalau itu kamu tanyakan saja pada Tuan Muda kecil dan nyonya muda kecil, aku tak tau menau. yang penting kalian proses punya kami berempat dulu" tegas haekal
__ADS_1
bagi haekal tugas mereka hanya membagikan warisan, sisanya sudah terserah putranya karena sudah berumah tangga juga. ia tak mau mencampuri urusan anak mereka
kepala bank memberi beberapa perintah pada staffnya. mereka berlari menyelesaikan perintah haekal dan patrick
"Bagaimana Tuan Nyonya Muda Kecil?" tanya kepala bank pada carlos dan rara
"Usai orangtua kami memindahkan saldo akan saya jawab, sekarang bantu print buku rekening saya ya, Tuan" ucap carlos menyerahkan dua amplop
petugas bank segera memproses perintah pemilik bank tersebut , mereka bekerja dengan sangat cepat , 20 menit mereka sudah kembali ke hadapan haekal dan keluarga sambil mengembalikan beberapa benda perbankan
carlos dan rara memeriksa saldo mereka. mata mereka bahkan nyaris keluar menatap buku mereka
"Masukkan semua saldo menjadi saldo deposito, waktu pengikatan 3 tahun" perintah carlos sambil mengembalikan amplop kepada kepala bank
"sekalian punya saya Tuan" pinta rara menyerahkan amplopnya pada kepala bank "dengan pengikatan 3 tahun juga"
20 menit kepala bank kembali dan menyerahkan dua buah map kepada carlos dan rara. setelah memeriksa teliti , mereka bangkit memeluk orangtua mereka
"Sudahlah , ini semua memang milik kalian. habis dari eropah, kita harus ke australia mengurus beberapa hal dan ke jakarta 2 hari menyelesaikan perbankan juga" kata haekal "ayo kita pulang, waktunya makan malam akan tiba" ajak haekal
mereka segera kembali ke mansion , tapi opa oma tak terlihat. "dimana tuan besar?" tanya haekal pada maid yang sudah bekerja puluhan tahun
"Tuan besar ada di Paviliun sayap kanan bersama anak anak di play land Tuan Muda" jawab maid itu
"Baiklah.. kami akan ke atas dulu" mereka naik membersihkan diri dikamar masing masing.
tiga puluh menit kemudian mereka sudah turun ke ruang keluarga lalu menemui baby C di ruang bermain. Carlos kaget melihat ruangan itu di sulap menjadi arena bermain indoor
dam dan dom lebih suka main komputer sementara dea bermain mandi bola. sang opa oma terlihat duduk memangku baby twins dalam pelukan mereka di sofa santai
__ADS_1
"Dea kemarilah sayang" panggil oma tapi dea mencebik "sepertinya nona kecil cemburu buyutnya menggendong baby twins" jawab hilda sopan sambil menahan tawa , opa oma pun terbahak bahak melihat dea merajuk
haekal yang baru masuk mendengar ucapan hilda pun tak tega
"Baby kemarilah" panggil haekal dengan bahasa italia sambil menjulurkan tangannya . dea berlari ke pelukan haekal dan langsung menumpahkan airmata yang ia tahan sejak tadi.
dam dan dom melihat adiknya menangis segera meninggalkan meja komputer dan menghampiri haekal sambil berkacak pinggang. muka keduanya sangat galak "opa jangan buat dede dea menangis" tak ayal semua kembali tertawa melihat perbuatan dua kakak posesive itu
dea melihat carlos ia kembali menjulurkan tangan pada carlos minta di gendong. saat mengadu dia memang selalu mencari carlos. carlos menggendong dan menciuminya
"opa sayang dea, sedang membujuk dea agar tak nenangis sayang. minta maaf pada opa ya" perintah rara. akhirnya dua kakak posesive itu memeluk kaki opanya dan minta maaf. haekal menciumi keduanya dengan gemas
"buyut sayang dea, tapi dea sedang main sayang. minta maaf sama buyut ya" perintah carlos lembut , akhirnya dea memanjat sofa dengan gaya lucu memeluk buyutnya . semua tertawa menatap dea
"Ayo makan malam. koki kalian memasak masakan indonesia untuk kita. Anak anak sudah makan sejak tadi" ajak oma pada semuanya dan mereka bergegas ke ruang makan dengan dea masih dalam gendongan carlos dan duduk di baby chair tepat disamping carlos. maid nenyuguhkan anggur dan pir kesukaan dea didepan dea
mereka segera makan dengan tenang dan tanpa suara .
"lusa acara serah terima hak waris pada gogo dan rara diadakan jam dua siang di ivander hotel, dad sudah mengirim undangan sejak dua minggu lalu, semua pengusaha kelas dunia akan hadir"
selepas makan malam, opa menjelaskan jadwal acara mereka pada haekal sekaligus semua yang di meja makan
"sistem keamanan sudah sangat ketat, undangan juga memakai sistem barcode dan ic, nyamuk pun tak bisa masuk tanpa ijin" imbuh opa "Tapi dad berharap baby C tidak di bawa ke acara, menghindarkan hal tak berkenan di kemudian hari. lagipula mereka lebih nyaman di mansion. dad sudah memperketat pengawalan di mansion. sistem keamanan disini juga memakai sistem gogo"
"setuju" jawab haekal
patrick menatap opa dengan tatapan yang sulit di artikan . opa tau tatapan itu tapi memilih pura pura tak tau
"cepatlah istirahat, besok kalian harus bekerja" perintah opa lalu masing masing meninggalkan meja makan itu
__ADS_1